Season 1

Release info

The Miracle of Teddy Bear S01E15-NF-WEBDL
A Commentary by Sh1Ft3R
𝙉𝙁 𝙍𝙚𝙡𝙚𝙖𝙨𝙚

Tags

webdl
web
WEBDL
Published on: 2022-08-01
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Aku berjanji.

Aku akan tinggal dan menjagamu

juga mengurus Nut.

Aku tidak akan pernah pergi.

Mari kita buat sisa kenangan ibumu

sebagai kenangan indah.

SEBELUMNYA

Yang tidak bisa direnggut oleh Alzheimer dari kita…

adalah cinta.

Aku juga ingin berfoto.

Berfoto keluarga.

Sebaiknya kau tanya ayahmu.

Jika Ayah setuju,

kita harus berpakaian lebih baik dari ini.

Aku sudah muak!

Aku muak ditekan oleh semua orang,

termasuk Sib, Pak Sakon,

Bu Ching, dan kau.

Kau sudah mau pergi?

Kenapa terburu-buru?

Kau membujukku untuk menginap. Apa yang harus kulakukan?

Aku harus pergi sebelum ayahmu kembali.

Bukankah kau bilang bersedia menghadapi apa pun?

Apa yang kau takutkan?

Aku tidak takut.

Aku hanya memikirkan ayahmu.

Jika dia tiba-tiba melihatku di sini,

dia bisa terkejut.

Saat Ayah kembali,

aku akan memberitahunya tentang kita.

Kau sedang terburu-buru?

Ya. Tentu saja.

Entah apa yang akan terjadi besok.

Tidak ada yang pasti dalam hidup.

Lihat Nut dan ibunya.

Mereka bilang kita harus jalani hidup sebaik mungkin.

Lakukan apa pun yang diinginkan, cintai siapa pun yang ingin dicintai.

Katakan perasaan kita pada orang yang dicintai.

Aku sangat senang memilikimu.

Haruskah aku bahagia

memilikimu?

Tentu saja.

Aku punya banyak sifat baik.

Apa aku masih harus membuktikannya?

Dasar kau…

Haruskah kulakukan lagi?

Ayah.

Silakan.

Aku akan pergi.

Silakan kalian berdua bicara.

Aku ingin kau tetap di sini.

Dia dan aku…

Kami berpacaran, Ayah.

Aku ingin memberitahu Ayah soal itu di Chiang Mai.

Aku tidak bisa menemukan waktu yang tepat.

Sudah berapa lama?

Kenapa tidak memberi tahu ayah?

Aku merasa tidak perlu memberi tahu Ayah.

Kita sudah lama tinggal bersama.

Ayah seharusnya menyadari seperti apa aku sebenarnya.

Namun, aku lupa bahwa sebenarnya…

kita jarang sekali menghabiskan waktu bersama.

Aku fokus belajar di sini.

Ayah sibuk dengan pekerjaan di sana.

Kita tidak saling mengenal sebaik dugaanku.

Meskipun aku masih muda,

dan Ayah masih menganggapku anak kecil…

Ini…

adalah sesuatu yang kuyakini.

Maafkan aku, Ayah.

Menikah,

memiliki anak,

memiliki keluarga seperti yang Ayah impikan,

seperti putra orang lain, itu mustahil bagiku.

Aku tahu

ini mungkin akan mengejutkan.

Mungkin ini membuat Ayah kesal dan kecewa,

tetapi kita sudah berjanji

bahwa kita akan saling jujur.

Aku ingin Ayah mendengar ini dariku

daripada tahu dari orang lain.

Halo, sudah sampai rumah?

Ya, aku sudah di rumah.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Maafkan aku.

Aku ingin memperkenalkanmu pada ayahku dalam situasi yang lebih baik.

Mau bagaimanapun kau melakukannya, ayahmu pasti terkejut.

Namun, aku yakin

bahwa ayahmu akan menyadari

bahwa kau memberitahunya lebih dahulu

karena dia orang yang paling kau cintai dan percayai.

Bersabarlah.

Aku yakin ayahku diam saja karena itu mengejutkan seperti katamu.

Namun, aku yakin ayahku akan mencintaimu seperti aku.

Ayah akan menyadari bahwa keputusanku tepat.

Aku tahu. Kita bicara lagi nanti.

Aku akan melakukan revisi.

Song.

Ayah harus

minta maaf kepadamu.

Ayah tahu bahwa dahulu

ayah tidak begitu memberimu perhatian.

