The first 200 lines.
Cheon Moo-yeong?
- Kaukah itu? - Ya, ini aku.
- Bagaimana kau… - Bisa selamat?
Cukup basa-basinya. Moo-yeong sudah mati. Aku sendiri yang melihatnya.
Mengakulah, siapa kau?
Ini aku.
Temanmu, Moo-yeong.
Ini bukti kita bertiga selalu bersatu.
Siapa pun yang melanggar sumpah ini mati di tanganku.
Bagaimana jika ini kuhilangkan?
Aku akan mencekokimu tahi rusa.
- Tahi rusa… - Gak mau!
Kenapa kau memiliki itu?
Karena aku tak mau makan tahi rusa.
- Tidak mungkin. - Aku merindukanmu.
Kau si Topeng Merah Putih?
Apa maksudmu?
Kau belum berubah sama sekali. Selalu emosi.
Siapa kau?
Gubernur Jenderal mengincarku.
Sebentar lagi identitasku akan terungkap.
Hukumlah aku! Kakakku melakukan ini karena aku…
Tidak, aku telah membahayakanmu, Nyonya.
Jangan menangis.
Kadang, gisaeng harus berhenti jadi bunga dan tumbuh seperti rumput liar.
Jangan biarkan pestisida mengganggumu.
Baik, aku janji.
Jae Yoo, awasi Gubernur Jenderal.
Dan…
jangan sampai terluka.
Baik, Nyonya. Sesuai instruksimu.
Kini bagaimana nasib Myoyeongak?
Tetap kelola seperti biasanya.
Aku akan lindungi Myoyeongak.
Nyonya, kau sebaiknya keluar.
Apa yang kalian lakukan?
Tolong hentikan.
Kalian menganggapku bodoh atau bagaimana?
Ryu Hong-joo.
Kau sudah gila?
Sebaiknya jangan.
- Dia mengenai titik vitalmu. - Ditambah, oleh pedang dewi gunung.
Apa yang ingin kaulakukan?
Kau ada dua.
Dan pecandu opium di Manchuria adalah yang asli.
Sial, aku ketahuan.
Namun,
- aku juga Lee Yeon sungguhan. - Tapi kau bukan dari era ini.
Dia kehilangan banyak darah.
Aku heran bagaimana kau hidup kembali.
Taluipa tak pandang bulu dan tak akan menghidupkan yang dia bunuh.
Aku juga mencari jawaban atas siapa yang membangkitkanku.
Apakah aku hidup atau mati.
Apa yang terjadi di hari keempat dewa gunung terpilih?
Katakan! Apa yang kaulakukan sampai menghancurkan pertemanan kita?
Aku membunuh…
kakak Moo-yeong.
Gila.
Namun…
aku tak menyesalinya.
Diamlah.
Aku tak boleh mati di sini.
Aku harus kembali.
- Dia sudah kehabisan napas. - Menurutmu bagaimana?
Yang bisa menyelamatkannya…
hanyalah kau.
EPISODE ENAM Subtitle by Amazon, Resync by surya_27895 for NEXT ver.
MI HANGMYEONOK
Kurasa kedainya sudah tutup. Mau ke tempat lain?
Tidak. Aku hanya mau makan di tempat pilihanku.
Buatkan dua mangkuk naengmyeon.
Kami sudah tutup. Tak menerima lagi pelanggan.
Aku mau naengmyeon.
Kau kenyang makan seperti itu?
Aku sudah kenyang.
Pria suka wanita misterius.
Wanita yang makannya sesedikit burung
dan bahkan tak pergi ke toilet.
Kenapa? Ada sesuatu di wajahku?
Kau misterius.
Benarkah?
Seorang pramuniaga yang ternyata adalah putri duyung.
Iblis blasteran berkaki lemah yang benar-benar pandai menghancurkan.
- Pandai menghancurkan? - Kau bisa menghancurkan dengan vokal.
Kau mewarisi suaramu dari ibumu?
Aku benci suaraku.
Padahal aku bernyanyi hanya untuk menghibur orang.
Tapi terkadang aku melakukan itu.
Berhenti mengeluh. Itu adalah anugerah.
Kau punya kekuatan untuk bertarung dan melindungi diri sendiri.
Begitukah?
Kalau begitu, aku akan melindungimu.
Untuk apa kau melindungiku?
Karena masih ada lima permohonanku yang belum kaukabulkan.
Kau pantang menyerah, ya?
Tolong, tagihannya.
- Pulanglah. - Kau tak mau mengantarku?
- Itu permohonanmu kali ini? - Tidak. Buat nanti saja.
- Selamat istirahat. - Ya.
BUTIK OBOK
Yang melakukan ini kepadamu
adalah rubah ekor sembilan itu?
Benar.
Dia bisa berubah wujud. Pemilik Myoyeongak adalah teman mereka!
Kita harus habisi mereka!
Lee Yeon.
Serunya.
