The first 200 lines.
Relax and Enjoy
Nanuet, New York 24 Desember 1994
Dan yang dia tinggalkan adalah sebuah catatan... Catatan!
Tahu apa isinya?
"Sehari di sana seperti tak ada waktu lagi."
Setelah 32 tahun pernikahan...
Seolah selama itu aku menjadikan dia tahanan.
Itu bukan salahku.
Selamat Natal, keparat.
Apa yang kau lakukan di California?
Apa maksudmu, kau berlibur?
Ini malam Natal.
Kemana kau pergi?
Lapangan tenis Carmel Valley. Itu mewah...
Pemandangan?
Persetan Redwoods.
Bersantailah di bar, lalu akan dapat lebih banyak gadis dari pada ASPCA.
Dan carilah pramugari. Mereka selalu bepergian.
Selamat natal.
Apa yang kau lakukan di sini?
Membawa semangat Natal.
Kenapa kau tidak pergi?
Ray, cobalah untuk redam amarahmu sebentar saja.
Aku tak punya banyak waktu.
Benar. Orang sibuk. Banyak tempat yang harus didatangi.
Orang untuk dikacaukan.
Terserahlah, Ray. Aku tak bekerja untukmu lagi.
Tidak setelah 10 tahun kejayaan dimana aku harus bertahan dengan ocehanmu.
Ocehanku.
Bagaimana dengan tumpukan masalah yang kau buat diluar sana?
Itu berita lama./ Omong kosong, berita lama.
Kau pikir orang di mall ini tidak tahu?
Karly Reagan menindasku.
Chris menerima kenaikan jabatan dan membuatku kekurangan orang.
Lalu dia melakukan pengantaran malam. Dan apa yang aku katakan?
Kubilang, "dia hanya masih kecil. Masih muda. Dia akan belajar."
"Ikhlaskanlah," dan aku mengikhlaskannya.
Dan aku memberimu produk dengan harga lebih murah.
Kau dapatkan uangmu kembali.
Bagaimana dengan reputasiku? Karakterku.
Bagian dari itu masih hilang.
Kau tahu, bajingan?
Bahkan setelah kau pergi ke Lion, apa yang aku lakukan?
Aku memberimu jumlah yang banyak./ Aku tahu.
"Hei, Ray, kawan. astaga, targetmu tak memenuhi, wow."
Ray, belakangan ini kau bahkan tak masuk ke dalam grafik.
Beberapa tahun ini memang sepi, ya./Tentu.
Jadi kau penjual sekarang.
Kau mendorong produk yang bisa terjual dengan sendirinya.
Anak 5 tahun dengan setelan murahan bisa melakukan tugasmu.
Benarkah? Berarti kurasa ini salah cetak, ya?
Karl Reagan, Wakil Dirut Penjualan Senior Eastern Seaboard.
Ray, aku Wakil Dirut Penjualan Senior...
...untuk pabrik film terbesar di dunia.
Kau hanya petugas konter.
Kenapa kau tidak simpan semua omong kosongmu ini...
...lalu membawanya ke Yorktown. Bagaimana dengan itu?
Ray, kau harus dengarkan ini./ Kenapa?
Karena ini tentangmu.
Kau datang ke sini sepagi ini untuk menunjukkan aku...
Masa depan.
Purwa-rupa.
Model produksi terakhir.
Wow.
Lihatlah itu. Kau menunggu 10 detik...
Kemudian kau bisa mengagumi foto jelek...
...yang pernah diambil dalam sejarah terhadap foto-foto terburuk.
Lihatlah wajah itu.
Wakil Dirut Penjualan Senior, entahlah.
Kau terlihat sedikit khawatir. Kenapa?
600,000 unit.
Kau kacau, bung.
Tak ada kesempatan aku bisa memindahkan ini.
Kau pernah gunakan ini?
Aku benci fotografi.
Apa ini? Pabrik film terbesar di dunia...
...selama 100 tahun terakhir mencoba membuat kamera terbaik yang pernah ada.
Mereka berpikir punya pasarnya sendiri. Omong kosong.
Harga diri menghilang sebelum itu terjatuh, temanku.
Pasar adalah orang.
Kau tak menjual orang kamera.
Kau mengundang mereka untuk jatuh cinta dengan proses atau produk.
Ray, aku bukan kau. Aku tak secerdas itu...
Tapi aku tahu kapan waktunya untuk pergi.
Seseorang seperti Einstein akan membuat yang lebih baik. Itu akan terjadi, Ray.
Seluruh dunia akan menjadi digital.
Kenapa kau masih mainkan kartu "Aku disini untuk membantu, Ray"?
Kau meramal masa depan fotografi, untuk apa?
Untuk selamatkan aku? Omong kosong. Untuk selamatkan dirimu sendiri.
Demi Tuhan, Ray.
Aku kemari membawa hadiah dan apa yang aku dapat sebagai balasannya?
Sebuah omongan bagaimana buruknya aku...
Dan penderitaan untuk mendengarkanmu...
...memutar balikkan fakta sesuai dengan apa yang kau yakini...
...untuk membenarkan kelumpuhanmu.
Ray, rencanamu untuk melanjutkan mencetak foto dalam satu jam itu bagus.
Bagaimana kau tahu soal itu?
Cafritz di Yorktown...
Berkata kau berpikir untuk membuka bilik foto instan.
Keparat itu merasa gelisah...
...sejak kau bicarakan soal itu selama lima tahun.
