The first 200 lines.
DITULIS DAN DISUTRADARAI OLEH SUO MASAYUKI
Ajaklah kubicara, 'kan kupikat telingamu
Di Eropa, menari di balai riung dilakukan untuk tujuan sosial.
Konon, tarian ini berasal dari istana Dinasti Louis.
Kemudian berbagai macam tari dipadukan dan dinamai "English Style".
Inilah yang dikenal sebagai dansa balai riung di Jepang saat ini.
Dansa balai riung merupakan salah satu bentuk budaya di Eropa
yang dapat dinikmati baik tua mau pun muda.
Bapak Ekonomi Dunia sekaligus filsuf asal Skotlandia, Adam Smith, berkata:
"Musik dan tari adalah hiburan umat manusia
yang ditemukan paling awal dan tertua."
Shall We Dance?
Pak, Anda tak apa-apa?
Hei, Hisako. Berhenti main-main.
Pak, ayo lanjut ke tempat lain.
Staf akuntansi juga butuh hiburan.
Apa-apaan kau ini? Masa, atasan menghibur anak buah?
Ah, ini tak adil! Tim penjualan melulu yang dianak-emaskan.
Main golf, karaoke, ke restoran mewah …
Sementara akuntansi sangat memuakkan. Ya, 'kan, Kaneko?
Kau sebenci itu dengan akuntansi, ya?
Bapak sendiri sesuka itu dengan akuntansi?
Suka tidak suka, sudah menjadi pekerjaan.
Pukul sembilan.
Baiklah. Waktunya pulang.
Cepat sekali, Pak!
SEKOLAH DANSA KISHIKAWA
Kau pulang lebih cepat, ya.
Kau bilang mau pergi minum. Jadi, kukira akan pulang larut.
Mau kubuatkan ochazuke?
Tak usah, aku lelah.
Aku mau mandi dan langsung tidur saja.
Baiklah.
Selamat makan.
Ayahmu jarang pulang larut, bukan?
Memang apa masalahnya, Bu?
Sebab, jika Ayah selalu langsung pulang tanpa pernah minum dulu,
entah kenapa Ibu merasa tak enak.
Kenapa begitu?
Ayahmu terlalu serius, tahu?
Setiap hari pergi bekerja dengan serius.
Lalu, langsung pulang ke rumah juga dengan serius.
Sampai-sampai bisa membeli rumah ini.
Itu memang sudah tugas seorang ayah.
Entah kenapa Ibu jadi tidak enak.
Lagi pula, Ibu di rumah tak hanya santai-santai saja, 'kan?
Benar. Syukurlah kau mengerti.
Namun, belakangan ini Ayah terlihat murung.
Berat juga jadi Ayah yang bangun lebih awal daripada Ibu.
Makanya, bangun sama-sama saja.
Soalnya, Ayah bilang tidak apa-apa, jangan dipaksa.
Ibu sedang pamer kemesraan?
Ibu terlihat senang.
Sudah tiga belas tahun sejak terakhir kali Ibu bekerja.
Ibu berhenti saat mengandungmu.
Jadi, meskipun berat, rasanya menyenangkan.
Ada gunanya juga punya cicilan,
hidup jadi punya tujuan.
Komputermu aman?
Selamat pagi.
– Tolong urus ini, ya. – Oke.
Kudengar rumahmu memiliki taman?
Ya, begitulah.
Punya istri, anak perempuan, dan sekarang rumah. Luar biasa.
Aku merasa seperti menjual jiwaku kepada perusahaan
untuk membayar cicilannya.
Bukankah itu bagus? Kariermu lancar dan kau juga populer di antar rekan …
Pak Aoki, ada bagian yang kosong.
Di bagian mana?
Oh, maaf. Akan kuperbaiki.
Kenapa aku bisa salah?
Lagi-lagi seperti itu.
Memang dasarnya saja dia ceroboh.
Padahal dari Departemen TI, tapi tak paham Windows.
Lalu, dengan percaya dirinya menanyakan komputerku.
Hei, aku mau lihat-lihat pakaian bersama Chikage.
Nanti kita bertemu lagi di kafe dekat pintu masuk, ya?
– Baiklah. Sini. – Ini.
Ayah masih lama memakainya?
Ya. Sebentar lagi.
Baiklah. Aku nanti saja.
Apa yang kulakukan?
Permisi.
Tolong minggir! Aku mau masuk ke sana!
Astaga! Apa-apaan sih!
Ada apa, ya?
Aku …
melihat tulisan "silakan melihat."
Mau belajar dansa?
Oh, ya.
– Pak Sakamoto. – Ya?
– Maaf. Tolong latihan sendiri dulu, ya. – Baiklah.
Apakah ini pertama kalinya belajar dansa?
Ya, benar.
Pengalaman?
Ini adalah yang pertama.
Di sini menggunakan tiket.
Boleh reservasi kapan saja.
Saat ada instruktur yang kosong, boleh ikut kapan pun.
