The first 200 lines.
Aku ingin puncak!
Gear kesembilan!
Dia masih bertambah cepat!
Tidak akan kuserahkan puncak pada siapapun!
Naikkan sekali lagi ke gear kesepuluh!
Don't turn back osorezu mae e mae e
Jangan berbalik. Maju, majulah tanpa gentar.
yosomi shiteru hima wa nai
Kita tak punya waktu menoleh.
no way kienai itami mo daite
Mustahil
mendekap
perih yang tak bisa lenyap,
hosoi ito wo tsunage
karena justru itu yang hubungkan kita.
One chance nogasazu seme no attitude
Satu peluang dari sikap agresif yang teguh.
sono ryoute de kirisake kyoufushin
Belahlah takut itu dengan kedua tanganmu.
kantan ni wa yuzurenai revenge
Dendam yang tak mudah tergoyahkan,
tozasareteta michi wo hirake
itulah yang membuka jalan yang terkunci.
kasanatteku koukai mo itsuka mirai ni kaete ikeru
Penyesalan yang menumpuk itulah
yang jadi bekal masa depan.
machigatte hiroiatsumeta garakuta wo migake
Kesalahan yang terkumpul itupun
yang buat sampah sepertiku berubah.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
mada torimodoseru glory
Karena ada kemenangan yang harus kuambil.
nagashita namida no nigasa nomikonde
Meski harus kutelan pahitnya linang air mata.
I will never ever give up
Aku tak 'kan pernah menyerah.
boroboro ni nattatte
Meski harus babak-belur, nanti.
tsunage sono ishi wo
Tekad kita yang terhubung ini,
asufaruto no aji wasurenai ze
juga rasa aspal ini
tak kulupakan.
wasurenai ze
Tak kulupakan!
Kakiku pegal.
Balapan Yang Dijanjikan
Balapan Yang Dijanjikan
Gearnya juga berat sekali.
Tapi ....
Apa perlu kunaikkan satu lagi?
Kalau di sini pasti bisa.
Gear terakhir!
Gear kesepuluh!
Batasi sampai gear kedelapan.
Untuk menang kau perlu ketenangan.
Gear kesepuluh di tanjakan.
Dulu, dua kali aku kehilangan kecepatan.
Tapi perasaan ini ...
Aku merasa akan berhasil hari ini.
Larilah dengan bebas.
Karena puncak babak terakhir Interhigh sudah menungguku!
Sekali lagi, gear kesepuluh!
Kakiku ...
Dibanding perasaanku ini malah ...
Tubuhku mulai menjerit.
Ya iyalah.
Untuk maju sampai sini aku sudah mengeluarkan semua berkali-kali.
Tapi aku pasti bisa.
Perasaanku bilang aku bisa.
Keluarlah, sayap!
Maju!
Aku tidak bisa bergerak.
Tak bisa mengayuh.
Apa ini batasnya?
Pemandangan yang terlihat jelas tadi jadi abu-abu ....
Bahkan langitnya juga ....
Aku tidak bisa.
Naik dengan gear terakhir terlalu mustahil.
Tidak, jangan biarkan dirimu tertelan.
Dunia abu-abu hanyalah ilusi dari pikiranmu.
Teriakan yang kurasakan dari tubuhku, menunjukkan dunia ini untuk menghentikanku.
Itu sudah jelas.
Karena aku mencoba melakukan yang belum pernah kulakukan.
Itu jelas saja.
Perubahan, pengalaman baru, rasa takut.
Orang bergerak maju dengan membuang ingatan ketidaksanggupan mereka.
Sampai saat ini juga begitu.
Belajar berjalan juga bisa.
Dan tahap selanjutnya adalah berlari.
Bukan berarti langsung bisa.
Tapi butuh waktu.
Maju dengan mengayuh pedal sepeda juga butuh waktu.
Kesampingkan itu.
Tolak dan lihatlah ke depan, Sangaku Manami.
Kau pasti bisa!
Saat ini aku merasakan pasti bisa!
Percayalah. Lampaui rasa sakitmu.
