The first 200 lines.
Aku berjanji.
Aku akan tinggal dan menjagamu
juga mengurus Nut.
Aku tidak akan pernah pergi.
Mari kita buat sisa kenangan ibumu
sebagai kenangan indah.
SEBELUMNYA
Yang tidak bisa direnggut oleh Alzheimer dari kita…
adalah cinta.
Aku juga ingin berfoto.
Berfoto keluarga.
Sebaiknya kau tanya ayahmu.
Jika Ayah setuju,
kita harus berpakaian lebih baik dari ini.
Aku sudah muak!
Aku muak ditekan oleh semua orang,
termasuk Sib, Pak Sakon,
Bu Ching, dan kau.
Kau sudah mau pergi?
Kenapa terburu-buru?
Kau membujukku untuk menginap. Apa yang harus kulakukan?
Aku harus pergi sebelum ayahmu kembali.
Bukankah kau bilang bersedia menghadapi apa pun?
Apa yang kau takutkan?
Aku tidak takut.
Aku hanya memikirkan ayahmu.
Jika dia tiba-tiba melihatku di sini,
dia bisa terkejut.
Saat Ayah kembali,
aku akan memberitahunya tentang kita.
Kau sedang terburu-buru?
Ya. Tentu saja.
Entah apa yang akan terjadi besok.
Tidak ada yang pasti dalam hidup.
Lihat Nut dan ibunya.
Mereka bilang kita harus jalani hidup sebaik mungkin.
Lakukan apa pun yang diinginkan, cintai siapa pun yang ingin dicintai.
Katakan perasaan kita pada orang yang dicintai.
Aku sangat senang memilikimu.
Haruskah aku bahagia
memilikimu?
Tentu saja.
Aku punya banyak sifat baik.
Apa aku masih harus membuktikannya?
Dasar kau…
Haruskah kulakukan lagi?
Ayah.
Silakan.
Aku akan pergi.
Silakan kalian berdua bicara.
Aku ingin kau tetap di sini.
Dia dan aku…
Kami berpacaran, Ayah.
Aku ingin memberitahu Ayah soal itu di Chiang Mai.
Aku tidak bisa menemukan waktu yang tepat.
Sudah berapa lama?
Kenapa tidak memberi tahu ayah?
Aku merasa tidak perlu memberi tahu Ayah.
Kita sudah lama tinggal bersama.
Ayah seharusnya menyadari seperti apa aku sebenarnya.
Namun, aku lupa bahwa sebenarnya…
kita jarang sekali menghabiskan waktu bersama.
Aku fokus belajar di sini.
Ayah sibuk dengan pekerjaan di sana.
Kita tidak saling mengenal sebaik dugaanku.
Meskipun aku masih muda,
dan Ayah masih menganggapku anak kecil…
Ini…
adalah sesuatu yang kuyakini.
Maafkan aku, Ayah.
Menikah,
memiliki anak,
memiliki keluarga seperti yang Ayah impikan,
seperti putra orang lain, itu mustahil bagiku.
Aku tahu
ini mungkin akan mengejutkan.
Mungkin ini membuat Ayah kesal dan kecewa,
tetapi kita sudah berjanji
bahwa kita akan saling jujur.
Aku ingin Ayah mendengar ini dariku
daripada tahu dari orang lain.
Halo, sudah sampai rumah?
Ya, aku sudah di rumah.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Maafkan aku.
Aku ingin memperkenalkanmu pada ayahku dalam situasi yang lebih baik.
Mau bagaimanapun kau melakukannya, ayahmu pasti terkejut.
Namun, aku yakin
bahwa ayahmu akan menyadari
bahwa kau memberitahunya lebih dahulu
karena dia orang yang paling kau cintai dan percayai.
Bersabarlah.
Aku yakin ayahku diam saja karena itu mengejutkan seperti katamu.
Namun, aku yakin ayahku akan mencintaimu seperti aku.
Ayah akan menyadari bahwa keputusanku tepat.
Aku tahu. Kita bicara lagi nanti.
Aku akan melakukan revisi.
Song.
Ayah harus
minta maaf kepadamu.
Ayah tahu bahwa dahulu
ayah tidak begitu memberimu perhatian.
Kini ayah tahu dirimu yang sebenarnya.
Ayah butuh waktu.
