Voices

Voices

Download Indonesian Subtitle

Release info

Voices 2020 BluRay
A Commentary by subber.id

Tags

BluRay
Published on: 2021-04-22
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jika ada satu hal yang pasti, situasi sering kali memburuk

sebelum membaik.

Kau baik-baik saja?

Bicaralah.

Apa yang terjadi?

Em, aku sangat takut.

Tenang.

Di mana kita?

Ibu masih memasak untuk kami berdua.

Kebiasaan lama sulit hilang.

Kau percaya itu kebiasaan?

Mungkin itu caranya mengenang ayah.

Dia bahkan tidak memakanannya.

Begitu banyak tersisa setelah makan malam.

Bagaimana kau bisa mengingat Ayahmu?

Agak konyol, ada lagu yang sering dia nyanyikan.

Di rumah, di mobil,

di manapun dia punya kesempatan.

Saat kudengar lagu itu, suaranya yang menyanyi.

Seolah itu lagunya.

Lagu ayahku.

Aku lupa jika itu band aslinya.

Kalian berdua sering membicarakannya?

Tidak juga. Kadang.

Dia tidak terlalu suka membicarakannya.

Kenapa?

Karena dia tidak punya semua jawabannya.

Atas pertanyaan apa?

Apa kami akan bertemu Ayah lagi?

Dia dulunya religius.

Selalu berdoa.

Surga yang membuat imannya tetap hidup.

Tapi sekarang, aku tidak tahu lagi.

Mungkin kalian berdua harus membicarakannya.

Dia tidak terlalu suka membicarakan yang terjadi setelah orang meninggal.

Sepertinya ibumu datang.

Kemari.

Tegarlah.

Dia butuh kau sekarang melebihi sebelumnya.

Apa kita akan bertemu Ayah lagi?

Apa kita akan bertemu Ayah lagi?

Kita melihatnya hari ini, Nak!

Di sini, bersama kita.

Ibu maunya Begitu.

Kata Ibu dia menunggu di tempat khusus.

Di surga.

Kita akan bersatu lagi.

Suatu hari!

Ibuku pernah berkata, jika kau merasa hidup tidak ada artinya,

jika keadaan tidak berjalan lancar,

berhenti dan dengarkan.

Ada saat-saat, terkubur di keheningan.

Aku Sayang kau!

Siap berangkat?

Baik, tok-tok.

Siapa di situ?

Hantu penyela.

Penyela...

Kau bilang ke kelasmu Ibu adalah pahlawanmu?

Aku ingin sepertimu. Ibu super!

Ibu bukan pahlawan super. Tapi kau!

Kau pahlawan sejati.

Kehilangan penglihatan situasi sulit baginya untuk beradaptasi.

Penglihatannya bisa pulih?

Penglihatannya sekarang, mungkin sudah maksimal.

Ada prosedur yang bisa dilakukan?

Aku sangat menyarankan jangan melakukannya.

Kita tidak tahu jika prosedurnya

akan berpengaruh pada penglihatannya.

Lillian akan melalui tahapan menyangkal, marah, terberat.

Depresi akan memburuk jika tidak ditangani baik.

Buat dia menerimanya.

Ini tidak adil.

Rebecca, kau harus memberinya harapan.

Kau harus persiapkan dia untuk yang akan datang.

Aku punya teman baik yang bisa membantu.

Bu.

Halo, Nak, Ibu di sini.

Bibi Becca?

Ya.

Bibi di sini, Nak.

Aku tidak bisa membuka mataku.

Aku ingin melihat ibuku.

Bibi tahu.

Tenang.

Kita akan baik-baik saja.

Apa yang kau ingat setelahnya?

Suara ibuku, memanggilku.

Apa yang kau lakukan?

Aku keluar dari mobil.

Kau melihat sesuatu?

Tidak, tapi aku masih bisa dengar suara ibuku.

Apa katanya?

"Kemari, Lilly."

Kau mengikuti suara ibumu?

