The first 200 lines.
Aku menyukaimu.
Tidak boleh?
Pak Min... /- Biarkan aku bicara.
Kejadian semalam bukan kesalahan atau lelucon.
Aku bersungguh-sungguh.
Sejujurnya,
kamu bukan wanita yang mudah dirayu.
Aku tidak menganggap ini remeh.
Kini, ini menjadi hal tersulit dalam hidupku.
Pak Min... /- Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Aku sangat menyukaimu.
Kupikir aku gila.
Aku sering merindukanmu.
Aku ingin tahu apa kamu sudah makan atau sedang menangis.
Saat melihatmu tersenyum,
aku sangat senang.
Jika kamu bilang
kejadian semalam adalah kesalahan,
aku akan menerimanya. Tapi kumohon
beri aku kesempatan.
Aku bersungguh-sungguh.
Itu bukan kesalahan.
Aku juga menyukaimu.
Aku juga bersungguh-sungguh.
Tapi
aku tidak bisa berkencan denganmu.
Apa maksudmu? /- Seperti kataku,
aku orang yang sangat realistis.
Dan bagiku, kamu tidak realistis.
Kamu ideal.
Kamu punya pekerjaan bagus, mobil bagus,
dan mungkin rumahmu bagus.
Sejujurnya, jika bisa,
aku ingin bersamamu.
Tapi kenapa tidak? /- Karena...
Mungkin aku realistis, tapi aku bukan wanita materialistis.
Aku tahu
yang aku punya tidak cukup untuk bisa bersamamu.
Go Ya. /- Aku senang
kamu sudah mengetahui itu dengan baik
tanpa harus kujelaskan secara detail.
Kamu tahu ayahku orang seperti apa.
bagaimana keluargaku,
dan bagaimana aku menjalani hidupku sampai hari ini.
Dan aku punya adik yang sakit.
Pak Min, kamu orang baik.
Itu sebabnya aku tidak bisa berkencan denganmu.
Kuharap kamu bertemu dengan seseorang
dengan situasi yang lebih baik daripada aku.
Aku sungguh berharap begitu.
Apa kamu
menolakku?
Ya. Kamu terlalu baik untukku.
Itu cara yang aneh untuk menolakku.
Ini sebabnya orang-orang sangat lihai.
Jika kamu bilang
kejadian kemarin adalah kesalahan, aku tidak akan sakit hati.
Aku bersyukur dengan perkataanmu.
Situasiku yang membuatku menyedihkan,
bukan diriku.
Setidaknya untuk sesaat,
kamu tulus menyukaiku.
Itu sudah cukup.
Akhiri saja sekarang dan mencari kebahagiaan yang pantas bagi kita.
Tunggu, Go Ya.
Apa yang bisa kulakukan?
Apa yang bisa kulakukan agar kamu bisa membuka hatimu?
Itu
tidak akan pernah terjadi.
Go Ya.
Kenapa kamu di luar?
Aku mencemaskanmu.
Kenapa kamu tidak menjawab ponselmu?
Ponselku rusak.
Apa yang terjadi?
Kamu mencukur boneka Go Bong.
Kamu melihatnya?
Ya. Go Bong mengamuk dan berteriak
bahwa dia akan membunuhmu saat kamu pulang.
Lalu kenapa dia tenang sekali?
Temannya mengajak dia ke kelab.
Dia mendadak senang lagi, berdandan, lalu pergi.
Dia orang yang sederhana.
Kenapa kamu melakukan itu? Itu tidak seperti dirimu.
Melakukan apa? /- Go Bong bilang
kamu melakukan itu karena marah
saat dia menumpahkan saus di bonekamu.
Ya.
Ini bonekanya, bukan?
Matamu berkaca-kaca?
Kenapa kamu tampak seperti orang yang melihat boneka
pemberian mantan pacarnya?
Berikan kepadaku.
Ada apa?
Itu benar? Kamu mengencani seseorang?
Kamu mau berkencan denganku?
Apa? /- Ibuku
punya banyak utang,
adik perempuanku sering terkena masalah,
dan adik laki-lakiku sakit.