Kini ayah tahu dirimu yang sebenarnya.

Ayah butuh waktu.

Tolong beri ayah waktu.

Aku sayang Ayah.

Ayah juga menyayangimu, Nak.

Ya, Letnan Kong?

Bu Kaew-ching-duang terbang kembali ke Bangkok.

Dari informasi yang kutemukan,

TRD tampaknya investor utama di rumah sakit.

Mereka menyumbangkan uang untuk pembangunan dan persediaan medis

selama bertahun-tahun.

Kau tampak sangat mengkhawatirkan Tarn.

Kau jauh-jauh ke sini untuk menjenguknya.

Aku peduli pada kesejahteraan semua orang.

Terutama orang yang terlibat dengan asetmu, bukan?

Semua orang mengkhawatirkan aset masing-masing.

Seperti yang terjadi,

kau takkan meluangkan waktu untuk keponakan yang sangat kau benci

jika dia bukan pemilik tanah yang kau incar.

Jangan terlihat begitu terkejut.

Aku memperhatikan setiap bawahanku.

Suamimu pegawai kepercayaanku. Kami sudah bertahun-tahun bekerja sama.

Jika dia punya masalah, aku selalu bersedia membantu.

Namun, tampaknya seseorang tak ingin ini berakhir.

Keadaan akan menjadi lebih baik

jika bukan karena orang-orang yang suka ikut campur.

Orang-orang yang memeriksa rumah Tarn?

Ya, tetapi mereka tak akan menghalangi lagi

karena aku benci orang yang menghalangiku.

Astaga.

Apa kau muak dengan masakanku?

Sama sekali tidak.

Aku hanya ingin mengajakmu makan di luar.

Kita bisa makan di rumah. Dengan begitu, ibumu bisa ikut makan bersama.

Aku sudah berjanji sebelum kita pergi ke Chiang Mai

bahwa aku ingin mengajakmu bepergian.

Namun, sekarang, kita tidak bisa ke mana-mana.

Karena tidak bisa bepergian,

makan saja sudah cukup.

Selain itu, jangan cemaskan Ibu. Aku sudah memberitahunya soal ini.

Ibu ingin kau beristirahat.

Ibu juga bilang berat badanmu turun belakangan ini.

Kau harus makan lebih banyak. Makanlah.

Aku akan makan.

Ini milikku.

Kau harus memikirkan perasaanmu sendiri, Tofu.

Jika kau punya kesempatan untuk mencintai seseorang,

kau harus menunjukkan cintamu dan menjaga orang itu.

Enak?

Kita tidak tahu

ke mana arah jalan kita.

Tempat tujuan kita

mungkin bisa menyebabkan sakit hati,

tetapi kau tidak akan menyesalinya.

Tak ada yang lebih penting

selain melihat orang yang dicintai bahagia

ketika sedang bersamanya.

Ini Juea. Harus kuangkat.

Ada apa, Juea?

Kapan?

Aku sudah mengirimnya.

Nut.

Aku harus ke toilet.

Aku sudah mengirimnya. Periksa lagi. Ini draf ketiga.

Ya. Bukan, itu Senin kemarin.

Ini, Tofu.

Terima kasih.

Tofu. Memanjakan dia seperti ini hanya akan membuatnya makin menyukaimu.

Nut merawatku dengan baik.

Aku ingin memberinya sesuatu.

Terima kasih banyak.

Tidak masalah. Aku suka melihat orang jatuh cinta.

Aku pergi dulu.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Bukankah mereka membuat iri?

Kenapa kau iri? Kau juga mau hadiah?

Tentu saja tidak.

Aku sudah tergila-gila kepadamu.

Aku hanya menunggu Ayah merasakan hal serupa.

Ayah butuh waktu. Tolong tunggu sebentar.

Kau mau ke mana?

Jika kau tidak mau mati, tutup mulutmu.

Siapa kau? Apa maumu?

Tofu.

Nut.

Tofu.

Kau terluka?

Astaga.

Jika aku tak di sana, apa yang akan kau lakukan?

Untungnya, aku pergi mencarimu.

Kau pergi cukup lama.

Maafkan aku.

Aku hampir membuatmu terluka lagi.

Kau yang terluka.

Kenapa aku tak boleh melapor polisi?

Itu bukan masalah besar.

Jika kau melapor polisi

The Miracle of Teddy Bear subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Miracle of Teddy Bear

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left