Release info

나도 엄마야ㅡI'm a Mother tooㅡE51 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-08-09
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 49"

Ini membuatku takut.

Kamu tidak akan mengecewakanku, bukan?

Aku sudah sering berpikir, dan aku tidak percaya diri.

Tapi kamu mengatakan kepadaku

bahwa kamu akan terus

memercayai dan menyukaiku.

Dan aku merasa akan menyesal jika aku membiarkanmu pergi.

Dan aku tidak ingin menyesal.

Apa itu berarti kamu akhirnya akan menerimaku?

Terima kasih telah memutuskan untuk mencobanya.

Aku akan membuktikan kepadamu bahwa kamu membuat pilihan tepat.

Kamu dapat memercayaiku dan menyerahkan segalanya kepadaku.

Malam tampak begitu indah hari ini.

Bukankah begitu?

Benar.

Mendekatlah. Berhentilah menjaga jarak.

Kemarilah. Kamu boleh bergandengan tangan dan lainnya.

Ini menyenangkan. Haruskah kita berjalan mengelilingi negeri ini?

Aku agak kecewa dengan wanita

karena aku disakiti oleh seorang wanita.

Aku melajang selama beberapa tahun dan hanya fokus bekerja.

Tapi kamu berbeda.

Aku bisa memercayaimu.

Hei, Sayang.

Dia pulang dengan Pak Shin.

Benarkah?

Ini cantik. Sayang... /- Aku pulang.

Apa Pak Shin mengantarmu pulang?

Ya.

Apa kalian berkencan?

Ya.

Apa kalian sekarang berpacaran?

Itu bagus sekali. /- Astaga.

Ada apa? /- Apa yang terjadi?

Aku hendak merahasiakannya di kantor.

Jangan memberi tahu siapa pun di kantor.

Dia benar. Tutup mulutmu.

Apa yang pernah aku lakukan?

Kamu sedang apa?

"Pak Shin, kamu sedang apa?"

Tidak banyak. Apa kamu sudah pulang?

Ya, aku baru sampai.

Aku mengirim pesan teks begitu aku sampai di rumah.

Aku selalu ingin melakukan itu.

Aku bersenang-senang hari ini.

Aku juga. Aku harus memaksa diri untuk pulang.

Bagaimana aku akan menunggu sampai besok pagi?

Jangan sampai terlalu jelas di kantor.

Aku tidak pandai menyembunyikan perasaanku. Aku harus bagaimana?

Aku tidak tahu.

Apa kamu baru saja malu-malu?

Itu manis. Lakukanlah lagi.

Mari kita bicara di telepon. Aku akan meneleponmu.

Begitulah aku menjadi anggota grup idola.

Masalahnya, aku bisa bernyanyi, tapi aku tidak bisa menari.

Dan guru tari kami sangat menderita karena aku.

Kamu lucu sekali.

Ini sudah pukul 2 pagi. Apa kamu tidak mengantuk?

Tidak, aku tidak mengantuk. Kamu bisa tidur jika kamu mau.

Aku akan tidur jika kamu tidur.

Aku juga tidak mengantuk.

Kalau begitu ayo kita begadang sepanjang malam.

Kita tidak akan mati hanya karena tidak tidur satu hari.

Guru tari itu sangat pemarah.

Jadi, dia sering memarahiku, dan itu sangat sulit.

Aku sungguh ingin berhenti.

Jadi, aku dan teman-temanku...

Ini.

Rasa kimchi lebih enak jika dirobek seperti ini.

Baik.

Siapa yang memotong semua kimchi ini?

Kamu seharusnya merobek kimchi panjang-panjang.

Maaf. Tae Woong bilang itu panjang. Aku ambilkan yang baru.

Tidak usah.

Ikannya...

Astaga.

Kamu harus...

Kamu harus membuang tulang ikan dengan benar

dengan tanganmu.

Baik.

Astaga.

Ayah, kenapa tidak menelepon Ibu

dan menyuruhnya pulang?

Ayah jelas kesulitan.

Lupakan saja. Ayah tidak kesulitan sama sekali.

Jangan berikan dia uang jika dia meneleponmu.

Ayah memblokir semua kartu kreditnya.

Jadi, dia akan pulang sendiri.

Ayahmu memblokir semua kartu kredit ibu.

Dia sangat kejam.

Ibu bahkan kehabisan uang sekarang, jadi, ibu sangat membutuhkan uang.

Tolong berikan kartu kreditmu.

Ibu tidak akan pulang jika aku memberikan kartu kreditku.

Aku akan memberikannya jika Ibu pulang.

Apa?

Ibu harus menghentikan ini. Ibu bukan anak kecil.

Apa kamu ada di pihak ayahmu juga?

Ibu.

