The first 200 lines.
Ayah dan anak menonton televisi bersama.
Di dunia hewan, para singa memburu bayi rusa bersama kawanannya.
Sang anak bertanya pada Ayahnya.
"Ayah, kenapa mereka tak selamatkan rusa kecil itu?"
Mereka memiliki warna rambut yang sama.
Tentu saja. Tampak sangat menarik.
Sangat menggairahkan.
Bisakah kau menunggang kuda asli?
Apa itu?
Anak itu dibawa ke ruang gawat darurat setelah...
- ...mabuk pada hari orientasi siswa. - Dia hampir masuk berita televisi.
Bukan, maksudku itu.
Tas itu penuh dengan buku.
- Buku? - Ya.
Penuh dengan buku?
Mau ke mana?
Apa?
Aku mau pergi ke perpustakaan.
Seharusnya lebih santai. Kau bukan berada di SMA.
Dia benar. Sesekali gunakanlah kamar kecil itu.
Apa? Untuk masturbasi?
Kenapa kau lakukan itu pada temanmu?
Belajar dengan giat. Kemudian mari pergi minum.
- Baiklah. - Dia mau pingsan.
Dia pasti akan masuk berita.
Jika masturbasi terlalu banyak, kau takkan bertambah tinggi nanti.
Dasar berengsek.
Kau dapat pinjaman itu?
Ada 4.
Benarkah?
Aku akan terkubur hidup-hidup oleh hutang.
Kau akan pinjam siapa untuk pinjaman ke-4 itu?
Bagaimana dengan Ko Moon-Kwan?
Ko Moon-Kwan.
Putri seorang pastor yang merencanakan kencan itu.
Apa kau ingin kami semua ditampar menggunakan kitab suci?
Kudengar dia belajar di luar negeri.
Rasanya sangat lucu jika dia muncul membawa koper.
Kau perlu orang-orang seperti itu jika ingin berkompetisi.
Pengacara hak paten adalah pekerjaan bagus.
Kapan kau tiba di sini?
Pasti sulit.
- Bagaimana kau tahu? - Aku tahu begitu saja.
Kau masih perawan, bukan?
Maaf?
Ikut denganku. Akan kubantu kau meniduri seseorang hari ini.
Pergi ke mana?
Menyembur.
Menyembur?
Aku baik-baik saja.
Ayo. Para gadis tak suka pria perawan.
Aku ingin membaca.
Kau perlu pengalaman hidup sebenarnya.
Seandainya kau menemukan seorang istri yang baik di masa depan.
- Biar kulihat. - Aku ingin membaca.
- Ayolah. - Tidak.
Kau membuatku takut.
Baiklah. Belajarlah yang giat.
Belajar.
Kutu buku.
Bagaimana bisa orang Jepang menemukan ide ini?
Itu juga bagaimana mereka punya ide bahwa Dokdo adalah milik mereka.
Omong kosong.
Sial.
Kang Baek-ho hebat. Tangan kanannya dapat melakukan apa pun.
- Tembakannya.. - Siapa nomor 9333?
- Ya. - Silakan datang ke meja.
Baiklah.
3, 6, 9, 3, 6, 9.
- Satu. - Dua.
- Empat. - Lima.
- Enam. - Dia kalah.
Minum. Minum.
- Aku tak bisa. - Aku yang akan minum.
Aku akan menjadi ksatria penjagamu.
- Setengah dari itu adalah soju. - Kosongkan gelasmu.
Kosongkan gelasmu.
Aku menyukainya.
Kau sungguh bisa minum.
Sekarang kau harus mengabulkan keinginannya.
Bagaimana dengan menulis namamu dengan bokongmu?
Astaga.
- Ini pertama kalinya. - Tulislah dalam bahasa Inggris.
Buatlah dalam bahasa Inggris.
Selesai.
Baiklah, bagus. Kini mari kita semua gunakan benda milik kita..
Sudah?
Jangan bersikap norak.
Kita tunjuk saja orang yang kita suka. Tongkat cinta.
- Sekarang, kita akan.. - Permisi.
Aku ingin pergi ke kamar kecil sebentar.
- Aku juga mau ke kamar mandi. - Aku juga.
- Baiklah. - Kami akan segera kembali.
Apakah kau seekor anjing?
Astaga.
Bagaimana menurutmu?
Cukup tampan. Tapi bukankah pria yang merencanakan ini agak aneh?
