The first 200 lines.
Mungkin aku takkan pernah melupakannya...
Meski musim panas telah berakhir...
Yamato tetap berada di sisiku...
Dan aku masih bisa rasakan kehangatan di malam musim panas itu.
Ada apa?
Kau lelah?
Tidak. Tidak apa-apa.
Aku ingin bersama Yamato lebih lama lagi...
Aku masih belum tahu
cara menghentikan gejolak cintaku ini...
Apa lebih baik kita mengambil jalan memutar saja?
Jadi tebakanku benar, ya?
Eh?
Karena kau tak banyak bicara, jadi aku mulai terbiasa membaca isi hatimu,
Ah...
tapi sebenarnya ada hal yang ingin kudengar darimu.
Yesterday, kotoba ga tarinakute
surechigatta to shitemo yamenaide
motto wakaritai
toki ni hitori ni naritakute
toki ni hitori ni naritakute
tabi wo shitemo kokoro wa umaranai
tabi wo shitemo kokoro wa umaranai
tabi wo shitemo kokoro wa umaranai
soshite taisetsu na hito ni kizuku yo
soshite taisetsu na hito ni kizuku yo
itsumo itsumo
itsumo itsumo
itsumo itsumo
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
sou umakuyuku to wa kagiranai mainichi dakedo waratte
kimi ga kureta
tatta hitokoto ga dorehodo ureshikatta ka
zutto zutto oboeteru
zutto zutto oboeteru
Kemarin, kata-kata yang tak terucap.
Di saat kita tak saling menatap satu sama lain, kumohon jangan menyerah.
Aku ingin tahu lebih banyak tentangmu.
Terkadang, aku ingin menyendiri.
Terkadang, aku ingin menyendiri.
Tapi entah kenapa hatiku merasa hampa.
Tapi entah kenapa hatiku merasa hampa.
Tapi entah kenapa hatiku merasa hampa.
Dan aku tersadar kalau kau sangat penting bagiku.
Dan aku tersadar kalau kau sangat penting bagiku.
Selalu, selalu.
Selalu, selalu.
Selalu, selalu.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Meski setiap hari tak menyenangkan, tapi tetaplah tersenyum.
Kau memberikanku kebahagiaan.
Dengan beberapa kata darimu.
Sesuatu yang selalu kuingat.
Sesuatu yang selalu kuingat.
The Gray World mem per sem bah kan
Suki tte ii na yo
Kurosawa Yamato
Pesan Masuk
Selamat pagi!
Maaf, aku tidak masuk sekolah hari ini.
Aku kena flu. Apa kau baik-baik saja?
"Maaf, aku tidak masuk sekolah hari ini"...
Apa ini karena kami terlalu lama di luar kemarin?
Hah? Yamato tidak pernah absen sebelumnya.
Pasti sakitnya parah.
Ah, kurasa, aku juga mau demam...
Aiko.
Bodoh.
Pasti ini karena kalian main-main di luar.
Ah, padahal kemarin itu lumayan dingin.
Serius, nih, Tachibana?
Kalau dingin harusnya kau jangan bermesraan di luar.
Tidak... sama sekali tidak terjadi apa-apa!
Tapi aku jadi khawatir sama Yamato.
Ini, Kakak. Ayo dimakan.
Ini buatan spesialku, kue bergizi tinggi.
Kue dengan belut tepung di dalamnya, ditambah jus segar yang kaya akan vitamin.
Banyak sekali...
Super banyak sekali...
Hah? Kenapa?
Masih belum cukup?
Tidak, Ka-Kakak dikasih bubur saja sudah cukup, kok.
Kenapa? Kakak itu lagi flu!
Kakak juga demam!
Jadi Kakak harus banyak makan supaya dapat banyak nutrisi.
Tapi kau tidak perlu sampai pura-pura sakit untuk bolos sekolah...
Tidak apa-apa!
Mei boleh saja memiliki Kakak, tapi hari ini, Kakak adalah milikku.
Hoi, hoi, nanti ketularan!
Tenang saja.
Dia sudah seperti itu sejak jam pelajaran tadi...
Apa dia baik-baik saja?
Baiklah, aku akan memberinya semangat.
Tachibana.
Pergilah, meski kau harus pulang lebih awal.
Aiko...
