The first 200 lines.
Permen Anggur
Joo, kau bisa terlambat.
Kenapa kau mencuci?
- Sekarang dingin. - Tidak, hangat.
Tadi kau kenapa? Biasanya kau tidak suka terlambat.
Aku tidak tahu. Aku hanya ingin mencuci.
Mungkin tanggal pernikahan kita...
...terlalu cepat.
Aku yang merencanakan semuanya.
Aku tidak punya masalah. Kupikir kita harus menikah secepatnya.
Kenapa? Kau takut aku akan lari?
Aku tantang kau untuk lari.
Apa kau benar-benar mencintaiku?
Kita sudah berumur 30 tahun. Kita juga harus memikirkan anak.
Bicaramu persis seperti ibuku.
Ayo makan bistik malam ini. Aku sedang ingin makan bistik.
Malam ini? Apa semuanya baik-baik saja?
Ya, tapi besok tidak. Tenggat waktu untuk novel baru sudah ditentukan.
Kau tidak akan bisa melihat tunanganmu selama beberapa waktu.
Aku harus bekerja malam ini.
Tidak apa-apa. Aku akan minta Eun-Ji untuk melakukannya.
Siapa penulisnya sekarang?
Eun So-ra. Akhir-akhir ini dia sedang terkenal.
Eun So-ra?
Apa kau ingat Young-ji?
Eun-ji dan Young-ji, nama kami membuat kami berteman saat SMA.
Dia sedang berkunjung ke Korea.
Dia tinggal di luar negeri?
Dia bekerja di Australia dan menikah dengan pria yang dia temui di sana.
Sekarang dia sudah bercerai.
Dia menikah terlalu cepat.
Dia memberitahuku bahwa pria ini adalah jodohnya...
...tapi belum setahun mereka sudah bercerai.
Masalahnya, dia memberitahuku...
...dia tidak ingat apa-apa satu minggu setelah dia bercerai.
Apa itu karena dia kaget?
Dia seperti kehilangan kesadaran.
Dia sama sekali tidak ingat apa-apa?
Tidak, selama satu minggu.
- Sungguh? - Ya. Apa kau percaya itu?
Itu bisa terjadi. Kedengarannya seperti cerita novel.
Aku juga berpikir begitu.
- Halo. - Halo.
Di mana itu?
Pelan-pelan saja.
Apa novelnya bagus?
Apa?
Ya, lumayan. Aku belum selesai membacanya.
Tapi kebanyakan wanita pasti mengerti cerita ini.
Apa itu cerita cinta?
Tidak, ini tentang pertemanan saat SMP.
Ini kartu debit pertamaku. Aku merasa aneh.
Benarkah? Selamat.
Ini hadiah istimewa untukmu.
Terima kasih.
- Apa kau sudah makan siang? - Aku sedang makan siang.
Donat bukan untuk makan siang.
Sudah kubilang makan sup ikan.
Selalu saja sup ikan. Apa kau tidak bosan?
Apa kau bosan dengan kopi yang kau minum setiap minggu?
Aku harus pergi.
Aku meletakkan hadiah pernikahan di mejamu.
Kau sudah memberiku hadiah pernikahan?
Istriku membelinya untukmu.
Kau mencuri dari tokonya lagi.
Memangnya penting?
Tunanganmu akan suka ini.
Terima kasih.
Apa?
Kenapa mereka sangat bahagia?
Anak perempuan seumur mereka bisa tertawa dengan mudah.
Masa-masa yang indah.
Kenapa rok mereka sangat pendek?
Biarkan saja. Kau akan mendapat masalah.
Masalah apa? Omong kosong.
Kau hanya bicara omong kosong kepadaku, 'kan?
Kau membuatku mengatakannya.
Seharusnya aku tidak mengatakan apa-apa.
Bagaimana rencana pernikahanmu?
Baik. Semuanya dijalankan secara perlahan.
Perlahan, menuju kematian cinta.
Kenapa kau selalu sarkastik?
Kematian? Kau bahkan belum pernah menikah.
Aku lebih memilih menyimpan uang dan mengeliling dunia sendirian.
Belum terlambat bagimu untuk melakukannya. Coba pikirkan dulu.
Aku lebih ingin menikah dibanding mengelilingi dunia.
Kau jahat.
Kau tidak ingin sendirian.
Apa kau cemburu dengan pernikahan sahabatmu?
Kenapa kau ke sini? Ini makan siang khusus antar sahabat.
Apa masalahnya? Aku suka makan gimbab atau tteokbokki.
Sup hangat bukan selalu makanan kesukaanku.
Kau tidak suka wortel?
Biasanya aku makan wortelnya, tapi hari ini perutku sakit.
Maaf.
Ini dia.
Dari mesin penjual otomatis. Kau mungkin tidak akan suka.
- Ada yang meneleponmu. - Benarkah?
- Tidak apa-apa? - Ya.
Kekasihmu?
Semacam itu.
Ya atau tidak? Apa artinya semacam itu?
