The first 150 lines.
Jika semua orang berpikir Eren telah berubah,
maka aku juga sependapat.
Namun...
Mungkin saja itu salah.
Sejak awal, Eren sama sekali tidak berubah.
Andaikan itu sifat asli Eren...
Aku...
Apa yang kulihat dari Eren selama ini?
Ternyata di luar tembok ada kota, dan orang-orang tinggal di dalamnya, ya.
Jangan bilang \"luar tembok\" atau semacamnya di tempat umum.
Ah, ya, aku tahu.
Ini adalah benua tanpa tembok.
Lalu...
Kita umat manusia dalam tembok yang menginjakkan kaki pertama di luar tembok.
Dibilang jangan sebut itu!
Ini bisa dibilang pekerjaan yang seharusnya ditugaskan pada kita.
Pengintaian dimulai.
Semuanya.
Selamat datang di benua Marley.
Aku akan mengantar kalian ke wastu Nyonya Azumabito.
Onyankopon!
Syukurlah kalian datang dengan selamat.
Bagaimana? Ini adalah pelabuhan terbesar di Marley.
Ada kuda!
- Apa itu kuda? Eh? - Bukankah itu sapi?
- Itu pasti sapi! - Itu mobil.
Pernah dengar sebelum kemari, 'kan?
- Hei! Mobil! - Celaka! Jadi perhatian.
Halah!
Pasti bakal dikira kampungan banget.
Eh?
Pura-pura tidak kenal saja.
- Tunggu! - Hei! Tunggu dulu!
Kalau mereka tak dihentikan,
bisa-bisa bongkahan besi itu diberi makan wortel.
Eh? Mana mungkin, ah.
Mereka beli wortel.
Banyak banget orang.
Hei, Eren, takutnya terjadi apa-apa,
jadi, jangan jauh-jauh dariku.
Eren?
Kenapa kau bengong begitu, Eren?
Kita sedang ada di dunia luar.
Ini sisi seberang lautan...
bukan?
Eh?
Hei, jangan memisahkan diri.
Terutama kau.
Kami akan ke sana.
Yang hati-hati, dasar bocah!
Ini...
- satu. - Baik.
- Ini, silakan. - Hei, Sasha, jangan asal beli.
Rasanya dingin!
Aku juga mau segigit!
- Baru merasakan es krim, ya? - Oh! Apa ini?!
- Ini enak banget! - Aku juga beli satu!
Aku juga!
Dasar, mereka ini.
Malah mencolok banget.
Tak ada yang berpikir mereka adalah iblis yang datang dari pulau.
Hei! Kalian juga coba beli ini, deh!
Kau yang di sana.
Apa kau mau permen manis?
Hm?
Aku bicara padamu.
Keren juga.
Anggota geng cilik, ya?
- Ada aroma enak dari sana! - Bisa jadi itu yang dibilang Niccolo!
- Beli tiga lagi! - Siap!
Eren.
Kau juga makanlah.
Es krim, ya?
Kau sudah tahu?
Aku cuma tahu dari ingatan ayah.
Orang Eldia di distrik penampungan jarang memakannya.
Padahal luar tembok seluas ini, ya.
Kami tidak menyadarinya.
Atau mungkin... tidak ingin menyadarinya.
Hei.
Itu bukan dompetmu.
Pencopet!
Bocah sialan! Lagi-lagi imigran dari negara musuh, ya?
Bagaimana caramu datang ke sini?
Paling menyusup dalam kapal.
Dia tak paham bahasa kita, ya.
Bagaimana kalau kita buang ke laut?
Tidak, patahkan saja tangan kanannya.
Supaya tidak bisa mencopet lagi.
Gantung saja sebentar di tempat mencolok di jalanan.
Supaya jumlah penjahat berkurang.
Jangan! Itu terlalu berlebihan!
Dompetku aman-aman saja.
Ini bukan masalahmu, Nona.
Mereka harus diberi hukuman agar jera.
Ini masalah kami yang hidup dengan berdagang di sini.
Apalagi, bisa saja dia rakyat Ymir.
Makanya tiap negara gencar ingin melakukan pemeriksaan darah.
Aku tak akan bisa tidur kalau ada darah iblis yang berbaur di antara kita.
Hei!
Apa yang mau kau lakukan?
Siapa bilang dia pencopet?
Aku cuma bilang, \"Itu bukan dompetmu\".
Karena itu dompet kakak dari bocah ini.
Eh?
Yah, hubungan keluarga mereka memang agak rumit.
Ya, 'kan, Kak?
Ya, maafkan adikku yang sangat merepotkan.
Jangan bercanda! Itu omong kosong!
Ayo kabur!
Hei! Tunggu!
Pergi ke mana bocah itu?
Di sana.
Yah, lagi pula itu uang saku yang didapat dari Azumabito.
Rupanya ada kejadian yang seperti itu, ya.
Memang, seiring meningkatnya teknologi pemeriksaan darah,
membuat ditemukannya rakyat Ymir yang kabur dari penampungan di seluruh dunia,
dan akhirnya menjadi masalah.
Di masa kejayaan Kekaisaran Eldia dulu,
di antara negara-negara di seluruh dunia,
mengadopsi darah rakyat Ymir merupakan bukti kebangsawanan.
Bersamaan kemerosotan kekaisaran, mereka pun terancam terusir dari tiap negara.
Inilah situasi orang Eldia dia luar tembok.
Serta rencana untuk membangun persahabatan dengan Pulau Paradis pun,
bisa dibilang sangatlah sulit.
Meski begitu,
jika kita menyerah terhadap jalan perdamaian,
kita hanya bisa mendukung rencana Zeke.
Menggantungkan takdir kami padanya,
dan mengorbankan Historia serta anak-anak yang dilahirkannya, menurutku terlalu...
Benar. Tentu saja, karena tak bisa menerima takdir seperti itulah, kita ada di sini.
Dengan pertama kalinya besok naik mimbar,
untuk mencari perlindungan rakyat Ymir di Forum Internasional.
Tetap saja, gagasan organisasi itu masih belum jelas.
Benar.
Pertama, kita harus mengamatinya baik-baik dulu.
Lalu, kalau memungkinkan bertatap muka dengan organisasi tersebut...
Pulau Paradis akan menyatakan keinginannya mengenai perdamaian.
Benar.
Tentu saja, kami, keluarga Azumabito akan bekerja sama penuh untuk perdamaian.
Akan tetapi...
Seberapa besar ekspektasi kalian akan terealisasikannya hal itu?
Kami paham bahwa itu hal yang sangat sulit.
Terlebih, sangat berbahaya.
Namun, meski begitu...
Kita harus berusaha sebisa mungkin.
Kau benar.
Di mana Eren?
Eren!
Apa kau paham kalau dirimu adalah tujuan utama musuh?
No comments yet. Be the first to leave one.