Aku tahu, kau lihat rambutnya?
Tapi bukankah pria bertongkat itu menggemaskan?
Sang ketua kelas?
Lakukanlah. Kami akan membantumu.
Haruskah aku melakukannya?
Kau makin cantik setelah pergi ke kamar kecil.
Jangan dibodohi oleh dandanan.
Kau berdandan untukku.
Dandan itu berhasil jika dilakukan di kamar mandi.
Aku akan pergi ke kamar kecil pria.
Kamar kecil pria.
Kenapa? Kau harus buang air besar?
Aku perlu menggunakan kamar kecilnya.
Berapa kali kau buang air besar?
Ayo.
Kami akan menunggu.
- Mari pergi. - Kau lebih dulu.
Apakah pria pergi ke kamar kecil bersama-sama?
Aku akan menggunakan kamar kecilnya.
Kami akan menunggu di sini.
Tidakkah kau perlu pergi ke kamar kecil?
Aku hanya buang air besar di rumah.
Kau ingin aku merapikan rambutmu?
Tidak.
Pernahkah kau mendengar tentang pemisahan organ tubuh?
- Apa? - Pemisahan organ tubuh?
- Pemisahan organ tubuh? - Benar.
Apa itu?
Gadis berbokong besar itu milikku.
Dia milikku.
Sial, ini bodoh.
Aku tak meminjam wanita.
Perhatikan saja pinjaman sekolahmu, dasar berengsek.
Kau bayar aku 40 dolar termasuk minuman, jika aku menang.
Untuk apa tambahan 10 dolar itu?
Biaya menginap di motel.
Lihat dirimu.
Hei.
Aku pasti menang.
Sekarang kita hitung sampai tiga.
Satu, dua...
...dua setengah...
Jangan lakukan itu.
...dua tiga perempat...
...tiga.
Astaga.
Apakah keluargamu melakukan upacara pemakaman di siang hari?
Kenapa aku tak dapat menghubungimu?
Seluruh keluarga berkumpul lebih awal dan makan sebelum ritual leluhur.
Kami berkumpul lebih awal.
Suara apa itu? Kau sedang di luar?
Apa? Aku ke luar untuk merokok.
Aku tak bisa merokok di hadapan pamanku.
Kau bertingkah aneh akhir-akhir ini.
- Tidak. Kau membuatku lelah. - Tae-pyung.
Tae-pyung. Aku..
Kau ingin minum apa?
Bisakah aku memesan hazelnut coffee?
Sama seperti dia.
Dua hazelnut coffee akan datang.
Hazelnut coffee buatan mereka enak.
Benar.
Ini dia.
Astaga, kau tak apa?
- Ya. - Astaga.
Hari ini bukan hari terbaikku.
Jadi aku bisa letakkan di sini, bukan?
Ya.
- Lagi? - Ya, sedikit lagi.
Naikkan pinggangmu sedikit dan rendahkan bagian dadamu. Bagus.
Ya. Dan biarkan tanganmu tetap menopang.
- Seperti ini? - Ya, lebih rendah lagi.
Bagus. Tetap perhatikan bolanya.
Baik.
Ya, seperti itu.
Astaga.
Hei, kau baik-baik saja?
Tidak.
Tidakkah seharusnya kau pergi ke dokter?
- Dokter? - Ya.
- Kurasa meletus. - Apa?
- Lihatlah. - Pergilah ke kamar kecil.
- Haruskah aku ke kamar kecil? - Ya.
- Kalau begitu, mari kita pergi. - Aku juga?
Tangan Ga-hee dapat mengobati apa pun.
Kau sudah gila?
Kau baik.
Mari pergi lagi lain kali.
Kau harus pulang sekarang.
Baiklah kalau begitu.
- Hubungi aku. - Aku akan hubungi setelah tiba.
- Aku akan menjawabnya. - Baiklah.
- Sampai jumpa. - Ya, pulanglah.
- Pulanglah lebih dulu. - Pasti, kau pulanglah.
- Pulanglah dengan selamat. - Baiklah.
Sampai jumpa.
Nona.
Kau baik-baik saja?
- Aku sungguh ketakutan. - Dasar cabul.
Jangan tinggalkan aku.
- Tak apa. Aku di sini. - Aku takut.
Ksatriamu ada di sini. Aku akan selalu melindungimu.
Tak apa.
No comments yet. Be the first to leave one.