The first 200 lines.
Hati- hati, Sayang.
Pegang kepalanya.
Begitu.
Hari ini, hari pertama bayiku di rumah.
Dan ini ayahmu.
Kau tak akan pernah melepaskannya, ya?
Ya?
SELAMAT ULANG TAHUN
Ayah.
Ayah. Ayah.
Ayah!
Jika kita bisa pergi dalam 33 menit, kita tak akan terlambat, ya?
Ayolah.
JANGAN LUPA MATIKAN MESIN KOPI
JANGAN LUPA TELEPONMU. KAU YANG TERBAIK
TARUH PIRING DI SINI
HANYA CANGKIR DI SINI
Baiklah.
- Ayah. - Hei.
- Ayo. - Karen.
Ayah, Cathy. Cathy.
- Baiklah, maaf. Maaf. - Dia...?
Dia... Dia bos Ayah selama...
12 tahun, dan Ayah fotografer utamanya.
Bagus. Bagus sekali.
Ingat, kontak mata. Jangan lupa tersenyum.
Tunjukkan Ayah bersyukur atas kesempatan ini.
Ya, mata, senyum. Paham.
Baiklah.
Sempurna.
Ini dia, Tuan.
- Ayo. - Sebentar.
Sebentar, sebentar.
- Sampai jumpa di sana. - Baiklah.
- Lima belas menit, Ayah. - Baiklah.
Ini praktik Dr. Brooks lagi.
Harap beri tahu kami jika Anda tertarik ikut studi riset kognitif.
Ada tempat baru terbuka, jadi kami menghubungi Anda.
- Kita punya 12 menit. - Ya, Ayah siap.
Ya, Ayah siap.
- Tidak, terima kasih. - Ayah butuh makan.
- Tak perlu. - Ini bukan permintaan.
Baiklah. Terima kasih, terima kasih.
Biasanya lebih ketat.
Dengar, maaf Ayah membentak kemarin.
Aku tahu. Ayah hanya sakit.
- Ya, tapi itu bukan alasan... - Ayah.
- Ayo. - Baiklah.
- Itu... - Tunggu. Tunggu. Tunggu.
SEKOLAH DASAR PARKER HILLS
Semenit lebih awal. Lumayan.
Dari mana Ayah dapat itu?
Ayah tak merokok.
Oh, baiklah. Ayah pikir...
Baiklah.
Ternyata Ayah tidak merokok.
Dengar, jadilah diri Ayah dan tersenyum. Kontak mata.
Ayah mengerti.
Mau coba bersalaman lagi?
Aku akan kembali.
- Selamat pagi. - Hai. Hai.
Silakan duduk di sini.
- Dia akan datang. - Terima kasih.
KEPALA EDITOR
EDITOR TERATAS TAHUN INI DIBERIKAN KEPADA CATHY BARNES
- Nolan. - Hai.
Kita sudah saling kenal terlalu lama. Kemarilah.
- Duduklah. - Terima kasih.
Kami pikir kau tak akan datang.
- Bagaimana kabar Ava? - Baik.
- Ya. - Kabarnya baik.
Dia tangani semuanya dengan sangat baik.
Mengurus rumah, mengurusku.
Dia seperti ibunya.
Rachel selalu sangat serius di kantor.
Tapi cerita-ceritanya.
Sangat kaya.
Sangat banyak nuansa.
- Maaf. - Tidak, tidak, tak apa- apa.
Aku senang mendengar hal-hal itu.
Itu sebagian alasan kupikir akan bagus untuk kembali.
Jadi, omong-omong, kubawa sampel baru. Kupikir akan membantu...
Nolan, mereka baru memberitahuku.
Penerbit tidak akan menyetujuinya.
Apa?
Hanya saja foto-foto terbarumu
tidak sebagus karyamu yang terdahulu.
Aku punya sampel baru yang bisa kutunjukkan jika kau katakan apa...
Nolan.
Aku tahu kau butuh ini, percayalah.
Tapi kondisi tak seperti dulu lagi.
Anggaran ketat,
dan mereka takkan menyetujuinya jika mereka pikir tak masuk akal.
Sialan!
Hai. Maaf. Apakah Dr. Yeboah ada?
- Tentu. Silakan duduk. - Baiklah. Terima kasih. Maaf.
Hati-hati kakimu.
Ke arah sini. Nah.
Berjalanlah ke sini.
Nol.
- Hei. - Hei.
Hei, hentikan itu.
Kau terlalu berbakat untuk kesal karena ini.
- Ayo kita cari makan. - Ya.
Jadi, apa rencananya sekarang?
