The first 177 lines.
Paduka sangat hebat karena bisa bertarung sampai sejauh ini.
Aku terima pujian itu dengan senang hati.
Lalu, apa ada kata-kata yang ingin Paduka sampaikan?
Benar juga ....
Karena aku berada di posisi kurang diuntungkan,
dan aku lemah karena MP-ku juga sudah habis.
Meski begitu kau masih tetap melawanku sekuat tenaga.
Aku sangat hargai itu, Shalltear.
Kalau kau bertarung dengan tenang,
pasti tidak akan berjalan lancar sampai seperti ini.
Penerjemah: #AzerothGT Pemeriksa: #Dilla48 Opening/Ending: #ExHikaru Penyelaras: #undeathx Pengolah Video: ##Kurayaki Nora
PVP.
Yang terpenting dalam Player Versus Player adalah ...
... secerdik apa kau bisa mengendalikan informasi.
Misalnya saja dengan mengganti zirahmu,
Meski elemen suci tidak berpengaruh padaku,
tapi aku menunjukkan betapa berpengaruhnya itu padaku.
Justru api yang merupakan kelemahanku,
aku tahan seperti bukan apa-apa.
Tapi, dibanding melihat HP dengan Life Essence.
kau jadi membuat False Data Life yang sudah kugunakan jadi sia-sia.
Jika ada kesempatan berikutnya, sebaiknya kau perhatikan daya tahan musuh.
Karena itu akan sangat berpengaruh pada rencana dan pelaksanaan.
Sahabatku, Peroroncino,
dia menceritakan banyak hal saat membuatmu.
Ya, sejak aku datang ke dunia ini, aku sudah coba mengingat semua data NPC.
Dan dari ke semuanya, yang paling aku ketahui setelah Pandora's Actor itu mungkin kau.
Padahal tadi bilang kalau tidak tahu skill-ku ....
Tentu saja aku berbohong.
Aku pikir dengan begitu kau akan lebih sering memakainya.
Karena jika kau menyimpan Perisai Peniadaan serangan sampai akhir,
aku yakin kalau aku tidak punya kesempatan menang.
Perfect Warrior!
Sejak awal aku ingin mengakhiri ini dengan pertarungan jarak dekat.
Mustahil!
Itu adalah zirah milik beliau!
Tuan Touch Me?
Benar!
Zirah milik Tuan Touch Me!
Tapi, seharusnya itu tidak bisa dipakai selain oleh World Champion.
Perfect Warrior.
Jika memakai sihir kesatria,
seharusnya beliau bisa memakai senjata apa pun sesuai kelasnya tanpa pinalti.
Aku tidak menyangka beliau sampai bisa memakai zirah World Champion.
Padukaku memikirkannya sampai sejauh ini.
Katana itu?!
Takemikazuchi Kedelapan!
Itu ...
... senjata milik Tuan Takemikazuchi!
Sudah kubilang, 'kan, Shalltear?
Tidak ada kata kalah bagi Ainz Ooal Gown!
Ingatlah ...
... kalau di depanmu adalah Ainz Ooal Gown dengan kekuatan 41 orang.
Dan ketahuilah, sejak awal kau tidak bisa menang!
Shalltear Bloodfallen.
Sebagai Penguasa tertinggi Makam Besar Nazarick
dan juga Makhluk Agung,
rasakanlah kekuatan pria yang kaupanggil tuan dan kauhormati!
Ada celah!
Di mana celahnya, Shalltear?
Itu milik Tuan Nishikienrai.
Apa sebenarnya yang ...?
Lenganku terkena elemen suci?!
Menjauhlah!
Beraninya sampai membuatku teriak seperti tadi.
Itu ...
... Gae Bolg?!
Mustahil!
Tidak mungkin!
Itu adalah senjata milik Tuan Peroroncino!
Bagaimana ..., tidak, di mana kau menyimpannya?!
Biar kujawab pertanyaanmu.
Item berbayar.
Mustahil, lempengan kayu itu ....
MP-ku sudah habis.
Tanpa sihir aku tidak bisa menahannya.
Padahal akan bagus jika masih ada skill.
Jika tahu begini, aku akan menyimpan.
Tidak, bukan.
Seharusnya kau sudah sadar,
kalau semua ini berada di telapak tanganku.
Kalau begini terus ....
Tekad yang bagus, Shalltear.
Dan inilah puncaknya!
Ini kemenangan Paduka Ainz.
Kenapa kaubilang begitu?
Dari pandanganku, ini masih jauh dari kemenangan.
Shalltear melupakan posisi bertahan dan fokus menyerang.
