The first 200 lines.
CERITA ORISINAL WEBTOON SWEET HOME KARYA CARNBY KIM DAN YOUNGCHAN HWANG
SWEET HOME
Aku sudah lebih baik.
Berhenti.
Usiamu tak lagi muda untuk cepat pulih.
Apa ada yang kau ingat?
Aku…
memimpikan hal aneh.
Itu bukan mimpi.
Kau berubah menjadi monster.
Namun, tidak perlu khawatir.
Hyun-su membawamu kembali.
Kau manusia sekarang!
Sudah kukatakan.
Di mana Hyun-su?
Dia terus tidur
sejak menyelamatkanmu.
Kami masih mengawasinya.
Membangunkannya sekarang
mungkin akan berbahaya.
Hyun-su bilang
dia bisa melihat ilusi orang-orang yang menjadi monster.
Apakah di mimpimu,
kau melihat Hyun-su?
Aku mendengar suaranya.
Dia mencoba menahanku…
sementara aku terus berusaha lepas darinya.
Dia bilang itu tidak nyata.
Dan dia mengajakku kembali.
Begitulah Hyun-su.
Hei, Pria Manis!
Ada kemajuan?
Tidak akan ada masalah saat dikendarai.
Bagus.
Kau menemukan makanan?
Di mana, ya?
Di mana makanannya?
Aku menemukan yang tersembunyi!
Omong-omong, kita biarkan saja dia begitu?
Dia tidak akan mati.
Bahkan jamur beracun hanya akan membuatnya sakit.
Baiklah.
Ada apa?
Kau tidak percaya?
Ya.
Apa hubungan kalian?
Sepertinya bukan keluarga.
Kami seharusnya saling membunuh.
Apa?
Itu janji kami jika salah satu dari kami jadi monster.
Ibu.
Ayah.
Kumohon jangan!
Jika kau menjadi monster,
aku akan membunuhmu!
Bagus.
Aku juga tak mau hidup sebagai monster.
Bunuh aku jika itu terjadi.
Tentu.
Aku bersumpah.
Tepati janjimu.
Jangan berubah pikiran.
Makanlah.
Kau sudah bangun.
Apa yang kau lakukan?
Apa kau gila?
Itulah sebabnya kau menyukaiku.
Apa kau akan tetap bersama mereka yang bergaul dengan monster?
Itu sebabnya kau membangkang karena aku melarangmu?
Hal yang kau larang ini…
sangat ingin kulakukan.
Aku juga bingung kenapa aku begini.
Teruslah kejar hasratmu
dan kau akan berubah seperti orang tuamu.
Hei.
Hei.
Monster pun masih punya harapan.
Mereka bisa kembali menjadi manusia.
Kita sudah membunuh banyak orang!
- Berhenti membual dan lepaskan aku. - Ada banyak saksi.
Pria yang kau coba bunuh berhasil menyelamatkannya.
Kau bukan monster ataupun manusia. Mengapa ke sini?
Enyahlah.
Bukankah ini gila?
Wanita yang berubah menjadi monster!
Dia mengembalikannya
menjadi manusia!
Berikan kuncinya.
Renungkanlah perbuatanmu.
Hei.
Lepaskan aku!
Kau baik-baik saja?
Ayolah.
Kau tahu dia keras kepala.
Dia mungkin ceroboh dan keras kepala,
tapi dia orang yang lembut. Aku baik-baik saja.
Kenapa terburu-buru? Hyun-su bahkan belum pulih.
Sampaikan terima kasih padanya.
Katakan sendiri. Jangan memerintahku.
Tidak ada waktu.
Anak itu
akan mengubah orang lain menjadi monster.
Kenapa?
Dia tidak percaya pada manusia.
Dia berpikir mereka akan mencelakainya.
Kau tahu dia ada di mana?
Kita cari bersama setelah Hyun-su bangun.
Kemungkinan di stadion.
Satu-satunya tempat yang dia tahu.
Ini semua salahku.
Aku harus menemukannya sebelum terlambat.
Bawa ini.
Akan lebih mudah bagimu bergerak dengan ini.
Yi-kyung pergi begitu saja.
Jika mau, aku juga bisa pergi tanpa menengok ke belakang.
Kau kenal aku.
Kau tahu betapa kejamnya aku.
Seluruh keluargaku begitu.
Lihatlah Eun-hyeok.
Dia orang yang kejam.
Apakah dia sedang bertahan…
seperti dirimu?
Jangan menyerah, Hyun-su.
Kita kehabisan bensin.
Aku akan mengisinya.
Kau sudah membereskannya?
Ya.
Aku ingin percaya padamu.
Namun, kau punya catatan buruk.
Jangan sentuh aku.
Apa sebenarnya buah yang kau bicarakan?
Aku bertemu Seo Yi-kyung.
Dia berpikir aku mati dan menangisiku.
Dia mengandung anakku.
Jadi, aku memberinya hadiah.
Agar aku bisa mengenal anakku.
Aku butuh anak itu.
Kesampingkan anak itu.
Jika mencari Seo Yi-kyung, tempatnya bukan di stadion.
Dia tak akan ada di sana.
Apa kau yakin?
Aku bisa rasakan kita makin dekat.
Kita akan segera bertemu.
Anak itu lebih sempurna dibandingkan makhluk-makhluk ini.
- Apa kau gila? - Ini menggangguku.
Apa yang kalian lakukan?
Kalian mau mati?
Sial!
Aku tak mau mati!
Haruskah aku membunuhnya?
Belum saatnya.
Benda yang mirip telur itu apa?
Itu kepompong.
Kepompong?
Kita tidak bisa menyebutnya monster.
Tepatnya, itu makhluk baru yang sebelumnya monster.
Monster tidak menyerang kepompong.
Jadi kau harus memanfaatkan mereka untuk bertahan hidup.
Ini semacam taktik bertahan hidup.
Tahu dari mana dia sebelumnya monster?
Dengan membukanya.
Kau pernah lakukan itu?
Menurutmu?
Kelihatannya begitu.
Kau terlihat sangat mahir.
Sepertinya,
lebih baik kita berpisah di sini.
Bisa turunkan aku?
Sejak kapan kau sembunyikan monster itu?
Aku hanya memeriksa fakta.
Banyak orang mati,
dan seseorang harus bertanggung jawab.
"Bertanggung jawab"?
Kalian…
dan aku…
tidak berbeda.
Semua orang akan mati ketika mereka keluar dari sini.
Membiarkan mereka mati lebih dahulu bukanlah kejahatan!
Sebelum menuntut aku bertanggung jawab, bertanggungjawablah terlebih dahulu.
Jelaskan apa benda itu.
Awalnya, kami pergi ke kamp penampungan seperti yang lain.
Kami pikir di sana akan aman.
Lalu Hyeon-u mulai menunjukkan gejala.
Prajurit membunuh siapa pun yang menunjukkan gejala.
Aku tidak bisa membiarkan putraku dibakar hidup-hidup.
Jadi, aku menyembunyikannya di sini.
Hyeon-u.
Hyeon-u.
Tidak masalah.
Tidak apa-apa, Hyeon-u.
Tidak apa-apa.
Bapa kami yang ada di surga…
Bapa kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu.
Ampunilah kami sebagaimana kami mengampuni orang yang bersalah ke kami!
Ibu!
Ibu!
Aku lapar.
- Jangan tinggalkan aku! - Hyeon-u.
Ibu!
No comments yet. Be the first to leave one.