The first 200 lines.
Pak.
Ini depositnya.
Astaga, makanlah pelan-pelan.
Japchae-nya sudah hampir matang.
- So Yu, cepatlah. - Baik.
Astaga, lihat semua makanan ini.
Aku mengerti kenapa kamu bersikeras memasak untukku.
Siapa yang bersikeras?
Ibumu menyuruhku makan malam sebelum aku pulang.
Ibuku hanya berusaha bersikap baik.
Hei.
Ibu tidak hanya berusaha bersikap baik.
Makanlah.
Baik. Ibu juga harus makan.
Aku akan makan nanti saja. Jangan khawatir.
Aku selalu ingin memasak untukmu.
Kenapa Ibu berbicara dengan santai kepadanya?
- Kapan ibu bicara seperti itu? - Baru saja.
Apa aku berbicara seperti itu?
Astaga, Ibu melakukannya lagi.
Ibuku suka memasak untuk orang lain.
Dia memasak untuk ayah Eun Byeol dan Se Hyun.
Jadi, jangan mengartikan ini...
Se Hyun, apa kamu bisa bangun?
Aku sudah menelepon sopir untukmu, jadi, aku akan mengantarmu pulang.
Tidak.
Aku harus pergi ke suatu tempat.
Kamu harus pergi ke mana? Kamu sangat mabuk.
Aku baik-baik saja.
Se Hyun.
Astaga.
Jadi, maksudmu perusahaan tempatmu bekerja...
Astaga, aku tidak tahu harus memanggilmu apa.
Dia seorang direktur eksekutif.
- Direktur eksekutif? - Ya.
Kamu sangat sukses di usia muda.
Lalu apa kamu bekerja di perusahaan yang sama dengan Se Hyun?
Ya, kami tumbuh seperti saudara sejak masih muda.
Aku rasa kalian semua terhubung oleh takdir.
Omong-omong,
dari mana kamu tiba-tiba mendapatkan uang sebanyak itu?
Uangnya ada di bagasi mobil.
Apa orang kaya menyimpan 50.000 dolar di bagasi mobil mereka?
Tidak, bukan begitu.
Aku menyiapkannya agar So Yu terkena masalah tempo hari.
Namun kemudian, aku lupa tentang uang itu.
Kamu melupakan uang sebesar 50.000 dolar?
Uang yang kamu berikan kepadaku saat aku ke kantor polisi?
Kamu membawanya selama ini?
Uang itu untukmu, jadi, jangan malu menggunakannya.
Kamu memang seperti seseorang dari dunia yang berbeda.
Hei, Ji Yoon.
Se Hyun? Tidak, dia belum pulang.
Apa? Se Hyun?
Dia terus mengatakan harus pergi ke suatu tempat.
Tapi dia terlihat sangat mabuk.
Ya. Jadi, aku menurunkan dia di depan rumahmu,
tapi kurasa dia masih pergi ke tempat tujuannya.
Baiklah. Terima kasih.
Aku akan mencoba meneleponnya.
"Ibu"
Nomor yang dituju tidak menjawab. Anda akan dialihkan ke kotak suara.
Silakan tinggalkan pesan...
"Nona Yoon"
Pergilah ke rumah Eun So Yu.
Ji Yoon minum-minum dengan Se Hyun
dan mengantarnya di depan rumah kami.
Tapi dia tidak pulang, dan tidak mau menjawab teleponku.
"So Yu"
"Aku di depan rumahmu"
"So Yu, aku di depan rumahmu"
Aku di depan rumahmu.
Aku akan melunasinya begitu mendapat pinjaman.
Jangan merasa tertekan.
Sebaliknya, berjanjilah satu hal.
Apa itu?
Jangan beri tahu Se Hyun.
Jika dia tahu dan salah paham, itu akan membuat semuanya rumit.
Se Hyun.
Se Hyun.
- Apa masalahmu? - Kenapa kamu tidak menjawab?
Se Hyun!
Aku sudah memperingatkanmu, bukan?
Apa kamu serius?
Apa hubungan kita sedangkal ini?
Apa kamu meminjamkan uang kepada So Yu?
- Biarkan aku jelaskan. - Apa kamu pinjamkan uang kepadanya?
Ya, itu benar.
Pergilah.
- Ada apa... - Aku bilang pergi!
Aku akan mentransfer uang yang kamu pinjamkan ke So Yu besok.
Mari kita bicara ketika kamu sadar.
Direktur Eksekutif Choi!
Lepaskan aku.
Apa yang kamu lakukan? Kamu bilang kamu ingin bicara.
Apa kamu mabuk?
Meski kamu mabuk, ini tetap kelewatan.
Aku menginginkanmu.
Se Hyun.
Ada apa?
Se Hyun.
Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seperti ini?
