Release info

도도솔솔라라솔-Do-Do-Sol-Sol-La-La-Sol-E17-E18-NEXT-NF
도도솔솔라라솔-Do-Do-Sol-Sol-La-La-Sol-E17-E18-WEB-DL-NF
A Commentary by ANANG2196

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2020-11-04
Downloads: 24
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

EPISODE 9

Kau ingat saat pertama kali ke sini?

Tentu saja.

Aku ingat semua waktu bersamamu.

Mana mungkin aku lupa saat kau berutang kepadaku.

Pinjamkan aku uang.

Aku catat semuanya.

Nanti aku bayar.

Itu catatan penting untukku.

Awalnya aku tak sadar,

tapi jika dipikir sekarang, semuanya kenangan indah.

Kau…

Sepertinya berbakat menjadi rentenir.

- Sangat pas dengan kemampuanmu. - Ya.

Aku temukan bakat lainku.

- Tak disangka. - Apanya?

Aku tak menyangka kita menjadi seperti ini.

Sejak kapan semuanya dimulai?

Hari pernikahanku?

Sepertinya aku berantakan…

Astaga!

Hati-hati.

…tiap kali bertemu denganmu.

Jun!

Pada saat seperti itu, orang yang selalu menjagaku…

adalah dirimu, Sunwoo Jun.

Kau tadi bilang

aku adalah kebahagiaan saat kau merasa sedih, 'kan?

Kau adalah jimat keberuntungan saat hari-hariku sedang kacau.

Terima kasih sudah menyukaiku yang seperti ini.

Aku lebih berterima kasih karena kau berada di sisiku.

- Ra-ra. - Ya?

Apa pun yang terjadi,

aku tak akan melepasmu.

Semoga perasaanmu sama.

Tadi indah sekali.

- Ada yang datang? - Kenapa?

Ada tanah berceceran.

Sepertinya Mimi memakan daun lagi.

Mimi!

Lihat dirimu.

RA-RA, TADI ADA ORANG ASING

Mimi.

Jangan makan dedaunan di sana karena itu milik Jun.

Tak apa, Mimi.

JUN, TADI ADA ORANG ASING!

Aku mau belajar piano. Kau mau dengar?

MENJENGKELKAN SEKALI

Sekarang ikuti aku.

Makin cepat.

LALA PIANO LAND

Bukan waktunya kau bermain seperti ini, Nak.

DIREKTUR CHU

Siapa telepon tengah malam?

Astaga, sepertinya salah sambung.

Tengah malam begini.

Nomor yang Anda tuju…

Apa?

Sialan.

DIREKTUR CHU

Nomor yang Anda tuju…

Kenapa tak diangkat?

Padahal dia selalu memarahiku selama ini.

Siapa itu?

Jika dalam sepekan tidak muncul juga,

akan kuhancurkan perusahaanmu.

Jangan-jangan…

Dia cari orang baru tanpa sepengetahuanku?

Sialan.

Kau!

Anak muda tak tahu etika bisnis!

Kau masih bisa cari makan sendiri,

- kenapa rebut rezeki orang lain? - Apa?

Kau dari kelompok mana?

Dia tak mau katakan asal usulnya.

Berengsek!

Kuhajar kalau tertangkap!

Berengsek.

Kau sembunyi di mana?

Sialan.

Dasar merepotkan.

Kenapa dia terus mengikutiku?

Tidak hanya sekali.

Maaf.

Aku minta sedikit saja.

Ha-yeong sangat pilih-pilih makanan.

Dia tak mau makan kalau bukan kimchi buatan mertuamu.

Baiklah.

Baiklah, kalau begitu.

Apa itu?

Hei.

Astaga.

Permisi, Pak. Astaga, darah!

Tolong! Ada orang?

Astaga, bagaimana ini?

Aku harus telepon ke mana?

Bangunlah, Pak.

Aku takut dia sudah mati.

Bagaimana ini?