Aku baru saja mendapat pekerjaan,
tapi aku tidak punya tabungan.
Aku bukan lulusan universitas.
Kamu mau berkencan denganku?
Go Ya.
Tidak semua orang mampu berkencan.
Itu hal mahal bagiku.
Pulanglah.
Apa aku membuat dia sedih?
Omong-omong, dia berkencan atau tidak?
Aku menyukaimu.
Aku menyukaimu.
Aku sangat menyukaimu.
Aku menolak pria yang sangat baik.
Tidak. Aku melakukan hal yang benar.
Bagi dia
dan aku.
"Kelas Memasak Jang Ok Ja"
Ji Seok.
Kenapa Nenek bangun pagi sekali?
Nenek harus menyiapkan kaldu
untuk kelas hari ini.
Apa yang kamu lakukan pagi-pagi begini?
Aku sedang memasak sesuatu.
Maaf aku menggunakan bahan-bahan milik Nenek.
Akan kubelikan lagi nanti.
Tidak perlu.
Seseorang yang kamu kenal punya masalah ginjal?
Ya.
Bisakah Nenek mengajariku
cara membuat makanan bagi pasien penyakit ginjal?
Kamu mau memasak? /- Ya.
Kamu bekerja di sini
setelah berhenti mengajar?
Ya. Aku peramal kartu tarot.
Bagaimana kamu bisa menggeluti bidang ini?
Saat kecil aku tertarik dengan ramalan, membaca mimpi,
dan fisiognomi.
Aku terpengaruh oleh ibuku.
Begitu, ya.
Orang-orang mungkin bingung kenapa aku berhenti mengajar
untuk bekerja dalam bidang ini.
Tapi dalam pekerjaan ini, aku bisa menenangkan
dan memberi semangat orang-orang yang sedih.
Sampai kapan kamu akan merahasiakan hal ini?
Katamu ibumu tidak mengetahui ini.
Aku tahu seharusnya aku memberi tahu dia.
Tapi dia sangat bangga dan senang
memiliki putra seorang guru.
Sepertinya aku tidak sanggup untuk memberitahunya.
Rahasia tidak akan bertahan lama dalam sebuah keluarga.
Aku tahu.
Setiap pagi,
aku merasa ingin mengatakannya.
"San Deul mengajar kelas enam
di SD Kkumnamu"
Saat mendengar ibuku bernyanyi,
aku batal mengatakannya.
Omong-omong, kuharap ini berhasil.
Kenapa kamu ingin menemuiku di sini?
Aku ingin membalas kebaikanmu
karena telah menolongku tempo hari.
Apa? Kamu mau membalasku?
Aku akan meramal
kehidupan cintamu.
Kamu masih belum melupakan hubungan lamamu.
Ada orang yang pernah begitu menyakitimu?
Bagaimana kamu tahu?
Kartunya bilang begitu?
Tapi
kamu akan segera menemukan wanita baru.
Wanita macam apa? Aku sama sekali belum siap.
Wanita yang bodoh? /- Apa?
Dia sama sekali tidak berpikir.
Itu sebabnya dia menakutkan.
Wanita yang bodoh?
Aku lega dia tidak mengatakan "sampah".
Ini benar.
Rambutku...
Siapa yang melakukan ini? Siapa?
Perbuatanmu akan dibalas setimpal.
Astaga, syukurlah.
Kak Go Ya selalu menggangguku, bahkan di mimpi.
Aku akan membalasnya.
Apa yang kamu lakukan? /- Astaga.
Beraninya Kakak memotong semua rambut
boneka berhargaku?
Mulai sekarang, jaga mulutmu.
Kamu harus bertanggung jawab atas perkataanmu.
Jika kamu bilang akan memakan topimu sekali lagi,
kakak akan
mencukur habis rambutmu.
Nona Park, aku tidak suka makan siang tadi.
Rasanya sangat tidak enak, bukan?
Ya. /- Terlalu asin.
Lain kali pilih yang lain. /- Baik.
Kopi?
Aku akan menyusul kalian.
Tentu. /- Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.