Release info

여름아 부탁해 Home for Summer E16 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-05-22
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Home for Summer"

"Episode 16"

Baiklah.

Sudah selesai.

Masuklah dan pakai baju agar kamu tidak pilek.

Baiklah.

"Cintaku Geum Hui"

Tolong jangan begini.

Sampai kapan kamu akan menyembunyikan perasaanmu?

Kamu juga menginginkanku.

Bukankah itu sebabnya kamu kemari?

Jika itu tidak benar, katakan sekarang.

Lihat?

Kamu tidak bisa mengatakan itu tidak benar.

Kembalikan ponselku.

Kamu sebaiknya pergi sekarang.

Jun Ho.

Bisa antar aku pulang?

"Cintaku Geum Hui"

Aku sangat membenci kenyataan bahwa kamu pria beristri.

Aku pergi sekarang.

Jangan ragu menjawab teleponmu.

Aku juga tidak mau istrimu tahu tentang kita.

Aku dalam perjalanan pulang.

Hai. Kamu sudah pulang.

Hai.

Kenapa panas sekali di sini?

Aku baru saja memandikan Yeo Reum.

Aku menyalakan pemanasnya sebentar agar dia tidak terkena pilek.

Panas sekali, ya?

Biarkan udara segar masuk. - Baiklah.

- Kamu sudah makan malam? - Aku tidak berselera.

Kamu belum makan?

Kubilang aku tidak berselera.

Yeo Reum, ada apa? Kamu membutuhkan sesuatu?

Bukan apa-apa.

Ini membuatku berliur.

Sang Won benar-benar membuat semua resep ini?

Begitulah yang kudengar.

Sang Won luar biasa.

- Aku pulang. - Masuklah.

Kamu habis minum, Sang Mi?

Apa yang kalian lihat?

Sang Mi, pamanmu bertanya apa kamu habis minum.

Kamu sebaiknya menjawab dia.

Bibi, pertanyaan seperti itu dianggap pelanggaran privasi.

- "Pelanggaran privasi"? - Aku akan ke atas.

Kenapa kamu pulang malam sekali?

Ini baru pukul 22.00.

- Duduklah di sini. - Kenapa? Ibu ingin bicara?

Lihatlah ini.

- Siapa dia? - Bagaimana menurutmu? Dia tampan?

Aku tanya dia siapa.

Siapa lagi? Dia pria pintar dari keluarga miskin seperti ayahmu.

Apa maksudmu?

Pria pintar dari keluarga miskin yang menjadi sukses.

Ibu ingin aku berkencan buta?

Dia miskin, tapi dia dokter dan anak bungsu di keluarganya.

Semua kakaknya sudah mapan. Dia tidak akan dimintai bantuan.

Cobalah bertemu dengannya. Dia belum pernah menikah.

Maukah dia mengencani janda jika belum pernah menikah?

Zaman sekarang, itu bukan masalah.

Artinya Kakak tidak keberatan jika Sang Won mengencani janda?

Beraninya kamu berkata buruk seperti itu?

Tapi Kakak baru saja bilang sendiri

bahwa pengalaman menikah tidaklah penting.

Aku mengatakan itu karena ini soal Sang Mi.

Su Cheol, apakah itu masuk akal?

Yong Soon, tidak usah ikut campur.

- Dia dokter apa? - Ahli bedah plastik.

Temui dia, Sang Mi.

Jika kamu menikah dengannya, dia akan mendapatkan klinik ayah.

- Aku tidak mau, Ayah. - Kenapa?

Kamu meminta ibu mencarikan pria pintar dari keluarga miskin.

Pokoknya, aku tidak mau menemuinya.

Astaga.

Kurasa Sang Mi sudah punya pacar.

Kamu tahu sesuatu?

Aku tidak mungkin menjodohkannya jika aku tahu sesuatu.

Omong-omong, apa yang kalian lihat?

Kami sedang melihat buku memasak Sang Won.

Cobalah ini.

Astaga. Itu cantik sekali.

Ini macaron. Aku ingin menyajikannya sebagai hidangan penutup.

Begitukah? Biar kucoba.

Ibu tidak akan mencobanya?

Ibu tidak akan pernah menyantap makananmu seumur hidup ibu.

Astaga. Cobalah.

- Ini cukup enak. - Benar.

Apa yang kamu masukkan sehingga sangat kenyal?

Meringue.

Jika hidangan penutupnya seenak ini, kamu sebaiknya membuka restoran.

Ayah akan mendanaimu membuka restoran. Lakukanlah.

Terima kasih tawarannya. Aku bisa membukanya dengan tabunganku.

Tabunganmu cukup untuk membuka restoran?

Tabunganku cukup untuk membuka restoran kecil di pinggiran kota.

Apa? Restoran kecil di pinggiran kota?

Aku tidak akan bisa mengelola restoran besar.

