Release info

나도 엄마야ㅡI'm a Mother tooㅡE45 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Maaf beberapa hari ini telat karena sibuk. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-08-01
Downloads: 4
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 194 lines.

"Episode 45"

Ayo.

Lewat sini.

- Hati-hati. - Baiklah.

Pelan-pelan.

- Pelan-pelan. - Baiklah.

Itu berbahaya. Kamu akan terluka jika jatuh.

Pelan-pelan.

"Kosmetik TS"

Terima kasih.

Maafkan aku.

Aku seharusnya memberitahumu bahwa listrik padam pukul 8 malam.

Kamu pasti terkejut.

Aku mengetahuinya hari ini.

Jangan bekerja sampai larut malam.

Itu membuatku merasa seperti bos yang sangat buruk.

Itu keinginanku sendiri.

Aku harus menyelesaikan rancangan stannya

karena kamu akan segera pergi ke AS. Aku akan selesaikan tepat waktu.

Apa kamu sudah makan malam?

Aku berniat makan di rumah.

Aku ingin makan bersamamu, tapi aku sudah makan bersama klien.

Tidak apa-apa. Aku permisi.

Ji Young, kamu tidak konsisten.

Kamulah yang menyuruhnya mundur.

- Desain stannya sudah selesai? - Ya.

Kamu bekerja sangat keras, Ji Young. Aku sangat bangga kepadamu.

"Noh Mi Hyun"

- Ada apa? - Ini si Monster Merah Muda.

Astaga, ini masih pagi sekali.

Hei, Nona Noh.

Ya, aku sedang dalam perjalanan. Aku akan segera sampai.

Apa katamu? Baiklah.

Dia ingin aku membeli kopi.

Apa dia tidak punya tangan? Kenapa tidak bisa membelinya sendiri?

Biar aku yang belikan.

Tidak apa-apa. Kamu pergi saja.

Astaga, berisik sekali.

"Tapi kamu tidak mau memberitahuku apa pun"

Kamu pasti sangat suka lagu itu.

Lagunya terus diputar.

Dari semua lagu...

"Aku ingin tahu bahkan hal terkecil tentang kamu"

"Tapi kamu tidak mau memberitahuku apa pun"

"Kosmetik TS"

"Jadi, aku akan mengunjungimu dalam mimpimu saja"

Silakan masuk.

Hye Rim.

Hei, Min Kyung.

Apa kamu baik-baik saja? Lama kita tidak berjumpa, bukan?

Benar. Apa kamu baik-baik saja?

Maaf.

Tidak masalah. Seluruh negeri tahu tentangku.

Jika kamu mencari namaku di internet,

kata "propofol" muncul sebagai kata pencarian terkait.

Aku tidak bisa pergi ke mana pun. Aku hanya diam di rumah seharian.

Apa yang membawamu kemari? Kamu sudah lama tidak datang.

Dia sangat kejam. Dia bahkan tidak mau makan bersamaku.

Bagaimana dia bisa begitu kejam?

Siapa yang kamu bicarakan? Sang Hyuk?

Siapa lagi yang akan aku bicarakan denganmu?

Dia tidak memberikan tunjanganmu? Apa itu sebabnya kamu marah?

Tidak, aku sudah menerima tunjangan.

Kalau begitu, kamu marah karena dia tidak mau makan bersamamu?

Kamu serius?

Apa salahnya dengan hal itu?

Apa dia berkencan dengan seseorang belakangan ini?

Kamu tahu sesuatu, bukan?

Ayolah. Katakan kepadaku.

Kenapa kamu ingin tahu?

Hubungan kami belum benar-benar berakhir.

Dahulu, aku tidak bisa menahan diri karena situasiku.

Kamu tahu betapa tergila-gilanya dia kepadaku.

Apa kamu pikir kami dapat berpisah semudah ini?

Bukankah perceraianmu merupakan buktinya?

Kamu salah.

Terserah saja. Aku tidak berhak memberimu saran.

Tapi jika aku jadi kamu, aku akan melepaskannya.

Setidaknya buatlah akhir yang bahagia.

Terima kasih untuk minumannya. Aku permisi.

- Bukankah dia selebritas? - Benar.

Aslinya cantik sekali. Kenapa dia di sini?

Apa dia menginginkan propofol?

"CEO Shin Sang Hyuk"

Ini bagus. Aku rasa kita bisa melanjutkannya dengan desain ini.

Terima kasih.

Akhirnya semua berjalan lancar sekarang.

Tunggu sebentar.

Hei, Steve. Apa kabar?

Baik. Aku baik-baik saja.

Coba tebak. Kami punya desain untuk stan kami.

Bisakah kamu membuatkannya?

Baiklah, bagus. Aku akan mengirimkan surelnya.

Baiklah. Hubungi aku jika ada pertanyaan, mengerti?

Terima kasih. Sampai jumpa.

Ji Young, kamu belum pernah mengunjungi pabrik kita, bukan?

Ayo pergi.

Aku akan mengantarmu berkeliling, dan kamu dapat memantau desainmu.

