The first 200 lines.
Subtitle bY VIU Resynced == ANANG KASWANDI ==
Joon Young.
- Halo. - Kamu mau pulang?
Ya.
Waktu yang tepat.
Bisakah kamu ikut denganku?
Apa?
Apa aku boleh ikut?
Tentu saja boleh.
Aku harus datang denganmu agar tidak terlalu dimarahi.
Aku tidak sengaja membuka rahasia besar.
Apa?
Omong-omong, adakah yang ingin kamu tanyakan?
Misalnya apa?
Aku tahu segalanya tentang Song Ah.
Pasti banyak yang ingin kamu ketahui.
Itu benar.
Kami tidak punya rahasia. Kami tidak boleh punya rahasia.
Saat kamu membuat Song Ah sedih,
aku akan segera mendengarnya.
Kami sudah dekat.
Benar.
Seberapa besar Song Ah menyukaimu,
aku lebih tahu daripada kamu.
Dia tidak pernah bilang suka sesuatu selain bermain violin.
Jadi, tolong jaga dia untukku.
Tentu.
Tunggu sebentar.
Hei, Eun Ji.
Aku dalam perjalanan. Aku di taksi.
Baiklah.
Terima kasih.
Itu mereka.
Song Ah tidak tahu kamu akan datang.
Ayo menyelinap masuk dan kejutkan mereka.
Begini, Dong Yun.
Aku
sangat menyukai Joon Young.
Itukah
jawabanmu?
Itukah jawabanmu
atas pengakuanku?
Aku
juga menyukaimu.
Sudah lama sekali.
Sangat.
Itu rahasia yang selama ini
kusembunyikan dari semua orang.
Tapi...
Min Seong.
Min Seong.
Min Seong.
Aku baru saja memberi tahu Joon Young
kita tidak punya rahasia.
Aku membanggakan
bahwa sedekat itulah kita.
Min Seong.
Tapi aku tidak tahu kamu menyukai Dong Yun.
Tidak, dengarkan...
Jangan bicara.
Aku tidak mau dengar.
Kamu senang telah membodohiku selama ini?
Minumlah air.
Aku sungguh tidak ingin menyakitinya.
Jadi, aku berpura-pura
tidak tahu
atau berusaha mengalihkan banyak hal.
Kukira aku perhatian kepadanya.
Min Seong pasti akan sangat terluka.
Merasa seperti orang bodoh.
Aku tahu betul
bagaimana rasanya.
Itu sebabnya aku merasa sangat bersalah.
Kenapa ini sulit sekali?
"Episode 10, Sotto voce, Dalam bisikan"
Song Ah.
- Song Ah. - Ya?
Kamu tidak mendengarkan?
Minta semua orang membeli lima tiket lagi masing-masing.
Baiklah.
Tunggu.
- Lima tiket lagi per orang? - Ya.
Ini penampilan pertama kita. Kita harus menjualnya sampai habis.
Harganya 50 dolar per tiket. Jadi, totalnya 250 dolar per anggota.
Kita semua bisa membantu. Bukankah itu bagus?
Profesor Lee.
Ya? Ada apa?
Begini...
Para anggota sudah membeli lima hingga 20 tiket.
Meminta mereka membeli lebih banyak lagi akan...
Akan apa?
- Lupakan saja. - Sebaiknya kamu mengatakannya.
Jadi, maksudku...
Jika para anggota membeli semua tiket,
masyarakat tidak bisa mendapatkan tiket
untuk melihat kita bermain meskipun mereka mau.
Jadi, kupikir lebih baik membiarkan beberapa baris tersedia.
Astaga.
Kamu benar sekali.
Astaga, Song Ah. Kenapa kamu pintar sekali?
Astaga. Baiklah kalau begitu.
Minta para anggota membeli tiga lagi, bukan lima.
Astaga...
Aku tidak mau.
Aku tahu betul apa kekhawatiranmu.
Kita tidak akan menerima pendekatan emosional yang murahan.
Kamu artisku.
Tentu saja...
Akan kupastikan itu.
