The first 200 lines.
"It's My Life"
Hasil detailnya akan diunggah nanti.
Hari ini,
aku akan mengumumkan CEO Hyunkang
yang berikutnya.
CEO Hyunkang berikutnya adalah...
Sayangnya, aku tidak bisa menentukannya.
Baik Pak Choi dan Pak Ahn
yang berpartisipasi dalam kompetisi ini,
menyerahkan posisi itu sehingga timbul situasi seperti ini.
Namun, aku akan terus melayani
sebagai CEO sementara selama dua tahun ke depan.
Kita akan mendiskusikan
pengangkatan CEO berikutnya dua tahun dari sekarang.
Tidak akan ada perubahan pada manajer dan anggota
Tim Desain Satu dan Dua.
Sesuai yang dijanjikan, upah para anggota kedua tim
akan dinaikkan dua kali lipat dalam taraf gaji.
Selain itu, semua pegawai kontrak akan menjadi pegawai tetap,
dan mereka yang sudah menjadi pegawai tetap
akan dipromosikan.
Hal yang terpenting adalah
penjualan kedua tim
dalam kompetisi ini
mengalahkan angka penjualan kami
dari lima tahun terakhir.
Kalian semua menunjukkan bahwa berkompetisi dengan sehat
bisa memberikan efek sinergis
dan aku ingin berterima kasih kepada kalian semua.
Hyunkang
adalah milik kalian semua.
Terus bekerjalah dengan baik.
Duduklah. - Ya.
Apa yang terjadi?
Seperti yang kukatakan kepada kalian.
Kemarin, Si Woo juga menolak menjadi penerus.
Jadi, aku memutuskan mempertahankan sistem saat ini dua tahun lagi.
Rasanya mengecewakan jika menjadi penerus
karena pesaingku menyerah.
Nantikan dan lihatlah aku
menjadi penerus dengan kompetensiku sendiri.
Bedebah. Jangan sombong di depan kakakmu ini.
Mengenai saham mendiang pimpinan yang kupegang,
akan kubagi dua untuk kalian.
Tolong percepat proses pemisahan Hyunkang menjadi dua.
Apa gunanya membagi dua Hyunkang
dalam situasi ini?
Kita harus memisahkan Hyunkang untuk menyelamatkannya.
Jika Pak Ahn dan Pak Choi menjadi
pemilik masing-masing perusahaan, mereka akan memperluas bisnis,
dan kita dapat mengelolanya dengan lebih aktif dan agresif.
Jika itu terjadi, Pak Heo akan berhenti menangani urusan praktis.
Jika dia menjadi CEO hanya dengan nama,
dia tidak akan bisa menentang rencana bisnis kita
seperti yang dia lakukan sekarang.
Kurasa juga begitu.
Omong-omong, aku sudah memeriksa hasil kontesnya.
Tim Pak Ahn menang dengan selisih kecil.
Entah kenapa dia menyerah.
Mungkinkah dia membuat Nam Jin mundur untuk menjadi CEO
karena Nam Jin putraku? Itu tidak mungkin, bukan?
Pak, bukankah kamu akan membuat latte?
Latte?
Benar. Akan kubuat sekarang.
Kenapa kamu memandangi ponselmu seharian?
Yeon Ji akan mengabariku jika dia bisa
mendapatkan pekerjaannya kembali, jadi, aku menunggunya.
Aduh! Panas! Panas sekali!
Panas? Apa yang panas?
Tidak. Bukan apa-apa.
Bagaimana hasilnya?
Aku mendapatkan pekerjaanku kembali.
Aku akan dipekerjakan lagi sebagai pegawai tetap.
Itu kabar baik.
Apakah itu artinya timmu menang?
Tidak ada tim yang menang ataupun kalah.
Tidak ada yang menjadi penerus.
Apa? Apa maksudmu?
Kamu tidak perlu tahu.
Kamu akan menjemputku nanti, bukan?
Terima kasih, Beruangku, Dae Sik.
Aku iri.
Dia akan menjemputmu? - Ya.
Dae Sik-ku yang baik sangat peduli kepadaku.
Kalau dipikir-pikir, Yeon Ji yang paling beruntung di sini.
Dia mendapat pekerjaannya kembali meski berkhianat dan pergi ke Eropa.
Dia dikagumi oleh mertuanya yang kaya.
Hidup bisa berubah dalam semalam.
Kamu berada di masa kejayaan hidupmu.
Orang lain terlihat sangat bahagia seperti bunga di musim semi.
Tapi kenapa aku selalu merasa seperti pohon di musim dingin?
Pinggangku sakit dan lututku nyeri.
Ya ampun. Mungkinkah Anda mengidap neuralgia?
Omong kosong.
Aku tidak setua itu.
Aku masih sehat dan kuat.
Man Seok, ayolah. Ini permintaan terakhirku. Kumohon.
Astaga. Yang benar saja.
Bagaimana mungkin kuperkenalkan orang bermasalah ke perusahaan lain?
Kecuali dia tidak keberatan melakukan pekerjaan produksi.
Dia bilang tidak keberatan melakukan pekerjaan produksi.
Bantulah dia mendapatkan posisi asisten manajer atau apa saja.
Yeon Sil, kamu bertingkah sangat aneh.
Kenapa kamu mau dia kembali ke perusahaan kita
padahal dia sudah memiliki pekerjaan?
