The first 200 lines.
Terjemah Indonesia oleh: Iyey
Jika bukan bawahan Yang Mulia Putri,
kau akan menjadi pemusik yang bagus.
Sulit menemukan teman.
Aku juga ingin menjadi pemusik.
Aku hidup di masa pergolakan.
Apa pun perintah Yang Mulia Putri,
aku tetap harus melaksanakannya.
Paman, kau baik-baik saja?
Aku mengirim banyak merpati,
kupikir kau tidak bisa menemukanku.
Saat kami ke toko garam, merpati ada dimana-mana.
Jangan bicara lagi, keluar dari sini dulu.
Ayo!
Serang!
Gawat, itu panah sinyal.
Mereka memanggil prajurit ke sini.
Ternyata itu dia!
- Paman mengenalnya? - Seorang kenalan lama.
Tapi sekarang dia anjing pesuruh Yang Mulia Putri.
Siapa dia?
Bunuh dulu dan baru bicara!
Ji Ye.
Sebagai Kepala utama, kau harus tenang.
Kita tidak bisa terus di sini.
Harus mencari cara untuk keluar.
Kemari.
Ayo!
Serang!
Ayo pergi!
Alasan kita berkumpul di sini hari ini,
aku yakin semua sudah tahu.
Bagaimana kita harus menghadapi musim dingin
dan juga serangan kelompok Serigala Putih.
Bagaimana pendapat kalian?
Perkuat pertahanan kota
dari peternakan Shale hingga Ibu kota Utara.
Kelompok Serigala Putih bisa muncul dimana saja.
Kita tidak memiliki cukup persediaan dan kuda saat ini.
Kita hanya bisa bertahan.
Tuo Kele, He Luding.
Garis pertahanan Ibu kota Utara kuserahkan pada kalian berdua.
Kami belum mengakuimu sebagai Kaisar baru.
Mengapa kau sudah mulai memberi perintah?
Yang aku tahu.
Topik konferensi Culig hari ini,
bukanlah untuk melawan kelompok Serigala Putih,
Tapi untuk mendiskusikan Kaisar kita yang sah.
Para kepala,
Saat ini bukan waktunya.
Apa kalian ingin melihat Qingyang dalam kekacauan?
Asule, kau terlalu lama meninggalkan Caoyuan.
Kau mungkin sudah lupa aturan di Caoyuan.
Di Caoyuan kita,
Hanya Kaisar sesungguhnya
yang bisa memerintah semua prajurit.
Semakin kita putus asa,
semakin kita membutuhkan, Kaisar yang dipatuhi semua orang.
Pangeran Ketiga.
Melihat kau semakin jauh dari tahta kaisar,
Mengapa?
Kau cemas?
Jangan pikir aku tidak tahu,
siapa pendukung di belakang para Kepala ini?
Jika bukan karena Shuobei,
kita tak akan membahas apa pun hari ini,
selain membereskan pengkhianat dulu.
Kau sekarang duduk di Aula Utama.
Kau pikir boleh membunuh penasehat setia Ayah sesuka hati?
Jangan menuduh sembarangan!
Raja Emas!
Ya.
Aku putra Raja Serigala dari Shuobei.
Hudulu Khan.
Aku datang hari ini.
Aku ingin memberitahu kalian
orang Qingyang yang seperti domba.
Ayahku, Mengle Huo'er,
memimpin puluhan ribu pasukan serigala mendekati Ibu kota Utara.
Selama dia melambaikan goloknya,
seluruh Hanzhou akan rata dengan tanah.
Kami sudah melihat keberanian sukumu.
Kau datang ke Konferensi Culig kami,
apa hanya untuk menceramahi kami?
Apa kau putra bungsu dari Lu Song,
Putra Mahkota Qingyang,
Lu Guichen, Asule Pasu'er?
Ya.
Kau masih keponakan kecilku.
Adikku yang menyedihkan menikah di Qingyang,
dan tidak pernah hidup dengan baik sejak itu.
Aku sangat merindukannya.
Kakak Pertamamu merebut posisi kaisar milikmu.
Kau masih mau memberinya saran?
Sebelum kematiannya, ayahku mengangkat dia sebagai kaisar.
Aku tidak keberatan.
Aku juga tidak ingin siapa pun membatalkan keputusan Ayah.
Sayang sekali.
Kau ingin melindungi usaha ayahmu.
