The first 167 lines.
30 menit dari sekarang
"30 menit dari sekarang..."
"Salah satu dari kami akan mati..."
Salah satu dari kami akan mati
Nah!
Nah!
Nah! Nah! Nah!
Meski agak terlambat, tapi akan kujelaskan informasinya!
Kalian dipenjara di lantai paling bawah,
sebuah ruang yang diciptakan oleh kemampuan...
untuk menampung pengguna kemampuan berbahaya alias Balai Bahagia.
Saat ini kita ada di atasnya, lantai bawah tingkat empat, tempat sel biasa.
Yang menanti kalian saat menuju permukaan adalah pasukan keamanan terbesar dunia.
Pertama, setiap lantai dibagi menjadi puluhan sel...
yang masing-masing membutuhkan kata sandi 12 karakter untuk melewatinya.
Sandinya berubah setiap enam jam.
Salah mengisi sandinya, maka selnya akan terkunci selamanya.
Gerbang dan dindingnya memiliki tebal 120 cm!
Bahannya pun dari logam anti-kemampuan, jangan harap bisa merusaknya secara paksa.
Meski gerbangnya berhasil dilewati, masih ada lift celaka yang menanti kalian.
Lift adalah satu-satunya cara untuk naik ke atas,
tapi sidik telapak tangan, pengenalan suara, dan pemindaian retina...
diperlukan untuk menggerakkannya.
Rintangannya parah, kan?
Tapi masih ada lagi!
Setiap lantai dijaga oleh penjaga bersenjata lengkap.
Kebijakan mereka itu tembak dulu, penjelasan kemudian.
Wah, aku memang ahlinya membuat rencana mengerikan!
Mau sejuta nyawa yang mati pun, tetap mustahil untuk melewatinya.
Ah...
Aku lupa menyebutkan bagian terburuknya.
Gerbang akan ditutup setelah mendeteksi siapa pun yang mencurigakan.
Sepuluh detik kemudian, air mulai mengisi sel.
Airnya bukan sembarang air, tapi air berat yang terdiri dari deuterium.
Karena lebih padat daripada air biasa,
berenang di dalamnya akan sangat sulit.
Selain itu, airnya bukan untuk dikonsumsi manusia.
Minum terlalu banyak, kalian akan mati.
Tentu saja, dalam 30 menit, racun itu akan membunuh kalian juga.
Bagaimana?
Apa itu cukup membuat kalian menangis?
Mereka malah gembira saling membayangkan siapa yang akan tenggelam sampai mati.
Nah, akan kututup dengan kabar baik!
Untuk menghormati perjalanan kalian menuju kematian,
aku punya hadiah karena suasana hatiku ini selalu berubah-ubah!
Bawakan ke sini, Asisten!
Aku bukan asistenmu!
Kalian diperbolehkan masing-masing mengambil satu benda yang ada di sini!
Semua senjata ini sangat kuat dan bisa menentukan nasibmu.
Pertama, ada alat komunikasi yang dipakai oleh para penjaga.
Ini alat penting untuk melacak pergerakan mereka.
Kedua, kartu akses penjaga dengan peringkat tertinggi.
Tanpa kartu ini, pintu helikopter tak akan bisa terbuka.
Ketiga, bom koin dengan daya ledak yang lebih besar dari biasanya.
Itu semua benda sisa saat kita masuk.
Keempat, telepon satelit.
Berhasil sampai ke lantai satu, kalian akan dapat sinyal...
dan bisa memanggil bantuan dari mana pun di seluruh dunia.
Bisa dibilang benda ini adalah opsi terbaik.
Yang jadi pertanyaan, mereka akan pilih yang mana?
Begitu.
Berarti...
Pertempuran ini sebenarnya sudah dimulai.
Silakan pergi duluan.
Kalau begitu, dengan senang hati aku akan duluan.
Aku akan ambil yang ini.
Oh.
Silakan.
Kartu akses itu diperlukan untuk mencapai pintu keluar, berarti dia harus menang.
Tindakan Fyodor dianggap tak terduga dan tak biasa.
Tapi sebenarnya, dia itu sangat logis dan berkepala dingin.
Nah, Dazai.
Kamu mau pilih yang mana?
Coba kulihat.
Aku mau ambil yang itu.
