Release info

All Table Tennis! E06 220307 720p-NEXT
A Commentary by _ch_911_
Time 01:40:05 | Subs by Viu

Tags

720p
720
Published on: 2022-03-08
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Pekan lalu"

"Akhirnya terjadi"

"Pertandingan peringkat sepuluh terbaik untuk menebus diri"

"Menurutmu berapa peringkatmu?"

"Aku di atas Kang Ho Dong"

"Tim Pongdang Pongdang yakin mereka akan menang"

"Tapi..."

"Ho Dong menghancurkan lawannya"

"Ye Chan kalah dengan tidak berdaya"

"Tim Legendaris Kang Ho satu, Tim Pongdang Pongdang nol"

"Bahkan Keun Woo yang mengambil semangat kemenangan Ho Dong"

"Bertarung dengan semangat harimau"

"Untuk kali pertama, dia membalikkan keadaan"

"Tim Legendaris Kang Ho dua, Tim Pongdang Pongdang nol"

"Mereka hanya perlu menang sekali lagi"

"Tim Pongdang Pongdang dikepung"

"Apa mereka bisa membalikkan keadaan?"

"Skor saat ini"

"Tim Legendaris Kang Ho dua, Tim Pongdang Pongdang nol"

Aku juga menantikan pertandingan berikutnya.

Ini antara Eun Ji Won dan Lee Jin Bong.

Jin Bong berlatih dengan semangat teguh.

Kemampuanku meningkat lagi.

Aku berlatih setiap hari.

"Jin Bong berjuang berlatih setiap hari setelah syuting terakhir"

"Sebagai peneliti yang rajin, dia terus meneliti tanpa henti"

Sebagai mantan tentara profesional, dia sangat rajin dan bugar.

Tapi kekurangannya adalah

dia tidak kehilangan kekuatannya. - Benarkah?

Kuharap dia bisa sedikit melemaskan lengannya.

Itu karena dia berotot.

"Dia harus lebih santai dan lentur"

"Lawannya adalah Kapten Eun"

Aku menjadi tegang.

Aku selalu tegang tidak peduli siapa lawanku.

Sedangkan Ji Won,

permainannya tidak teratur karena bet karet berbintiknya.

"Karet berbintik dipenuhi benjolan kecil"

"Saat lawan menambahkan putaran ke bola"

"Karet berbintik membantu membalikkan putaran"

"Membuat bolanya lebih sulit diterima"

"Bahkan atlet pingpong profesional merasa sulit mengendalikannya"

Aku sudah memberitahunya

permainan setelah bertahan dengan karet berbintik

sangatlah penting. - Benar.

Dia harus menyerang tepat setelah bertahan,

tapi dia terus mengandalkan bet. Dia terlalu bergantung pada itu.

Benar. - Aku akan fokus pada bagian itu

saat menonton pertandingannya.

Pertandingan pertama. Lee Jin Bong melakukan servis. Skor nol sama.

Kamu pasti bisa! - Mari kita lihat servis Jin Bong.

"Gugup"

Dia mencetak angka. - Servis Jin Bong berubah.

Servisnya sangat tajam.

Kondisinya membaik

dari yang dia latih. - Bagus, Jin Bong!

Luar biasa dia menerapkan yang dia latih dalam pertandingan.

"Dia melakukan servis lagi dengan semangat tinggi"

Itu dia!

Dengan backhand... Kali ini, Ji Won berhasil menerimanya.

Jin Bong tidak punya banyak waktu untuk berlatih

bertahan dari penerimaan karet berbintik Ji Won.

Begitu rupanya. - Dia mungkin kesulitan di awal.

Aku punya firasat buruk soal itu.

Aku sudah lama tahu bahwa karetnya berbeda.

"Saat lawannya diumumkan..."

Saat kudengar lawanku adalah Ji Won,

kupikir, "Sayang sekali."

Aku menyesal tidak berlatih menerima dan memukul servis

terhadap karet berbintik itu.

Jadi, firasatku buruk.

Itu pukulan panjang bet karet berbintik.

Bet dengan benjolan kecil.

Itu dia.

Bagus. - Sulit untuk diterima.

Jadi, bola yang dipukul Ji Won tidak teratur.

Benar.

"Saat bola dengan putaran balik"

"Bertemu karet berbintik..."

"Putaran balik"

"Putarannya terbalik, mengubah kualitas bolanya"

"Berputar ke depan"

"Putaran balik"

Lihat itu. - Jin Bong belum terbiasa.

"Sulit memahami karet berbintik dalam waktu singkat"

Itu dia. Bagus.

Teruskan. - Bagus. Langsung beri servis.

Ini kesempatan Ji Won.

"Bola keluar"

Tidak! - Bagus.

Bagus. Itu sangat bagus. - Bagus.

Itu... - Itu yang kuminta darinya.

Seharusnya dia pukul dengan forehand.

Tapi setelah memberi servis, dia bersiap

menerima bola dengan backhand.

