The first 200 lines.
Sukacita!
Alih Bahasa : Yechika Chisilia
Apa yang kau pakai?
- Aku berpakaian lengkap. - Kau seharusnya mengatakan yang sebenarnya?
Yah, entahlah.
Akan aneh jika mundur dari itu sekarang.
Kalau begitu aku ingin...
...kau lepaskan bagian atas itu.
Dan...
Lepaskan itu, lalu...
...sobek bajumu dan akan muncul...
...dada bidangmu.
Apa hanya begitu?
Aku jauh lebih suka berhubungan seks tatap muka.
Rasanya lebih terasa,
rasanya sangat menyeramkan.
- Ayo! - Baik, oke. Baiklah.
Ayo lebih jauh lagi,
Aku akan melepas atasanku.
Bagus.
Lalu aku akan...
...mencium wajahmu.
Oh, astaga, ini sangat aneh.
Aku benar-benar tak bisa membayangkan wajahmu sekarang. Aneh sekali!
Aku hanya pergi selama dua hari.
Kurasa itu hanya... Kau tahu?
Susah mengungkapkannya, itu agak sulit.
- Tunggu, tunggu. Tunggu sebentar. - Apa yang kau lakukan?
Itu ide yang bagus.
Baiklah, jadi, aku akan melepas atasanku...
...dan menunjukkan dadaku.
Itu tak bagus.
Anehnya, hal semacam itu membuatku terpancing.
Tunggu, sepertinya ada yang meneleponku. Mungkin makananku.
Aku akan meneleponmu kembali, tunggu. Aku akan menahan telponmu.
Aku akan segera turun.
- Jessie? - Halo.
Hai.
Bibimbap?
Ini aku Ben.
Hai.
Apa semuanya baik-baik saja?
Maaf, aku tak menyimpan nomormu.
Maaf karena sudah meneleponmu.
Nan meninggal tadi pagi, jadi...
Aku sangat... Sial, maaf, maaf.
Aku hanya berpikir kau harus tahu.
Pemakamannya hari Senin, dan...
...kau sama sekali tak perlu datang,
tapi keluarganya akan senang melihatmu.
Tak akan aneh jika aku datang?
Tidak, tidak... Tidak sama sekali.
Kecuali kau yang berpikir itu aneh.
Steve juga akan datang.
Ya, aku akan... Ya.
Ya?
Terima kasih sudah mengangkat telponku, Jessie.
Tidak, tentu saja.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Hai.
Semoga kau siap menerima kemaluanku yang mengeras.
Astaga.
Aku sangat bersemangat untuk yang satu itu.
Tidak, aku maaf, tadi... Ben yang menelepon.
Seperti...
Ben?
Ya...
Neneknya baru saja meninggal, jadi...
Kau baik-baik saja?
Tidak, aku baik-baik saja. Hanya saja aku...
Kukira makananku akan segera datang, jadi aku...
Haruskah aku meneleponmu besok saja?
Ya, tak apa, aku mungkin harus lanjut menghafal dialogku.
Baiklah, aku akan...
Aku akan meneleponmu lagi kalau begitu.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
Ya? Bagaimana menurutmu?
Apa aku harus memakai baret? Itu...
Aku tak akan mendukung ini.
Aku tak akan pergi karena Ben. Aku pergi demi neneknya. Neneknya baik. Ben menyebalkan.
Dia hanyalah masa lalumu.
Mantanmu yang seharusnya...
...mengunjungimu, bukan sebaliknya.
Astaga! Berapa kali kau membuatku takut...
...dengan caramu bereaksi,
jadi santai saja, oke? Astaga.
Tak apa. Aku akan pergi, dan pulang secepat mungkin.
Tak apa. Aku akan menghindarinya dengan cara apa pun.
Aku tak akan tinggal lama di sana.
Bagus. Persetan dengan pria itu!
Astaga, celana ini sangat ketat, kainnya menyusut saat dicuci!
- Pergi dan ganti itu. - Aku tak bisa.
- Yang lain sudah longgar. - Kau akan menyesalinya.
- Celana legging. - Tidak, dah.
- Tunggu. - Apa? Apa?
Terima kasih.
- Semoga harimu menyenangkan. - Semoga saja. Dah.
Aku sayang kau, sampai jumpa.
Benar, bagus, bagus sekali. Maaf, Jonatan. Bagus.
Baiklah, boleh semua pemain berkumpul?
Jonathan, pergilah ke sana, kawan.
Aku hanya ingin mengobrol sedikit dengan semua orang tentang...
...apa yang akan terjadi.
Tom, jika kau sudah siap, datanglah, kawan.
Terima kasih.
Baiklah.
Jadi, kuharap kalian semua punya akhir pekan yang indah.