Entahlah. Tak ada penerbit lain yang mau menemuiku.
- Aku bisa membantumu jika perlu. - Tidak, tak perlu.
- Yakin? - Ya, tak perlu.
Akan ada pekerjaan lain.
Baiklah.
Kau mau bilang yang terjadi pada tanganmu?
Entahlah. Aku hanya...
Entahlah. Aku frustrasi, meninju tembok.
Pemungut tagihan. Siapa peduli?
Sejak kapan kau suka meninju?
Apa maksudmu?
Aku tak pernah melihatmu kehilangan kendali.
Baiklah. Baiklah.
Dan satu lagi.
- Satu dokter lagi? - Ya.
Mungkin kita harus menerima tawaran Dr. Brooks.
Aku tahu dia suka memaksa, tapi mungkin aku salah.
Kubilang riset itu berisiko,
tapi kita sudah coba semua dokter tradisional.
Dan dia salah satu peneliti teratas di bidangnya.
Kita sebaiknya coba, 'kan?
Kau tak perlu mengubah kariermu, Nol.
Kau cukup mengingat siapa dirimu lagi.
RISET & PENGEMBANGAN ILMU SARAF
Aku Dr. Yeboah dari Ortopedi.
Apa dokter bisa menerima temanku?
Hai. Nolan Wright.
Oh, ya. Dokter sedang bersama pasien, tapi coba kulihat.
Terima kasih. Kuhargai itu.
Maaf. Aku harus kembali.
Lihatlah saja, ya?
...dari Neurologi dan Asosiasi Neuropsikiatri Amerika.
Sambutlah ke atas panggung
pembicara utama tahun ini, Dr. Lillian Brooks.
Secara klinis, pria ini mati otak.
Tapi otak lebih kuat dari dugaan kita.
Yang kita lihat ini adalah visualisasi primitif dari ingatan.
Sepuluh tahun lalu, tim saya mengembangkan teknologi ini
untuk orang-orang sepertinya.
Mereka yang dibiarkan mati. Yang sudah lepas tangan atas mereka.
Pertanyaannya, bisakah kita bangunkan mereka?
Dan pertanyaan itu telah mengakibatkan diciptakannya
perangkat kami yang terbaru.
Dr. Brooks siap menerimamu.
Baiklah. Terima kasih.
Terima kasih.
- Halo. - Hai.
Masuklah. Silakan duduk.
"Nolan Wright, 33 tahun.
Mengalami kecelakaan mobil enam bulan lalu yang menyebabkan tewasnya istrinya
dan cedera parah pada kranium dan lobus temporal medial.
Dia ditemukan tidak responsif di tempat
dan berada dalam koma selama tiga hari.
Di hari ketiga, dia sadar
dengan amnesia parah."
Turut berduka soal istrimu.
Aku tahu betapa menyedihkan kehilangan orang yang disayangi.
Tapi aku senang kau akhirnya memutuskan datang.
Aku tahu betapa membuat frustrasi bertemu banyak dokter.
Benar. Dan menurutmu ini akan membantu dengan amnesiaku?
Tampaknya kepalamu telah sembuh dengan baik.
Kau bahkan tak seharusnya selamat.
Ayo kita lihat. Kau telah melakukan EMDR...
uji neurologis, terapi kognitif.
Semua ini bagus, tapi di sini kami menggali lebih dalam.
Apa...? Apa yang kalian lakukan di sini?
Sebelum kujelaskan terapinya,
aku harus memastikan sirkuit ke ingatanmu belum sepenuhnya putus.
Bagaimana caranya?
Apa kau pernah dihipnosis?
Baiklah, duduk tegak, dan santai saja.
Biarkan otot-ototmu jatuh ke kursimu.
Biarkan saja otot-ototmu jatuh ke kursi.
Santailah
dan lepaskan semua di sekelilingmu.
Dan berfokuslah...
pada itu.
Berfokuslah saja.
Berfokuslah pada itu.
Itu saja yang penting. Biarkan itu menyerapmu masuk.
Sekarang, fokus pada pusatnya.
Dan biarkan kelopak matamu menutup.
Matamu...
terasa makin berat.
Biarkan menutup.
Biarkan beristirahat.
Apa ini?
Siapa di sana?
Tak apa-apa. Kau sudah keluar.
Kau sudah selesai.
Apa yang kau lihat?
- Apa yang kau lakukan padaku? - Tidak ada.
Tidak, jangan macam-macam.
Itu hal yang sama yang kulihat di mimpi burukku.
Ada orang di sana. Siapa di sana?
No comments yet. Be the first to leave one.