Release info

Gauguin Voyage To Tahiti 2017 1080 BluRay x264-[YTS AM]
A Commentary by SugijoDwiarso

Tags

BluRay
x264
1080
TS
YTS
Published on: 2019-04-11
Downloads: 33
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hector ada?

Dia ada janji dengan Ny. Pastourel. / Terima kasih.

Tn. Gauguin memperlihatkan bakat yang sangat besar dalam karya ini...

Dengan penuh gairah... juga memesona.

Memesona?

Kristus digambarkan sebagai Dewa dari Papua,

hanya dengan diukirkan ke sebatang kayu pohon...

Yah, anda hanya harus sedikit menjaga jarak, benar sekali.

Di depan ini kita saksikan perpaduan keindahan brutal, antara liturgi Katolik, dan meditasi Hindu

Berikan apa yang kau punya. Itu tak masalah.

Maaf, tak ada yang mau membelinya, tapi aku percaya padamu.

Anggap itu sebagai uang muka.

Di mana-mana sama saja. Semua soal cari uang.

Itu menyita waktu dan segala energi kita.

Cukup, sudah waktunya untuk mengakhiri semua ini.

Kita harus enyah, keluar dari sini.

Bagaimana caranya? Kita tak punya uang dan tak ada yang menyokong kita?

Degas punya kontak dengan Renan.

Dia bisa memberi kita misi ke luar negeri ke Polinesia.

Polinesia!

Sudah berapa kali kita membicarakan hal ini?

Polinesia itu jauh! / Polinesia itu jauh sekali!

Tapi... Paul, misi ke luar negeri itu tak dibayar.

Aku pertaruhkan semua yang kumiliki,

Sekecil apa pun uang yang kudapat, semua untuk biaya perjalanan itu.

Selain itu di Tahiti kita tak butuh uang.

Kau bisa memancing, petik buah-buahan dan berburu...

dan kau bisa melukis!... kau bisa melukis!

Itu... itu rumit juga.

Tempat itu jauh, tak aman, kita tak bisa pergi begitu saja.

Ya... Madeleine ingin kita menikah.

Kau juga?

Aku mengajak Mette dan anak-anak bersamaku.

Hidup di bawah rindangnya pohon kelapa tak bisa menyakiti siapa pun, bukan?.

Ketika aku selesai mengumpulkan uang, barangkali, kenapa kita harus pergi sekarang?

Karena aku kini tercekik.

Sebab semuanya sudah membusuk, kotor, menjijikkan dan usang...

tak ada wajah atau pemandangan yang layak dilukis di sini.

Jadi? Siapa ikut?

Apa yang kalian lakukan di sini?

Lihat siapa ini. Kemari.

Betapa berat dia! Bobotmu seratus kilogram?

Kau sudah begitu besar. Aku hampir tak mengenalimu.

Kau begitu cantik. Sangat cantik!

Kemarilah.

Anakku yang paling besar.

Masuk dan buat diri kalian nyaman.

Masuklah, sayang.

Baiklah.

Nah begitu.

Hawanya sedikit dingin, tapi...

Lumayan, 'kan?

Ini dia. / Di sini bau, Bu. Menjijikkan, lihat.

Ini bau, ibu.

Aku tak mau tidur di sini.

Untungnya aku berhasil mendapat kasur buat anak-anak.

Aku tak mengira kau akan datang begitu awal.

Di sini bau.

Dia bilang apa?

Selamat malam.

Selamat malam, anak-anakku sayang.

Kau tak tahu betapa aku gembira kalian kemari.

Kami tidak ikut, Paul.

Apa yang kau bicarakan?

Aku sudah pertimbangkan. Aku tak bisa mengajak anak-anak...

kami... sebenarnya tak seorang pun yang mau.

JIka kusaksikan cara hidupmu...

Aku tidak bisa melakukan itu.

Itu adalah urusanmu sendiri.

Pergi begitu saja.

Lakukan apa yang perlu kau lakukan.

Jangan marah padaku.

Apakah keluargamu yang mendorongmu membuat keputusan seperti ini?

Kita telah membahas hal ini ratusan kali, Mette. Kau tak boleh menyerah sekarang!

Mereka cemas dengan masa depan anak-anak.

Kukatakan padamu, kehidupan tak bisa dipelajari hanya dari buku.

Dan siapa berani bilang lebih baik hidup di Paris atau Kopenhagen dibanding tempat lain?

Nah itu, lagi... kau bicara keras padaku.

Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, kau tak pernah peduli dengan anak-anak.

Dunia tempat aku hidup adalah tempat dimana kau juga hidup, andai kau ingat...

Pendidikan itu penting jika kau tak ingin berakhir dalam kemiskinan.

Mette, kau harus ikut denganku.

Aku tidak bisa. / Mette.

Aku tak bisa.

Ikut bersamaku, kumohon.

Aku membutuhkanmu.

Teman-teman! Kumohon!

