The first 200 lines.
"Awas ada anjing"
Kamu mengejutkanku.
Hei! Anjing itu terus menggonggongiku.
Pak Sudo.
Bukankah seharusnya junior yang belanja di saat seperti ini?
Aku dari Penyelidikan Unit Satu. Aku tidak boleh meninggalkan TKP.
Pak Sudo, aku tidak makan roti isi pasta kacang merah.
Bagaimana kita bisa makan roti ini selama pengintaian?
Hanya polisi dari Era Showa yang melakukannya. Sangat kuno.
Jika kamu tidak mau, jangan dimakan.
Omong-omong, Hirano tidak akan datang.
Dua tahun yang lalu dia putus dengan gadis ini.
Kemungkinan besar dia ada di rumah temannya.
Aku sangat iri pada Ishimatsu.
Dia bisa bekerja bersama Nitto.
Itulah yang akan dilakukan oleh orang di Unit Satu.
Ada apa?
Pintunya terbuka.
Tadi pintunya tertutup saat aku pergi berbelanja.
Ayahnya pulang.
Seharusnya ayahnya pulang di malam hari.
Tapi pakaian orang itu sama dengan ayahnya di pagi hari.
Dasar bodoh!
Nyalakan mobilnya.
Kenapa? Ada apa?
Nyalakan mobilnya!
Tunggu! Pak Sudo.
Pak Sudo.
Tunggu, Pak Sudo. Ini tidak pantas.
Masuklah dari sini, lalu buka kuncinya.
Tidak mungkin.
Berhenti bicara dan masuklah.
Sakit.
Pintunya tidak dikunci, Sakurai.
Jangan!
Lepaskan aku!
Jangan lakukan ini. - Kenapa tidak?
Tolong. - Apa yang kamu lakukan?
Aduh.
Berikan borgolnya!
Baik.
Ini Natsumi?
Apa yang kamu pikirkan?
Kamu dan dia ditugaskan untuk membantu kami.
Bagaimana bisa kamu bertindak sendiri?
Karena itulah aku menentangnya.
Kemarilah.
Ini Manami.
Kapan kamu minum-minum dengannya?
Hari Jumat kedua bulan lalu.
Begitu rupanya.
Kudengar kamu memaksa Sakurai untuk menerobos masuk ke rumah.
Aku sudah menunggu lama untuk memberitahumu, Pak Sudo.
Kamu... - Benar, Nitto.
Ini Kanako, yang berdada besar?
Itu Miho.
Kanako yang bertubuh langsing dan berambut pendek.
Begitu rupanya.
Ya.
Jika ini berlanjut, kamu bisa merusak reputasi kita.
Kita harus menghukum Pak Sudo.
Baiklah, jangan bersikap begitu impulsif.
Sudah lama Pak Sudo tidak bertugas di Penyelidikan Unit Satu.
Dia hanya terlalu bersemangat.
Coba pikirkan.
Dia pernah dikenal sebagai Sudo si Iblis.
Kamu tahu itu.
Aku hanya punya kenangan buruk soal itu.
Kamu pernah dirundung seperti Sakurai?
Aku hanya bercanda.
Aku tidak begitu ingat saat bertugas di Unit Satu.
Aku tidak ingat menjadi Sudo si Iblis.
Dahulu aku polisi seperti apa?
Pak Sudo.
Kudengar Bapak berulah lagi.
Tidak juga.
Bapak tidak berubah.
Bapak tidak bisa berhenti saat ada kejahatan.
Bagaimana bisa kamu bicara soal orang
seakan mereka mobil bekas yang hampir mogok?
Unit Satu baru saja menerima surat ini.
"Untuk Sudo Tomozo"
Surat untukku? - Ya.
Usiaku 16 tahun. Tolong tepati janjimu.
Putramu.
Putraku yang menulisnya.
Begitu rupanya. Dia sudah berusia 16 tahun.
Cepat sekali waktu berlalu.
Sulit dipercaya. Aku punya seorang putra.
Kupikir aku lajang.
Aku pasti bercerai dengan istriku.
Mungkin putra itu dibawa oleh istriku.
Putra.
Putra.
Putraku.
Bagaimanapun juga, pria ini tidak mau bicara.
Maka,
saat itulah aku datang. Orang populer dari Kantor Polisi Ueno
yang terkenal karena kemampuan penyelidikannya.
