The first 142 lines.
Seperti apa rumah Ji Ohn di hari eomma harus pergi?
Hye Jin kembali yang pertama bangun hari ini.
Begitu bangun dia langsung menuju ke dapur.
Sebelum dia pergi untuk 48 jam ke depan
Hye Jin mengurus makanan Tae Woong dan Ji Ohn itu.
Dia memang seorang istri dan ibu yang baik.
[Suara eomma memasak memulai hari.]
Eomma.
- Oppa rambutmu... - Dia menginginkannya.
- Ji Ohn ingin kau melakukannya juga? - Uhm.
Kau ingin rambut Appa diikat seperti itu?
Ah, benar. Sekarang... di luar.
- Ya, mereka ada di sini. - Apa kau sudah membuka pintu?
Tidak, kita perlu membuka pintu untuknya?
Oh, aku tidak boleh pergi keluar seperti ini.
Hai apa kabar?
Ini secangkir kopi.
[Kopi panas untuk orang-orang bekerja keras dalam cuaca dingin.]
[Memulai pagi nya dengan membersihkan kotoran anjing.]
[Menggali kotoran yang tersembunyi di bawah salju.]
Ji Ohn, mulutmu terlihat sangat lucu saat makan.
Hanya mulutnya yang lucu?
- Haruskah aku memberikannya kepada Appa? - Ah!
Ketika kita makan bersama...
Kau harus makan, bukannya menari. [Langsung berhenti begitu mendengar komentar Hye Jin.]
Ji Ohn harus mendapatkan vaksinasi.
Astaga... Aku benar-benar tidak bisa membawanya sendirian.
Bagaimana jika dia menangis?
Aku yakin dia akan menangis. Sekarang dia sudah tahu tentang jarum suntik.
Namun begitu, kau tetap harus mencobanya.
[Membawa Ji Ohn untuk disuntik, seorang diri
Kita tinggal di wilayah terpencil.
Ji Ohn tidak memiliki teman
dan aku tidak punya teman atau tahu ibu-ibu di daerah ini.
Hanya sedikit yang bisa Ji Ohn lakukan di sekitar sini.
Aku harus berkeliling cukup lama menemukan sesuatu untuk dia lakukan.
Ji Ohn... benarkah?
[Eomma khawatir Ji Ohn tidak punya teman yang seusianya.]
Dia akan benar-benar bosan kalau harus main seorang diri.
Aku harus mengundang seseorang atau...
Teman-temanku... anak-anak mereka semua lebih tua jadi ...
mereka semua sudah bersekolah di SD.
[Kesedihan menjadi seorang ayah diumur yang sudah tidak muda lagi.]
Haruskah kita memanggil si kembar?
- Apakah kau kenal dengan mereka? - Tidak
- Tidak sama sekali? - Tidak.
Apakah Hwi Jae lebih tua darimu?
Ya, dia beberapa tahun lebih tua.
Bukankah mereka semua... lebih tua darku?
Jadi kau termuda?
Apakah kau yakin tentang itu?
Kurasa Sung Hoon ... mungkin lebih muda dariku.
Tapi ia bertarung jauh lebih baik dariku jadi sepertinya dia lebih tua.
[Jika dilihat dari sudut pandang tersebut, maka Sung Hoon harusnya tertua!]
Ji Ohn, sebelum kau meninggalkan meja, kau harus berterima kasih kepada eomma atas makanannya.
[Hye Jin adalah ketat dalam mengajarkan sopan santun]
Ah, Terima kasih!
Daadaah?
[Waktunya untuk kembali mengucapkan selamat tinggal kepada eomma.]
Semangat!
Eomma... Eomma pergi.
[Kembali mengantar Eomma dengan dingin hari ini.]
Ayo kita mencerna makanan.
[Merentangkan lengan! Angkat kaki!]
Ji Ohn.
[Ingin tahu apa yang akan Ji Ohn lakukan dengan lagu ini?]
