Aharen-san wa Hakarenai

Aharen-san wa Hakarenai

Download Indonesian Subtitle

Release info

Aharen-san wa Hakarenai S01E04 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

other
Published on: 2022-04-23
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 175 lines.

Baiklah, mari kita mulai.

Sewaktu muda, saat aku masih menjadi pejabat berpangkat rendah...

Bu Toubara tampak sedikit seram, tapi dia misterius, ya.

Ada gosip kalau tubuhnya lemah.

- Ishikawa. - Ah.

Jangan bisik-bisik.

Baik!

Akan Ibu lanjutkan.

Ada orang yang menurutku indah.

Meskipun sudah sering kubaca, tulisan ini sangatlah indah.

Aku tak mau diganggu oleh orang yang bisik-bisik.

Kata "ito" ini adalah penekanan yang artinya "sangat."

Makna kata "aware" yang tertulis di sini

adalah ekspresi yang digunakan saat hati tergugah karena sesuatu yang indah.

Raidou dan Aharen. Mesra-mesraan saat jam pelajaran?

Aku harus menegur mereka!

Mereka bukan bermesraan.

Mereka bukan bermesraan.

Mereka berbagi buku paket karena ada yang lupa bawa.

Terlebih, Raidou mengutamakan Aharen untuk bisa membaca buku tersebut.

Kebaikan siswa kepada siswi SMA.

Sangat indah. Benar-benar aware!

Siswa-siswi SMA yang masih lugu.

Mereka terlalu aware!

Bu. Apa Ibu baik-baik saja?

Maaf. Tiba-tiba Ibu diserang rasa aware.

Tidak boleh. Aku harus berhati-hati.

Karena terlalu menyukai kisah romansa klasik,

aku jadi antusias sendiri saat melihat pria dan wanita berduaan.

Terutama, mereka berdua ini

pasti memiliki ikatan yang erat meski terlihat biasa saja!

Tidak masalah. Tenang.

Mereka takkan lebih dekat dari ini!

Meski "okashi" dan "aware" sama-sama diartikan "memiliki pesona",

tetapi maknanya agak berbeda.

Ada yang tahu?

Ah!

Mereka lebih lengket dibanding sebelumnya!

Bukan lengket lagi. Mereka berpangkuan!

Anu, Ibu baik-baik saja?

Maaf. Ibu akan segera menenangkan diri.

Jantung Ibu hanya sedikit menerima serangan aware.

Kali ini...

Kali ini, giliran Aharen yang peka dan berpindah

agar mereka sama-sama bisa melihat dengan baik!

Makanya dia duduk di pangkuan!

Sangat mengharukan!

Mereka berdua anak yang sangat baik.

Ini aware dan okashi!

Jantungku bisa copot kalau tak segera kembali ke pelajaran!

Maka dari itu,

di sini...

Eh?!

I, ini...

Papan tulisnya tak terlihat karena orang di depannya besar,

jadi Raidou menggendong Aharen supaya dia bisa melihatnya!

Dan lagi dengan sebelah tangan, karena dia harus mencatat juga!

Betapa baiknya!

Ini ahare...

Ahare of the year!

Bu Toubara ambruk!

Tertanya benar, tubuhnya lemah.

Apa Bu Toubara baik-baik saja?

Ada apa, Aharen?

Dia tak merespons meski kupanggil.

Ini... itu, ya?

Kerasukan setan!

Aharen dirasuki setan!

Ah!

Ini air suci!

Aharen mau mengusir setannya sendiri.

Silakan.

Kamu baik-baik saja?

Ya.

Ada makanan tersangkut di kerongkonganku.

Terima kasih.

Aku harus berusaha agar bisa lebih cepat

menyadari apa yang ingin dikatakan Aharen.

Supaya tidak terjadi bencana.

Namun...

Dalam keadaan tersanjung pun, Aharen tidak punya banyak ekspresi.

Aharen.

Tidak baik kalau begini terus.

Bagaimana kalau kau berlatih membuat ekspresi?

Akan kubantu.

Ya.

Dasarnya adalah senyum.

Tirulah wajahku.

Oke, cobalah.

Ya.

Ya. Perkembangan yang bagus.

Ya.

Selanjutnya, lemaskan otot-otot wajah

supaya bisa berekspresi dengan mudah.

Akan kupijat.

Ya.

Oke, sudah lebih lemas.

Ini terlalu lemas, 'kan?

Selanjutnya, latihan menggugah emosi.

Anu...

Maaf. Bisakah Anda menunggu sampai kondisiku lebih tenang?

Oke.

Ayo kita coba lebih banyak hal.

Ya.

Ini sentuhan terakhir!

Ayo, adu tatap denganku!

Nah, Aharen!

Coba kalahkan aku yang gurumu ini!

Wajahnya lucu amat!

Tapi, masih belum!

Ada apa, Aharen?

Perlihatkan wajah lucumu.

Wajah lucu?

Menyerah.

Aku mengaku kalah. Tolong hentikan wajah itu.

Selamat, Aharen.

Tidak ada lagi yang bisa kuajarkan.

Mulai sekarang, meski kau tak bicara,

aku bisa mengerti pikiranmu.

Tertawalah.

Ayo bandingkan dengan foto lama untuk melihat perkembangannya.

Enggak ada bedanya.

Karena latihannya berakhir dengan baik,

kita boleh cari hiburan, 'kan?

Kemampuanku dalam membaca ekspresi Aharen

seharusnya sudah meningkat.

Akan kucoba menebak CD kesukaannya berdasarkan ekspresinya.

Ah!

Ini dia!

Eh?

Rap?

Kamu sering mendengarkan rap?

Enggak.

Mau coba dengar?

Ya.

Eh?

Selamat pagi, Aharen.

Ah.

Bagaimana CD-nya?

Kalau boleh, aku juga mau dengar.

Ng?

Aharen melakukan rap?!

Terkena pengaruh CD yang dibeli kemarin?

Cepat amat belajarnya.

Oh, begitu!

Rap biasanya digunakan untuk menyampaikan protes.

Musik dengan tingkat penyampaian pesan yang tinggi.

Bagi Aharen yang sering kesulitan untuk menyampaikan maksudnya,

ini sangat cocok.

Akhirnya ketemu juga!

Cara terbaik untuk berkomunikasi dengan Aharen!

Sisanya aku hanya perlu membalas rap-nya dengan rima membara!

Rap itu sulit, ya.

Demi Aharen, aku harus belajar rap.

Wahai adikku.

Apa?

Hah? Kakak bicara apa, sih?

Ibu!

Apa?

Oke, ibu mengerti.

Hore!

Mereka berdua tidak bisa membalas rima bagusku.

Sempurna!

Aharen.

Hm?

Berhasil!

Dengan begini, kami bisa berkomunikasi dengan lebih baik.

Luar biasa!

Tapi...

Hal yang kutakutkan. Ini adalah...

pertarungan gaya bebas!

Akhir pertandingan tak dapat ditentukan.

Kita seri.

Rasanya menyenangkan.

Kapan-kapan lagi, yuk.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left