Ibu juga kecewa pada Kyung Shin.

Ini semua dimulai karena dia.

Tapi dia bahkan belum menelepon ibu.

Ibu mertuanya belum pulang selama beberapa hari.

Tapi dia bahkan tidak peduli apa ibu mati atau hidup.

Bagaimana jika seseorang melihat kita?

Astaga, jangan khawatir.

Tidak bisakah seorang CEO minum kopi dengan karyawannya?

Tapi hanya ada kita berdua. Itu aneh.

Apa yang aneh? Aku baru naik ke atap untuk minum kopi,

dan kamu kebetulan berada di sini.

Jadi, aku menyapamu dan mulai minum kopi bersamamu.

Apa yang aneh?

Astaga, berhati-hatilah.

Baiklah.

Kamu memang penakut.

Siapa yang menelepon?

Hai, Bu.

Ibu akan datang ke sini?

Kenapa?

Tapi kenapa Ibu datang ke sini?

Ibu, ayo kita bertemu di luar. Aku akan menemui Ibu.

Ibu ingin melihat-lihat perusahaanmu ketika berada di sana.

Tidak bisakah ibu melihat kantor anakku sendiri?

Astaga, mari kita bertemu di luar.

Halo? Ibu.

Astaga, dia keterlaluan.

Apa ibumu akan datang?

Ya, dia datang kapan pun dia mau.

Apa kamu ingin bertemu ibuku karena dia sudah dalam perjalanan?

Aku ingin memperkenalkannya kepadamu.

Aku bahkan tidak berpakaian dengan pantas.

Kamu tampak cantik.

Bisakah aku bertemu dengannya lain kali saja?

Ini terlalu mendadak bagiku.

Tentu.

"Kosmetik TS"

Nona Yoon, aku lihat kita tidak punya majalah bulan ini.

Kamu harus pergi dan membeli yang terbaru

sekarang juga.

Baik.

Aku akan membelinya. Pekerjaan semacam itu...

Tidak, kamu bisa tetap duduk.

Apa? Baiklah.

Aku akan segera kembali.

Kamu diperlakukan berbeda setelah menjadi karyawan tetap.

Dia tidak menyuruhmu melakukan pekerjaan ringan lagi.

Benar, bukan? Kamu benar-benar berhasil.

Aku tahu.

Siapa...

Di mana kantor CEO?

Di sebelah sini.

Apa Anda sudah membuat janji?

Dia putraku.

Halo. /- Halo.

Teruskan kerja bagus kalian.

Baik, Bu. /- Baik.

Lewat sini.

Dia sangat karismatik.

Dia terlihat sangat kaya.

Astaga, dia cantik.

Dia tidak terlihat seperti ibunya.

Aku penasaran apa dia ibu tirinya.

Lihat? Aku yakin ada semacam rahasia di balik kelahirannya.

Perusahaanmu hebat.

Anak ibu benar-benar berhasil.

Kita bisa bertemu di luar.

Astaga, tidak bisakah ibu datang ke kantor anak sendiri?

Ibu ingin melihat kesuksesanmu.

Kenapa Ibu kemari?

Ayahmu memblokir semua kartu kredit ibu.

Dia sangat kejam.

Ibu kehabisan uang.

Bisakah kamu memberikan kartu kreditmu?

Apa Ibu memintaku untuk mendanai gerakan kemerdekaan Ibu?

Ibu sudah memberimu makan dan membesarkanmu...

Ya, aku tahu. Tentu aku harus memberikan kartuku.

Mari kita lihat.

Ini dia.

Ibu, ini tidak ada batasnya.

Jadi, Ibu tidak perlu pulang.

Ibu harus menggunakan kesempatan ini untuk bercerai.

Baik.

Jangan pernah pulang ke rumah, ya?

Baik, ibu tidak pernah mengatakan akan pulang.

Ibu memiliki putra yang hebat.

Aku pakar dalam hal kabur dari rumah dan bercerai.

Apa? Kamu memberinya kartu kredit?

Bagaimana kamu... /- Astaga.

Biarkan aku menjadi anak berbakti sesekali.

Dia menemuiku menunjukkan bahwa dia tidak punya tempat tujuan lain.

Tapi aku merasa bangga pada diriku sendiri.

Aku kabur dari rumah dan menjadi sukses.

Dan aku bisa membiayai ibuku dalam pelariannya.

Astaga.

Apa? Sang Hyuk, anak nakal itu.

Astaga.

Apa yang harus kita lakukan? Ini lebih lama dari dugaan kita.

Satu-satunya cara agar Ibu kembali adalah dengan meminta maaf.

Ayah harus meneleponnya dan memintanya pulang.

Dia benar, Pak. Karena istri Anda tidak di sini,

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left