Terkadang pria memang begitu.
Pria memang begitu.
Aku tidak suka itu. Tidak menarik.
Kau takkan bisa menebaknya dari penampilanmu, tapi kau sangat jujur.
Kau menilai orang dari penampilannya?
Ya, aku menilai orang dari penampilannya.
Karena itu aku bekerja denganmu.
Tapi pekerjaanmu seharusnya lebih lembut.
- Lembut? - Ya.
Permisi?
Maksudku kekasihmu.
Ya, dia baik.
Haruskah kita bicara tentang pekerjaan sekarang?
Bukankah wanita baik itu membosankan?
Kurasa "baik" adalah kata yang ambigu.
Kenapa kau membuatnya sangat rumit? Baik berarti baik.
Mungkin cara berpikirmu berbeda karena kau seorang penulis?
- Apa kau punya rencana malam ini? - Hari ini?
Malam ini?
Kenapa kau sangat rumit? Berpikirlah dengan sederhana.
Beruntung sekali. Itu restoran bistik yang terkenal.
Ya.
Aku harus ke sana nanti.
- Eun-ji, Tn. Kim mencarimu. - Baik.
Semoga kencanmu menyenangkan.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Kau bisa meneleponku saja, kenapa kau mengirim pesan?
Maafkan aku.
Apa kau sudah memesan makanan yang lezat? Bistik di sini sangat lezat.
Lihat dirimu. Kau selalu berubah pikiran.
Tolong lupakan itu kali ini. Aku tidak bisa meneleponmu.
Kau sesibuk itu?
Aku bertanggung jawab atas sebuah novel untuk pertama kalinya.
Aku punya banyak pekerjaan. Ini sebuah tantangan bagiku.
Nn. Eun akhirnya bersedia bekerja dengan kami.
Jadi aku harus pergi ke Busan untuk menulis berita...
- ...dan ada banyak rapat di sana. - Busan?
Ya, kami harus mewawancara seseorang di sana.
Nona Eun harus pergi ke sana, tapi karena dia tak bisa menyetir...
...aku diminta mengantarnya ke sana.
Itu jauh lebih murah dan nyaman untuknya.
Kudengar Nn. Eun pernah tinggal di luar negeri.
Dia tidak bisa menyetir?
Dia pernah tinggal di Eropa, bukan Amerika.
Tidak semua orang di dunia bisa menyetir.
Kenapa? Aku bercukur karena kau.
Apa aku terlihat tampan?
- Kau melakukannya lagi. - Melakukan apa?
Mengubah topik pembicaraan.
Banyak hal harus kita persiapkan, dan kau malah pergi ke Busan?
Aku akan segera kembali.
- Berapa lama? - 2-3 hari?
Selama itu?
Apa Nona Eun ikut rapat kemarin?
Tidak, dia menulis dari rumah.
Apa yang akan dilakukan seorang penulis dalam rapat?
Kami rapat lalu minum bersama.
Kau akan bekerja saat akhir pekan?
Aku harus menyelesaikan suntingan. Apa kau akan berada di rumah?
Tidak, aku harus pergi. Aku harus mengambil beberapa barang.
Lagi?
Ibu terus mengirimi kita barang, apa lagi yang kau butuhkan?
Ada banyak hal yang kubutuhkan.
Kau tidak perlu tahu jika kau tidak bisa ikut.
Aku akan pulang larut, sampai bertemu lagi.
Ji-hiin, tunggu sebentar.
Ada jamur di kamar kita. Apa yang harus kita lakukan?
Jamur di rumah baru?
Apa kita bisa bicarakan ini nanti? Aku sudah terlambat.
Baiklah.
Sampai bertemu lagi.
Penandatanganan novel Eun So,...
...penulis pemenang Penghargaan Sastra Haemil ke-25.
Gunakan pintu belakang. Pintu depannya rusak.
Aku panas, kesal, dan lapar. Ayo pergi makan.
Bagaimana dengan hidangan penutup? Berapa banyak uang yang kita punya?
Awalnya, misa Brahm berbeda dengan Katolik.
Misa Katolik bertujuan untuk...
...menghibur orang yang mati.
Mari kita dengarkan.
Ayo kita dengarkan.
Kenapa ini ada di rak?
Ini tidak dijual.
Benarkah? Ada pembeli yang mencari ini.
Beritahu dia ini tidak dijual.
Apa kita tidak punya persediaan lagi?
- Makanya aku tak menjualnya. - Baiklah.
- Tolong lebih sering rapikan bukunya. - Ya, maaf.
Kenapa kau pulang sangat larut?
Kau masih bangun?
Bukankah sudah kubilang aku ada rapat dengan penulis blog?
Aku minum sedikit.
- Kenapa telepon genggammu mati? - Baterainya habis.
Aku mau mandi. Tubuhku bau rokok.
Orang-orang banyak yang merokok.
- Apa ini? - Kiriman dari Ibu.
Tidakkah ini terlalu cepat?
Ini cantik, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.