The first 200 lines.
"Waktu berlalu. ltu pasti." Eileen Myles
1. akhiran
Kau tahu aku mencintaimu, tapi aku tak bisa lakukan ini lagi.
Kau tak pernah ada bagiku. Kau kekasih yang buruk. Tapi...
...kau penyair yang luar biasa.
Aku bukan penyair yang luar biasa, aku seorang akademisi.
Akademisi yang tak punya pekerjaan.
Kau seharusnya mengirim puisi barumu ke editormu.
Dia mengidap demensia. Dia mungkin akan menyukainya.
Apakah kau putus denganku atau memberi kata penyemangat?
- Jangan keluar dari narasinya. - Aku mohon, Elle--
- Kita selalu tahu itu akan terjadi., - Apa?
Maksudku, kau masih seusiamu dan aku dengan cepat mendekati 50.
Maksudku, kau pikir apa yang akan terjadi?
Kau tak perlu bola kristal atau sejenisnya.
Kau mencintaiku?
Apakah kau pernah jatuh cinta padaku?
Karena kau tak pernah mengatakannya.
Aku akan menyedot debu.
- Aku kira cinta mengalahkan segalanya? - Tidak. Cinta tak kalahkan segalanya.
Empat bulan, Olivia.
Empat bulan kita telah bersama.
Coba 38 tahun.
Coba bersama dengan seseorang selama 38 tahun.
Kau hanyalah catatan kaki.
"Catatan kaki"?
- Itu hal yang buruk untuk dikatakan. - Ya, aku orang yang buruk.
Dengar, aku akan mandi sebelum aku menyedot debu.
Kau bisa keluar sendiri.
Baiklah, itu saja.
- Ya. ltu saja. - Selamat tinggal.
Tinggalkan kuncimu di meja.
PEMBACAAN PUISI - ELLE REID DRAGONFLIES
Astaga.
AKU CINTA IBU
- Hei, Sage. - Hai, Nenek.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku kira, aku singgah saja.
Mengapa kau berpakaian seperti itu?
Aku telah duduk diam sepanjang hari bersedih.
Silakan masuk. Kau mau teh?
- Aku perlu bantuan, Nenek. - Baiklah.
Apa yang terjadi? Aku bukan pembaca pikiran.
Aku perlu 600 dolar, 630 dolar.
Untuk apa?
Aku hamil.
Baiklah.
Aku tak ingin punya bayi. Aku ingin aborsi dan aku tak punya uang.
Aku hanya punya 18 dolar.
Apakah itu buruk?
Itu bukan hal yang harus dirayakan.
- Apa ibumu tahu? - lbu? Tidak.
Maksudku, dia akan mengalami stroke, lalu dia akan mulai mencekikku...
- ...lalu dia akan kena stroke. - Dia memang akan mencekikmu.
Aku sangat bodoh.
Sangat bodoh. Aku sangat bodoh.
Ya, sama halnya denganku saat aku seusiamu.
Apa yang akan kulakukan?
Kau telah katakan apa yang akan kau lakukan, 'kan?
Maksudku, kau telah memikirkan itu. Bukan begitu?
Karena ini sesuatu yang mungkin sebaiknya kau pikirkan...
...pada satu titik, setiap hari selama sepanjang hidupmu.
Jadi, nenek memilikinya? Nenek punya uang itu?
Sayang, pada saat ini, aku punya 43 dolar.
- Hanya 43 dolar. Kau bercanda? - Kue.
Bagaimana nenek bisa punya sedikit sekali uang?
Karena muak berutang.
Jadi, aku melunasinya. Setiap sen dari utangku.
Aku tak ingin punya beban.
Astaga, aku masih punya tagihan rumah sakit dari Vi.
Sejumlah 27.000 dolar.
Mengapa kau tak minta ibu untuk membantu?
Mengapa kau tak minta ibumu?
- Ingat ini? - Ya.
Aku tak perlu bantuan. Aku telah melunasi utangku.
Di akhir pekan depan...
...ada cek yang datang dari menjadi dosen tamu...
- ...yang kulakukan di Santa Cruz. - Nenek punya kartu kredit?
Aku potong-potong kartu kreditku.
Nenek buat dentingan angin dari kartu itu.
- Mengapa kau melakukan itu? - Aku mengubah hidupku menjadi seni.
Astaga, orang dewasa apa yang tak punya kartu kredit?
Orang dewasa ini. Kartu kredit membuatmu menjadi anak-anak.
Itu mengubahmu menjadi orang yang berpura-pura.
- Kau pasti punya kartu kredit. - Tidak, aku tak punya.
Ibu menyitanya setelah aku menabrakkan mobil di garasi. Sial!
- Tunggu! - Apa?
- Apa? - Kita akan menangani ini.
Pertama, katakan padaku dari mana kau tahu angka 630 dolar.
Aku pergi ke sebuah klinik bernama Pine Rapids.
Aku punya janji temu untuk operasinya.
- Kapan? - Pukul 17:45.
Pukul 17:45 hari ini?
Apakah kau gila? Saat ini pukul 09:05.
Ya, dan mereka tak punya waktu kosong lain minggu ini.
Aku merasa lebih mual dan aku tak bisa menunggu.
Aku merasa mual.
Aku tahu satu klinik wanita yang dapat membantumu tanpa bayaran.
Vi dulu menjadi relawan di sana. Ayo.
Ya. lni, ambil kuenya.
- Nenek masih punya mobil Vi? - Tentu aku punya mobil Vi.
Ayo.
AYO, Sayang.
Sial.
Astaga, aku tak membangunkanmu lagi, 'kan?
- Tidak. - Bagus. Syukurlah.
- Dia sudah hamil. - Nenek!