Eh? Aku?
Pilihanmu unik. Aku suka!
Apa yang sebenarnya...
...kamu pikirkan?
Episode 57 Di Pelabuhan Langit
Ini seperti yang pernah dikatakan ayahku.
Bandara didesain untuk meningkatkan keamanan...
dengan mempermudah akses penutupan pintu keluar.
Ayah?
Ayahku seorang polisi.
Ah, tapi...
Tidak usah bahas beliau lagi.
Maksudku, akan sangat sulit untuk keluar dari bandara yang terkunci.
Hanya untuk memastikan, apa kamu bisa memberi perintah pada para penjaga itu?
Tidak bisa. Otoritasku telah dirampok oleh pedang suci ini.
Aku bisa memberi perintah baru hanya saat pedang ini ada di tangan Fukuchi.
Tidak bisa, ya... Bagaimana ini?
Apa ada ide lain?
Ada.
Gali lubang dan tidurlah selama 200 tahun sambil berharap situasinya akan membaik.
Kamu itu tidak ada gunanya selain kemampuanmu, ya.
Gadis muda.
Apa kamu pelari cepat?
Aku pelari paling cepat di kelas. Kenapa tanya itu?
Bagus sekali.
Lari!
Eh?
Jawab aku! Kenapa aku dipilih?
Kenapa malah pilih aku?
Apa yang kamu rencanakan?
Apa kamu bisa menebak apa yang sedang kupikirkan saat ini?
Apa?
Lihat ruangan ini! Ini seperti balai dibanding sel kecil itu!
Mari menari!
Jelaskan apa peranku di sini.
Bagaimana caramu mengalahkan Fyodor?
Satu hal lagi!
Berhenti!
Aku berhenti.
Kamu...
Seriuslah!
Fyodor sedang menuju pintu keluar detik ini juga!
Kalau itu, aku tidak begitu yakin.
Kamu tidak akan bergerak?
Gimnya sudah berlangsung selama lima menit, lo.
Kamu masih memiliki kesempatan untuk mengubah hadiahmu.
Aku punya kartu as lain.
Begitu...
Akhir adalah puncaknya. Itu maksudmu, kan?
Sadar diri siapa lawanmu.
Terima kasih, Bra!
Gawat.
Kita dikepung.
Larilah sendiri.
Yang mereka incar itu aku.
Aku tak bisa membiarkan itu terjadi!
Kita akan tamat kalau mereka menangkapmu.
Bagaimana ini? Aku harus bagaimana?
Kamu itu wanita yang gagal!
Aku harus bagaimana?
Mudah.
Ranpo menyuruhku membantumu.
Ah, menyenangkan sekali.
Bebas itu indah, ya.
Oi, mau sampai kapan kita begini terus?
Jangan lupa kalau kamu itu harus menang.
Mau tur keliling penjara dulu? Kamu tak bisa sering datang ke sini.
Pergi ke neraka saja sana!
Ah, iya!
Oi, mau ke mana? Pintu keluarnya bukan di sana.
Aku mau pergi ke dapur staf.
Aku sudah muak dengan makanan di penjara. Aku ingin makan yang manis-manis.
Kalau begitu, aku akan pergi sendiri.
Dari sikapmu, kamu terlihat jelas tak bisa mengalahkan Fyodor.
Eh...
Aku punya alasan untuk tak boleh kalah di sini.
Lima Hari Yang Lalu—
Mengungkap kemampuan Fyodor?
Aku bersyukur kamu sudah menyelamatkanku, tapi permintaanmu itu mustahil.
Kenapa harus aku?
Karena sepertinya bakal menarik.
Aku lupa kalau dia orangnya seperti ini...
Tapi permintaanku ini saling menguntungkan.
Fyodor akan segera menyadari bahwa kamu masih hidup.
Artinya, selama dia belum mati...
"Rumah" yang kamu dambakan masih sulit untuk dijangkau.
Rumah?
Aku tak pernah menyangka satu kata itu beresonansi begitu kuat dalam diriku.
Setiap orang di dunia ini dilahirkan ke dalam sebuah rumah.
Kecuali aku.
Aku berasal dari kehampaan dan terus ada di bawah belas kasihan orang lain.
Fyodor.
No comments yet. Be the first to leave one.