Ya, kudengar ledakan keras dan hanya itu yang kuingat.

Bagaimana dia hari ini?

Ada sedikit peningkatan.

Samantha, apa Lilly... / Suara-suara lagi?

Pagi ini, di toko dia tanya apa temannya boleh ikut.

Wajar jika seusianya punya teman khayalan.

Mengingat keadaannya, itu mungkin baik untuk Lilly.

Aku hanya khawatir dia percaya mereka nyata.

Ada banyak studi kasus anak

teman khayalan bisa membantu mengatasi trauma.

Nanti dia akan lupa.

Suatu hari di rumah Kelly.

Lilly mendeskripsikan sesuatu seolah dia bisa melihatnya.

Dia bilang suara-suara itu memberitahunya.

Normal bagi Lilly, pendengarannya meningkat.

Dia bisa saja dengar percakapan.

Itu cara tubuhnya beradaptasi.

Aku tidak ingin dia percaya semua yang dia dengar benar.

jika dunia seperti kata suara-suara ini.

Halo?

Bagaimana jika suatu hari dia menyeberang jalan mengira

itu aman tapi tidak.

Aku hanya ingin dia... / Melihat?

Ya.

Rebecca, Lilly sedang melalui masa sangat sulit.

Ini juga menimpa anggota keluarga.

Kenapa kau menangis?

Kubuat kesalahan besar.

Itu sebabnya kau menangis?

Ya.

Siapa namamu?

Alison.

Aku Lilly.

Aku keguguran.

Aku ibu yang buruk.

Boleh aku menjadi bayimu?

Boleh aku menjadi bayimu?

Bawa aku pulang bersamamu.

Bibi Becca.

Bawa aku pulang bersamamu.

Bibi Becca.

Lil, kau baik-baik saja?

Dia meneriakiku.

Siapa meneriakimu?

Alison.

Bernapaslah.

Kau baik saja.

Kau baik saja.

Kau suka musik?

Lilly, saat kau dengar suara yang tak nyaman.

Aku ingin kau memakai ini.

Itu akan membuat suara buruk itu pergi.

di situ kau.

Hai.

Hai.

Sesi hari ini?

TED Talk.

Sungguh?

Siapa pembicaranya?

William Arden.

Kuharap

Desainmu mengagumkan.

Segera kau akan di panggung itu menjelaskan caramu mengubah hidup

Begitu banyak penyandang disabilitas.

Aku tak suka panggung. Kau tahu itu.

Dan aku berharap mereka tidak menyeretku di perjamuan.

Sudah sewajarnya kau harus berbicara.

Aku canggung, berdiri di depan semua orang.

Semakin banyak aku bicara, aku merasa itu hanya amal.

Kenapa kau mengatakan itu?

Karena separuhnya hanya peduli keuntungan.

Bagaimana separuh lainnya yang tidak?

Mereka yang betul-betul mau dengarkan.

Kau bisa lihat lampunya?

Cukup untuk tahu kapan aku harus menyeberang.

Mau kutekan tombolnya, Nona?

Tak usah, terima kasih.

Permisi, di mana buku-buku pengantar tidur anak-anak?

Maaf aku tidak bekerja di sini.

Kupikir kau kerja di sini.

Maaf.

Pasti dekat.

Aku akan mencoba beberapa baris.

Yakin tidak bekerja di sini?

Aku yakin.

Baik, terima kasih... / Lillian.

Lillian.

Jerry Morris.

Kau punya saran untuk anak berusia 9 tahun?

Itu berat.

Matilda.

Baik, kalau Begitu aku harus mengingat judul itu.

Terima kasih banyak, semoga harimu indah.

Kau juga.

Tidak bisa melihat lagi, kupikir itu akhir dunia.

Tapi itu bukanlah akhir perjalanan.

Itu hanya jalan berbeda.

Halo.

Hai.

Siapa namamu?

Lilly.

Lilly?

Aku tersesat. Butuh petunjuk.

Bisa membantuku?

Bisa kucoba.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left