The first 200 lines.
Tidakkah ini membosankan?
Apa kau khawatir kalau liburan ini akan terasa membosankan?
Tidak.
Kuharap kita punya narkoba.
Aku paham.
Aku punya ganja.
- Sialan. - Ini tak terlalu cukup.
Lagipula aku tak punya alat untuk menghisapnya.
Tunggu.
Apa yang sedang aku katakan?
Aku langsung ingat begitu saja.
Kaulah sang legendanya.
- Apa ibumu akan syok? - Ya, pastinya.
Kau mau Shotgun (Menghisap asap ganja dari mulut orang lain)?
Ya.
Kita akan semakin bertambah gendut.
Obat inilah yang membuat segalanya terasa nikmat.
Sialan, aku punya obat Addies jika kau mau menjadi kurus.
Aku tak menyukai obat ini karena membuatku tak bisa tidur
dan aku menjadi gelisah.
Aku membawa obat Ambien ,
Xanax , dan beberapa pil Klonopin . Tapi kita bisa meminum semuanya
karena aku butuh semua ini untuk melawan rasa panik.
Bajingan.
Aku sungguh lupa kalau aku sudah menyelipkan obat Ketamine ke dalam sini, Paula.
Kita punya banyak obat yang menumpuk.
Teler di pulau Hawai.
Aku suka saat kau berbisik.
Kau ingin melakukan ASMR (kegiatan menimbulkan suara tanpa berbicara)?
Iya!!
Iya, terima kasih Tuhan.
Ada apa ini, brengsek?
Semuanya baik-baik saja.
Ayah kalian baru saja dapat kabar kalau dia tidak terkena kanker.
- Apa? / - Apa ada barang yang terbakar?
Tidak, kami hanya bermain ritual sihir.
Menyerahkan sesembahan untuk Hecate (Dewi neraka dari Yunani).
Bukankah ini kabar baik bagi ayah kalian?
Dia yakin betul akan mati, namun ternyata dia masih akan hidup.
Oke, baguslah.
Bisakah kalian kembali ke kamar kalian?
Oke, selamat malam.
Sayang, anak kita begitu bahagia.
Baru kuberitahu mereka, kemudian mereka langsung gembira.
Boleh aku menghisapnya sekali saja?
Tak boleh.
Akan kuberitahu ibu
bahwa kalian menghisap ganja memakai gelas bong .
Jangan bersikap kurang ajar.
Si pengadu akan dijahit mulutnya.
Sampai mana kita tadi?
Jadi, apa yang terjadi? Bagaimana kondisi Lani?
Siapa Lani?
Tunggu, kau serius?
Si pegawai magang yang melahirkan bayi di kantormu.
Ya, dia...
Dia sudah di rumah sakit, kurasa dia baik-baik saja.
Bayinya bagaimana?
Meskipun bayinya mati, aku pasti langsung mendapatkan kabar berita-dukanya.
Kau tidak apa-apa?
Aku memberikan Lani edukasi sepanjang hari, kemudian dia melahirkan bayi begitu saja.
Tadi malam, aku sangat ingin teler.
Dengar, kau sudah 5 tahun menjadi non-pecandu narkoba.
Kau mustahil merusak hal itu.
Ya, namun bagaimana jika aku tak sanggup lagi menahannya?
Kau akan melaluinya, bersama-sama, oke?
Kau masih punya udara di dalam tabungmu, kan?
Halo.
Ini aku, tuan Ferrer, yang dari kamar hotel Bredford.
Iya, tuan Ferrer, ada yang bisa aku bantu?
Bunyi bass di TV-ku terlalu keras.
Pergilah.
Aku ingin bunyinya disingkirkan dari speaker-nya.
Sayang.
Ayo berangkat, kalian tak akan mau melewatkan sarapan paginya.
Ibu, kau tak boleh begitu saja membuka pintunya.
- Mengapa tidak? / - Paula punya peradangan dipembuluh darahnya.
Maksudnya?
Orang yang punya rasa sensitif tinggi.
Itu tidaklah nyata.
Ibu, itu telah terbukti secara medis.
Sungguh? Siapa psikiater-nya? Lena Dunham?
Itu nyata adanya.
Ya, kau bisa membuat kulitku membiru-keunguan.
Kami tak mau hal itu terjadi. Maafkan aku, Paula.
Lain kali aku akan mengetuk pintunya.
- Selamat pagi, sayangku. - Baguslah, sayang.
- Ayo segera sarapan pagi. - Oke.
Apa-apaan ini?
Quinn, mengapa kau tidur di lantai?
Tidak ada udara di dalam sini.
- Olivia. - Apa?
Adikmu mengigau saat sedang tertidur di dapur.
Apa? Apa yang sedang kau perbuat, Ayah?
Kau sangat cantik sekali.
Kau juga cerdas sekali.
Tidakkah menurutmu begitu?
- Ya. - Ya.
Kalian semua, ini...
Apa itu alat gelas bong air?
Apa kalian membawa ganja saat di bandara?
- Kami menemukannya di tepi pantai. - Itu sudah ada resepnya.
Ya, kalian ingin membuka toko narkoba khas negara Meksiko?
Ini sudah ada resepnya.