EPISODE 9 MALAM GUNTUR

KANTONG UANG

"Kantong uang"?

Kenapa telepon tengah malam?

Halo? Kau di mana?

Halo?

Kenapa tak jawab?

Kita bertemu dahulu hari ini.

Bertemu siapa?

Astaga.

Bukan apa-apa.

Ada kenalanku yang ingin menyumbang ke Yayasan Sunwoo.

Kau mau pergi?

Bibi! Tuan mau berangkat!

POLA SALAH

POLA SALAH

GALERI

Kenapa anak muda mudah mimisan?

Kau sudah makan, 'kan?

Jangan khawatir, aku makan tiga kali sehari.

Jangan berhemat dan makanlah daging. Aku traktir.

Aku kurang tidur karena sibuk.

- Pak Kim! - Astaga.

Ada perlu apa kemari?

Aku masak makanan enak pagi ini.

- Kalian penasaran? - Tidak sama sekali.

Kau jangan makan. Untuk Pak Kim saja.

Lihatlah bentuk hati itu.

- Rasanya tidak karuan. - Jangan dimakan.

Tidak mau.

Aku suka yang ini.

Kau suka makanan manis? Jun tidak suka.

Dia lebih suka cokelat daripada kukis.

Cokelat meleleh.

Cokelat meleleh? Kenapa? Ada kisah di baliknya?

Ceritakanlah.

Aku penasaran karena kau tersenyum begitu.

Mungkin saat aku berumur 20-an.

Saat masih tinggal di toko sepatu satu petak.

Aku permisi.

SEOUL, 1959

CUCI DAN REPARASI SEPATU

KIM MAN-BOK

Bisa reparasi?

Aku mau ganti hak sepatu.

Ya, duduklah.

TOKO SEPATU ITALIA

Ini.

Astaga.

Sepatu mahal.

Milik anak majikanku.

Tolong perbaiki yang bagus.

Baik.

- Selamat siang. - Ya.

Selamat siang.

Sudah lewat jam makan siang. Kau sudah makan?

Terima kasih.

Kau sudah datang?

Kubilang jangan datang. Cuacanya dingin.

Bagaimana kalau kau terpeleset di jalan?

Aku mau berikan ini.

Nyonya memberikannya untukku, tapi sayang kalau dimakan sendirian.

Produk Amerika.

Terima kasih.

Astaga, kenapa jadi seperti itu?

Lebih enak dimakan seperti ini.

Kau juga cobalah, Sun-ja.

Enak.

Lalu setelah itu? Apa yang terjadi?

Kapan kalian menikah?

Sekitar lima tahun kemudian.

Kenapa? Kau bilang kau kesepian.

- Seharusnya lebih awal. - Aku tak punya apa-apa.

Aku cuma bisa sediakan ruangan kecil untuk acaranya.

Ruangan kecil.

Sudah waktunya mengajar, 'kan?

Aku keasyikan.

Pak Kim, ceritakan selanjutnya lain kali.

Terima kasih, Jun.

Matamu kelilipan?

Belakangan sering kedutan.

Astaga, kau pasti sedang kasmaran.

Benar juga. Sudah beri tahu Ra-ra?

Belum.

Ra-ra sibuk mempersiapkan concours .

Aku bermaksud bilang setelah concours .

Pak Kim.

Kalau memikirkan harus dari mana aku mulai menceritakannya,

aku agak…

maksudku sangat berat.

Jun, manusia itu…

pasti merasa kesal jika tak ada yang memercayainya.

Walau begitu, ada yang lebih menyakitkan dari itu.

Saat harus membohongi orang yang kau percaya dan menyembunyikannya.

Kurasa penderitaannya lebih besar.

Aku tahu kau merasa berat.

Terima kasih.

Kita bukan orang lain, tapi teman.

DIREKTUR SUNWOO MYEONG

Duduklah.

Ada apa memanggilku, Direktur?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left