The first 200 lines.
Love a Lifetime
Episode 25
Apakah kamu tahu apa yang kupikirkan
di dalam hatiku ketika aku mendengar kabar
bahwa kamu telah terbunuh?
Aku tidak pernah membayangkan,
suatu hari nanti kita akan berpisah untuk selamanya.
Aku bahkan tidak memiliki kesempatan
untuk mengucapkan salam perpisahan.
Pada waktu itu,
aku tidak tahu apa yang harus kulakukan
ketika Nyonya mengambil keputusan itu.
Jika harus ada yang dikorbankan pada pertarungan
antara Paviliun Lingxu dan Kota Longyin,
aku berharap orang itu adalah aku.
Hari ini
akhirnya Tetua sudah dikebumikan.
Setelah masalah ini mereda,
Ananda akan mencari dan mendirikan sebuah
batu nisan di dalam gua untuk Tetua.
Hari ini di tahun berikutnya
adalah hari peringatan kematian Tetua.
Di kemudian hari,
Ananda juga akan sering datang
untuk menyembahyangi Tetua.
Ibu,
apakah aku melakukan kesalahan?
Kamu memiliki niat yang baik.
Aku tidak tahu akan dikebumikan di mana
di saat aku meninggal dunia.
Makam ayahmu ada di Beihuang.
Jika nanti kamu bisa memajukan Paviliun Lingxu
dan membuatnya disegani
di dunia persilatan,
aku akan bisa berkumpul lagi
dengan ayahmu di akhirat.
Tidak, Ibu,
Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan hal ini?
Kamu pasti akan berumur panjang.
Kamu akan bersamaku
melihat cucumu.
cicitmu,.
dan piut-mu tumbuh dewasa.
Yue,
kamu telah merasakan kejamnya dunia persilatan.
Kamu tahu dunia persilatan tidak dapat diprediksi.
Mungkin suatu hari nanti,
kamu sudah meninggal ketika
belum sempat memberitahu keluargamu.
Ibu,
apakah telah terjadi sesuatu?
Tidak ada.
Aku hanya ingin memberitahumu,
jika nanti ibu meninggal,
kamu hanya perlu mengingat kebaikanku.
Ingatlah perasaan di antara kita berdua.
Jangan merasa bersalah dan sedih.
Karena kamu adalah cahaya terpenting
di dalam hidupku.
Ibu,
apa yang Anda bicarakan?
Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi kepadamu.
Aku akan selalu melindungimu.
Ayahmu juga mengatakan hal yang sama kepadaku.
Beberapa hari sudah berlalu,
tetapi masih belum ada kabar dari Nyonya Ketua Muda.
Orang dari Kota Longyin
juga tidak berhenti melakukan pencarian.
Sama sekali tidak ada hasilnya.
Hanya saja,
kita tidak bisa tinggal lama di sini.
Aku takut tidak bisa menunggu kepulangan Nyonya Ketua Muda.
Dulu
Paviliun Lingxu selalu mendukungku.
Tidak peduli apa pun kesalahanku,
ibuku pasti akan memaafkanku.
Tetapi saat ini
Paviliun Lingxu sudah tidak ada lagi.
Aku tidak bisa kembali seperti dulu lagi.
Mungkin ini adalah hal yang baik
jika pada saat ini tidak ada
kabar dari Hua.
Walaupun Rong Jingfeng telah menarik mundur kekuatan Kota Longyin,
tetapi dengan kepribadiannya,
dia tidak akan begitu saja membiarkannya.
Dia pasti akan mengutus orang untuk melakukan pemeriksaan.
Kita tidak bisa tinggal lama di sini.
Lebih baik kita secepatnya meninggalkan tempat ini.
Tenang saja,
Nyonya Ketua Muda akan baik-baik saja.
Hua,
setelah melalui kejadian ini,
apakah perasaan di antara kita
masih sama seperti dulu?
Jika di kemudian hari
kamu mengingatnya,
apakah kamu akan kembali ke tempat ini?
Aku akan meminta keadilan atas
semua kejadian yang telah terjadi.
