The first 200 lines.
Aku tiba-tiba berubah menjadi manusia.
SEBELUMNYA
Siapa kau?
Katakan apa maumu.
Aku akan membantu memulihkan ingatanmu.
Karena aku juga ingin tahu
siapa dirimu sebenarnya.
Ibu.
Ibu melihat Tofu?
Tunggu.
Hei, kau baik-baik saja?
Dia tampan.
- Neung. - Nut.
Nut.
Kenapa kau tak berpakaian?
Kau juga tak berpakaian.
Saen, bisa ambilkan sendok?
Terima kasih.
Pangeran Kecil, bukan begitu cara memotongnya.
Kau harus mengeluarkan ini.
Saen.
Mari makan di kebun lagi, dengan Pangeran Kecil.
Kita bertiga. Kedengarannya bagus?
Ya.
Aku berangkat, Ibu.
Sarapan dulu. Ini hampir selesai.
Tidak, aku buru-buru.
Kalau begitu, bawalah bekal ini.
Ayahmu dan ibu membuatnya. Ini favoritmu.
Bisakah Ibu berhenti membicarakan Ayah?
Aku berangkat kerja.
Begitulah dia.
Jangan hiraukan dia.
Jangan lakukan sendiri. Ini panas.
Aku akan bukakan gerbang untuk Nut.
Baiklah.
Pangeran Kecil.
Saen dan aku akan menunggu di kebun.
Baiklah.
Jangan takut.
Kami tetangganya Na.
Aku melihatmu sekilas. Kau tinggal di sini?
Siapa namamu? Dari mana asalmu?
Apakah sementara atau permanen?
Kau tak bisa menjawab. Apa rahasia?
Bukan rahasia.
Aku tak tahu kapan harus menjawab atau jawab siapa dulu.
Kau pria yang lucu.
Hei, kami bukannya mau ikut campur.
Kami hanya ingin mengenalmu karena kita tetangga.
Benar. Aku Jan.
Aku Nhong.
Aku Chu. Di sini bersama Nhong dan Jan.
Aku Tofu. Aku baru pindah ke rumah Nut.
Aku merawat ibunya.
Tofu terdengar seperti nama yang lezat.
Kau bisa menanyakan apa pun. Aku senang membantu.
- Tentu saja. Terima kasih. - Benar.
Pangeran Kecil, ayo. Mari makan.
Kurasa dia memanggilku. Aku harus pergi.
Benar.
Baiklah.
Itu aneh.
Na tinggal sendirian selama ini tanpa ada yang merawatnya.
Kenapa Nut tiba-tiba mempekerjakan perawat?
Itu karena dia bukan perawat biasa.
Apa?
23 JULI
Foto dari Mae Rim, Chiang Mai, tadi malam.
Pangeran Kecil.
PANGERAN KECIL
Pangeran Kecil.
- Apa? - Apa?
- Dia telanjang? - Apa?
Dia jatuh dari balkon rumah Nut?
Bukankah rumah tangga ini menarik?
Entah perawatan mendetail apa yang dia berikan sampai harus telanjang.
Dan Na memanggilnya "Pangeran Kecil".
Hanya orang sakit yang bisa melakukan ini.
Bukan itu berlebihan?
Kurasa bukan begitu.
- Lalu apa? - Hei.
Mungkin dia sedang mandi
dan ingat handuknya ada di balkon.
Dia mau mengambilnya.
Namun, dia tidak sengaja terjatuh dari balkon.
Bukan begitu.
Dia tidak basah saat terjatuh.
Tidak ada handuk juga.
Dia mungkin sedang membersihkan balkon
dan dia melepas pakaiannya agar tidak kotor.
Lalu dia terpeleset dan jatuh saat sedang menggosok.
- Astaga. Kau tinggal di dunia mimpi? - Astaga.
Berhentilah bersikap optimis.
Anak-anak zaman sekarang bergerak cepat.
Seberapa cepat maksudmu?
Aku melihatnya memanjat balkon Nut semalam.
Dia menyelinap ke kamar di tengah malam.
Pagi itu pasti tidak jauh berbeda.
Astaga.
Astaga.
Akhirnya, mereka berakhir di ranjang.
Aku penasaran
apakah Na tahu sejauh apa hubungan putranya dan perawat itu.
Astaga.
Dia akan menggila saat tahu.
