The Santa Clauses

The Santa Clauses

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

The Santa Clauses S01E04 DSNP WEBRip PSARips
A Commentary by ChoBot
Durasi 32:14 | Retail Resync to WEBRip

Tags

webrip
web
BRip
Published on: 2022-12-01
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Selamat hari pertama, Santa.

Ibu pasti akan bangga pada Ayah.

Kubawakan sesuatu bernama "sari permen kenyal seduh".

Terima kasih, Sayang.

Enak sekali.

Ayah akan butuh ini.

Setelah kegagalan pengiriman EverythingNow!

Ayah tak boleh mengacaukan ini.

- Tak akan, Ayah. - Ini saatnya.

Hari inilah Ayah mengenakan mantel, menambah berat badan,

dan menjadi Santa bagi kaum elf.

Ayah harus membuat mereka tahu segalanya terkendali.

Bahwa tak ada yang lolos dari Ayah.

Mana mantel Santa?

Mana mantel itu?

Mungkin di laci.

Baiklah! Itu bagus. Kita… Kita akan geledah tempat ini,

lalu lempar-lemparkan barang agar tampak seperti perampokan.

Depot Kopi Logan Square

Tunggu…

Lucas, sudah kuduga kau akan suka itu.

Dia menerima piama bergambar Buzz Lightyear

yang kupikir sangat… Itu menggemaskan.

Apa yang dia…

Ya, karena… Kau tahu…

- Hei, kau. Hai. - Tak apa.

- Selamat pagi. - Lihat itu.

- "Funnuchino." Itu pintar. - Ya.

Aku mau pesan "funnuchino". Yang dobel.

Lalu tambahkan cokelat. Lebih banyak cokelat.

Tanpa kopi. Hanya cokelat panas.

Pakai cokelat alih-alih kopi. Krim kental jika ada.

Serta tambahkan sedikit pepermin jika ada.

Permen keras apa pun, masukkan. Lalu krim kocok.

Potongan kukis jika ada. Yang mana pun boleh… Serta meses.

Kopi. Hitam, tolong.

- Atas nama? - Santa.

Pak, pekerjaanku sudah cukup sulit.

Penyesuaian ini lebih sulit daripada dugaanku.

Ya.

Ho ho ho.

BAB EMPAT KLAUSUL SEPATU TURUN DARI RANJANG

Hei!

Lihat ruangan yang penuh orang-orang kecil hebat ini.

Kecil? Wah.

Aku minta maaf. Tadi itu… Itu sangat kasar.

Mari kita beraksi!

Hore!

Dengar, aku mungkin Santa baru, ya? Tapi aku memasuki dunia kalian,

dengan harapan kita mampu menerbangkan pesawat ini bersama,

atau haruskah kusebut "kereta luncur?"

Kereta luncur!

Sinergi perusahaan kita, omong-omong, sangat hebat!

Aku bisa merasakannya!

Satu-satunya tujuanku di sini adalah memperkuat hasil kerja cemerlang

yang sudah kalian lakukan.

- Kita semua penyerang di lapangan ini. - Gol!

Bersama, kita akan bekerja keras dan bermain mati-matian.

Hore! Keduanya sama saja!

Aku tahu masih sembilan bulan lagi, tapi dia tak diundang ke ulang tahunku.

Santa Baru, bolehkah aku minta dipeluk?

Itu terdengar seperti jebakan. Jadi, kutolak.

Aneh. Baiklah.

Pukul berapa kau akan mengantar kami tidur?

Apa ada pertanyaan yang kurang aneh?

Kenapa kau tidak bermantel?

Ya, di mana mantelnya?

Kami sudah hapus Jumat Kasual 300 tahun silam.

Terima kasih sudah bertanya. Kembali bekerja!

Hore!

Pak, kau sungguh harus pakai mantel. Itu protokol.

Tentu. Jadi, Betty, ini sungguh tidak penting,

tapi kurasa aku menghilangkan mantelnya.

Kau apa?

Tenang, Betty. Kau pernah mengalami yang lebih buruk.

Tak pernah punya ibu, atau ayah.

Tak bisa diganti saja?

Itu dibuat dari jubah Santo Nikolas

dan diwariskan dari Santa ke Santa sejak itu.

Jadi, tak bisa.

Ayah, mau membangun benteng salju?

Dia tak punya waktu.

Kita sudah terlambat, dan tinggal 300 hari menuju Natal.

- Kau serius? - Kenapa aku selalu ditanya begitu?

Giliran Ayah…

BALIKKAN DOMBA

Jadi, jika kukumpulkan 6,5 keping jingga,

aku boleh terus menuruni lubang tambangmu dan mencuri semua dombamu?

- Entah. - Lihat ini.

Sebagai Santa, Ayah tak pernah sempat bercengkerama dengan kalian.

- Ayah suka ini. Sungguh. Ini bagus. - Aku juga.

- Aku juga suka. - Ya.

Jadi, Ibu benci menjadi perusak suasana, tapi anak-anak harus mulai bersekolah.

Ya!

- Tidak. Jangan muntah… - Sandra, kau tak akan muntah.

Kita harus menyusun latar belakang kita,

karena akan ada banyak pertanyaan.

- Tersisa kisah keluarga nelayan udang. - Aku punya…

Kita tangkap udang di lepas pantai.

