The first 200 lines.
[Karakter, lembaga, nama, dan kasus dalam drama ini adalah fiktif belaka.]
Seperti yang bisa Anda lihat, otak pasien lebih berkembang daripada kebanyakan orang.
Oleh karena itu, dia bahkan menderita dari bunyi terkecil sekalipun.
Itu juga area yang sangat sensitif yang mengendalikan emosi.
Guna mengurangi rasa sakit ini, satu-satunya...
...solusi melakukan *lobotomi parsial.
*)operasi bedah otak yang dirancang guna mengobati nyeri atau gangguan emosional
Sebagai efek pasca operasi, ia mungkin mengalami...
...perubahan suasana hati yang ekstrem...
...atau mungkin tidak merasakan emosi sama sekali.
Hwang Shi Mok.
Apa telingamu masih sakit setelah otakmu dioperasi?
Tidak.
Pernahkah kau merasa marah baru-baru ini? Atau kesal?
Tidak.
Kau pernah merasa tenang, atau tersenyum lebar baru-baru ini?
Tidak.
Apa satu hal yang paling ingin kau makan?
Apa yang kau suka?
Tidak ada.
Bagaimana kalau sebelumnya? Sebelumnya kau tak punya kesukaan?
Sebelum operasi, bagaimana keadaanmu? Apa kau sangat berbeda sekarang?
Pasien Hwang Shi Mok hampir tidak mampu merasakan emosi apa pun.
Kita harus terus memantau dia...
...tapi ada kemungkinan dia akan mengalami efek samping.
Sedang apa kau di situ?/ Kenapa kau berhenti di situ?
Geserkan mobilmu!/ Minggir kau!
Geser!/ Geser!
Saya Park Moo Sung.
Mohon kerjasamanya.
Datanglah ke rumahku. Ada yang harus kudiskusikan denganmu.
75-4.
74-5.
76.
Permisi. Dimana Unit 75-3?
Ada apa?
Bukankah Park Moo Sung ada di rumah?
Aku tidak kenal orang itu.
Itu rumahmu, bukan? 75-3?
Bukan. Pergilah.
Aigoo.
Aigoo.
Padahal aku mau kasih makanan ini ke Moo Sung.
Aku bukan rentenir.
Rentenir? Kenapa pula aku takut sama rentenir?
Tidak lama lagi pun rumah Nenek akan lenyap.
Ayo.
Kau sungguh tidak ingin menemuinya karena uang
Aku bukan orang yang meminjami uang, tapi aku orang yang terjerat banyak utang.
Apa mungkin kau juniornya Moo Sung?
Tidak.
Tadi ada pesta di tempat adikku.
Aku langsung bergegas mengemasi makanan...
...karena kupikir nanti makanannya habis kalau aku menunggu pestanya sampai selesai.
Moo Sung tidak akan makan sama sekali kalau bukan dariku.
Ini dia.
Kau sungguh bukan rentenir, 'kan?
Dia tidak punya uang lagi.
Dia pasti lagi tidur.
Dia belakangan ini tak bisa tidur.
Kenapa ini terbuka?
Tunggu di luar.
Buka pintunya!
Lengannya tergores pisau...
....dan ada luka tusukan dangkal.
Dan di lehernya... Di situlah luka fatalnya.
Tiga luka. Pelakunya dominan tangan kanan.
Karena dia ditikam tiga kali, berarti pelakunya membencinya.
Mungkin dia hanya menikamnya dengan membabi buta?
Jangan meremehkanku. Hidupmu ada di tanganku, kau mengerti?
Aku ini bisa apa saja.
Pastikan kau sampaikan ini padanya.
Aku bisa membuatnya sengsara hanya dengan membuka mulutku.
Aku takkan menderita sendirian.
Dengan pisau dari rumah ini.
Karena pelakunya datang ke sini tanpa senjata berarti...
Aku ingin melaporkan insiden pembunuhan.
Huam-dong, Sevit-ro, 72-3.
Lokasi TKP itu perlu ditutup untuk umum. Korban telah meninggal dunia.
Ada juga seorang nenek 70 tahunan yang membutuhkan perlindungan...
...jadi tolong kirim ambulans kemari.
Siapa nama Anda?
Halo, ini dengan Pusat Layanan TV Kabel Yongsan--
Apa Anda tadi menerima permintaan layanan ke rumah Park Moo Sung, Huam-dong 72-3?
Apa ini dengan Park Moo Sung sendiri?
Jam berapa tukang reparasinya tadi datang?
Sebentar.
Oh, mereka seharusnya sampai di sana jam dua. Mereka belum sampai juga?
Bisa kasih nama dan alamat tukang reparasi itu?
Pelanggan yang Terhormat, kami akan menghubungi tukang reparasinya, dan--
Aku Jaksa Hwang Shi Mok dari Unit 3 Kantor Kejaksaan Tinggi Seoul.
Bisa kasih nama dan alamat tukang reparasi itu?
