The first 150 lines.
Episode 60
Yang Belum Dipetakan (Bagian 3)
Sejak hari aku memenangkan turnamen karate,
ayahku tak lagi datang untuk menontonku.
Bagiku, karate adalah unsur penting agar aku bisa menempuh jalan keadilan.
Bagi beliau, itu hanya latihan fisik untuk mempelajari gerakan tubuh yang elegan.
Kenapa kamu sangat kasar dan tidak rapi?
Contohlah kakakmu!
Kakakku meninggal saat usiaku delapan tahun.
Kakakmu bisa melakukan ini dengan mudah.
Aku tidak bisa.
Siapa pun tak akan bisa bersaing dengan kesempurnaan orang yang sudah mati.
Kamu gagal total.
Di mana ini?
Kalau tidak salah, aku diserang di dalam mobil.
Kamu sudah sadar?
Bra?
Hati-hati.
Salah melangkah, kamu bisa jatuh.
Saudara kurang ajarku yang berpakaian hitam.
Aku tidak dihabisi untuk dijadikan umpan hidup.
Dengan membawaku ke menara ini,
dia ingin menghabisi semua anggota Agensi yang datang.
Benarkah?
Hanya untuk alasan itu?
Lantas, kenapa dia tidak membunuhku?
Bagaimana ini?
Kami tak bisa lari dengan memanipulasi gravitasi seperti Nakahara Chuya.
Selain itu, ruangan ini sempit.
Ruangan ini akan dipenuhi air.
Kami harus cari jalan keluar.
Menyelam!
Apa ini? Aku tidak bisa bernapas...
Permukaannya terbakar?
Dindingnya sudah dicat dengan bahan transparan yang mudah terbakar.
Ini pasti salah satu rencananya Fyodor!
Kami pasti terbakar kalau naik ke permukaan, tapi...
Aku tidak bisa bernapas.
Pistol ini tidak berguna di dalam air.
Aku tidak bisa menahan napas lagi.
Apinya padam?
Begitu! Pasti karena kehabisan bahan bakar!
Kami selamat!
Dazai? Tidak mungkin...
Sial, aku kehabisan udara...
Jangan.
Hah?
Oksigen akan cepat habis dalam ruangan tertutup dengan kebakaran.
Kalau menarik napas, oksigen dalam darah akan habis.
Kami bisa langsung mati dalam sekejap.
Aku pasti sudah mati kalau Dazai tak menghentikanku.
Itu sebabnya pilihan kami adalah tenggelam.
Tapi kenapa dia tenang sekali?
Pintunya sedikit terbuka!
Kurang lebih, aku sudah paham.
Dazai menghancurkan kabel yang mengoperasikan pintu itu.
Terbukalah!
Aku selamat...
Dazai!
Protokol banjir terganggu.
Memulai rangkaian jatuh.
Gawat! Kami harus bisa keluar sebelum lift ini jatuh makin cepat...
Kami akan mati!
Aku sudah berjanji...
akan mengeluarkanmu dari sini hidup-hidup.
Urus sisanya, ya.
Aku tidak tahu apa yang benar.
Keraguan ini membuatku bimbang.
Aku akan beri tahu tujuan Lima Pertanda Mematikan sebenarnya padamu.
Beri tahu aku jawabannya.
Siapa pun.
Dazai.
Hanya karena ini saja kamu sudah menyerah?
Jangan manja.
Cari jalan keluar dengan segala yang kamu punya.
Bukankah dia...
gadis yang Ranpo minta untuk kami cari?
Aku akan menyelamatkanmu!
Ada yang datang.
Jangan kemari!
Ini jebakan!
Mustahil... Mustahil, mustahil...
Urus sisanya, ya.
Urus sisanya? Urus apa?
Memangnya orang biasa sepertiku bisa apa?
Aku akan keluar dari sini.
Sejak awal, aku tak terlibat dalam permainan ini.
Apa ini?
Bahasa Rusia? Apa artinya?
Akutagawa, ini aku! Kamu tidak mengenaliku?
Sial!
Kalau aku tidak bisa lari,
aku akan datang padamu!
Eh?
Dia tidak menahannya dengan Kain Hitam?
Lengannya pulih...
Kekuatan vampir?
Jadi dia tak perlu bertahan lagi karena bisa memulihkan diri.
Berarti dia tak akan kalah sampai dia mati.
Hentikan, Akutagawa!
Kamu masih belum memberi penjelasan!
Saat itu... kenapa kamu bilang begitu?
Pergilah... dasar bodoh!
Kenapa kamu memilih untuk menyelamatkanku?
A-Aduh...
Sial. Kakiku pasti patah...
Eh, aku mohon padamu.
Aku sangat kesakitan di sini.
Singkirkan rasa sakit ini...
Dengan senang hati.
Kamu mendengarku, Chuya?
Target ada di lantai empat.
Bunuh dia.
Suruh dia untuk tidak mengejar Dazai.
Selanjutnya tak akan meleset.
Luar biasa.
Sigma, bukankah kamu seharusnya kabur?
Aku akan menyentuhmu dan memaksamu membeberkan rencana bandara.
Itu janjiku pada Dazai.
Begitu. Seperti biasa Dazai menunjukkan pesonanya.
Dia mengelabuimu dalam sekejap.
Apa?
Kamu bukan tipe orang yang suka bertindak ceroboh seperti ini.
Mengamati Dazai memberimu pencerahan.
Yang sebenarnya kamu inginkan bukanlah rumah, tapi kepercayaan.
Inilah yang terlintas di pikiranmu...
Kamu ingin menjadi bagian dari Agensi.
Agar aku bisa menyelamatkan Agensi di bandara.
Urus sisanya, ya.
Tebakanku benar, kan?
Aku mungkin akan menari mengikuti iramanya.
Meski begitu, Dazai tetap membayar utangnya.
Melanjutkan gim saat pelanggan menaikkan taruhan...
adalah cara kasinoku beroperasi!
Justru kamulah yang ingin memanipulasiku.
Kamu mencoba membuatku ragu pada Dazai dan menurunkan senjataku.
Dazai membuktikan bahwa dia memanipulasiku dengan baik.
Begitu, ya?
Aku akan memeriksa ingatanmu dengan menyentuhmu.
Tapi sebelum itu, beri tahu aku!
Apa kemampuanmu? Tidak...
Siapa sebenarnya dirimu?
Kamu punya waktu lima menit untuk melepaskan segel Satu Perintah.
Atau vampir di seluruh dunia akan menyerang sekaligus.
Kamu dengar itu, Bra?
Dunia akan diserang dalam lima menit.
Sial, tertutup rapat.
Kamu tahu apa yang sedang terjadi?
Jangan bilang kamu sudah tahu?
Saat kamu tak sadarkan diri, Fukuchi mengambil pedang suci dan mengeluarkan perintah.
No comments yet. Be the first to leave one.