Tampaknya Joseon dipenuhi dengan iblis yang bisa dimanfaatkan.
Percepat pekerjaan di tambang emas.
Beri mereka perintah.
Kau tak akan menindak Myoyeongak?
Kita sedang berperang. Ekspansi militer harus diutamakan.
Kalau kita, saatnya pergi ke laboratorium.
Kita punya iblis Joseon baru yang bisa dijadikan mangsa.
Tidak!
Mereka bukan mangsa.
Mereka adalah senjata perang baru untuk Kekaisaran!
Baik.
Ada yang kautemukan?
- Mereka menunda razia Myoyeongak. - Dan Kepala Komisaris?
Kudengar dia ke sebuah laboratorium bersama tangan kanannya.
- Laboratorium apa? - Soal itu…
Itu amat dirahasiakan, jadi aku tak tahu banyak.
Tapi rumornya, para sandera di sana bukanlah manusia.
Kau sudah datang.
Perkenalkan, ini anggota baru kita.
Wah! Jadi anggota lainnya adalah mereka?
Mari lihat barang dari Manchuria dahulu.
Ini yang kuambil dari Stasiun Gyeongseong?
- Bom sungguhan? - Kau pasti tahu
bahwa mengimpor dan membawa bom merupakan kejahatan serius.
Jadi mulai sekarang, kita harus saling melindungi.
Sekalipun kita ketahuan, aku akan mengaku melakukannya sendirian.
- Aku juga. - Sama.
Dan kita adalah Korps Sukarelawan Kemerdekaan.
Kapan tanggalnya?
Kita akan menerima perintah dari Manchuria sebentar lagi.
Permisi sebentar.
- Kenapa kau di sini, Pak? - Aku Penjaga Sungai Kematian.
Aku memang sering menyaksikan kematian, tapi ini sudah keterlaluan.
Perang, penyiksaan, dan kerja paksa… Manusia tak pantas bernasib seperti itu.
Taluipa tahu soal ini?
Dia bisa marah besar. Dia tak suka terlibat dalam urusan manusia.
Ini rahasia.
Tuan Lee Yeon juga tak tahu aku di sini.
Senang bisa bersama kalian.
Bagaimanapun, kita iblis Joseon.
Kita tak mungkin diam saja melihat negeri kita direnggut, 'kan?
Kalian sungguh hebat, Kamerad.
Rupanya kau masih punya bakat itu.
Dia akan siuman dalam 12 jam.
Kenapa menyelamatkannya?
Bukankah kau bilang kau mati gara-gara dia?
Aku membawa Yeon ke masa lalu untuk mengembalikan
- semuanya seperti sediakala. - "Seperti sediakala"?
Keluargaku dan hutan yang kujaga.
Aku ingin membangkitkan mereka.
Agar terwujud, aku butuh dia.
Karena Yeon yang satu ini memiliki sesuatu yang tak dimiliki Yeon di era ini.
Apa yang dia miliki?
Nanti kau juga tahu.
Apa dia tahu kau si Topeng Merah Putih?
Sut.
- Yeon, aku takut. - Iblis kelaparan tinggal di hutan ini.
Makhluk yang memangsa hewan dan bahkan manusia!
- Hei, berhenti menakut-nakutinya. - Baiklah.
- Taluipa pasti sudah sadar kita pergi. - Ayo kembali sekarang.
Kalau bertekad untuk kabur, jangan setengah-setengah.
Tunjukkan saja yang kalian bawa.
Hong-joo, kau mau membuka kedai atau bagaimana?
Aku tak bisa menahan lapar.
Apa itu?
- Aku tetap harus belajar. - Ya ampun, Cheon Moo-yeong.
Kau membawa dalaman?
Pokoknya aku harus punya dalaman bersih.
Dan ada ini.
Ini dia!
- Itu sisir favorit Taluipa! - Ini balasan karena dia menyiksa kita.
Ini bukti kita bertiga selalu bersatu.
Siapa pun yang melanggar sumpah ini mati di tanganku.
Bagaimana jika ini kuhilangkan?
Aku akan mencekokimu tahi rusa.
- Tahi rusa… - Gak mau!
Maafkan aku, Yeon.
Sejujurnya,
aku tak peduli apa kau dari masa lalu.
Aku akan melindungimu.
Dan Moo-yeong.
Dengan caraku sendiri.
Sekalipun ada pertumpahan darah.
Kita akan merekrut gisaeng baru?
Di saat seperti ini?
Myoyeongak tetap buka sampai Nyonya Ryu berkata sebaliknya.
Astaga.
- Ada berapa orang? - Akan ada enam kandidat.
Nyonya yang akan menyeleksi mereka.
Usia berapa? Mereka cantik?
Dia selalu benci yang cantik, kecuali Nyonya Ryu.
Diam. Kau bukan salah satu dari mereka.
- Hei! Tetap awas dan lapor padaku. - Baik.
No comments yet. Be the first to leave one.