Release info

황금정원一The Golden Garden一E25-26 NEXT VIU
황금정원一The Golden Garden一E27-28 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-09-01
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 25"

Silakan duduk.

Ada apa?

Kamu punya masalah denganku?

Kenapa?

Tentu saja tidak.

Bu Shin Nan Sook.

Jangan bilang

kamu lupa namamu sendiri.

Apa

maksudmu?

Jadi,

Shin Nan Sook bukan nama aslimu?

Tentu saja bukan.

Aku tidak paham maksudmu.

Lihat ini.

"Catatan Siswa"

Nama, Shin Nan Sook.

Kediaman, 78 Naegwan-dong, Seoha, Busan.

Siswa tahun ketiga di SMA Wanita Gyeongjin.

Kamu tahu kata orang.

Beberapa orang salah paham terhadap kebaikan orang dan memanfaatkannya.

Kepercayaan Pimpinan Jin padamu membuatmu makin berani.

Bukan berarti kamu boleh menuangkan air panas ke tanganku!

Bu Jin menyuruhmu berhenti menyelidiki kami.

Jadi,

kenapa kamu masih mengorek masa laluku?

Katakan alasannya.

Biar kutunjukkan.

Jika menggunakan kuas,

warnanya keluar secara merata.

Ya.

Apa yang terlintas di benakmu saat melihatnya?

Entahlah. Aku senang terlahir sebagai pria

karena tidak perlu memakai riasan.

Yang benar saja.

Bukan itu jawaban yang benar.

Kita berhasil dalam hidup.

Lihat para wanita cantik yang kita panggil istri?

Lihatlah ibumu.

Tidak akan ada yang mengira usia aslinya.

Dia bisa dikira kakak Sabina.

Ayah, bukankah maksud Ayah kami tampak sebaya?

Sebaya? Kamu ingin seperti ibu-ibu, ya.

Omong-omong, anggota keluarga baru

membuat keluarga ini lebih sering tertawa.

Terima kasih, Sabina.

Aku juga bersyukur, Ayah.

Baik, biar ibu coba yang kamu ajarkan.

Tentu. Silakan.

Baiklah.

Astaga!

Sayang, ada apa?

Sayang.

Ada yang terluka?

- Ibu baik-baik saja? - Mundur. Akan kubersihkan.

Sayang, kamu yakin tidak perlu menjalani pemeriksaan?

Ini pernah terjadi sebelumnya.

Tidak usah ribut-ribut. Tanganku hanya meleset.

Ini akan memburuk.

Anda harus disuntik dan menjalani terapi fisik tiap hari.

jadi, Anda akan membutuhkan perawat.

Sekretaris Han!

Sekretaris Han ada janji, jadi, dia keluar.

Begitu rupanya.

Pekan depan adalah hari pertama bulan September.

Jika seseorang mendoakan kebahagiaanmu di hari pertama,

itu akan membuatmu bahagia selama sebulan penuh.

Kudoakan yang terbaik di bulan September.

Keberadaanmu di sisiku...

Keberadaanmu di sisiku membuatku sangat bahagia

- dan bersyukur... - Berikan padaku.

Apa-apaan itu? Kamu menulis untukku.

Aku tidak tahu.

Pergilah. Aku harus bekerja.

Untuk apa bekerja?

Kamu apakan uang 1.000 dolar dariku?

Aku sudah hampir menghabiskannya.

Lihatlah dirimu.

Aku sudah memperingatkanmu.

Jangan beli es krim hanya karena panas.

Kamu hanya membuang uang karena itu bukan uangmu?

Kamu tahu berapa biaya sewa?

Aku harus membayar tagihan listrik, air, dan biaya makan.

Selain itu, aku harus membiayai sekolah anak-anak.

Pendidikan gratis. Kenapa kamu membayar uang sekolah?

Aku harus membayar 130 dolar untuk pendidikan khusus Sa Rang

di pusat penitipan bulan ini.

Baiklah. Aku akan memberimu 2.000 dolar.

Aku akan memberimu uang, jadi, jangan bekerja.

Kamu tidak bisa mengatur aku boleh bekerja atau tidak.

Aku sangat sehat dan kompeten.

- Aku harus bekerja paruh waktu... - Pokoknya jangan!

Kenapa tidak boleh?

Kamu tidak tahu?

Kamu sungguh tidak tahu alasanku melarangmu?