Luar biasa.
Ishimatsu.
Halo, Yayoi.
Lalu, saat itu...
Aku bahkan tidak ingat putraku.
Gawat.
Kenapa aku menjadi ayah yang tidak berguna?
Jika ingin menyentuh hati pahlawan yang terluka,
kamu harus menggunakan ini.
Seorang putra yang terpisah.
Putra?
Sepertinya kamu tertarik akan hal itu, Sudo.
Tidak kusangka.
Sudo, dengarkan aku. Lalu...
Sebenarnya, putra itu...
Kubilang, aku tahu. - Tentu saja kamu tidak tahu.
Kubilang, aku tahu.
Diam!
Apa yang kalian lakukan?
Sigung itu hampir tidur.
Jangan memancingnya, atau situasinya akan buruk.
Sigung?
Diam!
Dia sudah tenang. Kalian bisa melepas masker.
Benarkah?
Itu sigung yang buang gas?
Itu bukan gas, tapi sekresi.
Bahaya jika kita terkena sekresinya.
Stimulasinya sangat besar hingga kita akan kehilangan akal sehat.
Kenapa ada sigung di sini?
Itu karena Keiko.
Keiko membawanya kemari untuk sementara.
Dia dirawat di sini sebelum dikirim ke universitas untuk penelitian.
Benar.
Sigung populer sebagai hewan peliharaan.
Tentu saja, kita harus mengeluarkan kelenjar
yang mengeluarkan sekresi kotor itu.
Mereka melakukan itu kepada sigung ini?
Sepertinya ini sigung selundupan. Jadi, kelenjarnya masih utuh.
Kalau begitu, masukkan dia ke ruang pemberian makan.
Bagaimana mungkin?
Di dalam sana ada hewan lainnya.
Tapi di sini ada orang.
Segera.
Orang-orang dari universitas akan segera membawanya.
Saat aku tidak ada di tempat...
Saat buaya tidak ada di rumahnya...
Saat Hades tidak ada di rumah...
Diam!
Datang kasus lagi.
Kali ini hewan apa?
Kambing.
Bagus!
Aku tidak suka kambing.
Kambing tampak tidak menyenangkan dan buruk.
Apa pun itu, abaikan saja.
Aku akan menjelaskan situasinya.
Silakan.
Kasus ini terjadi tiga malam yang lalu.
Lokasinya di tempat parkir staf SD Takikawa 2.
Saat para penjaga berpatroli,
mereka menemukan ketua studi, Miyoshi Shinya, di lantai.
Belakang kepalanya dipukul dan tewas seketika.
Tempat ini juga.
Tersangkanya tergeletak di bagian bawah tangga.
Dia punya usaha tempat les.
Tsuna Hiro.
Tsuna belum sadarkan diri di rumah sakit.
Kami menemukan pipa logam di TKP.
Kami menemukan darah mendiang dan sidik jari Tsuna.
Kami menduga Tsuna membunuh Miyoshi.
Selain itu, dia terjatuh dari tangga saat melarikan diri.
Sudah kuduga!
Dia ingin mencuri uang makan siang.
Aku tahu!
Akan kulanjutkan.
Kudengar Miyoshi dan Tsuna
bertengkar di Ruang Interaksi di sekolah.
Ruang Interaksi.
Di sana ada kegiatan di luar ruangan setiap bulan.
Sepertinya interaksi jarak dekat dengan kambing.
Sekolah secara khusus membangun kandang kecil.
Anak-anak sangat menyukainya.
Kemudian, Miyoshi yang masuk setahun lalu
menentang adanya Ruang Interaksi. Dia berniat merobohkannya.
Tsuna pemilik kambing-kambing itu.
Dia terlihat beberapa kali berdebat dengan Miyoshi karena ini.
Artinya, Tsuna punya motif dan cara.
Ya.
Kami menunggu Tsuna siuman untuk penyelidikan.
Keterlaluan.
Dia punya kambing, tapi membunuh orang.
Logika macam apa itu?
Itulah situasinya. Terima kasih atas bantuannya.
Terima kasih.
Takikawa-machi, naik taksi ke sana pasti mahal.
Hai, aku dari Universitas Pertanian Dongcheng.
Aku kemari untuk sigung.
Diam!
Terima kasih telah mengantar kami.
Tidak masalah.
No comments yet. Be the first to leave one.