The first 200 lines.
VORTEKS
-Jangan menipu! -Jangan menipu!
PABRIK SEMEN VADDE, SAMBALOOR
-Jangan menipu pekerja! -Jangan menipu pekerja!
-Jangan menipu! -Jangan menipu!
-Jangan menipu pekerja! -Jangan menipu pekerja!
-Kami bukan budak! -Kami bukan budak!
-Kami pekerja! -Kami pekerja!
-Jangan menipu! -Jangan menipu!
Tutup teleponnya. Kakak?
Perlu kantong semen?
-Inspektur Regina kemari! -Kau tak mau membayar gaji!
-Jangan menipu! -Jangan menipu!
-Jangan menipu pekerja! -Jangan menipu pekerja!
-Jangan menipu! -Jangan menipu!
-Kami bukan budak! -Kami bukan budak!
-Kami pekerja! -Kami pekerja!
-Turun, turun! -Turun, turun!
-Turunkan CEO Trilok! -Turunkan CEO Trilok!
-Turun, turun! -Turun, turun!
-Turunkan CEO Trilok! -Turunkan CEO Trilok!
-Turun, turun! -Turun, turun!
-Turunkan CEO Trilok! -Turunkan CEO Trilok!
-Turun, turun! -Hentikan, Teman-teman!
-Hentikan! -Turunkan CEO Trilok!
-Turunkan CEO Trilok! -Turunkan CEO Trilok!
Beberapa kereta bisa segera melindas kalian.
Ini tawaran terakhir kami!
Jika kalian setuju, lanjutkan!
Atau akan kubawa pekerja lain!
Hei! Beraninya kau bicara seperti itu?
Coba saja bawa pekerja lain!
Pabrik akan terbakar!
Turun!
Turunkan CEO Trilok!
Turun!
Turunkan CEO Trilok!
Turun, turun! Turunkan CEO Trilok!
Turunkan CEO Trilok!
Mereka melempar batu, Pak!
Serang!
Kenapa memukulku? Kalian anjing!
Kenapa memukulku?
Hei! Aku tak akan mengampunimu!
Hentikan kebrutalan polisi!
Dayalan!
Hentikan kebrutalan polisi!
Shanmugam!
Hei, mundur!
Pindah, minggir.
Sadar siapa yang kau hadapi?
Paman, bangun!
-Pulang. Dengar! -Sakkarai, ini salah.
Ayo pergi.
Mereka ingin menjalankan pabrik tanpa menaikkan upah buruh!
Kapan tirani mereka berakhir?
Biarkan saja, Kamerad!
Saat satu hal berakhir, hal lebih besar akan dimulai!
Apa protes dan revolusi pernah berakhir?
Tidak usah, Kak.
Apa yang terjadi, Kakak Ipar?
Tak ada yang baru!
Apa Nila sudah pulang?
Dia minum susu dan sedang belajar.
Boleh kubuatkan teh herbal panas?
Tidak, terima kasih.
-Harus pergi ke kuil malam ini? -Ya.
Arak-arakan.
Bendera dikibarkan tengah malam. Kenapa?
Ingin bertemu pengacara?
Tidak... Kau pergi lebih dahulu saja.
Hubungi jika ada perlu.
Selvi. Ambilkan aku teh.
Nila!
Nila?
PRESTASI AKADEMIK
Selalu dengan musik dan tarian!
Terutama, pelantang sialan ini!
Kenapa menari setelah gagal dua mata pelajaran di ujian simulasi?
-Ayah? -Diam!
Kau bahkan gagal bahasa Tamil, tetapi di sini menari.
Kau di kelas 10.
Jika begini, kau akan gagal di ujian negara juga!
Maafkan aku, Ayah.
Aku minta maaf!
Ayah terluka!
Jangan ganti topik!
Apa yang kau lakukan selain belajar?
Juga kelas tambahan itu! Buang-buang uang.
Sebelumnya prestasimu bagus. Apa yang salah?
Selalu pegang telepon dan boombox.
-Salahkan aku karena membelikanmu ini... -Maaf, Ayah.
Sampai nilaimu bagus lagi, kau dihukum dari semua hiburan.
Maafkan aku, Ayah.
Aku minta maaf.
-Enyahlah. -Aku minta maaf.
Maafkan aku, Ayah.
Ratnam, mulai besok, kau dan Arunagiri
awasi seluruh acara Mayana Kollai seperti elang selama sembilan hari nanti.
Semua hama di kota akan gatal untuk membalas dendam
selama waktu festival yang ramai ini.
Bu, Sakkarai menelepon. Keluarga mempelai wanita...
Aku tahu! Mereka datang pukul 17.30.
Kita akan beli buah dan bunga di jalan.
-Buat barikade. Aku akan menyusul. -Baik, Bu.
Ambil Bu. Hanya 60 rupe.
Enam puluh rupe?
Ya, Bu. Waktu festival. Ambil atau tinggalkan.
