The Butterfly Effect 2

The Butterfly Effect 2

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Butterfly Effect 2 2006 BluRay AAC x264 ind
A Commentary by Chietiez

Tags

BluRay
x264
Published on: 2011-09-12
Downloads: 187
Hearing Impaired: Yes

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Tempat ini indah.

Yah, sangat indah.

Kalian semua beruntung. Bukan di tempat begini, aku dibesarkan.

Apa maksudmu? Kau dibesarkan cuma 1/2 jam dari sini.

Terserahlah, orangtua melarangku keluar jauh.

Ya, luar biasa bagi kita.

Waktu SMU, kita biasa menyelinap keluar dan kemari setiap waktu.

Betul. Pertemuan larut malam. Justru..

..kita berbagi botol pertama tequila, tepat di tempat ini.

Wow, aku kagum kau pun ingat itu.

"Aku kagum kau pun ingat itu."

Jadi kalian merasa sama dengan diri kalian yang dulu itu?

Ya, aku masih persis sama..

..aku masih belum tahu betul, apa yang ingin kuperbuat jika dewasa.

Hei, kau dulu kerja di Foot Locker, aku yakin..

..bila kau kembali dan minta sana, mereka akan memberimu pekerjaan.

Lucu sekali. - Bagaimana kau, Nick?

Kau sudah banyak berubah? - Mmm-mm.

Meski harus kubilang, Troven-lah yang berubah lebih drastis.

Kau tahu itu fakta, kawan, oke?

Rahangku kini mulai melebar. Makin menonjol.

Baik, cowok keren. Bagaimana bila kau dan aku..

..mengambil beberapa kayu untuk api ini?

Baik, hati-hati.

Aku punya firasat bagus tentang beberapa bulan mendatang.

Oh ya? Kenapa begitu?

Bila kita tutup saja hasil kalkulasi kita,..

..banyak sekali yang akan kita peroleh, bukan?

Ya, pensiun dini mungkin lebih menarik.

Di umur 30?

Oh, lihat.

Menjijikkan, kawan.

Ayo sini. Kau takut kepiting kecil ?

Jijik, kawan! Jorok sekali ! Jangan!

Ayo sini. - Jangan kawan! Jangan!

Dasar banci.

Wah, seru sekali!

Ya. Kutunggu saja sampai besok.

Tidak, kau harus beritahu dia malam ini.

Hei. Lama juga kalian.

Apa maksudmu?

Ini dia. Baik, siap?

Bagus. Yah, aku siap.

Selamat ulang tahun! - Oh!

Oh, apinya padam. Nyalakan lagi. - Tunggu.

Baiklah. - Oke, kini lakukan permintaan.

Aku tak bisa. Semuanya sempurna.

Yang benar saja. - Oh. manis.

Terserahlah, kawan.

Kalau perlu sesuatu, aku ada daftar semuanya.

Bagaimana kalau sejuta dollar? - Sudah, tiup saja.

Ayo tiup. - Baik, baik!

Hore! - Tidak!

Ayolah. Tidak. Aku yang membelinya. - Itu kue ulang tahunku.

Aku ingin ini difoto. - Foto apa?

Ide bagus, baik. - Jangan bertingkah.

Baik, semuanya. - Ayo cepat, aku ingin terlihat manis.

Tahan dulu gaya kalian, oke?

Bagus. Sempurna sekali. - Seperti orang bodoh saja.

Tapi bagus. - Ini favoritku.

Ya. Kalian siap?

Ya.

Semua bilang "chingas" (fuck). - Chingas.

Bagus kawan. - Chingas.

Coba lihat ini, hadirin yang terhormat.

Aku bawakan lilin ultah istimewaku.

Baik. - Ganja!

Kalian bocah bersenang-senanglah. - Wah luar biasa.

Ayo dibakar. - Sini.

Hai, kau mau kemana? - Ke suatu tempat.

Benarkah? - Dengan kamu.

Baik. - Tolong kameranya.

Ya, Pak. - Kenakan ini.

Baik. - Bakalan seru.

Oh, kini akan kututup matamu. - Yang benar saja?

Kau berniat memanfaatkan aku? - Mm, mungkin.

Baik, pegang ini. - Oke.

Lalu... - Oh!

Nanti kami kembali. - Sampai ketemu.

Jangan cemaskan aku.

Buka mata. - Oh.

Ingatkah awal kita kemari?

Ya. Kapan itu, sepertinya 3 tahun lalu?

Yah.

Nick, um, ada sesuatu..

..yang harus kukatakan padamu.

Aku dulu.

Selamat Ulang Tahun.

Nick! Oh!

Indah sekali. - Andai saja ini berlian, tapi...

Yah, aku menyukainya. Aku sayang kamu.

Ayo, pasangkan.

Jadi beritahulah, aku tak gila dan tak perlu mengincar gelar sarjanaku.

Oh, tidak, kau perlu itu. Kau harus membiayai studi senimu..

