The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh : >>> robbinsan
Berikut ini sedikit kisah yang ingin aku ceritakan...
...tentang tiga sahabat dan Natal pertama mereka.
Ini dimulai tepat sebelum Natal tahun 2001,
...saat seorang pemuda bernama Ethan menjadi yatim piatu.
Kedua orang tuanya meninggal dengan tragis.
Bagi dia, Natal telah menyanyikan lagu kematiannya.
Saat dia duduk sendirian di malam Natal,
...teman-temannya datang dan mengajaknya untuk pergi.
Mereka mengajak Ethan untuk melupakan ketakutannya,
...jadi mereka pergi ke bar dan membuat dia mabuk.
Dengan air mata dan kesedihan mereka mulai memperbaiki keadaan.
Kemudian mereka berkata:
Jangan menangis lagi. Kesedihan ini harus berakhir.
Natal itu tentang keluarga, tapi sekarang itu tentang teman-teman.
Selanjutnya hal tersebut mulai jadi tradisi baru.
Teman-temannya merayakan Natal dengan bersenang-senang sebagai misi mereka
Siapa yang terburuk pada hari Natal?
Bukalah./ Aww!
Kau sudah tahu.
Boom!/ Apa ini?
Benda itu bisa memutar 100 lagu sekaligus.
Aku punya lagu terbaru Dave Matthews.
Oh, ya. Ricky Martin./ Oh!
Pria itu homo.
Mereka saling memahami,
...melakukan segala macam hal.
Mereka minum banyak alkohol, lalu mereka membuat kacau.
Nyalakan.
Aah!
Kemudian suatu malam yang sangat penting tahun 2008,
...mereka menyadari bahwa Natal bisa jadi lebih hebat.
Malam itu di bar, mereka melihat sedikit pemandangan.
Kawanan pencari kegembiaraan yang nampak habis bersenang-senang.
Dan ada seorang wanita yang begitu cantik.
Mereka memberanikan diri untuk memanggil.
Permisi./ Kata Ethan.
Dan dia menengok dengan ketakutan.
Kalian habis berpesta dari mana malam ini?
Di tempat yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata...
...dengan begitu banyak minuman untuk setiap orang.
Dan begitu banyak narkoba, aku tak percaya aku bisa selamat.
Apa...
Tanya Ethan.
...nama pestanya?
Apa kau belum dengar?
Itu disebut Nutcracker Ball . .
Mereka bertanya ke sana kemari, namun tidak ketemu.
Dimana pesta yang hebat dan sangat mengagumkan ini?
Dan meskipun tahun demi tahun mereka coba mencari dan gagal,
...mereka tak pernah lelah, mereka tak pernah menyerah.
Namun seiring waktu, kesenangan tidak berkurang.
Salah satu teman punya keluarga, satunya lagi punya ketenaran.
Tahun demi tahun berlalu, teman-temannya menjadi dewasa.
Sedangkan teman kita Ethan nampaknya dia sedikit terjebak.
Apa kabar, kawan? Tidak mau?
Baiklah. Kalian ingin ini?
Tidak, terima kasih./ Bagus.
Terus bergerak. Nah seperti itu.
Ya, bagus.
Tunggu. Tidak, tidak. Apa yang kau lakukan?
Tak ada yang mau makan tuna ini, jadi kurasa.../ Tidak. Kau tak boleh membuat...
...keputusan eksekutif, elf.
Berapa umurmu?
Tiga puluh tiga./ Tiga puluh tiga.
33 tahun, dan kau seorang elf.
Dan bahkan kau tak tahu bagaimana jadi elf.
Tunjukkan ekspresi wajah elf.
Eh...
Itu senang. Itu berhasrat.
Lebih aneh.
Lebih fantasi. Sangat ceria.
Itu dia! Itu!/ Tadi memang ini.
Itu sebabnya kau kembali ke sini dengan nampan penuh.
Aku akan memindahkanmu ke penitipan mantel. Ini kesempatan terakhirmu.
Selama acara ini, aku ingin lihat ekspresi wajah elf itu.
Oke./ Dimulai sekarang.
Pergi.
Pergi.
Dua ini jadi satu. Tidak, kau harus ambil tiketnya.
Hai. Sendirian, tuan?
Bagus. Ini tiket Anda. Mohon jangan dihilangkan.
Ini mantel sangat mahal, jadi tolong jaga baik-baik.
Tentu saja tuan.
Ini, tiket. Oke, yang ini.
Ya.
Ya. Bagus.
Hai. Selamat Natal, tuan.
Hei, apa yang kau lakukan?
Huh? Tak ada.
Aku akan kembali lagi.
Tidak, kau mau kemana?
Aku sakit.
Whoa!
Selamat. Kau akan memiliki malam terbaik dalam hidupmu.
Kau akan belajar pelajaran berharga, diisi dengan semangat Natal...
...dan mungkin kau bisa bercinta.
Kami akan memberitahu lokasi pesta kami pada pukul 22.00
Selamat Natal.
Ya, aku tahu, Bu. Maafkan aku,
...tapi aku harus tinggal di sini dan bekerja keras.
Ibu pikir bagaimana aku mendapatkan musim yang luar biasa seperti itu?
Aku juga sayang Ibu. Selamat Natal.
Dah.
Apa kabar, sobat? Bagaimana keadaanmu, bung?