Bagaimana pekerjaanmu? Ada kesulitan?

Tidak, semuanya baik-baik saja.

Karyawan di pabrik sangat penasaran denganmu

karena mereka tahu kamu yang merancang produk kita.

Aku juga ingin tahu tentang pabrik.

Itu bagus.

Ada apa denganku?

"Hye Rim"

"Hye Rim"

Hei. Ya, aku sedang keluar.

Tidak apa-apa. Kamu bisa bicara.

Min Kyung tadi mampir.

Min Kyung? Kenapa?

Dia bertanya apa kamu punya pacar.

Lalu kamu jawab apa?

Memangnya aku harus jawab apa?

Kamu seharusnya jawab bahwa aku sudah punya pacar.

Apa? Kamu sedang berpacaran lagi? Apa kamu serius?

Tidak, tapi kamu bisa saja mengatakan itu.

Atau katakan aku berpacaran denganmu agar dia tidak kembali lagi.

Lupakan saja. Aku tidak ingin dia memukuliku.

Ada apa dengannya? Kenapa dia bahkan menemuimu?

Aku pikir dia masih menyukaimu. Kamu tahu betapa anehnya dia.

Aku menelepon karena aku khawatir. Kupikir aku harus memberitahumu.

Baiklah, terima kasih.

Ya. Aku akan pergi ke Amerika untuk perjalanan bisnis,

aku akan menemuimu ketika aku kembali.

Baik, aku akan meneleponmu.

Sampai jumpa.

Dia seorang teman. Kami sudah berteman sejak SMA.

Begitu rupanya.

Kedengarannya dia seorang wanita.

Ya.

Aku tidak sangka kalian masih dekat.

Pertemanan pria dan wanita biasanya renggang setelah menikah.

Benar, bukan? Tapi dia masih lajang.

Dia sangat cantik, tapi dia tidak tertarik untuk berpacaran.

Apa ini panas? Apa kamu ingin aku kencangkan AC-nya?

Tidak apa-apa.

Kenapa aku marah? Aku tidak berhak untuk marah.

Ini yang aku inginkan.

Berhenti bereaksi berlebihan. Berhenti bersikap munafik.

- Kamu munafik! - Apa? Maaf?

Kamu membuatku terkejut.

"Pertama, setelah mengambil alih Sepatu Jeya,

kami akan mengakui kontribusi para pekerjanya."

"Kedua, Sepatu Jeya dan perusahaan kami

akan membagi dua biaya layanan purna jual."

Cukup!

Kenapa kamu tidak mengerti juga?

Apa Ayah memintamu mengambil alih perusahaan sepatu untuk ini?

Para pekerja di sana terdaftar sebagai usaha perorangan.

Jadi, tidak ada yang membayar asuransi mereka atau pensiun.

Mereka bekerja 15 jam sehari, jadi, bayaran mereka harus sesuai.

Astaga.

Mereka terdaftar sebagai pengusaha perorangan.

Mereka bukan karyawan kita, jadi, kenapa upah mereka dinaikkan?

Setelah dikurangi komisi, tidak ada apa pun yang tersisa.

Mereka bisa dibilang karyawan kita.

Mereka sudah mengeluhkan kondisi kerja yang berat.

Sesuatu yang buruk akan terjadi jika kita diam saja.

Apa? Astaga, lupakan itu. Sudahi saja rapat ini.

Kita perlu bicara.

Tentang apa? Kamu akan mengatakan hal yang sama seperti ayahku?

Kata-katanya tidak ada yang salah.

Kenapa kamu tidak kirimkan saja mereka ke subkontraktor?

Subkontraktor?

Apa kamu pikir itu solusinya?

Subkontraktor hanya akan membuat mereka bekerja lebih keras.

Jika kita melakukan itu, kita hanya memberikan lebih banyak masalah.

Kamu seorang pengusaha, bukan seorang pekerja sosial.

Cukup.

Aku tidak bisa membiarkan Sang Hyuk mengambil alih perusahaan.

Ya, tentu saja. Putra sulung Bapak berkontribusi lebih banyak.

Dia harus menjadi pengganti Bapak.

Kenapa Bapak tidak mencoba melepaskan ikan lele?

Ikan lele?

Apa kamu membicarakan ikan?

Bila ada ikan lele, ikan lainnya berusaha keras untuk bertahan hidup.

- Kakek. - Sayangku.

Ya.

- Di mana nenekmu? - Sedang pijat.

Apa yang sedang kamu lakukan?

Astaga.

Kamu bahkan tidak keluar untuk menyambutku.

Astaga.

Aku berbaring dan tertidur karena aku lelah.

Telepon Sang Hyuk dan suruh dia makan malam di rumah.

Kenapa?

Lakukan saja perintahku. Jangan banyak tanya.

Baik.

Apa yang kamu lakukan? Minggir.

Kamu mau ke mana? Pijat kakiku.

Apa? Kamu ingin aku memijat kakimu?

Astaga, sudah pijat saja.

Enaknya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left