The first 200 lines.
Narkolepsi : Suatu kondisi yang ditandai oleh munculnya serangan tidur.
Lima, enam, tujuh, delapan...
sembilan, sepuluh.
Aku selalu mengetahui dimana aku berada hanya dengan melihat jalan.
Seperti yang aku pernah ketahui bahwa aku pernah kesini sebelumnya.
Aku ingat aku pernah terjebak disini...
Sama seperti saat ini, sialan. Kalian mengerti?
Iya.
Tidak ada jalan lain sama sekali yang terlihat seperti ini.
Maksudku yang benar-benar seperti ini.
Tempat ini istimewa.
Diantara yang lainnya.
Seperti gambar wajah.
Wajah yang jelek.
Lu pikir lu mau kemana, man?
Kita berdua terjebak disini, goblok.
Tidak perlu khawatir. Semuanya akan baik-baik saja.
Aku tahu. Tidak akan kenapa-kenapa.
Aku tahu, kamu bersedih. Aku tahu.
The cattle are prowlin' The coyotes are howlin'
Way out where the doggies bawl
Where spurs are a-jinglin', a cowboy is singin'
This lonesome cattle call
He rides in the saddle till his day's work is done
And he rounds up the cattle each fall
Walt.
- Walt. - Iya, Mike?
Apa, um, lu bisa ngasih gue $10 lagi?
$10? Memang kenapa? Lu enggak berani minta sama bokaplu?
Gue sama bokap enggak begitu akrab. Lu pahamlah, Walt.
Kita enggak begitu akrab juga, iya kan?
Enggak. Kita berdua memang enggak akrab...
kalo enggak, dia bakal kabur dan tenggelam lagi di Boxcar Canyon.
- Lagi? - Iya.
Dia sampe tenggelam kali ini?
- Dia selamat pas yang pertama. Kali ini... - Ya Tuhan.
Lu satu-satunya orang yang bisa gue minta. Lu tahu kan, Walt.
Tolonglah! Gue berhutang kencan sama lu. Gimana?
Gue berhutang kencan. Tolonglah.
Ya Tuhan, air mata turun. Sabar.
Ini dia.
Terima kasih.
Jangan khawatir.
Semuanya akan baik-baik saja.
Jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja.
Sampai. Sekarang, hati-hati sama karpetnya. Soalnya warna putih.
Berikan sepatumu. Berikan sepatumu.
Mmm. Mmm.
Oke, sebentar.
Pakai ini... supaya lu tidak membuat berantakan.
Saya sangat beruntung.
Saya lahir pada tanggal April 4, 1944.
Jadi, 4-4-44.
Kalo dijumlah semuanya, jadi 16.
Satu, enam.
Satu ditambah enam sama dengan tujuh.
Sebuah angka keberuntungan.
- Anda paham matematika. - Ini lebih dari matematika, Mike.
Ini...
murni kesempurnaan.
Oh.
Ya ampun, tempat ini berantakan sekali.
Iya, mari kita buat sangat bersih.
- Oke. - Oke.
Deep night
Stars in the sky above
Moonlight
Lighting our place of love
Night winds
Seem to have gone to rest
Two eyes
Buruan, anak manis.
Lebih kuat.
Iya, suara itu. Suara itu.
Vow that you'll love me always
And be mine alone
- Saya sudah selesai. - Deep night
Dan sekarang, angka 44 keburuntunganku...
anak manis...
kamu harus menggosok Papi Carrol...
Papi Carroll.
Wanita ini ada didalam iklan mobil baru.
Rasanya seperti bermimpi.
Seorang wanita tidak mernah mengangkut gue, kecuali yang kurang cantik dan kurang kaya.
Masa? Saya tidak tahu mengapa.
Ini rumah yang bagus.
- Anda tinggal disini? - Iya.
Saya menyukainya.
Oh.
Hei.
Apa kabar, Scott? Apa kabar, Gary?
Hei, ini dia Mikey sang lesbian.
Kalian para pria buatlah diri kalian nyaman.
Aku akan kembali.
Ada kokakola dikulkas. Ambil sendiri.
Dia keren. Dia suka mengangkut tiga laki-laki karena tidak akan makan waktu untuk menghangatkannya.
Sudah biasa. Bukan hal yang cabul.
Iya.
Hei, bung, apa lu datang kekonser Sinéad O'Connor semalam?
- Apa? Ke... ke Sinéad... - Cewek yang kepalanya botak.
Gu-gue belum pernah datang ke konser, bung.
Ini bagus sekali.
Halaman belakang.
Oh, sial.
Dia selalu begini.
Aku heran dia bisa hidup seperti ini.
Bagaimana kita tahu dia akan baik-baik saja?
Okeh... dia enggak mati. Dengar.
Dia enggak mati. Dia cuma tidur. Ini adalah penyakitnya.
Dia benar-benar nakutin wanita itu.
Apa penyebabya? Seks?