Astaga.
Astaga. Seorang wanita.
Anjing gila!
- Siapa yang gila? - Jan.
Apa terlihat bagus?
Pangeran Kecil datang.
Saen suka jus jeruk.
Ini Saen.
Nanti kita lanjutkan baca Pangeran Kecil.
Hari itu sangat lucu.
Aku sedang membaca Pangeran Kecil dan dia sungguh jatuh dari langit.
Aku hampir terkena serangan jantung.
Untungnya, kau bilang bahwa kau yang mengirimnya ke sini.
Sudah diperbaiki?
Sudah. Aku menambahkan banyak untuk menyenangkannya.
Aku takkan bisa berkata-kata jika dia tak menyetujuinya.
Sepertinya kau terpaku pada hal itu.
Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?
" Cinta Pertama. "
Apa ini berarti…
Berarti apa?
Kesempatan sudah datang.
Aku sudah lama ingin melakukannya.
Kurasa sudah waktunya.
Waktu untuk apa?
Waktunya rapat.
Panggil Prib. Di mana dia?
Hari ini dia cuti.
Begitu rupanya. Makanya aku merasa fokus pagi ini.
Hari ini dia cuti?
Ke mana dia pergi?
Entahlah. Dia bilang itu mendesak.
Memangnya dia bisa begitu?
Kami ada rapat dengan Juea hari ini.
Benar.
Itu sebabnya dia memintamu melakukan presentasi menggantikannya.
Untuk yang ini, akan aku ambil.
Sampai jumpa.
Apa-apaan?
TATARN KLAIANANT
CHIANG MAI
Bagaimana keponakanku, Dokter?
Ada retakan di tengkoraknya.
Retakannya kolaps ke dalam rongga otak.
Aku sudah mengoperasinya.
Kapan dia akan siuman?
Kami harus memperkirakan kesadarannya.
Dia mengalami henti jantung selama operasi.
Tanda vitalnya sudah kembali normal.
Kita harus menunggu dan melihat seberapa cepat dia pulih.
Berapa lama kita harus menunggu?
Aku tak yakin.
Tergantung pada pasiennya.
Kemungkinan terburuknya, jika dia masih belum sadar,
dia mungkin akan tetap seperti ini seumur hidupnya.
Halo, Pak. Aku juniornya Tarn.
Apa yang terjadi padanya?
Aku juga ingin tahu.
Ini tempat Pak Tatarn ditemukan. Dia diserang.
Saat fajar hari itu, warga desa setempat kebetulan ada di sini.
Hei, apa itu orang?
Hei.
- Keretanya datang. - Pindahkan dia.
Untungnya, mereka bisa memindahkan Pak Tatarn tepat waktu,
jika tidak, dia akan dilindas kereta.
Bagaimana Tarn bisa ada di sini?
Ini area terpencil tanpa kamera pengawas.
Kami juga tidak tahu bagaimana dia bisa ada di sini.
Namun, ada kemungkinan dia dirampok.
- Dirampok? - Ya.
Polisi setempat mencari buktinya, tetapi kami tidak bisa menemukan apa pun.
Kami hanya menemukan mobilnya diparkir sekitar satu kilometer dari sini.
Awalnya,
tidak ada yang tahu siapa dia
sampai seseorang di rumah sakit mengenalinya.
Kami menghubungi perusahaan seluler untuk memeriksa catatan panggilannya.
Dari situ kami tahu kalian dua nomor terakhir yang meneleponnya.
Makanya kami meminta untuk menginterogasi kalian.
KANTOR POLISI SARAPEE
Dulu aku mengenalnya.
Kami dekat karena kami satu universitas di Jepang.
Tarn dan aku terkadang bertemu.
Namun, tidak sering.
Aku meneleponnya untuk percakapan keluarga biasa.
- Apa kau keluarganya? - Aku pamannya.
Bagaimana denganmu? Apa hubunganmu dengan Pak Tatarn?
Secara teknis, kami hanya teman.
Namun, aku ingin menjadi lebih dari itu.
Orang tua Tarn sudah meninggal. Dia putra tunggal.
Semua kerabatnya ada di Bangkok.
Mereka hampir tidak bicara.
Aku berpikir harus menjenguknya sesekali
karena dia di sini sendirian.
Namun, tidak sering.
No comments yet. Be the first to leave one.