Mereka berpesta disepanjang malam dan membuat desahan lesbian yang nyaring.
Kami bukanlah lesbian, Ayah.
Ya, kami seperti menjadi bintang rock : Sea Hags.
Kurasa sebaiknya ini diletakkan disana.
Oke. Hai, sayangku.
Kukira diriku terkena kanker, ternyata tidak.
Ya, aku hanya punya reaksi abnormal terhadap virus.
Itu luar biasa.
Ya, rasanya aku seperti menjalankan kehidupanku yang baru.
Kau belum bisa mengabaikanku, nak.
Mengapa kau mengira kalau dirimu terkena kanker?
Jika kau memang benar-benar ingin tahu, Paula,
biji penisku membengkak.
Pembengkakkan biji penis?
- Sungguh? - Ya.
Apa dokternya menguji coba dengan deteksi kanker, Ayah?
- Tidak, hanya uji MRI. - Bijimu masih terus membesar?
Apa bijimu kini sudah mengempis?
- Belum terlalu kempis. - Jika itu ialah virus...
... apa sifatnya menular?
Jika kami tertular, apa yang akan terjadi pada kami?
Apa kulit klistoris vagina kami akan meledak?
Itu penggambaran yang tolol, Olivia.
- Sayang, apa yang kau perbuat? - Aku sedang bersih-bersih.
Tidak, kau mengatur ulang properti kamar hotelnya.
Tidak, aku sedang memperbaiki tata ruang kamar kita.
Berhentilah memindahkan meja-kursinya, Nic.
Kita akan disini selama seminggu penuh. Aku butuh aliran Feng Shui yang bagus.
Ayah, ibu sedang mengalami semangat bipolarnya.
Bagus sekali.
Oke, ayo pergi. Ayo kita sarapan dulu.
- Quinn, pakai bajumu. - Ibu, kita ini sedang berlibur!
Ini ialah kostum sarapan pagi di pulau Hawai.
Ini seharusnya bukanlah situasi yang penuh dengan rasa stres!
Apa dia baru saja membanting semua pintunya?
- Apa? - Sayang kamu, nak.
Hai.
Sarapan paginya lumayan enak.
Apa itu?
Aku baru saja dapat tawaran proyek jurnalis yang baru.
Kau sedang berbulan madu, persetanlah dengan itu.
Ya.
Apa kedengarannya bagus?
Ini tentang Youtuber terkenal
yang men-sponsori kampanye Get Out The Vote .
Kemudian dia mengajak 5 kontestan pemenangnya
ke Burning Man naik mobil RV elektrik,
dan mereka bisa melayang-layang di dalamnya.
Apa? Persetanlah.
Ya.
Namun dia memperoleh 80.000 suara remaja karena tindakannya itu.
Apa mereka akan membayarmu?
Ya, beberapa ratus dollar.
Tidak usah diambil, bilang saja tidak mau.
Terima kasih.
Aku tak bisa bilang ''Tidak'', jika aku terus menolak ini
maka mereka tak mau lagi bekerja-sama denganku.
Jika aku mau terus dapat proyek, maka aku harus
terus-menerus terlibat di dalamnya.
Ya, tapi gimana? Kau ini sedang berbulan madu.
Kau akan berdiam diri di kamar hotel saja
sembari menulis artikel berita sampah yang tiada berguna?
Ini bukan berita sampah.
Ya, baiklah. Tapi ini...
Terlalu banyak proyek jurnalis yang kau tangani.
Itu hanya berita clickbait memuakkan
yang sedang viral layaknya ampas kosong.
Ditambah lagi, apa salahnya mereka berhenti meneleponmu? Kau tidak sedang butuh uang.
Ya, tapi aku menghabiskan bertahun-tahun hidupku
untuk membangun kerja-sama proyek jurnalis ini.
Dengarlah.
Kau mau menulis artikel itu hanya demi uang, 'kan?
Karena itulah kau butuh pekerjaan.
Entahlah, namun aku tak mau merusak ekspetasimu,
namun situasimu saat ini sudah berubah.
Kau tak butuh apa-apa lagi untuk mendapatkan sesuatu.
Kini kau hanya perlu melakukan apapun yang kau mau.
Terserahlah apapun itu.
Tadi itu kau sungguh baik hati sekali.
Kau itu ialah istriku. Ayolah.
Kau pasti sudah membayangkan hal ini.
Intinya dari hal ini ialah mengenai prosesnya, kau paham?
Orangtuaku selalu saja gagal berbisnis,
aku bahkan tidak sempat menikmati hariku sebentar saja, Shane.
Aku jarang sekali untuk tidak tergesa-gesa
ataupun yang aku pikirkan hanyalah uang.
Selamat datang dikehidupan menakjubkanmu sekarang.
Aku akan kembali. Permisi sebentar.
Permisi. Hai, pak.
- Maafkan aku. - Tuan Patton.
- Bagaimana kabarmu pagi ini? - Ya, oke.
Jadi, aku punya email disini dari ibuku.
Sebuah email dari ibumu.
Oke, oke.
Kemarin kau bilang
bahwa kami membayar kamar yang kami tempati kini.
No comments yet. Be the first to leave one.