Aku hanya katakan saja. Aku lihat hormon bergejolak.
Aku tak tahu. Kami baik-baik saja. Cobalah.
Mobilnya menyala.
- Lagu yang bagus. - Dengar, terima kasih.
Sama-sama. Bawa ke bengkel dan periksa mobil ini.
- Masih berfungsi dengan bagus. - Hei, selamat.
- Di mana tempat itu? - Aku tak tahu.
- Kapan terakhir kali Nenek ke sini? - Entahlah. Mungkin 10 tahun.
Kini menjadi kedai kopi.
Aku mau minum kopi.
Astaga. lni yang terburuk.
Pusat Kesehatan Aksi Wanita.
- Itu tutup lima tahun lalu. - Bagaimana mereka bisa menutupnya?
Di mana orang bisa mendapatkan aborsi dengan harga terjangkau di masa kini?
Karena di masa kini hal yang bisa didapat hanyalah kopi tak sedap ini.
Jadi, berapa usia kehamilanmu? Kapan terakhir kali kau menstruasi?
- Sepuluh pekan lalu. - Aku 25 tahun lalu.
Kami mengadakan upacara untuk itu, Vi dan aku melakukannya.
600 dolar untuk aborsi! Apa? ltu perampokan.
Diam.
Maaf, tapi saya harus meminta Anda untuk keluar.
- Maaf? - Saya harus meminta Anda untuk keluar.
Kapan? Kapan kau akan minta pada kami?
- Saya minta Anda keluar sekarang. - Kau minta pada kami?
- Ya, Anda mengganggu pelanggan. - Aku seorang pelanggan.
- Kau tahu apa itu pelanggan? - Saya tahu apa itu pelanggan.
Seorang pelanggan adalah seseorang yang membayar untuk pelayananmu.
Jadi, aku seorang pelanggan.
Maksudku, pelanggan lain apa yang kami ganggu?
- Mereka? Ozzie dan Harriet? - Ya. Anda mengganggu mereka.
- Tidak, kami mengganggumu. Benar? - Ya, Anda juga mengganggu saya.
Karena aku membicarakan tentang aborsi?
Kau tahu tempat ini dulu adalah klinik aborsi?
Bawa kopi Anda dan nikmati di tempat lain.
Tempat kau berdiri saat ini...
...adalah tempat ribuan kehamilan yang tak diharapan diakhiri.
- Saya mohon pergilah. Pergi sekarang. - Tidak.
Aku akan tetap untuk menikmati kopi tetes seharga tiga dolar ini.
Aku punya informasi tambahan tentang kopi tetes.
Kau tak perlu katakan "tetes". ltu pengulangan. Lihat itu tetes.
Astaga, ini menetes dengan baik!
Ini kopi tetes terbaik yang pernah aku teteskan di mana pun.
Itu sangat luar biasa. Lihat ini. Hei.
Hei, saudari, lupakan Ozzie dan hubungi aku.
- Lihat ini. lni bagus, 'kan? - Baiklah...
- Lihat, aku tulis namamu di sini. - Aku minta maaf. Ayo.
"Bodoh." Apa maksudmu kau minta maaf?
- Dia yang harusnya minta maaf. - Maaf.
- Kopi French press. - Apa?
- Kopi French press tak menetes - Aku kira tidak. Kau benar.
- Jadi, siapa lakinya? - Apa?
Aku berasumsi ada kemaluan pria yang terlibat.
- Siapa dia? Cinta satu malam? - Tidak.
Bisa dianggap dia kekasihku. Dengar, aku tak tahu.
Kau tak tahu? Jika kau tak tahu, siapa yang tahu?
Dia seharusnya memberiku uang itu pagi ini.
Baiklah.
- Lalu? - Dia tak mendapatkannya...
...dan dia tak menghubungiku. Aku kirim SMS seratus kali.
Baiklah. lni juga masalahnya.
Kau paham itu, 'kan? Paham? Kau paham itu?
Ya, aku paham, tapi...
- Bukan dia yang hamil. - ltu masalahnya, bukan?
Bukan dia yang hamil. Dia akan panikjika dia hamil.
Dia akan mencari uangnya jika dia pikir dia akan jadi besar...
- ...seolah dia menelan semangka. - Ya.
- Jadi, mari kita temui dia. - Tunggu. Siapa? Cam?
- Itu bukan ide yang bagus. - Cam? ltu namanya?
- Cam? "Cam, Cam." - Hentikan. Aku mohon.
Pria jantung hatiku. Cam, Cam. Terima kasih, Nyonya.
- Hei, tunggu. Aku pegang kuncinya. - Hentikan itu.
- Saat ini Nenek mulai buat aku kesal. - Jangan buat aku jatuh.
- Yang benar saja. - Pinggulku bisa patah.
2. tato
Hei, apa yang kau lakukan di sini?
Apa orang tuamu di rumah?
Tidak.
Aku boleh masuk?
Ya. Terserah.
Sial.
Kau seharusnya memberiku uangnya.
Ya. Aku tak bisa mendapatkannya.
Keparat itu tak ingin membantuku. Aku kira dia akan bantu. Omong kosong.
Tapi kau harus mendapatkan uang itu, Cam.
- Dengar, siapa ini? - ltu nenekku.
Setengah. Beri kami setengah uangnya.
Nenek, apa yang kau lakukan di sini?
Kau harus bertanggung jawab.
- Bagaimana aku tahu itu anakku? - Apa?
- Kau dengar aku. - Aku tak tidur dengan orang lain.
Kau tidur dengan Mike.
Ya, itu satu tahun lalu. Kami menggunakan kondom.
Ya, mengapa kau tak gunakan kondom?
No comments yet. Be the first to leave one.