Aku mohon!

Aku mohon! Sedikit pidato! Aku mohon!

Ayo angkat gelas kita...

untuk Paul yang kita cintai.

Terima segala dukungan kami, Paul

segala rasa bangga kami...

segala persahabatan kita.

Ini semua akan mengikutimu, kuharap, hingga ke ujung dunia,

sebab kau telah memutuskan untuk pergi ke tempat itu. .

Kau adalah pahlawan bagi kita semua, Paul.

Tapi... tapi...

Kau hanya semacam melakukan tugas di sini.

Kau tak akan pernah menjadi seperti para seniman yang berumur pendek ini...

yang cuma ikut arus, untuk bisa bertahan hidup.

Para penakut yang telah angkat tangan...

yang telah menyerah...

atas segala pertimbangan moralitas.

Moralitas omong kosong

Moralitas agama.

Moralitas patriotik.

Moralitas para prajurit dan polisi.

Kau adalah binatang jalang, Gauguin sahabatku,

seperti kita semua.

Dan kau...

Kau putuskan untuk menyematkannya dalam hatimu.

Gauguin, ini.

Ini jeruknya.

Ada uang pemesanan?

Jika ada, kau harus membayar hutangmu.

Paul, kutahu kau akan menyalahkanku atasi perkataanku berikut ini

Kau tak akan pernah mau mendengar sudut pandangku,

yang sangat berbeda dari sudut pandangmu.

Kami tak akan bergabung denganmu.

Aku tak mendukung rencanamu.

Dari semua karya yang kau pasrahkan di sini...

tak satu pun yang terjual.

Kami kehabisan uang.

Aku hanya bisa mengirimkan 100 franc.

Anak-anakmu kangen padamu.

Seluruh keluarga merindukanmu.

Setiap hari sanak famili menekanku.

Mereka mendesakku untuk bercerai...

yang saat ini, tak sanggup lagi kutahankan.

Kau mengalami serangan jantung, Tn. Gauguin.

Kau butuh istirahat dan perawatan.

Minum ini.

Perlahan.

Tubuhmu menunjukkan gejala diabetes serius.

Kau harus makan lebih banyak hingga kondisimu membaik.

Tetanggamu yang membawamu ke mari.

Aku hendak merujukmu ke Papeete.

Butuh sesuatu?

Yah, istirahatlah.

Jotepha...

ambilkan catku.

Apa yang kau lakukan di sini?

Ke mana kau akan pergi dengan kondisi seperti itu?

Aku akan cari udara segar, itu saja.

Aku tak mau mati tanpa melihat Dataran Taravao.

Aku telah persiapkan kepindahanmu ke Papeete.

Aku tidak mau.

Kau dengar itu? Kau ingin mendengarnya?

Hingga ke sini mereka meracuni kita.

Aku akan menghilang di hutan.

Yang kau lakukan itu tidak bertanggung jawab.

Apakah ini semua tanggung jawabmu?

Ini, simpan ini.

Kupercayakan surat ini. Aku hanya memintamu mengirimkannya.

Jaga dirimu baik-baik.

Ada arwah-arwah yang menghuni puncak gunung.

Mereka ada di semilirnya angin.

Mereka ada di pepohonan.

Di dalam air yang mengalir menuruni lembah dan bebatuan.

di dalam air, yang mengalir melalui lembah, di batu karang.

Hati-hatilah untuk tidak membangunkan mereka.

Aku akan mengingatnya.

Selamat tinggal!

Mette...

aku adalah seorang kanak-kanak,

Aku juga seorang binatang jalang.

Aku tak akan jadi orang konyol, sebab aku adalah dua makhluk itu.

Mereka semua yang menyalahkanku, terutama keluargamu...

tidak tahu makna 'takdir seorang seniman'.

Beri aku kesempatan untuk menikmatinya sementara waktu.

Aku akan teruskan langkahku.

Aku punya tujuan akhir.

Aku akan buktikan kepadamu, bahwa aku benar.

Aku seorang seniman hebat, dan aku yakin akan hal itu.

Sebab aku menanggung begitu banyak penderitaan demi mengejar petualanganku.

Kalau tidak, aku akan menganggap diriku seorang penjahat.

Akan datang satu hari dimana...

anak-anak kita mampu menghadapi siapa pun, di mana pun...

dengan nama ayah mereka sebagai pengayom dan harga diri.

Jangan... jangan pewarnanya!

Jangan pewarnanya!

Kembalikan...

Berikan padaku!

Jangan! Jangan pewarnanya!

Baik, baik, baiklah...

Kembalikan catnya.

Siapa namamu?

Paul Gauguin.

Koke?

Gauguin.

Pol Koke.

Pol Koke.

Aku... Onati.

Onati.

Istriku... Ruita.

Makan, makan.

Kau berasal dari mana? / Mateiea.

Ke mana kau hendak pergi?

Taravao.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left