Senang berjumpa dengamu. Selamat Natal.
Kau ingin ambil gambar? Ayolah.
Tinggalkan saja!
Jika kau bukan Kristen, terus kau apa?
Aku Yahudi.
Apa itu sebabnya kau terlihat berbeda? / Apa itu tadi? Ulangi lagi.
Kau hanya terlihat lucu.
Aku terlihat lucu?
Apa kau pernah nonton The Shining?
Isaac?/ Yo!
Apa yang kau beritahu pada mereka?/ Aku hanya ngobrol dengan putrimu yang cantik...
...seolah-olah mereka adalah orang dewasa. Dari tingkat kognitif,
...jika kau bicara pada anak dengan manganggap mereka dewasa,
...hal itu akan membuat mereka lebih penasaran,
...itu akan membuka pikiran mereka untuk menerima lebih banyak hal.
Dia akan jadi Ayah yang baik./ Ya.
Aku berharap kami punya anak-anak secantik putrimu.
Ow!/ Maafkan aku.
Sayang, ayo bantu Ibu saja di dapur.
Apa kau baik saja? Kau ingin dipeluk? / Tak apa-apa.
Oh, oke.
Astaga, aku seperti orang bodoh./ Tidak sama sekali./ Aku Ibu yang terburuk.
Aku akan jadi mengerikan./ Jangan beicara seperti itu.
Bagaimana jika aku mengacaukan ini?
Kau takkan. Penelitian menunjukkan naluri keibuanmu...
...sungguh kelihatan pada bulan terakhir.
Aku tahu. Maaf. Aku hanya gugup.
Tak apa. Aku sangat mencintaimu. Oke?
Aku juga mencintaimu.
Bets, lihat siapa ini.
Ethan!
Selamat Natal.
Ya Tuhan! Kau nampak sangat besar!
Tidak./ Tidak?
Kau tak tahu banyak tentang wanita hamil, kan?
Maksudku bayinya. / Tidak, aku memang nampak besar.
Kau nampak hebat. Bayinya mungkin...
... memelarkan tubuhmu yang kecil dan sehat. / Trims. Tidak, sudah cukup.
Diamlah. Ini semua bagus. / Aku tak tahu harus mengatakan apa.
Dia nampak cantik.
Kau ingin minum?/ Tentu.
Kau ingin minum, sayang?
Aku belum mau minum sekarang.
Sungguh?
Ya. Aku semacam sedang bertugas. Harus menjaga diriku tetap tersadar.
Tapi kau akan minum malam ini? / Ya. Tentu.
Karena aku sudah agak mabuk. / Aku tahu.
Oke. Itu Chris./ Ya.
Semuanya, lihat siapa yang datang!
Selamat Natal, diberkatilah Kwanzaa, selamat Hanukkah!
Hei, bung. Bagaimana kabarmu?
Whoa! Lihatlah ini! Ya Tuhan!
Aku bahkan tak tahu kau hamil sampai aku melihatmu dari samping.
Lihat betapa kecilnya dirimu!
Kau sungguh baik mengatakan itu.
Itulah caranya berbicara pada wanita hamil.
Sungguh menakjubkan. Kau punya musim terbaik dalam hidupmu.
Selamat./ Terima kasih.
Aku berlatih dengan cara baru, diet baru yakni diet Paleo yang kulakukan.
Aku pernah dengar hal itu. Dan itu berhasil?
Itu menyiksamu. Namun jika kau melihatku telanjang,
...kau akan terkejut./ Aku juga ingin.
Gemparkan.
Sungguh tak percaya kita lakukan ini lagi tahun ini.
Aku sudah selesai dengan hal ini beberapa tahun lalu, jujur saja.
Kita seperti anak-anak itu yang takkan berhenti main trick or treat.
Akhirnya mereka datang ke pintumu, kau seperti, "Eh."
"Tak ada permen untukmu."/ Tidak.
"Berkemaslah, nak."
Tapi ini dia. Ini adalah Natal terakhir.
Yang terakhir. Benar?
Apa dia tak masalah dengan ini? / Ya, kurasa.
Dia nampak bahagia sekarang, benar?
Maksudku, kita yang memungkinkan dia agar seperti saat ini.
Kita membantu dia melupakan masalahnya.
Dari segi psikologis, itu tidak baik.
Aku sudah buat keputusan.
Untuk hadiah Natal, aku akan urus dan didik dia.
Aku akan bantu mengeluarkan dia dari kebiasaan ini.
Ini percakapan yang kita hindari selama 10 tahun.
Aku tahu./ Lakukan saja dengan mudah.
Aku akan melakukan semua.
Jangan semua./ Keberanian dan semuanya.
Bersenang-senanglah.
Jaga baik-baik suamiku, oke? Aku menyukainya.
Kami akan jaga.
Hei, Bets, bilang pada Diana aku mengucapkan salam.
Ya, tidak.
Tidak, tidak. Selamat Natal. / Mwah.
Sampai jumpa.
Selamat./ Mwah. Senang berjumpa denganmu.
Pria paling beruntung di dunia. / Tentu saja aku. Dah.
Bisa aku bicara denganmu sebentar saja?
Apa? Kita tidak tukar kado sekarang, bukan?
Tidak, kita akan lakukan itu besok,
No comments yet. Be the first to leave one.