The first 200 lines.
"Drama ini adalah fiksi berdasarkan peristiwa sejarah"
"Yang menampilkan organisasi dan karakter fiktif"
Lokasi terpencil
tempat wanita hidup sendiri.
"Episode 15"
Tempat orang luar kota bisa datang tanpa terlihat.
Tempat yang bisa membuat pencandu opium berbau dupa.
Rumah dukun.
Berarti dia dukun.
Rumah dukun itu pasti tempat persembunyian Kim Yong-ju.
Kau akan butuh waktu untuk menemukannya.
Ada sekitar 43 rumah dukun yang aktif di Hanseong.
Aku dengar sendiri dari makelar, jadi, informasinya pasti benar.
Ada yang bisa temukan cepat.
Siapa?
Kau baru jumpa mereka.
Mereka kenal baik Hanseong dan akan menggeledah seluruh rumah.
Geledah semuanya!
- Astaga! - Ayo.
Ya, Pak!
Mundur atau akan kubunuh dia.
Siapa pun yang Nona lihat di jembatan dekat pintu masuk,
entah dia tukang sampan Anda atau bukan...
dia harus dibunuh.
Kenapa...
harus aku?
Guruku bisa.
Seung-gu selalu membiarkan emosinya
menghalangi tindakannya.
Dia bukan penembak berdarah dingin.
Ini harus dilakukan penembak terampil yang tidak akan gagal.
Andai dia keluar dari sini hidup-hidup,
harus ada seseorang yang tahu informasi rahasia
bahwa orang Amerika bersenjata datang ke markas komandan Pasukan Kebenaran.
Satu-satunya yang sesuai untuk tugas itu
adalah Nona.
Jika dia memang menuju ke sini,
semata-mata bertujuan melindungimu
dan bukan melukaimu.
Aku yakin begitu.
Sepengetahuanku,
jalan pria itu selalu terhormat
dan benar.
Karena itu aku akan tetap
pada pendirianku.
Bukankah kau harus di sana?
Nona Ae-sin akan
melakukan yang seharusnya
dan begitupun pria itu.
Aku hanya bisa memercayai mereka.
Bagaimana jika tidak sesuai rencana?
Jika itu yang akan terjadi,
maka semoga terjadilah
sebelum terlambat.
Mana pria yang mendatangimu?
Apakah hanya keberadaan dia yang penting bagimu?
- Kau membunuhnya? - Apa tindakanmu kepada seorang utusan?
Berarti kau pun akan memahami situasi ini.
Joseon sedang diserang.
Amerika bersikap adil dan jujur,
tapi mereka telah membantu Jepang juga.
Mungkin aku tidak bersenjata saat ini,
tapi sebuah senapan dibidikkan kepadamu.
Aku akan memberimu pilihan.
Entah mati di sini
atau tinggalkan Joseon hidup-hidup.
Bahkan rakyat Joseon meninggalkan negara mereka sendiri.
Kenapa aku percaya orang Amerika?
Aku tak peduli
siapa yang memerintah Joseon.
Aku tak peduli soal tujuan organisasi kalian.
Yang aku inginkan
hanya dua hal.
Kau berumur panjang.
Dan Ae-sin
tidak mati.
Itu Kim Yong-ju, bukan?
Ya, pria ini yang menangkapnya
dan membawanya kepada kita.
Kenapa kau serahkan dia?
Kalian bisa mengurusnya sendiri
sebagai rakyat Korea.
Orang Amerika menyebutku orang Korea
dan orang Korea menyebutku orang Amerika.
Entah jalan mana yang akan kupilih mulai sekarang,
jadi, ini adalah
satu-satunya kesempatanmu.
Aku tak akan melarikan diri dari negara ini lagi.
Jadi, tembak aku.
Aku tak mampu membalas kebaikanmu dahulu, jadi, ini untukmu.
Lagi pula, ada tiga senapan
dibidikkan kepadaku.
Pergi.
Kau tak boleh membiarkannya pergi.
Kita sudah banyak kehilangan.
Tak bisa menerima kehilangan lagi.
Maafkan aku.
Pergi.
Kapten.
Pergi saja.
Semoga kau panjang umur.
Kurasa kita tak akan bertemu lagi.
