The first 200 lines.
Seharusnya aku tidak bertemu denganmu.
Seharusnya aku tidak datang kepadamu.
Kau yang mengubahku menjadi seperti ini.
Hidup yang benar-benar kacau.
JIN LAI SEJAK 2012
HIDANGAN TAIWAN, JIN LAI HAO SELAMAT DATANG DI JIN LAI
Di antara kita
sejak malam pertama kita bertemu
itu adalah kesalahan.
Tidak ada yang bisa memutuskan awalnya
tapi aku
bisa memutuskan akhirnya.
Semua yang kita ciptakan bersama.
Orang yang paling penting bagiku.
Bagaimanapun caranya
aku akan
menghancurkanmu.
Kenapa mi dan sausnya terpisah?
Gagal.
Bahkan dengan pene, sausnya tidak menempel.
Gagal.
Pasta tinta cumi hanya cocok dengan boga bahari
bukan saus daging.
Kau bahkan tak tahu dasar-dasarnya
tapi mengundangku untuk uji rasa?
Berhentilah membuang waktuku.
CHAO YI-HSUAN PENCICIP MAKANAN, INFLUENSER BESAR
PENGULAS MAKANAN BERLIDAH TAJAM
Saat bertemu denganku
orang-orang selalu terkejut dengan dua hal.
Satu, bagaimana seseorang bisa tahu banyak tentang makanan?
Aku bisa makan. Aku berani makan.
Aku tahu semua masakan.
Apa ada radar di mulutku?
Ya.
Itu kekuatan superku. Tertanam sejak lahir.
Dua.
Kenapa aku sangat pintar sekaligus atletis?
Orang yang terus menanyakan itu
adalah sahabat kuliahku, Chang Chien-wu.
Dia bilang aku seperti alien.
Dia tak salah.
Karena aku bisa meraih bintang.
Aku influenser makanan dengan lebih dari satu juta pengikut.
Aku sangat jujur. Blak-blakan.
Orang biasa memanggilku Ratu.
Jika makanannya enak, aku yang menyatakannya.
Entah itu lima bintang, tiga bintang, atau bahkan hanya satu
kata-kataku bisa menyukseskan atau menghancurkan tempat.
BUANG-BUANG WAKTU
Beberapa tempat memang tidak berbakat atau berusaha.
Kalian sungguh berani menyajikan makanan seburuk ini?
Benar-benar sampah.
Dunia ini tidak pernah adil.
Beberapa orang ditakdirkan sukses dan beberapa ditakdirkan gagal.
Lalu aku? Aku sangat benci kegagalan.
Bangun!
Maaf memintamu datang ke sekolah, Ny. Chao.
Apa Yi-hsuan payah di sekolah?
Dia gadis yang cerdas.
Tapi aku khawatir dia terlalu keras pada dirinya.
Dia terlalu kompetitif.
Dia sudah seperti itu sejak kecil.
Tapi menurutku itu bukan masalah.
Tapi sepertinya dia tidak bisa menerima kegagalan apa pun.
Terkadang, bisa cukup ekstrem.
Kau tidak bisa menerima bola dengan kecepatan ini?
Kejar!
Untuk apa pelindung lututmu?
Kami kalah dalam kompetisi voli antarkelas
karena satu bola meleset.
Yi-hsuan memaksa seorang siswa berlatih dengannya.
Sekarang, siswa ini menolak datang ke kelas olahraga.
Lagi!
Lagi!
- Bangun! - Cukup.
Kita sudah melakukan ini 300 kali.
Kau tidak lelah, tapi aku lelah!
Aku tidak lelah?
Lihat.
Demi kau
tanganku hampir rusak.
Kau bilang aku tidak lelah?
Sejujurnya, kurasa bisa menerima kegagalan
adalah sesuatu yang harus dipelajari Yi-hsuan.
Apa arti kesuksesan bagimu?
Apa Ibu sukses?
Tidak.
Restoran harus cukup besar untuk sukses.
Jadi, Ibu pecundang?
Tidak apa-apa jika Ibu pecundang.
Biar aku yang sukses.
Apa pun yang kumakan menjadi bagian dari diriku.
Jadi, yang paling kubenci
adalah dipaksa berbohong bahwa yang kumakan itu enak.