Tolong beri ayah waktu.
Aku sayang Ayah.
Ayah juga menyayangimu, Nak.
Ya, Letnan Kong?
Bu Kaew-ching-duang terbang kembali ke Bangkok.
Dari informasi yang kutemukan,
TRD tampaknya investor utama di rumah sakit.
Mereka menyumbangkan uang untuk pembangunan dan persediaan medis
selama bertahun-tahun.
Kau tampak sangat mengkhawatirkan Tarn.
Kau jauh-jauh ke sini untuk menjenguknya.
Aku peduli pada kesejahteraan semua orang.
Terutama orang yang terlibat dengan asetmu, bukan?
Semua orang mengkhawatirkan aset masing-masing.
Seperti yang terjadi,
kau takkan meluangkan waktu untuk keponakan yang sangat kau benci
jika dia bukan pemilik tanah yang kau incar.
Jangan terlihat begitu terkejut.
Aku memperhatikan setiap bawahanku.
Suamimu pegawai kepercayaanku. Kami sudah bertahun-tahun bekerja sama.
Jika dia punya masalah, aku selalu bersedia membantu.
Namun, tampaknya seseorang tak ingin ini berakhir.
Keadaan akan menjadi lebih baik
jika bukan karena orang-orang yang suka ikut campur.
Orang-orang yang memeriksa rumah Tarn?
Ya, tetapi mereka tak akan menghalangi lagi
karena aku benci orang yang menghalangiku.
Astaga.
Apa kau muak dengan masakanku?
Sama sekali tidak.
Aku hanya ingin mengajakmu makan di luar.
Kita bisa makan di rumah. Dengan begitu, ibumu bisa ikut makan bersama.
Aku sudah berjanji sebelum kita pergi ke Chiang Mai
bahwa aku ingin mengajakmu bepergian.
Namun, sekarang, kita tidak bisa ke mana-mana.
Karena tidak bisa bepergian,
makan saja sudah cukup.
Selain itu, jangan cemaskan Ibu. Aku sudah memberitahunya soal ini.
Ibu ingin kau beristirahat.
Ibu juga bilang berat badanmu turun belakangan ini.
Kau harus makan lebih banyak. Makanlah.
Aku akan makan.
Ini milikku.
Kau harus memikirkan perasaanmu sendiri, Tofu.
Jika kau punya kesempatan untuk mencintai seseorang,
kau harus menunjukkan cintamu dan menjaga orang itu.
Enak?
Kita tidak tahu
ke mana arah jalan kita.
Tempat tujuan kita
mungkin bisa menyebabkan sakit hati,
tetapi kau tidak akan menyesalinya.
Tak ada yang lebih penting
selain melihat orang yang dicintai bahagia
ketika sedang bersamanya.
Ini Juea. Harus kuangkat.
Ada apa, Juea?
Kapan?
Aku sudah mengirimnya.
Nut.
Aku harus ke toilet.
Aku sudah mengirimnya. Periksa lagi. Ini draf ketiga.
Ya. Bukan, itu Senin kemarin.
Ini, Tofu.
Terima kasih.
Tofu. Memanjakan dia seperti ini hanya akan membuatnya makin menyukaimu.
Nut merawatku dengan baik.
Aku ingin memberinya sesuatu.
Terima kasih banyak.
Tidak masalah. Aku suka melihat orang jatuh cinta.
Aku pergi dulu.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Bukankah mereka membuat iri?
Kenapa kau iri? Kau juga mau hadiah?
Tentu saja tidak.
Aku sudah tergila-gila kepadamu.
Aku hanya menunggu Ayah merasakan hal serupa.
Ayah butuh waktu. Tolong tunggu sebentar.
Kau mau ke mana?
Jika kau tidak mau mati, tutup mulutmu.
Siapa kau? Apa maumu?
Tofu.
Nut.
Tofu.
Kau terluka?
Astaga.
Jika aku tak di sana, apa yang akan kau lakukan?
Untungnya, aku pergi mencarimu.
Kau pergi cukup lama.
Maafkan aku.
Aku hampir membuatmu terluka lagi.
Kau yang terluka.
Kenapa aku tak boleh melapor polisi?
Itu bukan masalah besar.
Jika kau melapor polisi
No comments yet. Be the first to leave one.