Yang kuminta dari Nona sudah selesai.
Aku berpikir lama dan keras
saat melihat keduanya.
Melihat caranya memapah pria itu ke sini,
kurasa mereka kenal baik.
Apakah pria
yang dibawa kemari
membunuh misionaris itu?
Apakah pria
yang dibawa kemari
adalah pembunuh orang tuaku?
Ternyata Seung-gu bukan guru yang baik.
Bukankah dia mengajari Nona untuk tidak bertanya?
"Jangan bertanya.
Jangan menyesali misi yang gagal.
Kau harus menerima aib.
Lari jika ketahuan.
Jika tertangkap akan mati. Mati dan akan terlupakan."
Karena itukah
aku tetap tidak boleh tahu
bagaimana orang tuaku meninggal?
Bagaimana jika Nona tahu?
- Nona mau apa? - Aku akan pertimbangkan saat sudah...
Ya, dia orangnya.
Dialah orang yang membunuh
orang tua Nona.
Setelah Nona tahu, mau Nona saja yang mengurusnya?
Jika demikian, maukah Nona membunuhnya
dengan tangan sendiri?
Jika pilihan itu tersedia...
seharusnya beri tahu lebih awal.
Seorang pria Amerika
tewas dibunuhnya
dan seorang lagi membahayakan nyawanya.
Gadis yang kehilangan orang tuanya
harus mundur dalam kesengsaraan
walau musuh bebuyutannya sangat dekat.
Semoga...
keputusanmu ini
membawa hasil lebih baik daripada kemarahanku.
"Tanaman Bunglon"
Orang Amerika itu
menyerahkan Kim Yong-ju kepada kita?
Dia sungguh melakukan itu?
Ya, Tuan.
Kalau begitu,
limpahkan semua kesalahan
kepada Kim Yong-ju.
Tolong bersihkan nama baik sang Misionaris
dan kembalikan reputasinya.
Kasus ini sudah ditutup,
jadi, kita bisa urus pelaku sebenarnya diam-diam.
Menarik ucapan kita kembali
hanya akan menodai martabat negara kita.
Tidak ada gunanya.
Itukah permintaan orang Amerika itu?
Tidak, itu permintaanku kepada Anda.
Yang penting baginya
adalah niat baik dan kehormatan misionaris itu tetap terjaga.
Dia telah menunjukkan kebaikannya,
jadi, kita harus membalasnya setidaknya sekali.
Itukah rencanamu untuk mendapatkan dia?
Apakah kau yakin
bisa mendapatkan dia dengan melakukan itu?
Tanpa sadar, aku sudah mendapatkannya.
Tapi kini aku kehilangan dia.
Apakah ini lelucon?
Kim Yong-ju sudah tertangkap.
Sebagai Kepala Polisi, bukankah kau harus bertindak?
Tuan Lee Jeong-mun sendiri yang menginterogasi.
Pengawal kerajaan sedang berjaga, jadi, sulit untuk mendekatinya.
Lee Jeong-mun masih saja bersemangat di usianya ini.
- Aku mengagumi semangatnya. - Bagaimana jika Yong-ju mengadukan Anda?
Kegelisahan ini menyiksaku.
Orang gelisah tidak mati.
Kau tak lihat aku selamat dari tembakan?
Kita memanfaatkan Kim Yong-ju dengan baik.
Aku ragu pencandu itu akan mengadukanku.
Lagi pula, dia akan mati.
Biarkan itu jadi ajalnya.
Satu lagi.
Siapa yang menangkapnya?
Itu yang aneh.
Ahli pedang Jepang menangkap dan menyerahkannya ke AS.
Serius?
Sebanyak apa pun uang yang kuhabiskan,
tetap tidak bisa menyewa orang yang andal.
Entah apa trik orang Amerika itu hingga selalu dibantu.
Apakah Lee Wan-ik yang mengendalikan semua?
Berhenti menanyaiku...
dan bunuh saja aku.
Lagi pula, aku akan dihukum mati.
Jika kau jujur, kau mungkin diampuni.
Apakah Lee Wan-ik
yang mengendalikan semua?
Siapa Lee Wan-ik ini?
Bahkan orang sepertimu punya tanggungan.
Kalau begitu,
No comments yet. Be the first to leave one.