The first 200 lines.
"Episode 25"
Kenapa kamu kemari selarut ini?
Aku ingin bertanya.
Kamu ingin bertanya?
Yang Mulia sudah melihat selebaran yang disebarkan di ibu kota?
Itukah alasanmu kemari?
Kamu ingin tahu aku sudah melihat selebaran atau belum?
Aku ingin tahu siapa yang menyebarkannya.
Kamu berbicara seolah-olah aku tahu pelakunya.
Aku ingin tahu
soal Pangeran Choo Seong.
Kamu akan menyesalinya.
Tidak apa-apa.
Itu mungkin menghancurkan hatimu.
Inilah alasanku menemui Yang Mulia.
Yang Mulai tidak peduli
dengan perasaanku.
Kamu sungguh gadis yang berani.
Kamu memang
mewarisi ibumu.
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Pangeran Choo Seong
berzina dengan ibumu yang diasingkan.
Dia juga merencanakan pemberontakan untuk menyembunyikan hubungannya.
Tapi dia tertangkap dan tewas.
Itulah alasannya ibumu dimakzulkan.
Tidak ada yang memberitahumu kebenaran ini
sampai hari ini.
Si Topeng Hantu di sini!
Kamu tampak amat terkejut.
Sudah kubilang, kamu akan menyesal usai mendengarnya.
Ratu berharap aku memercayai omong kosong itu?
Kamu tidak akan mau memercayainya.
Tapi dia tidak akan dimakzulkan tanpa alasan yang jelas.
Jangan berusaha tahu lebih banyak.
Makin kamu tahu soal Pangeran Choo Seong dan ibumu,
makin kamu merasa malu nantinya.
Akan kulihat aku merasa malu atau tidak
usai menemui Pangeran Choo Seong.
Kamu tidak tahu dia sudah tewas?
Orang memanggilnya si Topeng Hantu karena dia kembali sebagai hantu.
Dia pasti amat mendendam sampai kembali sebagai hantu.
Sebaiknya Yang Mulia berhati-hati.
Apa maksudmu? / - Yang Mulia tahu
maksud perkataanku melebihi siapa pun.
Yang Mulia.
Apa yang dia...
Apa yang dia ketahui?
Mungkin dia hanya menggertak.
Pangeran Choo Seong...
Tidak. Cari tahu siapa si Topeng Hantu.
Ya, Yang Mulia.
Kamu kehilangan dia? / - Tiba-tiba dia menghilang bak hantu
saat mereka menembakkan anak panah ke arahnya.
Berhenti membicarakan hantu.
Kamu sungguh berpikir dia hantu Pangeran Choo Seong?
Tidak mungkin Pangeran Choo Seong.
Pasti salah satu pengikutnya.
Tapi mereka semua mati... synced and ripped by anyHOW
Ada yang selamat.
Hanya satu orang.
Dia Wol Myung.
Tidak mungkin Wol Myung.
Omong-omong, ada sesuatu yang mengganggu pikiranku.
Saat si Topeng Hantu muncul,
salah satu pemanah melihat Guru Gyun.
Guru Gyun?
Ibu!
Ibu, kumohon jangan pergi.
Kamu harus
merawat Ayah dan Nenek
demi ibu.
Paham?
Kurasa aku harus memberimu buah persik kering.
Kamu tampaknya tidak tidur nyenyak.
Terima kasih, Guru Gyun.
Ada yang terjadi kepadamu?
Kamu tidak bisa memberitahuku
tentang yang dikatakan Dayang Ahn.
Itu soal Pangeran Choo Seong, bukan?
Aku tahu itu tentangnya.
Yang Mulia. / - Aku baik-baik saja.
Ibu mengkhawatirkan Ayah dan Nenek
sampai saat meninggalkan istana.
Bagaimana bisa dia berzina?
Apa pun kata orang, aku memercayai ibuku.
Akan kubersihkan namanya.
Akan kupastikan dalang penjebak ibuku
membayar perbuatannya, bagaimanapun caranya.
Aku yakin mereka akan dihukum.
Di mana Tuan Putri?
Dia berbincang dengan Guru Gyun di halaman belakang.
Haruskah aku memberi tahu Tuan Putri bahwa kamu datang?
Tidak.
Aku akan menunggunya.
Kita harus menemukan si Topeng Hantu.
Ada rumor itu Pangeran Choo Seong.
Dia muncul di rumah Menteri Administrasi.
Menteri Administrasi?
Kurasa dia mau mengirimkan pesan
kepada Tuan Jung dan pengikutnya.