Jika aku berada di posisinya, aku pasti tidak punya pilihan lagi.
Paduka Ainz terus mengganti senjatanya.
Berarti selama dia tidak tahu jenis senjatanya,
mengambil keputusan untuk bertahan
berkemungkinan akan jadi pilihan yang bodoh.
Jika menggunakan tombaknya pasti akan dianggap begitu.
Karena itu Shalltear tidak punya pilihan selain bertarung dengan jangkauan Spuit Lance.
Jadi begitu.
Aku mulai mengerti.
Berarti, untuk melawan Shalltear yang tidak lagi bertahan
Paduka Ainz melawannya dengan kapak
Penghisap Darah Pemakan Daging.
Terima kasih, Cocytus.
Dan Penghisap Darah Pemakan Daging itu
tidak seimbang dan akurasinya kurang seperti yang kaulihat.
Tapi, untuk Shalltear yang membuang pertahannya, itu bukan masalah.
Aku tidak menyangka semua pertarungan ini
sesuai perkiraan Paduka Ainz.
Tapi, dengan Spuit Lance, Shalltear bisa menyembuhkan diri,
sedangkan Paduka Ainz sebagai kesatria, tidak bisa memakai sihir apa pun.
Bukankah Paduka Ainz lebih tidak diuntungkan?
Itu akan baik-baik saja.
Saat beliau bertarung atas nama Ainz Ooal Gown
maka beliau akan mempertaruhkan nama itu demi meraih kemenangan.
Perasaan ini ....
Paduka Ainz, sepertinya yang akan kehabisan HP lebih dulu adalah dirimu.
Apa menurutmu begitu?
Kakang Momonga, waktu yang kamu setel sudah habis.
Nona Bukubuku Chagama.
Jadi, menurutmu waktu apa yang sudah habis?
Jika semua ini sesuai dengan perkiraanku,
menurutmu apa maksud waktu sudah habis ini bagi kita?
Penyelesaian.
Berarti pertarungan sudah selesai.
Berakhir?
HP-ku masih—
Aku tidak bisa mengalahkanmu dengan sekali serang
saat HP-mu penuh meski kugunakan sihir super.
Jika begitu ...
... bukankah aku hanya perlu menguranginya sampai bisa kuahiri dengan sekali serang?
Serangan jarak dekatku memang lebih lemah,
tapi pertahanan sihirku lebih kuat.
Jadi, bersiaplah, Shalltear!
Sihir Super:
Paduka Ainz, kenapa Paduka memakai sihir super yang membutuhkan waktu pengaktifan di sini?
Jangan bilang ... itu juga item berbayar?!
Fallen Down!
Kejayaan untuk Paduka Ainz Ooal Gown.
Benar-benar Makhluk Agung terkuat di antara Makhluk Agung di Nazarick.
Dasar pendek.
Dasar bodoh.
Undead sampai bisa terkena kendali pikiran.
Kakak kenapa?
Bukan apa-apa.
Pertarungannya?
Kemenangan untuk Paduka Ainz.
Kita mundur.
Y-Ya.
Kalau begitu, aku mulai pembangkitan Shalltear.
Albedo, kau terus awasi nama Shalltear di list.
Jika dia masih tetap pada kondisi dikendalikan seperti tadi ....
Paduka Ainz, mungkin agak memaksa, jika itu terjadi
kami yang akan menghabisinya.
Demiurge.
Dengan membuat Makhluk Agung, Paduka Ainz dalam keadaan berbahayalah
yang kurasa paling tidak pantas.
Tidak, tapi ....
Jika Shalltear masih tetap melawan,
kami para penjaga lantai akan menghabisinya.
Tolong Paduka mundurlah.
Aku mengerti.
Kepada para penjaga lantai, jika itu terjadi, aku serahkan pada kalian.
Paduka hanya perlu berada di sini.
Jika tidak ada Makhluk Agung,
kepada siapa kami harus menyerahkan kesetiaan kami?
Selain itu, meski tahu kami tidak ditelantarkan,
jika tidak ada siapa-siapa akan sangat menyedihkan.
Benar juga.
Jika tidak ada siapa-siapa memang menyedihkan.
Para penjaga, lindungi aku!
Dan jalankan perintahku!
Baik!
Emas yang dibutuhkan untuk membangkitkan Shalltear adalah 500 juta.
Shalltear, bangkitlah!
Albedo.
Paduka tak perlu khawatir.
Dia sudah terbebas dari kendali pikiran.
Begitu, ya.
Shalltear.
No comments yet. Be the first to leave one.