The first 200 lines.
"Episode 82"
Ayo beri salam. Dia adalah CEO Shin Hyun Joon.
Dan dia adalah Direktur Choi Kyung Shin.
Halo, aku Jenny.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu. Kamu sangat cantik.
Apa kita pernah bertemu sebelumnya?
Kamu tampak tidak asing.
Kamu mungkin pernah melihatnya di internet.
Mungkin saja.
Kita bertemu di pernikahan Pak Shin.
Benarkah?
Pasti begitu.
Kamu dan Jenny sama-sama cantik.
Kalian juga sedikit mirip.
Mari kita duduk.
Hei, dia memang agak mirip denganmu ketika kamu muda.
Benarkah?
Dia jauh lebih cantik daripada aku.
Dia sangat populer belakangan ini.
Bukan hanya seni peran, tapi dia juga model untuk banyak merek.
Aku tahu dia akan berhasil karena dia berbakat dan cantik.
Dia menjadi sukses jauh lebih cepat daripada dugaanku.
Kamu tahu aku pernah memiliki agensi hiburan.
Dia akan menjadi bintang besar.
Aku harap kamu berhasil mempromosikan produk kami.
Baik, aku akan lakukan yang terbaik.
Aku senang kita akan bekerja sama.
Aku menantikannya, Jenny.
Apa kamu mau ini?
Aku suka pasta dengan saus tomat. Aku mau apa saja dengan itu.
Aku juga suka pasta dengan saus tomat.
Bagaimana dengan Pasta al Pomodoro e Basilico?
Aku suka hidangan itu.
Tentu. Aku belum pernah mencobanya.
Tapi aku ingin mencobanya jika itu yang kamu sukai.
Baiklah kalau begitu. Kami akan memesan itu.
- Baiklah. - Terima kasih.
Aku akan menyiapkannya untukmu.
Kamu bilang umurmu 17 tahun?
Ya.
Berarti kamu murid SMA kelas 1?
- Ya. - Astaga.
Kamu pasti sangat sibuk dengan sekolah dan bekerja.
Orang tuamu pasti khawatir.
Apa pekerjaan orang tuamu?
Jenny tidak tinggal
bersama orang tuanya.
Lalu apa dia tinggal dengan anggota kelompoknya?
Aku keluar dari asrama baru-baru ini,
- dan aku tinggal di rumah Pak Ji. - Siapa?
Dia tinggal dengan bibi dan pamannya Ji Young.
Dia akrab dengan Ji Young.
Benarkah?
Kenapa dia harus menjadi kenalan Ji Young?
Aku tidak akan memakai dia jika aku tahu tentang itu.
Aku merasa pernah melihatnya di suatu tempat sebelum resepsi.
Rasanya ada yang aneh.
Apa pertemuannya berjalan lancar?
Aku doakan yang terbaik untukmu.
Merek itu cocok dengan citramu
dan itu juga sangat populer.
Ji Young.
Aku pikir ibuku
akan sangat mirip denganku.
Dia akan terlihat mirip denganku, memiliki selera makan yang sama,
dan tinggi yang sama.
Benarkah?
Kenapa kamu tiba-tiba berpikir begitu?
Apa kamu mendengar sesuatu tentang ibumu?
Tidak, aku hanya membayangkannya.
Jika aku bertemu dia, aku ingin dekat dengannya.
Aku pikir kebencianku kepadanya perlahan akan memudar.
- Sayang. - Ya?
Sabtu ini hari ulang tahunmu.
Apa yang harus kita lakukan?
Kita tidak punya waktu untuk itu. Kita harus mengurus bisnis kita.
Mari kita makan siang bersama anak-anak.
Berarti aku tidak perlu mengundang Ji Young, bukan?
Tentu saja.
Mereka harus menemui mertua mereka selama akhir pekan.
Kenapa repot-repot mengundang mereka untuk ulang tahun seorang pria tua?
Jangan katakan apa pun pada mereka.
Baik. Mari kita makan siang bersama anak-anak.
- Bagus. - Baiklah.
Apa kamu memasak sarapan untuk mertuamu lagi hari ini?
Para pembantu yang mengerjakan semuanya. Aku hanya membantu.
Tapi kakak iparku memintaku
untuk membuat seluruh menu untuk besok.
Apa?
Kenapa dia memintamu?
Kamu bahkan tidak tahu apa yang mereka sukai.
Benar sekali.
Aku khawatir. Aku tidak tahu harus memasak apa.
Kenapa dia menyuruhmu memasak bila kamu sudah sibuk bekerja?
Aku pikir kakak iparmu sengaja berbuat jahat kepadamu.
Bukankah itu karena kejadian di masa lalu?
Tidak, bukan begitu. Dia hanya membiarkanku memasak
karena dia melihat Ayah menikmati lauk
yang aku buat untuknya kemarin.