Maaf aku tak ada di sana hari Jumat, tapi...
...kuharap kalian semua bisa totalitas meski aku tak ada.
Tuhan tahu kalian pantas mendapatkannya, astaga.
Tapi akhirnya, ada orang hebat...
...di sini, pemimpin kita, Tuan Tom Kapoor!
Hai teman-teman.
Ya, baiklah, jangan buat dia besar kepala.
Apa kau ingin berpidato, Tom?
Jangan biarkan salah satu dari mereka membuat nyalimu ciut.
Mike, aku melihatmu.
Lanjutkan.
Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah mendukungku.
Aku tak sabar untuk mengenal semua orang dan...
..ya, kuharap kalian punya waktu yang menyenangkan.
Kisah kali ini tentang kekerasan.
Dan itu benar-benar bagus. Bagus sekali.
Baiklah, apa kita sudah bisa kembali? Jonatan, di belakang sana.
Bagaimana menurutmu?
- Tak apa? - Ya, baiklah.
Sayang?
Sayang, dasi yang mana? Pilih satu?
Kenapa kau membawa begitu banyak dasi?
Karena aku tak tahu akan seperti apa pemakamannya.
Akan menyedihkan atau mungkin mereka akan bilang...
...dia sudah menjalani kehidupan yang baik,
- ...mari kita rayakan ini. - Berapa lama pemakamannya?
Entahlah, itu tergantung seberapa orang yang sedih.
Sayang sekali Tom tidak bisa datang, ya?
Tidak juga, itu akan aneh.
Apa kau memberi tahunya betapa sedihnya kami karena kami...
- ...tak bisa menghadiri pestanya? - Jangan. Itu menyedihkan.
Tidak, karena jika dia mengadakan pesta lain,
aku tak ingin dia berpikir bahwa kami tak akan datang,
- karena kami benar-benar akan datang. - Apa kau ingin menikah dengan Tom?
Karena aku bisa mengembalikan cincin ini padamu.
Tidak, aku ingin menikahimu.
Bagaimana dasinya?
"Aku turut berduka dan aku hanya bisa tinggal tak lebih dari satu jam."
- Yang biru. - Ya.
Jangan duduk di depan,
itu untuk keluarga dan selingkuhan.
Duduk saja di sana.
Astaga, bahkan bagian belakang kepalanya membuatku marah.
Maaf.
Maaf.
Apa?
Ini bukan pemakaman nenek Ben.
Ya, memang.
Ini bukan yang kusuka.
Yang satu itu yang kusuka.
Dimana jenazahnya?
Astaga.
Dia memancingku dengan neneknya yang sudah mati.
Maaf, aku...
Suaraku secara alami berubah, jadi aku akan...
- Maaf. - Matikan.
Sudah kucoba.
Maaf, maaf.
Kau sedang menghubungi Jessie!
Aku tak memeriksa pesan-pesanmu, jadi tolong jangan tinggalkan pesan.
Hei, ini aku.
Kau mungkin ada di pemakaman sekarang.
Maaf.
Semoga berjalan dengan baik.
Maksudku, pemakamannya.
Tidak... Oh, sial, aku harus pergi.
- Hei, sobat, kau baik-baik saja? - Ya.
- Bagaimana kabarmu? - Ya, bagus.
Bagus. Dengar, aku tak mau memberi tahu artis apa yang harus dilakukan,
tapi kami sebenarnya sudah menetapkan kebijakan di lokasi syuting.
Baiklah.
Ya, itu agar kita semua tetap terhubung.
Ya, lebih baik singkirkan itu.
- Tidak, aku butuh ini. - Benar.
Dengar, aku ingin bicara tentang adegan ini.
Adegan berikutnya sangat penting, bukan?
Ya, tentu. Semua ada di skrip.
Wow, terima kasih.
Jadi, kita baru saja melakukan urutan adegan itu dengan sahabatmu,
yang tertembak di wajahnya tapi selamat.
Itu mengerikan. Mengejutkan. Jadi,
- ingatlah untuk menonjolkan semua itu. - Ya, tentu saja.
Dan aku tahu ini aagak berlebihan untuk adegan pertamamu,
Aku yakin kau mungkin terbiasa jika lebih banyak waktu, tapi...
Tidak, tidak, tidak, aku siap.
Ya? Ya, baiklah ayo lakukan.
Itulah yang ingin kudengar.
Bagus. Aku senang.
Ya? Lakukan kalau begitu.
Dimana kursi kecilku? Dimana kursi kecilku?
Mike! Dia menyimpan kursiku, kan? Tolong ambilkan kursiku sekarang.
Apa ada yang lihat kursi Dave?
No comments yet. Be the first to leave one.