- Newfoundland, atau semacamnya. - Baik.

Kisah satunya yang Buddhis.

Agak rumit, tapi beralasan bahwa kita pergi.

- Tentu. - Aku ragu soal hilang di pulau.

- Mengundang pertanyaan. - Baik.

- Menurutku… - Pakai kisah udang…

Tidak, pilih kisah pilot pedalaman Alaska saja.

- Itu ceritaku di tempat kerja… - Aku suka.

Aku pilot pedalaman Alaska. Sudah kita bahas.

- Itu ide bagus. - Ya. Aku yang pilot.

Kau tahu, begini masalahnya.

Aku tak mau para rekan kerjaku menyangka aku meninggalkan pekerjaan bagus

untuk menjadi wanita tak dikenal di balik pria super tenar.

Karena memang tidak begitu.

- Baiklah. Lalu bagaimana ini? - Baiklah.

Ada dadu delapan sisi.

Gulirkan satu kali, lalu ada yang enam sisi, balikkan,

- kini Ayah boleh membalikkan domba. - Tidak.

Bagaimana ini? Kapan boleh dibalik?

Itu…

Kita sudah baca ini. Bukan halaman itu.

- Di mana? - Yang di tengah.

- Di tengah? Bagus. - Ya, yang merah…

Siapa bisa bahasa Jerman?

RUMAH PARA KUNGKANG SYCAMORE

Astaga. Wah… Hei…

Datangi kantor Ibu!

Wah, maaf. Kebiasaan lama.

Ya, disetrap. Aku suka itu dahulu. Itu kenangan indah bagiku.

Astaga. Aku benar-benar berada di dalam gedung SMA Amerika!

Inilah yang kuimpikan.

Ada para pemengaruh, kaum gotik siber, para atlet.

Maksudku, ini mengagumkan.

- Astaga! - Maafkan aku!

Ya ampun!

Kau… Kau tak apa?

Ya, aku tak apa. Aku baru dikeluarkan dari tim sofbol.

Mereka hanya iri, paham?

Seperti saat kaum elf menyebutku terlalu tinggi untuk ikut main jollyball.

Tak apa-apa.

Kau aneh.

Aku… Kurasa sampai jumpa, ya?

Ya.

Baiklah.

Masa SMA ini hebat!

Pengalaman Ayah tidak begitu.

Dengarkan, kau sangat diam. Ada apa?

Kau membawa apa?

- Ada lagi? - Ya.

Hei.

- Hebat. - Ayolah.

Dengarkan… Baiklah, mari kita berusaha bersikap normal dengan jaket penuh hewan.

Sebenarnya, ia lebih suka disebut reptil.

Tampak tepat sama.

Aku tak memercayai mataku! Aku sedang menatap seorang legenda.

Baiklah, jangan mulai berdesakan dengan anak-anak.

Sang Carol Newman.

Legenda yang itu.

Vivian!

Kau ingat suamiku Scott.

- Vivian. - Lonceng benakku membisu.

Ironis, karena lonceng amat penting dalam hidupku.

- Ya. - Mantelku berlonceng…

- Aku ingin dengar kisah pilot pedalaman. - Ya.

Terutama saat kau terbang lewat salju longsor

untuk menyelamatkan suamimu yang ketakutan.

Ya, itu kisah yang mengagumkan. Aku sendiri ingin tahu.

- Itu hebat. - Ya.

Aku tak ingat pesawatnya. Pokoknya aneh.

- Seperti… - Ya, itu Cessna.

Pintar sekali.

Tadi kupikir, setelah melihat-lihat, aku ingin tinggal.

- Jika boleh? - Ya.

Tentu… Pekerjaanku banyak.

Aku mau ke tempat kenangan.

- Ke Circuit City, beli VCR… - Ya.

…lalu ke Blockbuster, sewa kaset untuk malam ini.

Omong-omong, ho ho ho ho ho.

Ho, ho.

Aku kena alergi terhadap itu.

Itu… Ho ho…

- Tidak. - Tidak.

Jadi, di sinilah keajaiban terjadi.

Sihir saja tak cukup untuk mengantarkan semiliar mainan dalam semalam.

Kau baru saja membuka topik.

Hugo termasuk elf yang memercayai "sains".

Menurut rumor, dia berasal dari Kutub Selatan.

Sihir kadang terjadi, tapi jika digabungkan

dengan fisika kuantum, banyak dimensi, alam semesta paralel, pusaran-pusaran,

lubang di langit yang bisa dilewati oleh Santa, maka terjadilah!

Sukacita bagi dunia.

- Semiliar pengantaran dalam semalam. - Wah.

Jika punya teknologi ini, bisnisku pasti sukses.

Tentunya, hanya bisa mengantar saat Natal akan menyulitkan.

Jika disesuaikan, mesin ini bisa mengantar kapan pun.

Ini bisa dilakukan sepanjang tahun?

Ayah, Ayah berekspresi gila seperti tiap kali ada ponsel pintar baru.

- Jadi, saat orang mengirim order… - Maksudmu daftar?

Tentu. Kita bisa segera kirimkan keinginan mereka?

Dengan sistem pengiriman ini,

kita bisa kirimkan keinginan orang bahkan sebelum diinginkan.

More Indonesian subtitles for The Santa Clauses

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left