Astaga, tapi tetap saja.
Dia membuatmu bekerja terlalu keras.
Ibu akan membantumu.
Fokus saja pada pekerjaanmu.
Tidak, Ibu tidak perlu melakukan apa pun. Biar aku saja.
Astaga, jangan memaksakan diri.
Kamu dapat melakukan sendiri setelah menjadi lebih baik.
Tapi biarkan ibu membantumu kali ini.
Kamu harus memanfaatkan keterampilan memasak ibumu.
Bagaimana kalau makanannya tidak terlalu mengenyangkan
dan kamu membuat bubur untuk sarapan?
Itu ide bagus.
Ayah sangat benci bubur, Berengsek.
Sarapan sudah siap.
Apa ini?
- Apa ini bubur? - Astaga.
Ayah mertuamu tidak suka bubur.
Apa?
Benarkah?
Kenapa Ayah tidak mencobanya saja?
Bubur lebih sulit dibuat daripada nasi.
Apa tidak ada nasi?
Maafkan aku. Aku tidak memasak nasi apa pun.
Ayo makan. Lebih baik makan bubur untuk sarapan.
Bubur apa ini?
- Ini bubur kerang kepah. - Bubur kerang kepah?
Astaga.
Sayang, ini yang biasa kamu makan di kampung halamanmu.
Ini satu-satunya bubur yang dia makan.
Astaga, rasanya persis seperti bubur di kampung halamanku.
Kamu benar. Ini enak.
Rasanya sama dengan yang kita makan di kampung halaman Ayah.
Ya, benar. Kamu hebat.
Terima kasih.
Bagaimana kamu mendapatkan resep ini?
Sejujurnya, ibuku membantuku sedikit.
Apa ibumu dari kampung halaman ayah?
Tidak, dia belajar resepnya dari seseorang asal Gimje.
Dia mempelajari resep yang tepat.
Cobalah ini juga.
Ini ikan korvina kuning kering dan udang bumbu kecap asin.
Astaga.
Deodeok panggang juga sangat enak.
Rasanya seperti hidangan dari kampung halaman kita.
Benar sekali. Kamu memasak dengan baik.
Astaga, ibu bahkan suka bagaimana kamu menata mejanya.
Ibu suka piring, alas meja, dan peralatan makannya.
Kamu bahkan meletakkan bunga di tengah.
Ibu rasa kamu berbeda karena kamu seorang desainer.
Terima kasih.
Enak, bukan?
Sang Hyuk, kamu sudah berkeluarga sekarang.
Jadi, ayah ingin kalian makan siang bersama kami setiap hari Sabtu
demi kekompakan keluarga kita.
Apa? Setiap pekan? Kami sibuk.
Beraninya kamu.
Itu karena kalian.
Kami tinggal di sini, jadi, itu bukan masalah.
Tapi tidak mudah bertemu dengan kalian.
Berilah kami kelonggaran. Kami masih pengantin baru.
Situasinya lebih baik saat ayah mengusirku.
Apa Ayah berencana mengusir kami?
- Baiklah. - Baik, Ayah.
Lihatlah dia mendengarkan istrinya.
Aku malah membantunya mendapatkan pujian.
Ibunya Ji Young sangat pandai memasak.
Ibuku juga pandai memasak.
Dia akan membantuku
kalau saja ibumu tidak terlalu kejam kepadaku.
Ada apa denganmu?
Yang penting adalah semua orang menikmati hidangan tersebut.
Aku bersyukur ibunya Ji Young membantunya.
Tentu.
Kamu harus menyadari kamu kehilangan adikmu kepada keluarga Ji Young.
Kenapa kamu membawakan lauk sebanyak ini?
Ini tidak seberapa.
Aku membuat lauk tambahan untuk kalian
saat aku memasak untuk mertua Ji Young.
Astaga, ini tidak perlu.
Astaga, kamu memang koki terbaik.
- Ini sangat lezat. - Astaga.
Aku ingin tahu apa mereka menikmati makanannya.
Tapi kenapa mereka menyuruh Ji Young memasak sarapan
di zaman sekarang?
Apa orang kaya memang begitu?
Entahlah.
Dia telah melakukannya selama seminggu
sejak dia kembali dari bulan madu.
Astaga, sungguh berat untuk menjadi menantu.
Apa dia akur dengan kakak iparnya?
Kakak iparnya yang paling membuatku khawatir.
Entahlah.
Mereka bilang kakak ipar bisa lebih kejam dari ibu mertua.
Ya, benar sekali.
Astaga, Young Ran. Kamu bahkan membuat iga sapi panggang?
Aku memasak sup rumput laut besok saja.
Ini akan jadi santapan ulang tahun yang sempurna.
Apa? Besok ada yang ulang tahun?
Itu...
Aku ingat.
No comments yet. Be the first to leave one.