Tapi kurasa dia terluka terkena anak panah.
Aku melihat darah di tanah.
Coba lihat apakah ada yang terluka seperti itu di Biro Pelayanan Medis.
Baik. Akan kucermati para pasien.
Aku akan menyelidikinya.
Kenapa mereka lama sekali?
Dia datang.
Yang Mulia.
Letnan Kang.
Kantor Penyelidikan mengirimkan pengawal karena si Topeng Hantu.
Maaf. Kamu sudah menunggu lama?
Tidak, Yang Mulia.
Ayo pergi.
Guru Gyun, tolong jaga Pangeran.
Ya, Yang Mulia. Jaga dirimu.
Guru Gyun.
Lama tidak berjumpa.
Kamu pasti sibuk mengejar si Topeng Hantu.
Kamu turut serta menangkap Menteri Perpajakan juga.
Kurasa kamu memutuskan untuk menjadi penyelidik.
Bukankah lebih baik bekerja untuk Kantor Penyelidikan?
Aku bisa membujuk Raja untukmu.
Tidak perlu, terima kasih.
Jika mengejar dua kelinci, kamu tidak akan mendapatkan apa pun.
Hati-hati kehilangan jabatan yang baru dikembalikan kepadamu.
Bangsawan tidak boleh menoleransi ketidakadilan.
Aku bisa mengatasi urusanku, jadi, tidak perlu khawatir.
Aku tidak bermaksud menyinggung.
Aku hanya mengatakan ini demi kebaikanmu.
Jangan khawatir.
Omong-omong,
ada yang mau kutanyakan.
Kudengar si Topeng Hantu muncul di rumah Anda.
Benarkah itu?
Itu rumor yang amat konyol.
Lantas, berhati-hatilah.
Kudengar dia mengunjungi rumah para pejabat istana.
Rumah Anda mungkin yang berikutnya.
Selamat datang kembali, Tuan.
Apa? Tikus?
Ikat lidah para bawahan.
Jika ada yang mengetahui soal apa yang terjadi di rumahku,
aku akan mencabut lidahmu dahulu.
Ya, Tuan.
Ayah sudah pulang.
Kamu mau mati kelaparan?
Aku hanya ingin Ayah bertindak sesuai kemauanku.
Ayah sudah menolak.
Aku juga sudah bilang kepada Ayah, aku tidak bisa menyerah sekarang.
Apa?
Ayah.
Aku
memercayai Ayah.
Adakah yang membeli herba
seperti jernang atau yellow lead hari ini?
Maksudmu herba penyetop pendarahan?
Ya.
Aku tidak menghafalkan semua pelangganku.
Atau
apakah kamu melihat seseorang dengan luka akibat anak panah?
Apa? Luka akibat anak panah?
Aku tidak melihat ada yang begitu.
Ada yang terluka akibat senjata tajam?
Terluka akibat senjata tajam?
Yang Mulia.
Letnan Kang, ada apa?
Astaga.
Maafkan aku.
Kamu baru saja menyelamatkan tanganku dari api.
Tidak perlu meminta maaf.
Terima kasih atas yang sudah kamu lakukan.
Sudah tugasku melindungi Tuan Putri.
Aku hanya melakukan tugasku.
Kamu terlalu kaku. Itu tidak baik.
Letnan Kang.
Apa yang terjadi?
Aku datang untuk menemui Menteri Administrasi.
Kami dilarang membiarkan siapa pun masuk.
Ini bagian dari investigasi oleh Kantor Penyelidikan.
Minggir.
Si Topeng Hantu?
Ada yang melaporkan si Topeng Hantu muncul di rumah Anda.
Untuk apa dia datang ke rumahku?
Anda pasti tahu
alasannya.
Maksudmu, aku menyembunyikan sesuatu?
Pergilah. Aku tidak mau bilang apa pun.
Tolong hubungi kami jika Anda membutuhkan perlindungan.
Dia menyembunyikan fakta si Topeng Hantu ke rumahnya?
Ya, Yang Mulia.
Kamu harus menangkapnya hidup-hidup.
Mustahil baginya membagikan selebaran sendirian.
Jika mengetahui caranya melakukannya,
kita mungkin bisa menangkapnya.
Aku memberimu kuasa penuh atas penyelidikan si Topeng Hantu.
Yang Mulia.
Temukan si Topeng Hantu lebih cepat daripada mereka.
Kenapa kamu amat terkejut?
Dari mana kamu mendapatkannya?
No comments yet. Be the first to leave one.