Narkolepsi, dokter bilang ini dikarenakan reaksi kimia tertentu di otaknya.
Muncul karena sebuah situasi yang membuat dia stres.
Ribet bangat, kan?
Jadinya, mau dikemanain dia?
Kita enggak bisa ninggalin dia disini begitu aja.
Ayo, Mikey.
Hei, Mike, lu disini aja.
Kalo sudah bangun, balik ke kota. Gue tungguin lu.
lu lebih aman disini, di perumahan yang rindang dibanding di kota.
Gue besar di perumahan kaya gini.
Dan bokap gue...
dia benar-benar orang yang bangsat
karena semua kekayaannya dan orang-orang patuh sama dia...
dan semuanya yang telah dia buat... termasuk gue, anaknya.
Gue udah muak mikir kalo gue bisa jadi anaknya.
Lu tahu, lu harus sebaik dia untuk tetap hidup.
Lu harus mampu mengangkat beban seberat apapun.
Lu harus mampu melempar beban tersebut sejauh apapun...
atau menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, atau menjadi orang yang tidak berperasaan.
Bokap gue enggak paham kalo gue itu cuma anak-anak.
Dia pikir gue adalah ancaman.
Tidak, Aku tidak ingin dengar! Aku tidak ingin mendengarmu!
Hei, Scotty! Sini lu, ganteng!
Kalo udah bangun, bersihin iler di muka lu.
Lu harus siap menyambut hari baru.
Gue enggak pernah mikir kalo gue bisa jadi model beneran.
Lu tahu, model yang berorientasi sama dunia fashion.
Karena gue lebih ahli pose telanjang.
Enggak masalah selama tukang potretnya enggak deketin...
dan mengharapkan hal yang enggak-enggak.
Gue mencoba mencari penghasilan untuk hidup. Gue senang punya sikap profesional.
Tentu saja, jika seseorang mampu bayar gue, okelah.
Silahkan nikmati diriku. Gue jual pantat gue.
Gue melakukan itu dijalanan hanya untuk uang.
Gue bisa berada di sampul majalah.
Saat lu melakukan hal secara cuma-cuma disitulah lu mulai menumbuhkan sayap.
Benarkan, Mike?
- Apa? - Sayap, Michael.
Menumbuhkan sayap dan menjadi peri.
Peduli apa lu masalah uang? Tai, Uanglu udah banyak.
Kenapa lu enggak maju aja dan lakukan yang harusnya lu lakukan...
Gue cuma bisa bayangin hal yang gue lakukan... secara cuma-cuma?
Yang benar, manis?
Jadi, seberapa banyak uang banyak itu, ha?
Apa yang kamu lakukan di kover majalah itu? Ngegembel?
Sebenarnya, Mikey benar. Gue bakal menguasai harta warisan.
Uang yang banyak.
Hai.
- Apa yang terjadi? - Tidak ada.
- Butuh tumpangan? - Tumpangan?
Iya.
Apakah ini, uh... mobil wanita itu?
- Siapa namanya? - Alena.
- Apa dia teman Anda? - Enggak, enggak juga.
- Dia teman baik saya. - Bagus.
Semua teman Alena adalah teman baik saya juga.
- Anda ingin menjadi teman saya? - Enggak.
Nama saya Hans.
Saya dari Jerman.
Sekarang saya tinggal di Amerika...
- Menjual mobil. - Mm-hmm.
- Apa, kenapa Anda enggan masuk? - Enggak.
Saya akan antarkan kemana aja.
- Anda mau kemana? - Rumah.
- Masuk ke mobil. - Enggak.
Orang ini kelainan. Gue sudah tahu, man.
Kenapa lu enggak pulang aja? Pulang tot.
Kok kita bisa sampe rumah?
Orang Jerman itu, Hans.
Dia yang mengantar lu ke tengah kota. Pas lu tertidur.
Dia bilang dia mau ke Portland, jadi gue nebeng aja.
Untuk beberapa alasan, gue mencoba melupakan orang Jerman bernama Hans.
Man, lu tertidur.
Jadi, berapa banyak yang lu hasilkan pas gue tidur?
Cuma tumpangan kok, Mike.
"Gue enggak menghasilkan apa-apa."
Jadi, lu pikir gue ngejual lu pas lu lagi tidur, gitu?
Enggak bakal, Mike, Gue temen lu.
Gary sempat mampir kesini. Dia langsung cabut tiga hari yang lalu.
Dia terbang kesini bersama...
penata rambut.
Eksotik.
Dengar-dengar Bob datang ke kota. Apa benar?
- Lu dengar tentang itu? - Bob.
Bob.
Entahlah, tapi gue berharap.
- Kita bakal bersenang-senang kalo Bob di kota. - Iya, gue enggak sabar ketemu sama dia.
Hei, lu berdua bukanya punya...
Semacam... lu ingat kan, seperti, masalah yang berat, uh...
No comments yet. Be the first to leave one.