Ah, semoga Aiko juga mau merawatku kalau aku sakit.
Kau sih nggak mungkin sakit.
Benarkah?
Hei, tunggu! Apa maksudmu?
Pergilah, jenguk dia.
Eng, lalu...
Kompres, minuman bervitamin...
Mungkin bawa penghanggat perut juga.
Mei, bawalah ini.
Ini produk kesehatan yang dibuat oleh perusahaan kecantikan.
Komposisi: Kolagen Asam Hialuronat Royal Jelly Vitamin C
Ini minuman yang bagus sekali untuk kulit rusak.
Ini bukan masalah kulit...
Tunggu dulu...
Apa boleh aku mengunjunginya tiba-tiba seperti ini?
Mungkin sebaiknya aku SMS dulu...
Mei!
"Apa aku boleh menjengukmu?"
Aduh, Mei...
Padahal ini cuma flu biasa. Kau tak perlu khawatir seperti ini.
Tapi, aku tak ingin dia ketularan.
Masker... masker...
Jadi, Mei mau datang?
Eh? Ya.
Berikan HP-nya.
Hah?
Ah, hoi!
Halo, Yamato?
Ah, Mei?
Y-Ya?
Ini aku. Nagi.
Kakak bilang, dia tidak mau bertemu denganmu hari ini.
Hah?!
Dia tak mau bertemu denganku?
Dia tak mau bertemu... jangan-jangan...
Waktu situasi sedang romantis kemarin...
Karena malu aku jadi mendorongnya!
Dan saat Yamato bergurau tentang apa aku ingin menginap atau tidak...
Aku mendorongnya lagi!
Lalu, saat Yamato mengganti topik pembicaraan
dan bertanya apa kami mau ke tempat ski bersama selama libur musim dingin...
Kita sudah pernah bermalam bersama!
Yamato pasti marah karena aku terus mendorongnya...
Aduh, kenapa tidak dimakan, Kak?
Kembalikan dulu HP-ku.
Tidak bisa! Hari ini, Kakak milikku!
Habisnya, hanya ini kesempatan aku bisa bersama Kakak.
Semoga Mei tidak marah...
Tidak, semoga saja dia tidak sedih, karena mengira aku tak mau bertemu dengannya.
Aku mengerti, kok, Yamato.
Benar juga.
Mei pasti mengerti kalau Nagi hanya cemburu.
Yamato marah. Dia benar-benar marah.
Bagaimana ini?
Halo?!
Mei?
A-Asami?
Kau nekat pulang lebih awal, tapi sepertinya kau ragu-ragu mau ke rumah Yamato atau tidak.
Ke-Kenapa kau...
Eh? Jadi benar, ya?!
Anu, sepertinya Mei ragu mau menjenguk Yamato atau tidak...
Sini, Asamicchi.
Tenang saja, Tachibana!
Laki-laki itu senang kalau dijenguk oleh pacarnya!
Bener banget!
Aku juga kepingin menjenguk pacarku kalau dia lagi sakit!
Makanya, sekali-kali kau sakit, dong, Aiko!
Berisik!
Coba pinjam.
Halo, Mei?
K-Kai?
Hai.
Kenapa kau tidak pergi ke tempat Yamato?
Eng, itu...
Adiknya, meneleponku dan bilang kalau Yamato tak mau bertemu denganku.
Hah?!
Aku tak tahu apa yang terjadi,
tapi Yamato bukan orang yang bakal bilang begitu.
Kau tahu hal itu lebih dari siapa pun, 'kan?
Ya.
Nah, berusahalah. Sampaikan salamku buat Yamato.
Baiklah!
Hei, teman-teman.
Megu.
Apa benar Yamato sakit?
Ya. Sepertinya cukup parah, jadi kami khawatir.
Mungkin aku harus menjenguknya.
Megu, kau ini mulai lagi, deh.
Ayo, kita pergi.
Hah? Tapi aku juga mencemaskannya.
Iya, iya.
Kalau Yamato marah karena sesuatu hal,
maka aku ingin minta maaf padanya.
Kalau dia sakit, setidaknya aku ingin dia merasa tenang.
Selain itu...
Aku ingin beri tahu dia,
kalau aku terus mendorongnya kemarin,
karena aku sangat mencintainya!
No comments yet. Be the first to leave one.