Ini perampokan siang hari.
Beli di sini, Bu. Hanya 50 rupe.
Kenapa tunjukkan minat membeli?
-Buang waktu. -Kau pikir bicara dengan siapa?
-Siapa? -Kau dari luar kota, bukan?
-Ya. -Tunggu.
-Adhisayam. -Kututup jualanmu!
Hei!
Biarkan saja.
Biarkan, kataku!
Kenapa tiba-tiba marah?
Semua sifat ini kudapat dari Ibu.
-Baiklah. Aku akan pergi. -Baik.
Ini sudah pukul 15.45. Kapan Ibu datang?
Aku akan tiba di sana pukul 17.00. Hati-hati.
Datanglah segera!
Hati-hati!
Jangan khawatir soal kompensasi. Akan kutangani itu. Ya?
Sampai bertemu lagi.
Terlambat, Regina Sayang?
Aku harus mengantar Adhisayam. Dia pasti ikut.
Kita belikan sepeda motor setelah dia mulai kuliah.
Kita sudah bicarakan ini.
Aku merasa kita memanjakannya. Dia sudah sering berkelahi.
Pemuda harus tetap tangkas!
Kau berharap dia jadi pria kutu buku sepertimu?
Bukankah polisi wanita ini mengejar pria kutu buku seperti itu?
Hei, Muthu!
Jika berita ini sampai ke kantor, aku akan mengulitimu hidup-hidup!
Apakah Pak Trilok memberimu uang muka?
Ya. Sepeda motor apa yang dia minta?
Kenapa? Itu model khusus.
Aku tak ingin salah beli dan melihatnya kecewa di ulang tahunnya.
Namun, ini sepertinya tidak pas bagiku.
Bahkan bukan soal suap.
Rasanya kita melawan para pekerja.
Aku sebagai polisi, hanyalah penerima suap.
Namun, bukankah kau manajemen yang menyuap?
Meskipun di pekerjaan kerah putih, kita masih pekerja kerah biru.
Churidar, sari katun, dan blus tersedia di sini!
Segera layani pelanggan. Berapa kali harus kuberi tahu?
Apa yang kau lihat, Nak? Kuning cocok untuk tiap kesempatan.
Putih itu pas, merah muda itu mewah.
-Dia tak biarkan belanja tenang! -Teruskan.
Hai!
-Kapan Kakak tiba di sini? -Baru saja.
Aku menuju ke sana tetapi mampir begitu melihatmu di sini.
-Apa kabarmu? -Baik. Bagaimana denganmu?
Sangat baik.
Kau datang tepat waktu. Ini bagus?
Semuanya bagus untukmu, Sayang.
Baik. Kakak mau sesuatu?
Pilih kuning itu, Nak.
Bajuku harus dijahit.
Siapa buat pakaian jadi untuk kami?
Penjahit! Untuk ukuran dan sosoknya?
-Siapa suruh datang dari luar kota? -Tunggu dan lihat.
Aku akan menjadi desainer, buka butik,
-dan membuatkanmu semua jenis desain. -Cantik!
Bangga kepadamu.
Bunga mekar di seluruh kota
Paman dari pihak ibu membawa hadiah
Untuk membuat perjodohan ini...
Lihat siapa yang hadir, Bu.
-Salam, Bu! -Hei, Bu Polisi!
Kenapa pertunangan di tempat pengantin pria, bukan wanita?
Kau benar, Nenek. Hal-hal ini terjadi di tempat pengantin wanita.
Namun, Sakkarai tak mau yang tak dapat diikuti oleh ibunya.
Apa mudah temukan anak seperti dia dewasa ini?
Mudah, mulut besar!
Dengar pujian yang diberikan ibuku kepadamu.
Katakan yang manis Temukan jalan menuju hatinya
Peluk dia erat-erat Jangan lepaskan dia
Ibu!
Perkenalkan Lakshmi. Dia perawat.
Dia pengantin yang ditemukan Ny. Regina.
Bukan jangkauanku, bukan?
Aku akan mengurus ibuku.
Dia tak akan mengganggumu.
Ketika aku bertugas, asisten akan merawatnya.
Aku bisa lakukan juga!
Hei, Sobat!
Oh, Sakkarai, peluk Lakshmi Jangan biarkan dia pergi
Jangan lakukan.
Bujuk dengan manis Temukan jalan menuju hatinya
Oh, Sakkarai, peluk Lakshmi Jangan biarkan dia pergi
Bujuk dengan manis Temukan jalan menuju hatinya
Pernikahan putra Tn. A. Pachamuthu dan Govindammal,
Chakravarthy, alias Sakkarai,
dan putri Tn. Perumal dan Periya Gauri Ammal, Parameshwari, alias Lakshmi,
ditetapkan untuk tanggal 1 Maret.
-Saat itu tahun 1990. -Baiklah, Bu.
No comments yet. Be the first to leave one.