Kekuatan untuk mencapai babak berikutnya ada di dalam dirimu!
Berputarlah!
Maju!
Orang terdepan sudah tiba!
Sudah kuduga, sang pemenang, SMA Hakone!
Nah, ke finis.
Hebat sekali dia.
Sebelum finis dia mendaki secepat ini.
Dia ini masih kelas satu, lo.
Lihat baik-baik.
Ini balap sepeda.
Orang yang bisa bertahan sampai finis pasti ...
... akan berkembang di tekanan seperti ini.
Aku maju ....
Cepat sekali!
Nikmat sekali!
Pohon dan langit terlihat berkilau.
Tapi tepatnya, kakiku, lenganku, dan punggungku sakit ...
... jadi berkilau sambil kesakitan!
Sudah ditentukan!
Pemenang tahun ini adalah sang pemenang, SMA Hakone!
Orang terdepan adalah nomor 6, Manami dari SMA Hakone.
Dia meluncur dari barisan depan dan melewati titik satu kilometer.
Manami.
Manami di depan.
Karena rangka sepeda Babizumi rusak, yang mengejar pasti ...
... Sakamichi.
Pada akhirnya ....
Balapan saat itu menentukan segalanya.
Prediksi harus menghancurkan Manami saat itu ...
... ternyata benar.
Meski tidak bisa kuhancurkan.
Meski nomor 176 tertinggal jauh, dia berusaha keras.
Dia terlihat sangat kesulitan.
Menjijikkan.
Berusaha keras?
Kesulitan?
Ternyata orang itu memang menjijikkan.
Menjijikkan.
Kenapa kau melakukan hal menjijikkan, Sakamichi?
Kau pasti kalah. Sudah jelas.
Jika tetap begini ....
Sakamichi.
Tidak terlihat.
Manami tidak terlihat.
Hime!
Meski dengan two-click dancing yang diajarkan Naruko,
masih tidak bisa kukejar.
Kak Tadokoro, Kapten Kinjou, Naruko, Kak Makishima ....
Imaizumi ....
Seragam yang sudah dipercayakan dan di bawa bersama.
Dan tidak peduli siapa saja.
Bawa seragam ini ke finis lebih cepat dari siapapun!
Tinggal aku seorang.
Yang bisa melakukan sesuatu pada situasi ini hanyalah aku!
Terlihatlah. Terlihatlah.
Terlihatlah!
Tidak terlihat ....
Manami,
aku masih ...
Terlihatlah, terlihatlah, terlihatlah!
... ingin mengejarmu, Manami!
Terlihatlah!
Itu benar.
Saat kau melihat punggung pembalap di depanmu terlihat kecil,
kau akan terkejut dan kakimu berhenti.
Lihat.
Dia menunduk seperti kesakitan.
Dia sudah berusaha keras, tapi cuma sampai sini.
Terlihat.
Terlihat.
Aku melihatmu, Manami!
Manami, berhati-hatilah.
Dibanding dia maju serius ...
... dia lebih cepat saat sudah tersenyum.
Apa? Apa itu kamu, Sakamichi?
Hah? Lo?
Walau cuma sedikit, tapi kakiku menjadi ringan.
Kayuh! Kayuh!
Ini aneh.
Padahal jantungku sudah sakit dan kakiku sudah gemetaran,
tapi kakiku tetap mengayuh!
Manami!
Dia semakin mendekat?
Ah, jadi semakin ringan!
Sohoku mempersempit jarak!
Tidak mungkin, 'kan!?
Kupikir aku akan berpisah denganmu saat menaikkan ke gear terakhir.
Tapi kenapa?
Aku masih berada di gear terakhir.
Kecepatanku tidak berkurang.
Berarti ...
... kamu mengejarku?!
Terlihat.
Punggungnya semakin dekat.
Aku senang sekali! Manami!
Lo?
Kenapa, ya? Tanganku gemetaran.
Siapa peduli.
Sohoku mengejarnya!
Tadi dia menabrak dinding!
No comments yet. Be the first to leave one.