The first 200 lines.
- Sampai jumpa. Kami akan menemuimu lagi. - Selamat tinggal.
Berikan uangmu, ayo.
- Bagus sekali. - Terima kasih.
Biru 439.
- Biru 439. Ganti. - Biru 439, silakan. Ganti.
Telepon Weston 0-219. Katakan aku sedang dalam perjalanan ke sana.
Baik. Tetaplah di sana.
- Halo, sayang. - Halo.
- Cetak ini, mengerti? - Baik.
Segera.
Aku di sini.
Siap?
- Aku sudah siap sejak 1 jam lalu. - Bagus.
Aku mengejar jadwal penerbangan ke Paris jam 11, jadi aku tak bisa...
Tidak bisa apa?
Lupakan saja.
Siapa yang bersamamu tadi malam?
Reg.
Reg, tolong putar musiknya.
Bagus.
Bagus. Bagus. Tahan.
Reg.
Berikan padaku. Ayo. Bagus.
Membungkuk. Membungkuk lagi.
Seperti itu. Bagus.
Bagus. Dan rambutnya ke belakang. Rambutnya ke belakang.
Bagus sekali. Bagus sekali! Bagus. Tambah lagi.
Sekarang berikan padaku. Berikan padaku. Ayo, sekarang.
Berikan padaku, secepatnya. Ayo, maju ke depan.
Bagus. Sisi ini. Sisi ini. Condong ke kanan. Naikkan tangannya.
Bagus sekali. Sentuh wajahmu. Sangat bagus.
Dan di sebelah sini lagi. Sentuh wajahmu lagi.
Bagus. Sekarang rambutnya. Luar biasa. Itu bagus sekali.
Bagus. Ya, rambutnya. Lagi. Lagi.
Bagus. Ya, itu luar biasa. Bagus. Ya. Sekali lagi. Sekali lagi.
Oh, tahan. Pegang rambutnya ke belakang. Lagi. Bagus.
Baik, Reg, 50.
Telentang. Ayo, telentang.
Ya. Sekarang berikan padaku. Ayo.
Ayo. Kerja, kerja, kerja!
Bagus. Bagus. Sekali lagi. Ayo. Bersandar. Tangan ke atas.
Rentangkan dirimu. Bagus sekali.
Sekali lagi. Ayo. Ayo.
Itu bagus sekali.
Begitu. Tetap seperti itu. Cantik sekali.
Yah, keluarkan. Bagus sekali.
Tidak, tidak. Angkat kepalamu. Angkat kepalamu.
Untukku, manis. Untukku.
Sekarang! Sekarang! Ya! Ya! Ya!
Halo?
Ya, tunggu sebentar.
Ini Peter.
Halo?
Ya.
Ya.
Yah, aku mendapatkannya di suatu tempat. Aku sudah mendapatkannya.
Ya, tunggu sebentar.
Reg, tolong catat alamat toko barang rongsokan itu.
Ini menakjubkan. Teruskan.
Ya.
Ya. Bagus.
Ini. Kau boleh membakarnya.
Reg!
- Suruh gadis-gadis itu turun. - Oke.
Jangan mengunyah permen karet. Buang.
Jangan buang di lantaiku.
Kau, turunkan lenganmu.
Begitu.
Enam millimeter.
Jelek sekali.
Bagaimana jika kakinya ke depan sedikit?
Menghadap ke depan.
Lepas saja. Buka mulut. Ya, bagus. Bagus.
Tidak, kalian semua salah. Ulangi lagi. Pikirkan lagi. Pikirkan lagi.
Kau, biarkan gaunnya jatuh. Biarkan garisnya tetap lurus.
Kepakkan saja lenganmu naik turun.
Ya, sangat bagus. Ya, aku suka. Aku suka. Teruskan.
Yah.
Baik. Ganti posisi.
Ya.
Bangun!
Kalian beruntung bisa bekerja denganku.
Baiklah, satu kali lagi.
Sekarang tersenyumlah, ayo.
Senyum.
Senyum.
Astaga.
Aku menyuruh kalian tersenyum.
Ada apa?
Kalian lupa apa itu senyuman?
Hei?!
Baiklah, kalian semua lelah. Sekarang bersantailah.
Aku tak bisa lagi melihat bola mata kalian. Mata kalian tertutup.
Ayo.
Tutup mata kalian.
Tutup mata kalian.
Dan tetap seperti ini.
Itu bagus untuk kalian.
Tutup matamu.
Itu pasti lima atau enam tahun yang lalu.
Tak berarti apa-apa saat aku membuatnya. Hanya sesuatu yang acak-acakan.
Setelah itu, aku menemukan sesuatu yang menarik, seperti itu.
Seperti kaki ini.
Lalu ini menyusun sendiri dan menjadi masuk akal.