Apa?/ Dia merupakan tersangka pembunuhan.
Nama dan alamatnya, cepat./ Oh, sebentar.
Namanya Kang Jin Seop, dan alamatnya...
Saechang-ro, Unit 61.
Kirimkan foto dirinya ke nomor telepon yang akan kuberikan padamu.
Dia sudah mati?
Dia telah meninggal.
Hei, kalian, telusuri dulu sekitar area ini.
Baik./ Baik.
Permisi! Ini kepolisian!
Ada orang di dalam?
Permisi!
Permisi!
Anda tadi yang melapor, bukan? Kami dari kepolisian.
Tolong bawa orang itu.
Baik.
Ada satu jasad dan senjata pembunuhan di lantai.
Apa? Kau siapa?
Nenek baik-baik saja?
Aku dari Kantor Kejaksaan Tinggi Seoul.
Mana tim forensiknya?
Kejaksaan Tinggi Seoul?
Berarti kau jaksa?/ Nenek!
Nenek, Anda baik-baik saja?
Permisi!
Permisi!
Maaf.
Permisi!
Permisi!
Hei, hentikan dia! Hentikan dia!
Siapa dia?/ Hentikan dia dulu!
Berhenti!
Sudah kubilang, berhenti! Kau tak bisa dengar aku?
Hei!
Baiklah kalau begitu...
Dasar sialan.
Masuklah.
Dia CEO Park. Dia kenalanku.
Saya Park Moo Sung.
Mohon kerjasamanya, Jaksa Hwang Shi Mok.
Ya, senang bertemu denganmu.
Silahkan duduk.
Aku tadi cerita sedikit tentangmu ke CEO Park, dan dia bilang dia harus bertemu kau.
Aku tadi banyak dengar cerita tentangmu dari Jaksa Seo.
Oh, aku permisi sebentar. Aku mau angkat telepon.
Sudah lama aku ingin memperkenalkan diri padamu.
Oh, ya.
Aku ingin membantumu sedikit karena kerjaanmu cukup penting.
Jangan merasa tertekan, dan gunakan saja sesuai keinginanmu.
0474. 0474. Hentikan mobil Anda.
[Berkas Diterima: Riwayat Hidup Kang Jin Seop]
0474. 0474. Hentikan mobil Anda.
Keluar.
Aku Jaksa Hwang Shi Mok dari Unit 3 Kantor Kejaksaan Tinggi Seoul.
Kalau kau jaksa, kenapa kau kabur tadi?
Namanya Kang Jin Seop. Dialah tersangkanya.
Tahu darimana?
Bisa matikan bunyi sirene itu sekarang? Nanti para penjahat pada takut.
Kutanya, kau tahu darimana!
Apa korban tadi itu kerabatmu?
Kau mau kemana?
Saechang-ro, 61.
Matikan sirene-nya, ya?
Hei!
Hei!/ Hei!
Kenapa ini?
Hei!/ Apa-apaan!
Aish!
Apa-apaan orang ini?
Ada apa ini?
Sialan!
Sesuai dengan Pasal 3 Undang-Undang tentang Kinerja Petugas Kepolisian...
...dengan ini Anda ditangkap karena menghalangi pekerjaan polisi.
Anda berhak meminta bantuan jasa hukum, dan Anda berhak diam.
Apa cuma ini saja yang dia jual kesini?
Ya, ini saja.
Tapi aku yang membayar barang jualan dia, jadi uangku bagaimana sekarang?
Nanti kami akan mengembalikannya padamu.
Mau kemana?
Mau kemana? Tunggu!
Kapan kau akan mengembalikannya?
Dasar orang ini.
Kemana mereka?
Oh! Hei!
Dasar...
Sakit...
Tersangka yang kautangani direbut sama kejaksaan?
Maaf.
Yah kau bisa apa kalau kejaksaan yang menangkap dia?
Lagipula ini takkan menghancurkan kasus kita.
Jika kau melihat rumah itu, kau pasti merasa itu tak masuk akal.
Aku tak menyangka bagaimana dia bisa tahu ada barang yang layak dicuri.
Jadi dia bilang dia ke rumah itu mau memperbaiki TV-nya?
Tapi kenapa jaksa ada disana saat itu?
Aku akan pergi dan menemukannya sekarang juga, ya?
Aku juga harus melihat tersangka.
Ya, tentu. Pergilah.
Baik.
Aiyoo, aku juga berharap akan ada orang yang mengambil alih kasus yang kutangani.
Kenapa wanita itu? Padahal dia baru naik pangkat tahun ini.
Dasar...
Halo?
Notebook?
Kabarnya kau diabaikan oleh seorang jaksa.
Pria macam apa yang berani menentang inspektur polisi kita ini?
Pria ini.
Aku sekarang akan mendatangi dia dan mengacaukannya.
Aku tidak tahu apa dia itu jaksa atau penjahat.
No comments yet. Be the first to leave one.