Memaksaku mengatakan itu sama saja seperti membunuhku.
Seperti ini.
Pasta kerang anggur putih di sini
sausnya tidak bercampur dengan pastanya.
Ini hanya saus dan pasta yang bekerja sendiri-sendiri.
Apa aku makan mi kuah?
Apa ini benar-benar pasta asli?
Kocak.
Kembalikan ponselku.
Kau mau menghapusnya atau tidak?
Aku punya kebebasan berbicara.
Aku mengundangmu makan di sini.
Tidak apa-apa jika kau tidak suka.
Tapi haruskah kau mengunggah itu?
Kau diam-diam memotretku lebih dahulu.
Bukankah itu memaksakan rekomendasiku?
Aku tak berniat mengatakan apa pun, tapi karena kau membuat ini canggung
jangan salahkan aku jika berkata jujur.
Kembalikan!
Yi-hsuan, kita teman sekelas.
Tidak perlu seperti ini.
Justru karena kita teman sekelas. Aku sudah sangat sopan.
Sopan?
Hapus videonya sebelum kau pergi. Itu saja!
Baiklah.
Aku hapus videoku, kau juga hapus videomu.
Paham?
Pikirkanlah.
Mana yang akan lebih menyakitimu?
Ulasan negatifku, bukan?
Kita berdua akan menghapusnya.
Maka itu adil.
Paham?
Baiklah.
Dengar, makanan mereka tidak enak. Mereka akan mengambil ponselmu
jadi tak bisa beri ulasan buruk.
Apa yang kau lakukan? Untuk apa itu?
- Kau... - Kau ada di videoku.
Kau keterlaluan!
Hei!
Tidak perlu berkelahi.
Tidak bisakah dibicarakan baik-baik?
Siapa kau?
Pejuang keadilan sosial?
Kau tahu apa yang terjadi?
Lepaskan!
Hei!
Ada apa denganmu?
Hei!
Kau tidak perlu menamparnya.
Kau tahu berapa banyak yang dia tipu dari ayahku?
Kau tahu bagaimana rasanya keluargamu hancur?
Tidak.
Karena kau tidak tahu apa-apa.
Maafkan aku.
Bodoh!
Lihat.
Ratu akan datang untuk uji rasa di Jin Lai Xuan.
Dahulu dia teman sekelasku.
- Keren, bukan? - Dia sangat hebat.
Pantas Hsiu-wen selalu bilang kau hebat.
Sungguh?
Ya.
Dia bertanya apa kau senggang besok malam.
Dia ingin pergi denganmu.
Dia akan berdandan yang wangi
lalu setelah makan malam, dia akan membawamu pulang
untuk melihat kucingnya salto.
Jangan ganggu aku.
- Keluar! - Cukup, kalian semua.
Jika tidak bekerja di sif berikutnya, pergi dari sini.
- Kalian mau lembur? - Tidak, terima kasih.
Hei.
Kau akan menemui ayahmu di peluncuran nanti?
Ya.
Bicaralah dengannya untukku.
- Baiklah. - Ya?
- Semoga sempat. - Ayolah.
Kita semua butuh kenaikan gaji.
- Dah. - Dah.
HSIU-WEN
- Halo? - Chien-wu.
Kau yakin temanmu akan datang?
Dia belum membalas pesanku.
- Dia belum membalas? - Belum.
Tapi aku sudah menyiapkan semuanya untuk dia cicipi.
Bisakah kau menghubunginya?
Baik, akan kuhubungi.
Dah.
Sausnya tidak bercampur dengan pastanya.
AKU BERHENTI
Kau baik-baik saja?
Kita terlambat ke acara. Kita harus pergi.
Tidak mau!
Jika harus memuji Chang Xin, aku tidak mau pergi.
Tidak perlu.
Katakan apa pun yang kau mau. Silakan.
Semua orang bilang begitu
tapi tidak tahan saat aku berkata jujur.
Aku tidak mau pergi.
Orang-orang restoran sepertimu membuatku kesal.
Kalian tak menghormatiku.
Kumohon, Chao Yi-hsuan.
Aku akan mati, jika kau tak pergi.
Kembalikan!
No comments yet. Be the first to leave one.