Aku tidak tahu.

Kenapa kamu bersikap seperti ini?

Karena aku...

Astaga. Lupakan saja.

Lagi pula, aku harus pergi. Pokoknya tidak.

Kamu datang jauh-jauh kemari untuk mengatakan itu?

Tentu.

Aku akan menyamar untuk menangkap pengedar narkoba.

Mereka membawa pisau, jadi, aku bisa saja mati.

- Kamu serius? - Ya.

Tapi

jangan khawatir.

Aku Cha Pil Seung dengan 99 persen tingkat keberhasilan penangkapan.

Sampai nanti.

Sebaiknya aku tidak terluka.

Astaga.

Tolong berhati-hati.

Halo?

Ya. Halo, Pimpinan Jin.

Hari ini?

Dia akan merindukanku semalaman.

Aku harus menunjukkan wajahku

agar dia bisa melewati hari yang melelahkan.

Astaga, aku seperti oasis.

Kenapa kamu terlambat sekali?

Kita harus melacak calo.

Pelankan suaramu.

Aku mengincar pengedar narkoba, bukan calo hari ini.

- Apa? - Ayo.

Siapa yang bermain hari ini?

Naga melawan Harimau.

Kamu tidak mendengarku?

Katakan padaku.

Kenapa kamu begitu lancang dan mengorek masa laluku?

Kenapa kamu tidak mau nama aslimu diungkap?

Pasti ada alasannya

kamu panik hanya karena namamu.

Kukira kamu pintar.

Aku kecewa.

Apa menurutmu

aku marah karena namaku, Shin Nan Sook?

Bukankah begitu?

Tentu saja bukan.

Apa masalahnya?

Tidak ada yang kusembunyikan.

Aku tidak takut kamu menyelidiki masa laluku.

Aku hanya kesal

ada manusia lancang yang ikut campur

dan tidak tahu diri.

Aku takut kotorannya akan mengenai putriku

yang seperti ikan ayu di air jernih

yang bahkan tidak berani kamu lihat.

Kamu tidak perlu khawatir.

Aku tidak punya masalah pribadi

dengan Sabina dan kamu.

Sebaliknya, aku berterima kasih kepada Sabina

karena dia penjaga kedamaian dalam keluarga.

Lalu kenapa kamu melakukan ini?

Kenapa kamu menggali informasi?

Ini demi Pimpinan Jin.

Siapa pun itu,

tidak akan kubiarkan orang itu menyakiti Pimpinan Jin.

Jadi,

maksudmu,

aku berusaha mencelakai Pimpinan Jin?

Kita lihat saja.

Tadi kamu bilang.

Tidak ada yang perlu disembunyikan dari masa lalumu.

Kalau begitu, izinkan aku menanyakan satu hal.

Jika nama aslimu Shin Nan Sook, kamu ibu kandung Eun Dong Joo.

Lalu siapa Sabina?

Aku memeriksa catatan pasien. Tertulis bahwa Eun Jeong Soo

memiliki istri dan seorang putri.

Sabina dari mana?

Mereka sebaya. Bagaimana kamu menjelaskannya?

Kamu meninggalkan putri kandungmu, Eun Dong Joo, di Busan.

Kamu membesarkan Sabina seolah-olah dia putri kandungmu.

Katakan apa yang terjadi.

Itukah sebabnya

kamu melakukan kawin kontrak dan mengubah namamu di Amerika?

Jawab aku.

Shin Nan Sook, apa kebenaran yang kamu sembunyikan?

Jawab pertanyaanku.

Siapa bilang

Eun Dong Joo putriku?

Kamu benar soal itu.

Aku hanya punya satu putri.

Dan tentu saja, itu Sabina.

Kamu hanya mengatakan itu

karena Eun Dong Joo bilang begitu.

Bawa dia.

Aku bisa

langsung melakukan tes DNA dengannya.

Itu yang dia dengar dari Pendeta Kim.

Kamu menikahi Eun Jeong Soo

dan memiliki seorang putri bernama Eun Dong Joo.

Seperti yang kamu bilang, jika Eun Dong Joo bukan putrimu...

Maka,

nama asli Sabina adalah Eun Dong Joo?

Begitukah?

Kenapa diam saja?

Kamu bilang tidak ada yang disembunyikan.

Inikah rahasia yang tidak ingin kamu ungkap?

Nama asli Sabina adalah Eun Dong Joo?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left