Aku sedang dalam pembicaraan dengan Fuji saat ini.
Mike Nakimura./ Apa, kau kenal dia?
Aku menyalakan Afterburners untukmu.
Aku beritahu Nakimura kau siap berjalan tepat setelah yang pertama.
7 hari lagi.
1995 merupakan tahunnya Ray Lapine. Tapi ini masalahnya, Ray.
The Slopes menyediakan semuanya dan kepada semua orang.
Mereka mau memeriksa pembukuanmu.
Berapapun angka yang Valley berikan kepadamu, kau akan menerimanya.
Hingga tiap sennya.
Sekarang tunjukkan mereka siapa kau sebenarnya, dapatkan hidup baru.
Mengacau, kau mati di mall ini, Ray.
Selamat Natal./ Bajingan.
Anda menghubungi kantor Mike Nakimura di Fuji Film Amerika Utara.
Kami saat ini sedang tutup.
Jam kerja hari libur kami dimulai pukul 10:00 hingga pukul 17:00.
Keparat.
Hei, Pak Bos, apa kabar, Pak?
Sama seperti biasanya tapi harinya berbeda.
Untukmu, Ray... Yang biasa.
Aku mau bertanya sesuatu kepadamu.
Kapan kau akan singkirkan barang rongsok yang kau kendarai?
Kau tinggal 41 meter dari sini...
Tapi setiap pagi aku melihatmu bolak-balik mengemudi?
Selamat natal, Ray.
Apa perbedaannya antara tempat ini dan penjara?
Makanannya lebih baik di penjara.
Aku sudah beritahu itu padamu, ya?/ Ya, Natal tahun lalu.
Hei, aku punya berita bagus. Kau tertarik?
Malam Natal, ya?
Aku bersumpah, ini adalah yang terakhir bagiku.
Berapa lama, Tonia. Berapa lama? 22-23 tahun?
24 tahun./ Astaga.
Kau tahu, setidaknya kau bekerja untuk keuntunganmu sendiri.
Aku harus bekerja untuk Bibideaux.
Aku sudah tak tahu apa itu pekerjaan sebenarnya.
Malam Natal, dimana dia? Boca.
Dan apa yang dia lakukan? Main Golf.
Selama dia menandatangani cek.
Aku bersumpah, tahun depan.../ Kau akan berdiri sendiri?
Aku sudah bicara dengan Nakimura hari ini, kesepakatannya sudah terjadi.
Saat hari libur?
Orang Jepang tidak liburan. Mereka mati di meja kerjanya.
Kau tahu, keindahannya adalah pinjaman.
Pabrik adalah pemberi pinjaman, jadi tak ada bank.
Tak ada perantara.
Dokumen hanya formalitas.
Hanya butuh beberapa referensi bersih $25,000.
Tahu apa yang Nakimura katakan padaku? Lihat ini.
Model terbaru ini...
Itu bisa mencetak 400 lembar.
Itu per jam.
Tapi aku harus memikirkan ruangnya.
Aku berpikir atrium utama.
Di sana tak terlalu ramai. Biaya sewanya murah.
Hal bagusnya adalah, semua keuntungan...
Langsung masuk ke kantongku.
Kau tahu, teknologi terus berkembang.
Apa maksudmu? Apa maksudmu, perkembangan?
Menurutku itu sedikit memudar.
Mesin-mesin itu, kau melihatnya sendiri.
Kau ada melihatnya di sini?
Tidak./Tidak? Apa aku melewatkannya?
Maksudku, di mall ini, apa kau melihatnya?
Aku tak melihatnya./Kau tak melihatnya. Itu karena mesinnya tidak ada.
Dan aku beritahu kau sesuatu. Mesin yang terdekat?
Aku sudah melakukan penelitian.
3 Kilometer dari sini.
Dan para bajingan itu memberikan harga yang mahal.
Tidak. Benar, itu perkembangan, perkembangan menghasilkan keuntungan.
Tapi yang utama, aku harus bertahan hingga minggu depan.
Dan Tonia, apa yang aku benci soal minggu depan?
Pengembalian?/ Pengembalian.
Membeli sesuatu minggu ini, mengembalikannya minggu depan...
Selalu saja.
Kau tahu, Little Junior.
"Suamiku berusia 22 tahun..."
"...dan Bibi Bertha tak suka itu."
"Dia tak suka itu. Itu terlalu rumit."
Bla, bla, bla...
Dan aku harus menulis semuanya.
Dan kau, sayangku, bisa bersimpati atas penderitaanku...
Tapi kau perlu menerima rasa empati...
Karena tak pernah ada yang kembalikan sepotong pizza minggu depan.
Terserahlah. Berapa yang harus aku bayar untuk roti ini?
Aku akan tukarkan dengan rol film.
Anak-anak akan datang malam ini.
Mampirlah nanti, mengerti?
Baik. Akan kulakukan.
Hei, jangan tekanan darahmu tetap rendah, mengerti?
Ya, tekanan darah. Lihat, kepala sipir... Astaga.
Ray! Aku mencarimu kemana-mana.
Ini terjatuh dan hampir membuatku tersandung dan mematahkan kakiku.
Kau mau meletakkannya dan mencobanya lagi?
Ray, ada istilahnya kecaman operasi eceran di negara ini...
Peraturan? Belum lagi bagaimana kelihatannya.
Apa?/ Tokomu.
Itu merusak pemandangan mall-ku.
Aku berusaha mengurus mall berkelas di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.