27 Dresses

27 Dresses

Download Indonesian Subtitle

Release info

27 Dresses 720p BluRay x264-REFiNED-DVDRip-NeDiVx
A Commentary by sukair

Tags

divx
DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
BluRay
x264
720p
720
Published on: 2011-03-29
Downloads: 78
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

RUDI WIDODO

Mozart menumbuhkan bakatnya di usia 5 tahun...

membuat minuet kecil pertamanya.

Picasso menyadari bakat melukisnya...

di usia 9 tahun./ Oh. Terima kasih.

Tiger Woods sudah bisa mengayunkan stik golf...

sebelum usia 2 tahun.

Aku berusia 8 tahun saat ku temukan tujuanku dalam hidup.

Aku ada di gereja St. Thomas, di Hyatt Regency Weehawken, New Jersey.

Ini adalah pernikahan sepupuku.

Biar aku saja, Ayah.

Itu acara keluarga pertama kami sejak ibu meninggal...

dan Ayah sedang dalam keadaan tak baik.

Ayah bisa mengantarku? Aku harus buang air kecil.

Ayo, Tess. Mari kita pergi.

Brengsek!

Oh, Janey, maaf/ Tak apa, kami punya TV kabel.

Apa yang ku lakukan?

Apa yang harus ku lakukan?

Terima kasih banyak, sayang. Kau menolongku.

Janey, pegang ujung gaunku.

Itulah saat dimana aku jatuh cinta dengan pesta pernikahan.

Aku tahu telah membantu orang di hari terpenting di hidupnya.

Aku tak sabar menunggu hari istimewaku sendiri.

Oh, Jane, sungguh mempesona. Gaun yang sempurna.

Astaga, kau nampak cantik.

Benarkah? Menurutmu begitu?

Indah sekali, seperti dibuat khusus untukmu.

Ini untukmu, dari pengantin wanita./ Terima kasih.

Terima kasih. Hai, Suzanne.

Jane, sudah siap?/ Ya. Mereka baru rampung membuatnya?

Cocok?/ Ya. Untung ukuran kita sama.

Kau datang sekarang?/ Akan ku urus sebentar lagi.

Jangan khawatirkan apapun. Ini harimu./ Terima kasih, Jane.

Ayo. Pergi dari sini.

Ini dia! Kau nampak hebat!

Terima kasih!/ Oke. Ayo.

Oh. Ini.

Apa ini?/ Aku bawakan kau syal, Visine, Tylenol...

dan juga giwangku.

Tentang rambutmu.../ Apa? Ia bilang naikkan, ini sudah naik.

Oke. Aku tata saat kita masuk.

Apa ini?

Cepatlah.

Bukankah gaun ini bagus? Hebatnya lagi...

kau bisa pendeki dan dipakai lagi./ Benar.

Senyumlah.

Maaf. Yang disebelah kanan...

Kita disini untuk merayakan pernikahan...

Suzanne dan Greg.

Ini adalah saatnya kebahagiaan...

kita hormati 2 orang yang akan bersatu...

dalam ikatan pernikahan suci.

Maaf.

Taksi!

Bagus.

Terima kasih. 31 Water Street. Brooklyn.

Baik. Akan ku beri kau $300...

sepanjang malam ini dengan satu syarat./ Ya.

Jangan lihat ke kaca spion, atau uangmu ku potong.

Mau?/ Ya. / Bagus.

Apa yang kau lakukan?

Hei. Uangmu ku potong 20 dolar.

Tak ada yang melihat.

Aku segera kembali.

Untung kau sudah datang, aku sudah cemas.

Aku lupa bawa pindinya.

Aku bawa. Jangan cemas.

Sempurna./ Terima kasih.

Hai!/ Hai!

Gaun ini bagus! Hebatnya bisa dipendeki dan dipakai lagi.

Benar sekali.

Kita berkumpul disini untuk menghadiri pernikahan suci...

Shari Rabinowitz.../ Dan Prakash Maharasti...

yang dikenal teman-temannya sebagai "Woody."

Shari dan Prakash bahagia karena kalian hadir disini saat ini.

Apa yang kau lakukan? Masuklah ke mobil! Cepat!

Cepat! Cepat!

Sudah masuk?/ Ya.

Uangmu tinggal 260 dolar.

Yakin kau mau teruskan begitu?

Tidak!/ Baiklah kalau begitu.

Kau yang rambut merah atau yang pirang?

Aku mau yang pirang. Aku tak mau bohong.

Casey, tak bisakah kau tutup rokmu setidaknya di 1 pernikahan?

Kau bercanda? Alasan ku pakai gaun jelek ini...

adalah agar ada 1 pengantar pengantin pria mabuk merobek gaun ini dengan giginya.

Jam berapa sekarang? Aku akan sampai sana 2 jam lagi.

Akan ku hubungi kau nanti.

Tunggu! Sepatunya salah!

Terima kasih! Apa-apaan kau?

Jane, aku lapar sekali. Kau sudah makan?

Ya./ Makanannya nampak sedap. Aku amat lapar.

Ku beri kau saran, jangan mium Moet dengan perut kosong.

Keluar banyak.

Sudah bertemu nenekku?/ Ya. Ia hebat, aku suka padanya.

Menurutku ia menyenangkan./ Ya. Sangat menyenangkan.

Jane, apa yang ada di dahimu itu?

Aku ingin ucapkan terima kasih secara khusus untuk seorang gadis...

yang amat berjasa.

