The first 171 lines.
Akhirnya kita sampai.
Memang melelahkan.
Ditambah lagi, aku tidak bertemu laki-laki di tengah jalan.
Aku mau pergi menemui Pak Jenius dahulu.
Bagaimana denganmu, Elinalise?
Aku juga ikut.
Kenapa? Apa kamu tertarik dengan ilmu sihir?
Tidak, aku mulai tertarik pada cowok seumuranmu, Rudeus.
Oh, iya, deh.
Selama perjalanan, aku memahami sesuatu.
Alasan dia bergonta-ganti pasangan adalah
kutukan yang mengharuskan berhubungan intim secara berkala dengan lelaki.
Ya sudah, ayo.
Peta yang kugambar telah terkoyak
Dunia masih sama dan belum berubah
Lagi-lagi menyalahkan orang lain
Muak rasanya
Aku akan tetap berpura-pura sambil menunggu sesuatu terjadi
II
Mushoku Tensei
Jobless Reincarnation
Apa aku boleh mengulang dari titik ini?
Dahulu aku merasa bisa pergi ke mana pun
Di mana diriku waktu itu?
Pasti diriku waktu itu sudah menjadi dewasa
Tapi rasanya tidak demikian
Dengan sedikit keberanian,
mungkin ada hari esok yang bisa diubah
Aku pun tidak menyadarinya
Karena aku muak dengan hari-hari itu
Tidak ada hal yang abadi
Sebelum semuanya berakhir,
akan kucoba melangkah ke depan
Sembari menerima fakta, kupanjatkan doa
Terima kasih sudah menunggu.
Saya Jenius, pengajar di sini.
Salam kenal, saya Rudeus Greyrat.
Aku Elinalise Dragonroad, anggota kelompok Rudeus.
Saya tidak menyangka Anda akan datang secepat ini.
Iya, saya dapat rekomendasi dari seseorang.
Seseorang? Oh, dari Roxy, ya?
Tambahkan "nona", dong, dasar jidat lebar!
Berhubung Anda datang ke sini,
berarti Anda bersedia menimba ilmu di sini, benar?
Ada banyak yang ingin saya pelajari, teliti, dan lakukan.
Saya pikir tempat inilah yang paling tepat.
Saya merasa tersanjung dengan kejujuran yang Anda katakan.
Apa boleh kami sedikit menguji kemampuan Anda?
Menguji saya?
Bangunan di sini banyak sekali, ya.
Apa siswa di sini cukup banyak?
Akademi Sihir Ranoa berbeda dengan sekolah sihir pada umumnya.
Ada mata pelajaran yang tidak berhubungan dengan ilmu sihir.
Oh, iya, apa ada pelajaran membuat obat yang menyembuhkan penyakit mental?
Kalau pembuatan obat sendiri tidak ada,
tapi memang ada pelajaran tentang sihir penyembuh dan detoksifikasi,
serta penelitian tentang kutukan.
Apa ada kenalan Anda yang jatuh sakit?
Iya, kurang lebih begitu.
Oh, begitu.
Anda bersekolah di sini demi meneliti obat untuknya, ya?
Sungguh mulia.
Jadi, apa yang harus saya lakukan?
Saya mendengar Anda dapat menggunakan sihir tanpa merapal.
Kami ingin melihat Anda mempraktikkannya.
Sebenarnya kami juga punya siswa yang mampu menggunakan sihir tanpa merapal.
Dialah Fitz, salah satu siswa genius di akademi kami.
Salam kenal, saya Rudeus Greyrat!
Jika tidak ada halangan, saya akan menjadi adik kelas Anda.
Jika saya kurang dalam hal apa pun, mohon bimbingan Anda.
I... Iya.
Namaku Fitz, salam kenal.
Ujian ini berbentuk latih tanding.
Cukup tunjukkan kemampuan Anda menggunakan sihir tanpa merapal.
Saya mengerti.
Lo? Jangan bilang kalau kalah akan diwajibkan membayar uang sekolah?
Aku tidak mau itu.
Tongkat itu...
Kita mulai dari... sekarang!
Eh? Kenapa?
Nah, kenapa coba?
Bagaimana kamu melakukan teknik tadi?
Itu ilmu sihir bernama Disturb Magic. Apa Anda tidak tahu?
Gawat. Jangan bilang aku menghancurkan citra kakak kelas ini.
Terima kasih, Kak.
Anda membuat siswa baru seperti saya bisa terlihat keren.