..untuk meningkatkan kualitas fotomu .

Aku tak perlu membayarnya. Bisa kugunakan beasiswaku.

Kau paham rupanya.

Yang lebih penting, kau studi di New York, 3000 mil jauhnya dariku.

Aku tahu.

Pekerjaanku hampir sukses besar. Aku berjanji padamu.

Aku bakal punya uang agar kita bisa membuka galerimu sendiri.

Kau bisa membidik fotomu sendiri..

..seperti kita bicarakan sebelumnya.

Bukankah itu yang kau inginkan? - Ya tentu.

Sempurna.

Hei, jangan terima itu, oke? - Hei. Oh, dimana ya?

Ingat, aku ingin memberitahumu sesuatu.

Aku tahu. Tunggulah sebentar.

Dari pekerjaan. Tunggu.

Halo?

Ya.

Oh, baik.

Benar. Tidak...Tak ada masalah.

Baiklah. Sampai jumpa.

Dari Bristol. Aku harus kembali kerja.

Ya, tapi ini ulang tahunku, jadi telpon balik dia..

..bilang kau sakit. Tak bisa kesana.

Dengar. Kalau kau lakukan ini demi aku,..

..kita nanti kembali kesini tahun depan,..

..dan kita akan tinggal selama akhir pekan,..

..dan kita pesan kamar hotel, dan..

Sayang?

Bantu aku keluar dari sini. Aku harus menghadiri rapat ini.

Tidak, lupakan saja.

Aku mau seminggu.

Seminggu? - Benar.

Kau dan aku ..tanpa telpon genggam.

Kau saja sendiri bisa..

..banting benda ini sebelum kita pergi.

Bagaimana?

Baik.

Sebetulnya, tahu tidak? Kenapa menunggu? Menurutku...

..kita tenggelamkan saja benda ini sekarang untuk memastikan.

Oh! Oh! Oh, itu... Kukira tidak.

Beri kami sesuatu untuk diperbincangkan..

Tak usah terburu-buru...

Aw, sial. Sayang, kau ingat kacamataku?

Mm? Apa yang akan kau perbuat tanpa aku?

Yo, bodoh sekali! Bristol itu bajingan.

Ya, bajingan ini bakal dipromosikan, bukan aku..

..jika kulewatkan rapat ini.

Jadi dialah yang merusak hari Minggu kita? - Dan ulang tahun Julie.

Kalau mau mengalahkan mereka, aku harus bergabung dengan mereka.

Sekarang juga. - Jangan.

Terserah, kawan. Menurutku, sebaiknya kau jangan pedulikan semua itu.

Ya, kau benar. Aku juga tak butuh pekerjaan ini.

Ide bagus. Jika kau dipecat, aku yakin Trevor cuma bertahan..

..2 minggu saja bekerja tanpamu.

Kenapa kau mesti bilang begitu?

Tunggu, kawan. Tahan dulu, tahan.

Baik. Bagus.

Kau tahu tidak, sayang? Kau bisa pindah ke New York denganku..

..dan kita bersama menjadi seniman artis.

Sempurna sekali bukan, sayang?

Kedengarannya seperti kau sudah mendapatkan semua keberhasilan.

Sial! Berpegangan!

Oh Tuhan!

Semuanya tak apa-apa? - Kau baik-baik saja?

Kurasa tak apa-apa. - Kau yakin?

- Oh! Oh Tuhan! - Oh, sial!

Nick, minggir! Ah!

Nick.

Oh, Nick.

Shh.

Shh. Shh.

Nick, tak apa-apa.

Ruang 9, status kami darurat. Dia mengalami serangan.

190, semakin naik.

Shh, Nick. Shh.

Nick...

Tak apa-apa.

Dia kadang bermimpi buruk.

Dia sering bermimpi.

Nick.

Oh, Nick!

Dimana Julie?

Sayang, dia...

Dimana mereka? - Mereka sudah...

Tidak. Tidak. - Nick...

Baik, semuanya.

Tahan sebentar gaya kalian. - Ayo cepat, cepat.

- Yee! Ayolah! - Tidak!

Kau tahu tidak? Aku tak bisa bayangkan hidup tanpa dirimu kini.

Aku sedang berpikir... bila kau, um...

..membutuhkan perubahan latar pemandangan atau apa saja,..

..aku punya ruangan ekstra di tempatku.

Buat apa?

Kau.

Aku ingin kau tinggal bersamaku.

Nick, ini ibu.

Bagaimana keadaanmu? Ibu sudah bicara pada dokter.

Katanya kamu batalkan lagi janji pertemuanmu.

Nick, kamu harus menjaga diri sendiri.

Kamu tak ingin sakit kepalamu semakin parah.

Tolong, hubungi ibu.

1 tahun kemudian

Hai, kawan. - Ada apa?

Kukira kamu sakit. - Tidak.

Bristol mencarimu. Waspada saja.

Terima kasih, kawan.

More Indonesian subtitles for The Butterfly Effect 2

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left