Impianku menjadikan restoranku ciri khas kawasan itu.

Astaga. Kamu sebut itu impian? Kamu sangat menyedihkan.

Sayang, hentikan.

Karena Ibu menyebutku menyedihkan, kurasa aku di jalan yang tepat.

- Apa? - Selamat malam.

Bagus.

Astaga. Yang benar saja.

"Oh Dae Seong"

Ya. Kenapa?

Kamu sudah lama tidak meneleponku. Kamu menemukan pria baik?

Ya.

Apa? Siapa dia?

Kamu tidak perlu tahu.

- Apa aku melakukan kesalahan? - Tidak.

Jangan begitu. Ayo kita bertemu besok.

Dae Seong, dengar.

Kita akhiri saja hubungan kita.

Apa? Hubungan?

Ada pria yang sangat kusukai.

Dan aku lebih serius daripada biasanya.

Jadi, kita akhiri saja hubungan kita di sini.

- Kamu serius? - Ya.

Ini sangat tidak terduga, dan aku terkejut.

Aku menikmati kebersamaan kita.

Hei, tunggu.

Masuklah.

- Boleh aku masuk? - Tentu.

Ada apa? Masuklah.

Bukuku sudah terbit. Bacalah.

Taruh di sana.

Sebenarnya, aku tidak sengaja mendengar Kakak bicara di telepon.

Kakak menyukai seseorang?

Jika sudah dengar, kenapa bertanya lagi?

Ya. Kakak menyukai seseorang.

Kakak sudah berpacaran dengannya?

Kenapa tersenyum?

Jika sudah tidak ada urusan, bisa kamu keluar?

Karena ingin menyendiri, Kakak pasti tergila-gila kepadanya.

Baiklah.

Kamu sudah pulang? Aku sudah pulang...

Aku membenci kenyataan bahwa dia sudah menikah.

Sampai kapan kamu akan menyembunyikan perasaanmu?

Kamu juga menginginkanku.

Bukankah itu alasanmu kemari?

Jika itu tidak benar, katakanlah sekarang.

Ayo kita tidur.

Yeo Reum, ada apa? Kamu ingin bicara?

Apakah ini karena aku?

- Apa maksudmu? - Apakah Pak Han marah

karena aku membuatnya kesal.

Pak Han tidak marah.

Aku tahu semuanya.

Ayah angkatku yang sebelumnya juga mengomel dan marah

sampai mengusirku.

Aku akan bersikap baik, Ibu.

Aku akan memanggil Pak Han "Ayah" mulai sekarang.

Jadi, kumohon,

bisakah aku tinggal dengan Ibu.

Kenapa kamu bilang begitu?

Tentu saja kamu harus tinggal di sini bersama Ibu dan Ayah.

Ibu tahu apa yang kamu cemaskan, Yeo Reum.

Tapi itu tidak akan pernah terjadi, jadi, jangan mencemaskannya.

Mengerti?

Sungguh?

Tentu saja.

Ayah menyayangimu, Yeo Reum,

sebanyak ibu menyayangimu. Bukankah kamu tahu itu?

Ayah dan ibu sudah yakin saat kami membawamu pulang

untuk menyayangi dan merawatmu selama sisa hidup kami.

Jadi, untuk apa hal seperti yang kamu katakan terjadi?

Itu tidak akan terjadi?

Berjanjilah kamu tidak akan pernah memikirkan itu.

Mengerti?

Sayang, kamu sudah tidur?

Kamu sudah bangun, Yeo Reum.

Ayah tidur nyenyak?

- Ya. Kamu tidur nyenyak, Yeo Reum? - Ya.

Kamu takut karena ayah terlihat marah, Yeo Reum?

Ayah tidak marah kepadamu.

Ayah memikirkan hal lain.

Kini ayah sudah menenangkan pikiran,

jadi, jangan cemaskan apa pun. Ya?

Baiklah.

Kamu mau cuci muka dengan ayah hari ini?

Aku mau.

Ayo.

Aku akan memandikan Yeo Reum.

Apa? Baiklah. Terima kasih.

Ya, Geum Ju.

Bisa aku bicara dengan Kak Jun Ho?

Dia sedang memandikan Yeo Reum.

Bisakah Kakak memintanya meneleponku saat dia selesai?

Aku ingin mengunjunginya hari ini untuk konsultasi.

Kamu mau operasi plastik?

Kenapa Kakak begitu terkejut?

Suruh saja dia meneleponku.

Kakak akan melakukan operasi plastik?

Ayah sudah melarangmu, Geum Ju.

Kalian berdua. Jangan mencoba menasihatiku.

Ini peluang terakhirku untuk mengubah nasibku.

Ada apa dengan nasibmu sekarang sampai kamu ingin mengubahnya?

Biarkan saja dia melakukannya karena sangat menginginkannya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left