Lembut banget.
Mungkin dia tidak pernah mengayunkan pedang.
Saya akan membalas budi jika ada waktu.
Dengan begitu, aku mulai tinggal di asrama akademi sihir.
Aku juga mendapat penjelasan rinci yang berkaitan dengan siswa khusus.
Pada dasarnya, siswa khusus dibebaskan membayar uang sekolah.
Ada kalanya juga bebas untuk tidak masuk kelas.
Dengan ikut kelas sebulan sekali,
aku bebas melakukan apa saja di dalam lingkungan akademi.
Namun, tindakan di luar lingkungan akademi terhitung tanggung jawab pribadi.
Daripada siswa, mungkin lebih dekat disebut seorang peneliti.
Bagaimana penampilanku? Cocok, tidak?
Kalau rokmu dibuat lebih pendek, akan lebih mudah memancing laki-laki.
Dibuat agar celana dalammu hampir terlihat.
Kalau dibuat begitu, bukankah malah bikin dingin?
Pakai kaus kaki panjang sampai paha. Beres, kan?
Benar juga. Kamu memang hebat. Sungguh genius.
Berikut pidato dari ketua OSIS untuk siswa baru.
Dia Tuan Putri Ariel!
Berarti dia Fitz si Hening!
Ada Tuan Luke juga!
Wah, bukankah dia anak yang kamu buat menangis?
Siapa bilang membuatnya menangis?
Diam! Putri Ariel akan berpidato!
Wah, lelaki yang gagah.
Rasanya dia mirip Paul, deh.
Silakan, Putri Ariel.
Saya Ariel Anemoi Asura.
Putri kedua Kerajaan Asura serta ketua OSIS akademi sihir ini.
Kalian semua berkumpul dari berbagai penjuru ke Akademi Sihir Ranoa ini.
Dari berbagai ras, mulai dari ras manusia, ras iblis, dan ras binatang.
Mungkin ada beberapa dari kalian yang terhalang oleh dinding bahasa dan budaya.
Namun, kalian dilarang bertindak rasis atau mendiskriminasi orang lain
hanya karena beda ras dan bahasa.
"Patuhilah peraturan."
"Jangan mengganggu orang lain."
Kata-kata ini sudah umum diucapkan.
Biasanya, mendengar pidato begini hanya akan dianggap sebagai ceramah membosankan.
Tapi ini yang disebut orang berkarisma, ya?
Selamat datang di Akademi Sihir Ranoa.
Semoga kalian menjalani masa pendidikan yang gemilang.
Sial.
Aku lupa berterima kasih padanya perihal ujian tempo hari.
Jangan bilang dia masih dendam padaku.
Permisi.
Gu... Guru!
Guru, apa Anda lupa pada saya?
Saya Zanoba!
Aku masih ingat, kok.
Wahai muridku, aku takut, tolong turunkan aku.
Apa Anda sehat-sehat saja, Guru?
Aku juga senang melihat Paduka terlihat sehat.
Berisik banget, meong.
Meong?
Ah, Nona Linia.
Beliau adalah guru saya yang dulu pernah saya ceritakan.
Bawa dia ke sini.
Apa coba?
Jangan bilang dia sedang dirundung.
Zanoba harusnya kuat, kan?
Halo, salam kenal. Saya Rudeus Greyrat.
Mohon kerja samanya.
Lagi pula, aku wajib berhati-hati menghadapi orang-orang seperti ini.
Sebisa mungkin tidak terlibat dengannya.
Wah, aku suka kalau kamu patuh, meong.
Aku Linia Dedoldia, siswi tahun kelima.
Begini-begini, aku putri Gyes, Kepala Kesatria Desa Hutan Agung Doldia.
Dugaanku benar, dari suku Doldia.
Apalagi, putrinya si Gyes.
Dia pernah bilang bahwa putri sulungnya sedang belajar di luar negeri.
Ternyata di sini.
Jadi ingat masa lalu, deh.
Oh, biru muda.
Bau.
Maaf, apa boleh saya tahu nama Anda, Kak?
Namaku Pursena.
Kurang lebih sama seperti Linia.
Kak Pursena, ya? Nama yang sangat bagus!
Salam kenal.
Dasar bajingan.
Hei.
Iya, ada apa?
Kamu bilang namamu Rudeus?
Iya, saya Rudeus Greyrat.
Senang mengenal Anda, Kak.
No comments yet. Be the first to leave one.