Aku juga mau Seon Gyu menikah.
Wanita zaman sekarang tidak akan melirik pria tanpa pekerjaan layak.
Sebagai kakaknya, aku tidak bisa diam melihatnya hidup seperti itu.
Itu bagian dari tanggung jawab yang harus diambilnya.
Kamu tidak berperasaan.
Kamu pria tua yang kejam, pelit, dan keras kepala.
Apa katamu? Pria tua yang keras kepala?
Kamu membicarakanku?
Apa yang kukatakan?
Aku tidak mengatakan apa pun. - Astaga.
Masuklah. Hei. - Halo.
Aku baru menyelesaikan wawancara kerja, Man Seok.
Wawancara kerja? Wawancara kerja apa?
Man Seok merekomendasikanku sebagai penyelia perusahaan kurir.
Astaga. Benarkah?
Kenapa kamu diam saja, Man Seok? - Astaga.
Dia mungkin tidak mendapatkannya. Bagaimana mungkin kuberi tahu kamu?
Astaga. Bagaimana wawancaranya? Kamu yakin bisa mendapatkannya?
Ya. Kurasa mereka mengagumiku karena aku menyelamatkan sopir bus.
Aku mulai bekerja di sana besok. - Apa?
Benarkah? - Man Seok, kamu yang terbaik.
Astaga, kamu ini. Tadi kamu menyebutku pria tua
yang keras kepala, kejam, dan pelit. Astaga.
Itu... Kutarik kembali ucapanku. Ya?
Ya, Seung Joo...
Apa? Timmu menang?
Kalau begitu, Pak Ahn akan menjadi penerus Hyunkang?
Tidak juga.
Akan kuberitahukan detailnya saat kita bertemu.
Ya, Ayah.
Hai, Jin Ah.
Selamat, Seung Joo.
Tim Dua benar-benar menang.
Itu tidak penting.
Aku hanya senang kedua tim mendapatkan hasil yang baik.
Omong-omong, kudengar kalian berdua meninggalkan rumah.
Ya.
Pak Choi melalui masa yang sulit.
Karena dia tetap di tim, dia tidak akan pergi ke luar negeri.
Kalian sungguh akan hidup terpisah dari Bu Choi?
Tidak.
Pak Choi hanya bingung. Meskipun kini dia membenci Bu Choi,
dia adalah ibu yang membesarkannya dengan cinta dan kasih sayang.
Benar.
Itu pasti membuat keadaan makin sulit bagi Si Woo.
Seung Joo, apa rencanamu?
Kudengar kamu menolak lamaran pernikahan Nam Jin.
Awalnya, aku menolak, tapi pada akhirnya aku menerimanya.
Aku memutuskan untuk hanya memikirkan Nam Jin.
Kamu membuat keputusan yang tepat.
Nam Jin pasti juga stres, meskipun dia tidak menunjukkannya.
Nam Jin juga mengatakan
dia ingin mengandalkan seseorang.
Pengumumannya mengatakan bahwa anggota Tim Satu dan Dua
akan menerima cuti khusus.
Aku akan mengajak putriku ke taman bermain.
Wakil Manajer Lee, ke mana kita untuk makan malam nanti?
Manajer Koo, keputusannya terserah kepadamu.
Maka bagaimana kalau gamjatang
yang disukai Asisten Manajer Kim?
Karena aku bisa makan apa saja,
mari kita biarkan Asisten Manajer Lee memutuskan.
Gamjatang sepertinya ide bagus, Asisten Manajer Kim.
Kalau dipikir-pikir, tidak ada pegawai biasa di tim kita.
Syukurlah kita dipromosikan dan mendapat kenaikan gaji. Namun...
Kenapa kamu menyerahkan hak menjadi penerus?
Aku sudah memeriksa hasilnya. Kita menang kontes.
Begini,
aku berpartisipasi dalam kontes ini hanya untuk mengulur waktu
untuk kalian yang tadinya akan dipecat.
Aku tidak mengerti soal mengelola bisnis.
Pak Choi lebih kompeten daripada aku.
Jadi, baru tepat jika dia yang mewarisi perusahaan ini.
Apa? Kamu, yang pemula dalam industri ini, mengalahkan Pak Choi,
orang genius dalam industri fesyen. Jangan konyol.
Sebenarnya kamulah yang berbakat, Pak Ahn.
Tentu saja.
Orang-orang di perusahaan lain juga mengatakan kamu hebat.
Mereka banyak memujimu, Pak Ahn.
Manajer tim kita, Pak Ahn, hebat dalam pekerjaannya
dan bijaksana. Dia juga jago strategi.
Tapi kalian tidak tahu dia punya banyak kelemahan, bukan?
Kelemahan?
Dia terlalu baik dan suka menyibukkan diri
sehingga selalu menerima tawaran untuk menjaga orang lain.
Dia juga tidak bisa menolak bantuan.
Meskipun menderita, dia hanya memendamnya.
Dia memiliki banyak masalah.
Astaga.
Terima kasih banyak
karena telah menyukaiku terlepas dari apa pun kelemahanku.
Astaga. Kalian berdua terlihat sama saja bagiku.
Kalian berdua suka menyibukkan diri.
Kalian berdua memendam rasa sakit bahkan saat menderita.
Kalian pasangan yang serasi.
No comments yet. Be the first to leave one.