Aku akan membuat seluruh dunia persilatan
melihat langsung
orang yang licik mengakui kesalahannya.
Pada saat ini
sekalipun kamu sangat saleh,
orang yang meninggal tidak akan bisa hidup kembali.
Jika memohon kepada Buddha berguna,
maka di dunia ini
tidak akan ada begitu banyak ketidakadilan.
Terlebih tidak akan ada orang yang bebas dari hukuman.
Percaya atau tidak,
tergantung kepada hati setiap orang.
Aku hanya berharap doa yang
aku panjatkan dengan tulus
bisa terkabulkan.
Ada beberapa hal
yang sudah menjadi kepastian,
sekalipun ada banyak ketidakadilan.
Siapa yang bisa memprediksi
apa yang akan terjadi di masa depan.
Sebelumnya kamu tidak ragu untuk
meninggalkan Kota Longyin demi Nalan Yue.
Saat ini Paviliun Lingxu telah dihancurkan oleh Kota Longyin.
Apakah tekadmu sudah berubah?
Sebelumnya
aku ingin bunuh diri untuk
memaksa ayahku melupakan niat untuk mengejarnya.
Pada saat itu,
semua rencanaku hancur berantakan.
Aku bertekad untuk mengakhiri hidupku.
Aku berharap untuk mati,
tetapi kamu malah menyelamatkanku.
Aku tahu kamu tidak akan memaafkan Kota Longyin.
Kamu juga akan menggunakan kekuatanmu sendiri
untuk meminta keadilan bagi sukumu.
Karena kamu yang menyelamatkan nyawaku.
Terserah kepadaku
jika ingin membunuhku.
Rong Jingfeng tidak bisa diampuni.
Tidak berlebihan sekalipun semua orang di Kota Longyin
dikubur bersama Keluarga Nalan dan Paviliun Lingxu.
Lakukanlah.
Tuhan telah merencanakan aku untuk menyelamatkanmu.
Apakah kamu tahu mengapa?
Karena kamu adalah putri Rong Jingfeng.
Dia tidak akan
bisa membayar dosanya
sekalipun mati sebanyak 10 kali.
Sebagai orang dari Kota Longyin,
tanggung jawabmu belum selesai.
Kamu yang harus membalaskan
dendam Paviliun Lingxu.
Karena aku masih hidup,
maka aku harus berguna.
Tenang saja,
aku akan memberikan pertanggungjawaban
untuk Kota Longyin dan Paviliun Lingxu.
Berhenti.
Aku tidak bisa tenang memakan bakpaoku.
Dari mana asalmu?
Aku dan Mei Ying sudah memutuskan tali persaudaraan.
Untuk apa kalian terus mendesakku?
Mei Ying?
Kamu...
kamu bukan orang dari Kota Longyin?
Bukan.
Untung saja, untung saja.
Aku mengira dia mengutus orang untuk menangkapku.
Nona,
tadi kamu mengatakan
telah memutuskan
tali persaudaraan
dengan kakakmu.
Selama ini
aku hanya mengira kakakku suka bersaing untuk menjadi yang terhebat.
Tidak disangka,
ternyata demi keuntungannya sendiri,
dia sedikit pun tidak memikirkan hidup orang lain.
Aku tidak bisa menerimanya.
Aku tidak bisa mentolerir kakak yang seperti ini.
Tak apa-apa kalau kamu tidak memerlukan
kakak yang seperti itu.
Tetapi Nona Mei,
ilmu bela dirimu tidak bagus.
Akan sulit bagimu untuk melarikan diri dari kejaran mereka.
Lebih baik...
lebih baik kamu pergi bersamaku.
Ikutlah denganku.
Kita juga bisa saling menjaga.
Bagaimana kamu bisa tahu nama keluargaku?
Aku mengenal kakakmu,
Mei Ying.
Siapa kamu?
Aku...
aku adalah murid dari Nalan Yue,
Guru dari Rong Hua.
Aku juga adalah
Ketua Balai Laozi dari Kota Longyin.
Tetapi
itu semua sudah menjadi masa lalu.
Aku tadi sudah mengatakannya kepadamu,
No comments yet. Be the first to leave one.