The first 200 lines.
Silakan masuk.
Dokter Han, hasil tes ginjal keponakan Anda sudah keluar.
Benarkah?
Go Bong.
Pak Min.
Kamu pasti mau menghadiri pesta rumah baru.
Benar.
Masuklah dahulu.
Kamu mau pergi?
Rasanya
tidak nyaman jika kita berdekatan.
Aku akan pergi.
Jangan pergi.
Aku ke sini bukan karena pestanya.
Aku datang karena merindukanmu.
Aku datang karena ingin melihatmu.
Jangan memberi ibu banyak makanan. Di rumah juga ada.
Ini yang terakhir.
Tampaknya
sikap ibu mertuamu sudah lebih baik.
Dia seperti itu karena kami ada di sini?
Tidak, kurasa dia mulai membuka diri.
Sungguh?
Tentu saja. Dia seperti Ibu.
Kita bisa tahu suasana hatinya dari wajahnya.
Dia cukup manis.
Anehnya, dia mirip Ibu dalam beberapa hal.
Kami tidak mirip.
Ibu tidak berpakaian bagus dan memakai riasan,
tapi ibu akan tampak lebih muda jika seperti itu.
Kamu dan Ji Seok makan teratur?
Ya, dia selalu membuatkanku sarapan.
Ibu senang kamu bersama seseorang yang kamu sukai.
Ayo pergi piknik
saat bunga mulai bermekaran.
Mari bersenang-senang seperti hari ini.
Tentu saja.
- Ibu mau ini juga? - Cukup.
Kakak, aku sangat senang.
Kakak dan Kak Go Ya terlihat sangat bahagia.
Kakak akan berusaha lebih keras agar dia lebih sering tersenyum.
Mau kuberi tips cara membuatnya tertawa?
Katakan.
Kak Go Ya tidak suka memilih salah satu
antara mi kacang hitam dan mi boga bahari pedas.
Jika kalian ke restoran Tiongkok
pastikan kakak memilih keduanya dan berbagi.
Kak Go Ya akan tersenyum.
Dia juga lebih menyukai daging daripada bunga.
Daging adalah agamanya.
Lalu, jangan pernah memberinya lebih dari tiga gelas minol.
Dia akan meracau di depan gurita hidup.
Ya, kamu benar.
Katakan kakak mencintainya, jangan meminta maaf.
Dia suka mendengar itu.
Baiklah.
Yang terakhir,
pastikan dia tidak mengkhawatirkanku.
Aku baik-baik saja.
Kakak harus membuatnya tersenyum.
- Kita pergi sekarang? - Baiklah.
Soal adiknya Go Ya.
Go Woon?
Ya. Dia sangat ceria dan manis.
Benar. Aku sedih dia sakit parah.
Kuharap dia akan segera mendapat donor.
Kenapa Ibu menatapku seperti itu?
Sepertinya kamu
mulai menerima keluarga Go Ya.
Ibu bangga kepadamu.
Aku tidak mengatakan itu karena kita keluarga.
Aku juga akan mengatakan itu kepada orang asing.
Pak Min, jangan akhiri hubungan kita. Kumohon?
Tidak, kita harus putus.
Baiklah.
Lebih baik aku meminum
semua minol di bar ini daripada putus denganmu.
Ada apa denganmu? Kamu membuatku takut.
Aku akan meminum semuanya jika kamu terus mengatakan itu.
Kamu pikir bisa menghentikanku?
Kamu melewati hari ini dengan baik.
Go Ya dan Ji Seok yang mempersiapkan, bukan aku.
Bukankah ini bagus?
Benar. Kakak senang akhirnya bisa melihat
mereka hidup bahagia.
Apa kataku?
Ramalan Go Ya mengatakan dia akan kesepian di awal hidupnya,
tapi semuanya akan membaik setelahnya,
dan semua akan lancar, ingat?
Tapi ada sesuatu yang mengganggu kakak.
Apa?
Ji Seok menjalani tes untuk memberikan ginjalnya.
Kakak merasa tidak enak
duduk di sana bersama Go Ya dan Bu Oh
saat mereka tidak tahu apa pun.