Gadis yang tak cuma bawa acara pemandianku dan bantu merancang undangan--

Ia antarkan aku ke katering, toko bunga, pembuat kue pengantin.

Dan ke 8 toko pengantin...

Dia angkat rasa percaya diriku.

Aku mencoba banyak gaun.

Terima kasih, Jane!

Terima kasih, Jane!

Baiklah! Semuanya siap?

Dia baik-baik saja?

Dia baik-baik saja?

Tenanglah.

Jangan banyak gerak. Ini luka serius.

Kau ambil es. Dan kau ambil botol alkohol...

...dan sesuatu yang bisa dia gigit, cepat!

Ia baik saja.

Cuma sedikit benjol di kepala. Silahkan lanjutkan.

Kau dokter?

Bukan, itu akan membuat mereka pergi.

Kau tahu namamu?/ Jane.

Jane. Aku Kevin.

Terima kasih sudah membantuku.

Tentu. Bisa berdiri?/ Ya.

Kau baik saja?/ Ya.

Baiklah.

Baik, kita akan cari taksi.

Perlahan saja. Kita jalan.

Aku suka thong-mu.

Kau tadi hampir menabrakku. Ku lihat kau ganti gaun.

Kau ada di 2 pernikahan dalam semalam, 'kan?

Itu menyebalkan, tidak?/ Mereka berdua teman baikku...

dan mereka menikah di malam yang sama, aku harus bagaimana lagi?

Bukan itu bagian menyebalkannya, bagaimana kau bisa tahan?

Satu pernikahan belum cukup buruk?/ Dari dulu aku suka pernikahan.

Benarkah?/ Ya.

Bagian apanya? Orang yang dipaksa bahagia, musik yang jelek atau makanan buruknya?

Sebenarnya, bagian bertemu orang bersemangat seperti dirimu.

Cinta itu kesabaran. Cinta itu baik, cinta itu jadi gila perlahan-lahan.

Apa pekerjaanmu?/ Aku penulis.

Benar.

Ini rumahku./ Biar aku bayar.

Tidak, aku yang bayar./ Yakin?

Ya.

Baiklah. Ini 140 dolar. Kau tahu apa yang telah kau lakukan.

Hei! Tidak. Dia akan kembali. Tunggu.

Bukankah itu cuma ritual saja?

Peluang langgengnya cuma 50-50.

Menyegarkan sekali. Pria yang tak percaya pernikahan.

Aku cuma tunjukkan hiprokrasi dari hambatannya.

Kau baik sekali. Kau juga...

mengatakan pada anak kecil kalau Santa Claus tak ada?

Harus ada yang ungkapkan itu terang-terangan.

Kau akui percaya pada pernikahan seperti percaya Santa Claus.

Tidak. Aku--

Entah kenapa kudebatkan ini dengan orang yang tak ku kenal.

Tapi, ya. Pernikahan seperti hal bagus dan penting lainnya, tak mudah.

Di sisi lain, sinisme amat sia-sia.

Senang bertemu denganmu./ Dah.

Ya.

Kau akan ada di pernikahan lagi minggu depan?

Aku harus pergi./ Kau sudah ada di berapa pernikahan?

Dipesta apa saja?/ Selamat malam.

Hei, bisakah kau...?/ Ya?

Lupakan.

Kematian. Penghancuran. Janji Pernikahan. Ya.

Datanglah pada mama.

Kau lihat pertandingan malam minggu?

Tidak. Aku kerja malam minggu. Ingat?

Untuk pasangan bahagia./ Oh, benar.

Kau makan kue kelapa dan menari.

Jadi bagaimana acaranya?/ Sebentar.

Pengantin wanita pakai gaun cerah seperti mata pengantin pria yang senang...

melihat kekasihnya mendekat.

Dan kau tak bercinta?

Koran kita adalah standar emas umumkan pernikahan.

Yang tiap gadis lakukan pertama di hari Minggu adalah buka koran kita.

Pengantin wanita mau membunuh untuk bisa masuk koran kita.

Kau tahu apa yang bisa kau lakukan?

Maksudmu pada wanita yang akan menikah?/ Ya.

Mereka takkan menghubungimu, mengganggumu.

Pura-pura tak kenal kau. Kau tak bisa kalahkan hal itu.

Itu takkan lama lagi.

Kau sedang melihat tiketku keluar dari hal buruk ini./ Bermimpilah.

Pergilah./ Ya.

Apa? Aku takkan bekerja dengan gaun yang kemarin.

2 hari dipakai gaun itu makin elegan.

Ada apa malam itu?

Tadinya kau ada lalu kau menghilang.

Kau bertemu seseorang?/ Tidak.

Itu pertanyaan konyol.

Selamat pagi, Gina./ Hai.

Mana Filofax-ku? Kau lihat?/ Tidak.

Baik. Akan ku urus nanti.

Kau dapat katalog untuk George? Ia ingin melihatnya./ Tidak.

Baiklah. Jangan cemas. Akan ku ambil dari bagian produksi.

Bagus. Tunjukan siapa bosnya.

Aku bukan bosnya./ Kau asisten bos.

Sama saja. Untuk apa kau di posisi ini bila tak bisa gunakan kekuatanmu?

Casey, pergilah ke bagian akunting./ Kini kau baru menyuruhku.

Dimana ku taruh buku itu?

Itu ide bagus untuk bagian halaman depan.

More Indonesian subtitles for 27 Dresses

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left