Ini seperti menemukan petunjuk dalam sebuah kisah detektif.
Jangan tanya tentang yang satu ini. Aku belum tahu.
- Boleh aku beli? - Tidak.
Mau memberikannya padaku?
Ini.
Brengsek.
Dia tak mau menjual salah satu lukisan sampah ini padaku.
Suatu malam aku akan mengendap-endap masuk dan mencurinya.
Jangan berhenti, ini menyenangkan.
Kau kelihatan lelah.
Sepanjang malam aku ada di penampungan gelandangan.
Mereka bilang disuruh datang kemari.
- Bukan olehku. - Kami sebenarnya tak disuruh datang.
Maaf, aku sibuk.
Mereka mencetak beberapa foto untukku di atas. Tolong ambilkan.
Bisakah kau memberi kami beberapa menit saja?
Beberapa menit?
Aku bahkan tak punya waktu untuk mengeluarkan usus buntuku.
- Kalau begitu, kapan kami bisa datang? - Jangan.
- Mereka masih menunggu dengan mata tertutup? - Ya, mereka masih menunggu, tapi sudah membuka mata.
Bagus.
Bilang pada mereka untuk menutup matanya lagi.
Singkirkan tas itu. Itu sangat jelek sekali.
Bolehkah kami datang lagi siang ini?
- Apa yang kau inginkan? - Hanya melihat-lihat.
Tak ada penawaran murah di sini. Kau membuang-buang waktu.
Aku hanya melihat-lihat.
Apa yang kau cari?
- Lukisan. - Tidak ada lukisan.
Lukisan macam apa?
- Pemandangan alam. - Maaf, tidak ada.
Sudah terjual. Semuanya sudah terjual.
- Kau pemiliknya? - Bukan, pemiliknya sedang keluar.
Sedang menunggunya?
Apa yang kau lakukan?
Hentikan! Hentikan!
Berikan padaku. Kau tak boleh sembarangan memotret orang begitu saja.
Siapa yang bilang?
Aku hanya mengerjakan pekerjaanku. Ada orang yang jadi matador...
...ada yang jadi politisi.
Aku fotografer.
Ini ruang publik. Semua orang punya hak untuk tidak diganggu.
Bukan salahku jika kau tak menemukan kedamaian.
Kau tahu, banyak gadis yang akan membayarku untuk memotret mereka.
Aku akan membayarmu.
Aku menaikkan harganya.
Ada foto lain yang kuinginkan di rol ini.
Kalau begitu bagaimana jadinya?
Aku akan mengirimkan fotonya.
Tidak, aku menginginkannya sekarang.
Tidak!
Kenapa terburu-buru?
Jangan merusak semuanya. Kita baru saja bertemu.
Tidak, kita tidak pernah bertemu. Kau tak pernah melihatku.
- Halo. - Halo.
- Agenku bertemu denganmu tentang toko ini. - Benarkah?
Dia seorang lelaki bercerutu.
Membuang abu ke mana-mana.
Kurasa aku mengingatnya.
Mungkin aku meminta uang terlalu banyak.
Uang selalu jadi masalah, bukan begitu?
Katakan padanya untuk kembali.
Kenapa kau menjualnya?
Aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda.
Pergi ke suatu tempat.
Aku bosan dengan barang antik.
Pergi ke mana?
Ke Nepal.
Nepal itu antik semuanya.
Benarkah?
Mungkin sebaiknya aku pergi ke Maroko.
- Berapa? - Apa?
Baling-balingnya.
Kau bisa memilikinya dengan membayar...
- ...8 pound. - Baik. Setuju.
- Kau punya mobil van? - Kau tak bisa membawanya sekarang.
Harus.
Harus.
- Aku tak bisa hidup tanpanya. - Malang sekali.
Itu akan mengajarimu untuk jatuh hati pada benda-benda berat di Sabtu pagi.
- Itu mobilnya? - Ya.
Kau tak bisa menaruhnya seperti itu. Ini bukan mobil pengangkut.
- Siapa peduli? - Serahkan padaku.
Ada yang akan mengantarnya.
Ya. Baiklah, tapi harus diantar hari ini.
Biru 439. Biru 439. Ganti.
Biru 439, silakan. Ganti.
Halo, ini....
Sambungkan aku dengan Flaxton 2-249. Tn. Walker. Tn. Peter Walker.
Bilang padanya aku sudah melihat toko itu. Mahal, tapi anak itu akan datang.
Suruh dia segera menelepon gadis itu, agar...
...tidak dibeli orang lain.
Baik. Tetap di sana.
Biru 439. Biru 439. Ganti.
Biru 439. Biru 439. Silahkan.
Biru 439, pesan telah disampaikan. Nomornya telah disimpan. Peneleponmu tak menyukainya.
No comments yet. Be the first to leave one.