Tapi setiap orang disini memiliki motif tersendiri.
Putra bungsu keluarga Pasu'er.
Konferensi Culig-mu tak akan menghasilkan apa-apa.
Aku datang untuk memberi kalian kesempatan terakhir.
Menyerah pada Suobei dan berdamai.
Jangan buru-buru menjawabku.
Jarang sekali kalian berkumpul bersama.
Diskusikan baik-baik.
Ingat.
Jangan menguji kesabaran kami.
Jika tidak,
kalian akan menghadapi kehancuran paling dahsyat.
Pangeran Pertama.
Aku pikir kita harus bernegosiasi dengan Shuobei.
Aku juga berpikir begitu.
Kita tidak memiliki kemampuan
untuk bertempur dengan Shuobei.
Tapi kau yang membuat keputusan.
Tapi kupikir bertahan hidup...
adalah tantangan terberat yang kita hadapi saat ini.
Kita harus memutuskan apa akan berperang atau berdamai.
Meskipun Mengle Huo'er sudah tua.
Tapi pasukan serigalanya,
tetap bisa mengalahkan kita semua.
Aku pikir ada jalan untuk perdamaian.
Ya, terutama Raja Emas.
Dia juga mengendalikan tambang emas di Shuobei.
Sebagai imbalan untuk senjata dan peralatan dari Donglu.
Dia pasti akan membalas suku-suku yang mendukung Qingyang dulu.
Kita tidak bisa menghadapi kesulitan dengan kekuatan.
Semuanya benar.
Tapi kita tidak tahu maksud Hudulu Khan.
Apa yang dikatakan itu benar atau salah.
Jika kita meminta berdamai.
Namun mereka membohongi kita, lalu bagaimana?
Kita membutuhkan utusan yang cocok.
Jika bisa menghentikan perang ini,
aku bersedia menemui Mengle Huo'er.
Asule.
Ini akan sangat berbahaya.
Kakak.
Dibanding dengan keamanan Qingyang,
ini bukan apa-apa.
Benar.
Tentu saja, dia sangat cocok.
Dia adalah cucu dari Mengle Huo'er.
Asule.
Kau adalah kebanggaan Qingyang.
Kau hidup sampai garis keturunan kuno keluarga Pasu'er.
Baik.
Aku menunjukmu untuk bernegosiasi dengan mereka.
Aku menunjukmu...
bernegosiasi atas nama Kaisar Qingyang.
Akan kulakukan yang terbaik.
Aku tak akan mengecewakanmu.
Ini, ini...
Kaki domba.
Kaisar itu benar-benar.
Kau baru saja kembali dan menyuruhmu pergi ke Shuobei.
Para serigala itu akan memakanmu.
Mama.
Aku yang bersedia pergi.
Para bangsawan tidak ingin campur tangan.
Mereka ingin keluarga Pasu'er menjadi bahan tertawaan.
Jika bukan aku yang membantu,
Siapa yang bisa membantunya?
Kalian berdua.
- Jaga Pangeran Pertama, mengerti? - Jangan khawatir.
Jangan khawatir, Mama.
Serigala takut melihat kami berdua.
Asule.
Suma.
Ratu.
Tie Yan, Tie Ye, ikut aku keluar.
Baik.
Cepat.
Kapan kau berangkat?
Setelah makan, aku berangkat.
Kau tidak ingin mempertimbangkannya lagi?
Bagaimanapun, ini sangat berbahaya.
Aku yang mengajukan diri.
Aku tidak ingin saat aku kembali.
Rumahku ditempati oleh serigala.
Bukan berarti kau harus mengambil resiko.
- Mereka tahu kau tak akan menolak. - Suma.
Selama ini untuk Qingyang,
aku tidak akan mengeluh.
Jangan khawatir, aku akan kembali dengan selamat.
Kenapa?
Kau ingin menaklukkan dunia dengan tombakmu lagi?
Aku biasa berpatroli di kota Tianqi setiap bulan.
Aku tidak pernah tahu,
Kota ini sangat besar.
Ini hanya sebuah kota.
Aku tidak tahu seberapa besar Donglu.
Seberapa besar Donglu?
Seberapa besar seluruh Jiuzhou?
Saat aku pertama kali melihatmu, di medan perang.
Kau memegang tombak ini.
Aku tahu saat itu.
Medan perang bukanlah tujuanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.