"Setelah memberi servis..."

Dia terlalu bergantung pada karet berbintik.

Dia harus siap memukulnya dengan forehand dan backhand.

"Dia butuh serangan akurat dengan forehand"

Usaha yang bagus.

"Seharusnya kamu pukul dengan forehand"

"Ji Won menebus poin yang hilang darinya. Sekarang servis Jin Bong"

Itu dia! - Dia terjebak lagi.

Dia belum menguasainya.

Sepertinya dia bilang permainannya tidak berjalan lancar.

"Jin Bong dua, Ji Won empat"

Dia menerimanya dengan baik.

"Setelah memukul servis"

"Dia mencoba menerimanya dengan backhand lagi"

Kamu harus fokus.

Tahu kapan harus memukul dengan backhand.

Dia punya peluang besar mencetak angka dengan servisnya

jika bisa menerima bola dengan baik. Empat lawan tiga.

Dia menerimanya. Dia smes. - Itu dia.

Itu dia. - Bagaimana hasilnya?

Ya! - Jin Bong mencetak angka.

"Jin Bong menerima semua bola yang datang kepadanya"

Dia memancing Ji Won membuat kesalahan.

Keahlian forehand dan backhand-nya jauh lebih baik.

"Keterampilan dasar bertambah, dia pancing lawan membuat kesalahan"

"Skornya seri lagi"

Itu dia. Bagus sekali!

Kamu lihat itu? - Itu servis yang bagus.

"Jin Bong berhasil mencetak angka berturut-turut"

Bagus sekali!

"Jin Bong satu poin lebih unggul dari Ji Won"

Kamu bisa!

Perhatikan servisnya. Servisnya seperti atlet profesional.

Bagus sekali! - Itu sangat tajam.

Itu tajam. - Itu sangat tajam.

Dia berpura-pura.

Itu membuat Ji Won bingung.

Itu servis cut.

Kamu terjebak.

"Pelatih Hyo Yeong kecewa"

Kamu harus memimpin lagi.

Baiklah. - Lakukan reli.

Bagus. - Bagus.

Itu dia! - Dia harus terbiasa dengan itu.

"Lee Jin Bong, peneliti pingpong, berpikir dengan kapasitas penuh"

Itu dia! - Ji Won dapat angka servis lagi.

Pelan-pelan.

"Skornya seri lagi"

"Ini pertandingan sengit"

"Kali ini servis Jin Bong"

Servisnya seharusnya berhasil pada Ji Won.

Dia harus terima dengan baik. Ini servis Jin Bong.

Ya! - Dia dapat angka dengan servisnya.

Dia terus mencetak angka dengan servisnya.

"Servis hook Jin Bong jelas makin baik"

Ya!

Itu servis yang bagus.

"Menangis"

Kamu bisa memukulnya dengan lebih percaya diri.

"Benar. Aku harus lebih percaya diri"

Bagus.

"Bola terbang ke udara agar Ji Won bisa melakukan smes"

"Aku tidak akan melewatkannya kali ini"

"Jangan pukul dengan forehand!"

"Tolong jangan berhenti!"

Bagus! - Bagus!

"Serangan yang rapi"

Itu menyegarkan. - Oper saja bolanya.

"Bangga"

Dia menerima bola dan melakukan smes.

Itulah maksudku.

Alih-alih ingin mencetak angka dengan bet karet berbintik,

dia harus berpikir membuat kesempatan.

Dia harus mencetak angka dengan forehand setelah menerimanya.

Dia memang kapten kita. - Sudah kuduga.

Dia hanya bermain lebih baik.

Dia bermain dengan baik.

Dia hanya bermain lebih baik.

"Dia makin gugup karena serangan kuat lawannya"

"Mereka cemas Kapten Eun akan memimpin lagi"

Ini menegangkan.

"Skornya seri sekali lagi"

Bagus.

Bagus. - Jin Bong terkejut.

Serangannya berhasil.

"Tim Kang Ho, yang memimpin di awal, kini dalam bahaya"

"Ji Won mendapat kesempatan lain untuk melakukan smes"

"Dia langsung mengubahnya menjadi forehand kali ini"

"Gesit"

Bagus! - Dia memukul smes.

"Itulah maksudku!"

Bagus. - Ji Won merebut kesempatan menang

Dia petualang.

Dia memukulnya dengan sangat baik.

Dia mengincarnya. - Tidak mudah memukul seperti itu.

Tapi dia melakukannya dengan baik.

"Jin Bong tujuh, Ji Won sembilan"

Itu dia! - Dia mencetak angka lagi.

Itu luar biasa!

"Setelah servis Jin Bong..."

"Area forehand kosong"

"Alur serangan Ji Won saat dia membidik area kosong"

"Jin Bong yang terkejut gagal menerima bola"

"Dia membiarkan Ji Won mencetak angka lagi"

Sepuluh lawan tujuh. Ini penentu. - Tujuh lawan sepuluh.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left