Satu tiket seharga seribu yen.
Satu kali pelajaran untuk pemula butuh enam tiket.
Jadi, enam ribu per sesi?
Kenapa?
Oh, ternyata agak mahal.
Karena … di sini belajarnya privat.
Oh.
Mai.
– Istirahat dulu, ya. – Baik.
Bukankah masih ada slot kosong untuk kelas grup pemula?
Sudah terisi tiga orang, 'kan?
Tidak. Baru dua orang.
Untuk kelas grup biayanya dua ribu per minggu.
Jika tak keberatan bersama orang asing, sepertinya itu cukup baik.
Begitu, ya?
Jadi, pilih yang mana?
Satu jam kelas grup berlangsung setiap Rabu pukul delapan malam.
Untuk pemula sebaiknya belajar dengan grup dahulu.
– "Belajarlah dari kesalahan orang", bukan? – Ya.
Kalau begitu, kelas grup.
Silakan tulis nama dan nomor telepon di sini.
Nomor telepon?
Kalau keberatan, nama saja cukup.
Oh, baiklah.
Tiketnya ada yang sepuluh, tiga puluh, dan lima puluh ribu.
Kalau begitu, aku ambil yang sepuluh ribu yen.
Maaf terlambat.
Apa yang terjadi, Kawai? Bisa-bisanya kau telat.
Maafkan aku.
Dasar …
Selalu saja seperti ini.
Hei, ayo dansa Rumba hari ini.
Cepat ganti pakaianmu.
Aku kemari dengan terburu-terburu.
Kita perpanjang sampai 15 menit, ya.
Bahkan saat marah pun, kau masih cantik.
TOKO PERLENGKAPAN DANSA HIMAWARI
– Anda sedang mencari sepatu? – Ya.
Untuk dansa modern?
Aku … kebetulan baru memulai.
Bagaimana dengan sepatu ini?
Sebelas ribu lima ratus yen?
Bagi anggota kelas grup,
silakan ke sini.
Kelas akan dimulai.
Baiklah, ayo kita mulai dengan Blues lagi.
Nama saya Tamura Tamako.
Kecewa diajari nenek-nenek, ya?
Tidak sama sekali!
Saya senang Anda terlihat ramah.
Terima kasih.
Di sini, saya biasa dipanggil Instruktur Tamako.
Mohon kerja samanya.
Mohon bantuannya.
– Jadi, ini pertama kalinya Anda berdansa? – Ya.
Istri saya pernah mengajak ke klub dansa sebentar.
Oh? Saya harus mulai dari mana, ya?
Maksud saya, tak masalah mulai belajar dari dasar-dasarnya.
Baiklah, kalau begitu kita awali dengan dansa pesta.
Lalu, sedikit demi sedikit kita pelajari dasar gerakan modern dan Latin.
Sebentar.
Saya cukup paham istilah-istilah itu.
Tapi, mereka berdua baru pertama kali, pasti masih awam, 'kan?
– Benar, 'kan? – Ya.
Baiklah, saya akan jelaskan dengan singkat.
Dansa balai riung meliputi: Waltz, Tango,
Slow Foxtrot, Quick Step, Vienna Waltz,
yang mana adalah lima dansa modern.
Rumba, Cha-cha-cha, Samba, Paso Doble,
dan Jive termasuk ke lima dansa Latin.
Kesepuluh dansa ini disebut sebagai Ten Dance
yang dilombakan dalam kompetisi.
Saya harap, Anda dapat mencoba semuanya suatu hari nanti.
Oke, kita mulai dengan Mambo saja.
Mambo, Jitterbug, dan Blues bukanlah dansa kompetitif.
Tetapi, jika sudah dipelajari, Anda tak perlu takut saat pesta.
Ini juga termasuk dasar-dasar berdansa. Oke?
Pertama, kaki kiri ke depan.
Kemudian, berat badan ke kaki kanan.
Lalu, rapatkan kaki kiri dengan kaki kanan.
Sekarang, kaki kanan ke belakang.
Berat badan ke kaki kiri.
Lalu, rapatkan kaki kanan dengan kaki kiri.
Ini disebut one set. Bagaimana?
Kiri, kanan, kiri.
Kanan, kiri, kanan.
Jadi, dua yang pertama itu quick. Agak cepat.
Lalu, satukan kaki dengan slow, secara perlahan.
Dua quick lamanya sama dengan satu slow.
– Sudah mengerti? – Ya.
Mudah, bukan?
Inilah dasar gerakan Mambo.
Baiklah, mari kita saling berhadapan dan mencobanya.
Anda berdua jadi leader-nya
Leader selalu— maksud saya prianya—
melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu.
Lazimnya seperti itu.
Kemudian, pasangan wanitanya membalas dengan kaki kanan.
Siap?
Rapatkan kaki kalian.
Maaf, aku tak sengaja.
No comments yet. Be the first to leave one.