Kamu juga menyukai aku, kenapa aku tidak dapat memilikimu?
Se Hyun.
Disingkirkan bukanlah cinta.
Berhentilah mencari alasan, So Yu.
Aku hanya ingin tahu bagaimana perasaanmu sekarang.
Aku tidak tahu.
Maafkan aku.
Kenapa kamu tiba-tiba bertingkah seperti orang yang sangat berbeda?
- Aku merasa gugup. - Apa yang membuatmu gugup?
Aku takut akan kehilangan dirimu.
Kepada Seo Jun?
Itu tidak masuk akal.
Itu tidak akan pernah terjadi.
Kamu tidak tahu.
Aku tidak tahu apa yang kamu maksud dengan itu,
tapi ini sungguh salah.
Aku tidak akan menikahimu seperti anak yatim yang diadopsi
hanya karena kamu merasa gugup. Aku tidak bisa melakukan itu.
So Yu.
Apa yang terjadi?
Apa? Motel?
Apa mereka masuk bersama?
Direktur Hong naik taksi.
Tapi ada masalah, Bu.
Masalah?
Direktur Hong memukul Direktur Eksekutif Choi.
Apa? Se Hyun memukul Seo Jun?
Apa?
Mereka bilang tidak mengerti bagaimana dia meraih gelar magister?
Panggil mereka dan buat mereka berlutut di hadapan ayah.
Ayah akan mendapat masalah jika melakukan hal itu zaman sekarang.
Ini akan menjadi topik hangat di internet dan akan ada videonya.
Ayah sudah lihat bagaimana Ketua Jang kehilangan segalanya.
Siapa bilang aku takut?
Lagi pula, menjelek-jelekkan Seo Jun yang bersekolah di luar negeri
bukan masalah besar bagi mereka.
Orang-orang bahkan menghina raja.
Kamu tidak peduli karena itu bukan urusanmu.
Ayah, hal yang harus kita pikirkan saat ini
adalah karyawan berpikir Se Hyun adalah sosok penting
perusahaan ini.
Apa Ayah ingin Seo Jun menjadi ketua boneka?
Ketua boneka?
Maksudku boneka yang dikendalikan dengan tangan.
Se Hyun akan mengikat Seo Jun ke tangannya seperti ini
dan memintanya untuk menandatangani banyak hal.
Dia tidak akan berani melakukan itu kepada Seo Jun.
Dia akan melanjutkan garis keluarga setelah ibunya dan tetap setia.
- Ayah. - Astaga, sudah cukup.
Astaga.
Direktur Eksekutif Choi.
Seo Jun.
Seo Jun, apa kamu berkelahi?
Siapa yang melakukan ini kepadamu?
Siapa yang berani membuat anak ayah berdarah?
Tidak apa-apa, Ayah.
Ceritakan apa yang terjadi. Jika kamu pergi ke atas,
kamu tahu ayah akan menyuruhku mencari pelakunya.
Berandal macam apa yang berani...
Bukan siapa-siapa, Ayah.
Aku hanya berpapasan dengan pria mabuk.
Tunggu.
Aku rasa dia tidak berkelahi. Dia hanya menabrak seseorang.
- Beraninya... - Mau kubawakan obat penenang?
Lakukanlah.
- Lakukan apa? - Maksud ayah, telepon Bu Hong!
Kurasa dia tidak akan bisa menemukan pelakunya.
Cepat telepon dia sekarang!
Baiklah, Ayah.
Aku tidak membuatnya berdarah. Kenapa Ayah begitu marah padaku?
"Bang Yoon Tae"
Ya, Pak Bang.
Ya, Ketua Choi.
Seseorang memukul Seo Jun.
Seo Jun dipukul?
Apa kamu tahu siapa yang memukulnya?
Aku tidak tahu.
Dia bilang dia bertemu pemabuk, tapi bibirnya berdarah.
Apa lukanya serius?
Aku akan pergi sekarang, Pak.
Tidak, tidak perlu.
Aku ingin pengawal melindunginya mulai besok.
Pastikan dia tidak pernah sendirian.
Baik, Pak.
Eun So Yu.
Eun So Yu.
Bedebah itu.
Lihat saja nanti.
Aku akan menunjukkan kepadanya
betapa setianya aku.
Aku akan mentransfer uang yang kamu pinjamkan ke So Yu besok.
Berapa banyak yang kamu pinjamkan kepada So Yu?
Beri tahu jumlah dan nomor rekening bankmu.
Astaga.
Baiklah. Jika aku terlibat dalam masalah pacarmu lagi,
kamu bisa memanggilku orang bodoh dan mesum!
- Selamat pagi. - Hei, duduklah.
Sepertinya kamu banyak minum,
No comments yet. Be the first to leave one.