Aku tetap tidak mau.
Aku tidak mau membahas keluargaku di televisi untuk...
Joon Young.
Andai Seung Ji Min tampil di acara seperti itu,
maka dia hanya bisa membicarakan musik.
Tapi situasimu agak berbeda.
Mengerti?
Aku akan memberikan beberapa fakta.
Orang-orang tidak peduli dengan musikmu.
Agar orang-orang tertarik pada musikmu,
maksudku, pada kenyataannya, mereka akan lebih cepat
tertarik dengan hal lain jika tahu tentangmu lebih dahulu.
Ini tahun 2020.
Orang-orang tidak lagi menghampiri musikus tunggal
yang bermain sendiri.
Jika kamu tidak melakukan apa pun dan akhirnya dilupakan,
apa kamu akan bermain piano
sendirian di kamarmu dan tetap miskin?
Untuk melakukan hal yang kamu inginkan,
kamu harus belajar melakukan hal yang tidak kamu inginkan.
- Pak Park. - Kini aku seorang perwakilan.
Aku bertanggung jawab atas manajemenmu di Korea.
Bukan saat ini,
tapi calon.
Aku belum menyelesaikannya dengan Chris.
Aku harus membeli tiket lagi?
Ya. Tidak banyak.
Masing-masing tiga lagi.
- Jadi... - Song Ah.
Ya?
Aku bisa beli tiga tiket lagi, tidak masalah.
"Haruskah kita bersama Profesor Lee dan belajar musik?"
"Haruskah kita merasakan kebahagiaan bermain?"
Kamu tahu bukan itu masalahnya, bukan?
Sebagai anggota, aku tidak berhak mengeluh,
tapi sejujurnya, aku tidak begitu bangga
menjadi anggota orkestra ini.
Kamu menghancurkan murid-murid lain
hanya untuk menjilat profesor.
Kamu tidak malu?
Aku tahu itu agar kamu bisa masuk ke sekolah pascasarjana.
Aku akan mentransfer uang untuk tiketnya nanti.
- Ini baru masuk? - Ya.
Jung Kyung. Ini.
Apakah cocok untuk Profesor Choi?
- Ya, tampak bagus. - Benarkah?
- Aku ambil yang ini. - Baik, Bu.
Kamu tidak butuh apa pun?
Tidak, terima kasih.
Belilah pakaian selagi kamu di sini.
Apa?
Aku sudah lama ingin bertanya kepadamu.
Kamu di masa kejayaanmu, dan kamu juga cantik.
Kenapa kamu berpakaian begitu lusuh?
Saat kamu masih kecil,
ibumu mendandanimu dengan hati-hati.
- Ambilkan dia beberapa pakaian. - Baiklah.
Tidak, jangan hiraukan aku.
Kenakan pakaian yang lebih cerah hari ini.
Demi kebaikanku.
Itu temanmu.
Halo.
Permisi.
Nanti aku menyusul.
Kenapa kamu di sini?
Min Seong.
Song Ah.
Jadi, dengarkan.
Aku tidak bisa mengendalikan perasaan Dong Yun.
Jadi, aku tidak
menyalahkanmu karena dia menyukaimu. Tapi...
Andai menjadi kamu,
aku tidak akan menyukainya. Bukan.
Kurasa tidak bisa menyukainya.
Itulah teman sejati.
Min Seong, aku sungguh minta maaf.
- Aku sungguh... - Enyahlah.
Jung Kyung.
Aku memacari Song Ah.
Kenapa kamu bilang begitu?
Astaga. Itu sangat cocok denganmu.
Ini gaun yang tidak cocok dipakai sebarang orang.
Ya, kamu tampak cantik.
Kamu sudah memutuskan pakaian untuk resitalmu?
Belum.
Baik itu pakaian lama maupun baru,
tunjukkan kepadaku dahulu, ya?
Baiklah.
- Siapa yang akan bermain piano? - Aku menemukan seseorang.
Benarkah? Siapa?
Park Joon Young.
No comments yet. Be the first to leave one.