[Tae Woong tertawa melihat 'goyangan pantat' Ji Ohn]
Kau tahu ... aku sangat tidak yakin.
Daripada mengatakan dia menari dengan baik...
itu lebih seperti dia suka mengekspresikan dirinya melalui menari.
Kupikir dia tahu bagaimana bersenang-senang.
Hye Jin berpikir Ji Ohn yang seperti bibinya dan bisa saja tetapi ...
bisa juga dia seperti ibunya.
[Jadi tempat yang mereka akan dikunjungi adalah?]
Untuk Ji Ohn, yang menunjukkan minat menari
Tae Woong membawanya ke studio balet.
Oh, kau sangat lucu! Hai, apa kabar?
Ji Ohn berubah menjadi angsa hitam.
Dia benar-benar lucu kan?
Satu hal yang aku ingin tahu adalah...
Ibu Ji Ohn adalah ... balerina terkenal.
Apakah mereka melakukan peregangan bersama-sama di rumah?
Tidak, tidak, belum. Kami hanya membiarkan dia bermain untuk saat ini.
Dia sangat suka menari.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Dia suka lagu bibinya, tapi aku ingin cari tahu lagi
apakah dia juga tertarik pada balet.
Aku tahu itu masih terlalu dini untuk mengatakan ini tapi ...
Kupikir kami akan mencobanya.
Rumah si kembar tampaknya agak sibuk, bahkan di pagi hari.
Seo Jun.
Seo Jun.
Lihat sini.
- Kau ingin menonton itu? - Uhm.
Nonton itu dan ayo kita bangun.
Eomma akan memberi kalian makan sebelum aku pergi.
[Seo Juni berfokus ke tempat dimana suara itu berasal.]
Pam...paman...
- Appa. - Uhm.
- Pam. - Apa?
- Pam. - Pam?
Pam apa? Seo Jun, Apa itu 'pam'?
Paman.
Paman di sana.
Paman favoritmu di sana.
Ketika Paman datang, itu berarti Eomma akan segera pergi.
Apakah kau akan mendengarkan Appa kali ini?
Ya.
Serius? Apa kau akan mendengarkan Appa?
Ya.
Apakah kau akan memakai pakaian tanpa membuat keributan?
Apakah kau akan memakai pakaian tanpa membuat keributan?
Apakah dia mengerti?
Mereka memahami lebih banyak dari yang kita pikir
Dan aku tidak tahu persis kapan tapi ...
Aku bilang...
Apakah kau menyayangi Appa? Ya. Apakah kau merindukan Appa? Ya.
Kalian menyukai Appa lebih dari eomma?
Tidak bisa langsung menjawab.
Mereka sudah lebih mengerti dan mampu menilai situasi.
Jadi kami perlu lebih berhati-hati.
- Ke sini. - Ke sini?
[Tertarik melihat kamera karena mereka tidak melihanya dalam tiga minggu.]
si kembar berubah dari hari ke hari.
Dan mereka juga menjadi lebih lucu dari hari ke hari.
- Seo Eon. - Itu bukan Seo Eon.
Itu kau, Seo Jun.
sekarang, Mengedipkan mata, Mengedipkan mata.
Perhatian... Membungkuk. [Waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal kepada eomma.]
Sampai ketemu nanti.
Kau membungkuk dengan sangat baik. Apa kau baru saja mengucapkan 'selamat jalan'?
Daadaah. Bagus, Seo Eon, kau juga.
[Menckium mereka berdua karena Eomma akan merindukan mereka.]
Eomma akan pulang segera.
Kalian harus mendengarkan Appa, Ok?
[Jangan khawatirkan apapun. Sampai jumpa.]
Kau mau?
Apa kau akan memakainya di wajahmu?
Ok, kemarikan tanganmu.
- Ini. - Yang ini juga.
- Apa ini? - Ini lotion.
Pakai di wajahmu.
No comments yet. Be the first to leave one.