- Hasilnya sudah keluar? - Entahlah.
Kakak menyuruh dia berhenti, apa pun hasilnya.
Kakak harap dia menurut.
- Kamu sudah tidur? - Belum.
Aku lelah, tapi tidak bisa tidur.
Aku juga.
Tadi kamu lihat saat ibumu memberiku makanan?
Ibumu memastikan aku makan lauk pendamping
dan buah.
Tadinya mereka sangat menentang hubungan kita.
Benar.
Kurasa aku terlalu senang sampai tidak bisa tidur.
Aku tahu caranya agar benar-benar lelah.
Astaga, kepalaku.
Apa ini?
"Ini bukan perpisahan terakhir kita"
"Ini adalah janji"
"Kita akan berjumpa lagi"
Apa aku pergi sendirian ke tempat karaoke semalam?
"Kembalilah kepadaku"
"Semua ini salahku"
"Jangan ragu lagi"
Astaga.
Aku ke tempat karaoke bersamanya?
Tunggu sebentar. Apa yang terjadi setelah itu?
Apa yang terjadi?
"Kembalilah kepadaku"
- Apa... - "Kembalilah"
Go Bong?
Pak Min.
Kita ada di mana?
Astaga.
Aku tidur di sini lagi?
Tidak terjadi apa-apa.
Kita hanya tidur seperti kali terakhir.
Siapa itu?
Entahlah. Ini masih sangat pagi.
Ada apa?
Itu sepupuku.
Tidak mungkin. Si...
Kenapa dia ada di sini?
Aku juga tidak tahu.
Eun Seok!
Buka pintu, Eun Seok!
- Bagaimana ini? - Jangan berisik.
Aku yakin dia akan segera pergi.
Apa ini?
Aku yakin dia mendengar ponselnya berdering.
Aku salah dengar?
Astaga. Ke mana dia sepagi ini?
Kurasa dia sudah pergi.
Ya, sepertinya begitu.
Bibi, tahu kode apartemen Eun Seok?
Aku disuruh Nenek,
tapi sepertinya Eun Seok tidur atau mandi.
Dia tidak membuka pintunya.
Jika Bibi memberi tahu kodenya,
aku akan menaruh makanannya di kulkas, lalu pergi.
Bibi tahu?
Ya. 5012?
Apa yang harus kita lakukan?
- Apa yang harus kita lakukan? - Dia tidak boleh melihat kita.
- Tidak ada pilihan. Bersembunyilah. - Apa?
- Di mana aku harus bersembunyi? - Di sana.
Di sana. Bersembunyilah.
Hye Eun.
Kamu di sini. Kenapa tidak membuka pintu?
Aku sedang mencuci muka.
Bersihkan lagi. Masih ada kotoran di matamu.
Benarkah? Maaf.
- Ini. Ada lauk - Baiklah.
- dari Nenek. - Taruh saja di sini.
Kamu minum semalam?
Hanya sedikit.
Hanya sedikit?
Kamu minum berbotol-botol.
Jika sudah selesai, kenapa tidak pergi?
Baiklah. Aku juga ada pekerjaan.
Apa ini?
Bukankah ini stoking wanita?
Menurutku ini sangat lembut.
Apa?
Suara apa itu?
Suara apa? Aku tidak mendengar apa pun.
Pergilah sekarang.
Kamu mau keluar memakai itu?
- Ayo pergi. - Hei.
Kamu memakai sandal. Kamu keluar seperti itu?
- Kakiku kepanasan. - Apa yang kamu lakukan?
Astaga.
Dia bahkan tidak mencuci muka.
Kamu mau ke mana sepagi ini?
Aku mau ke kantor Go Ya.
Kenapa?
Aku mendapat tawaran pekerjaan di sana.
Mereka membutuhkan bantuan mengurus taman atap saat musim semi.
Selain itu,
aku ingin melihat suami Go Ya.
Kenapa?
Kamu tahu?
Aku masuk IGD beberapa hari lalu
setelah makan cokelat dari Go Ya.
Cokelat itu berisi stroberi.
Apa?
Go Ya memberimu cokelat?
No comments yet. Be the first to leave one.