The first 189 lines.
Edit teks oleh: DempoRaya_48
Lumberton
Amerika Serikat
Ini hari yang cerah untuk menebang pohon di Lumberton, jadi gunakan saja mesin gergajinya.
Ini adalah kayu yang jadi raja, suara musik dari Lumberton.
Saat suara pohon roboh...
itu jam 9.30!
Masih banyak kayu di luar sana, jadi ayo kita lakukan saja ".
Bapak Beaumont?
Anak anda Jeffrey ada di sini untuk menjenguk anda.
Hei, Yah.
Apakah detektif Williams masih bekerja di sini?
Ya, dia di atas di kamar 221.
- Naik tangga, melalui pintu itu. - Terima kasih.
Detektif Williams?
Ya?
Nama saya Jeffrey Beaumont. Aku bertempat tinggal di dekat rumahmu. Anda pasti tahu ayahku Tom?
- Toko Peralatan Beaumont? - Tentu saja aku tahu. Aku dengar kabar dia di rumah sakit.
- Bagaimana keadaaannya? - Ya, dia sudah baikan, aku rasa. Itu harapanku.
Mereka melakukan beberapa tes. Aku ke rumah sakit pagi tadi..
dan pulang melalui lapangan di belakang Vista,
Aku. .. menemukan telinga.
Kau? Telinga manusia?
Ya. Kupikir aku harus membawanya ke Anda.
Ya, itu betul. Mari kita segera melihatnya.
Ya, itu telinga manusia, baiklah.
Biar bagian bedah mayat yang memeriksanya.
Lalu aku mau kau menunjukan di mana tepatnya kau menemukan itu.
Baiklah.
Kami akan memeriksa catatan kamar mayat, tapi aku rasa tidak ada mayat yang tidak ada telinganya.
Orangnya kemungkinan besar masih hidup entah di mana.
Apa yang bisa diketahui tentang pemilik telinga ini?
Setelah tes dilakukan, cukup banyak yang bisa diketahui.
Jenis kelamin, jenis darah, apakah telinga itu milik orang yang sudah mati.
Oh ya, sepertinya telinga itu dipotong dengan gunting.
- Aku akan pergi keluar sebentar. - Apakah kau mau pakai mobilnya?
- Tidak, aku hanya jalan-jalan. - Baiklah kalau begitu.
Kau tidak pergi ke Lincoln, ya 'kan?
Tidak, hanya di sekitar lingkungan. Jangan khawatir.
Baiklah, Sayang.
Halo. Nama saya Jeffrey Beaumont. Detektif Williams ada di sini?
- Oh, ya. Ya, Jeffrey, ayo masuk - Terima kasih.
Begini, Jeffrey, kau temukan sesuatu yang sangat menarik.
Sangat menarik. Aku tahu kau pasti ingin tahu lebih banyak.
Tapi aku harus memintamu untuk tidak memberi tahu siapa pun tentang penemuanmu itu,
juga untuk tidak bertanya lebih jauh tentang kasus ini.
Suatu hari ketika semuanya sudah jelas,
Aku akan segera memberi tahumu semuanya.
Sekarang, apapun yang terjadi, aku tidak bisa mengatakan apapun.
Aku mengerti. Seperti yang kau katakan, aku hanya ingin tahu.
Aku juga sepertimu saat seusiamu.
- Itulah yang membuatku bekerja di bidang ini. - Pasti asik.
Mengerikan, juga.
Maafkan aku, Jeffrey. Ini harus begini.
Apapun, aku berharap kau mau mengerti.
Tentu.
- Terima kasih kartu yang dikirim buat Ayah. - Terima kasih. Senang bisa tahu dirimu.
Begitu juga aku.
- Sampaikan salamku pada Sandy. - Pasti kami lakukan.
- Selamat malam, Jeffrey. - Selamat malam.
Apakah kau yang menemukan telinga itu?
Bagaimana kau bisa tahu?
Pokoknya aku tahu.
- Aku ingat kau dari Central. - Apakah kau pernah di sana?
Ya.
- Bagaimana Central saat kini? - Payah.
- Aku tidak tahu ... Membosankan. - Apa lagi yang lain!
Jadi apa yang kau lakukan sekarang?
Aku pulang dari sekolah. Ayahku di rumah sakit.
- Itu tidak enak benar. - Ya.
Apa kau tahu tentang telinga?
- Bukankah Ayah mengatakan untuk tidak membicarakannya? - Ya, tapi kau yang mengajak membicarakannya.
Ada yang kau tahu?
Tidak begitu banyak hanya sepotong-sepotong. Aku tahu ada sesuatu.
Ya?
- Kamarku ada di atas - Di atas ruang kerja ayahmu?
- Jadi aku bisa mendengar beberapa hal tentang telinga itu. - He-eh. Kemudian?
Begini ... yang aku dengar ini terdiri dari beberapa kasus
Tapi satu nama yang terus muncul seorang penyanyi wanita.
Dia tinggal di sebuah apartemen yang sangat dekat dengan rumahmu.
Dekat dengan lapangan di mana kau menemukan telinga itu.
Ini dunia yang aneh, bukan?
- Ya. - Di mana apartemennya?
Itu benar-benar dekat. Karena itu jadi begitu menyeramkan.
Mereka melakukan pengawasan padanya,
Selain aku tidak tahu apa yang mereka selidiki karena itu bukan kasus ayahku. Jadi ...
Aku rasa kau mau segera kembali ke rumahmu, ya 'kan?
Tidak begitu persisnya. Mengapa?
Begini ...
- Kau ... mau melihat bangunannya. - Ya.
- Ayo, aku akan menunjukkan padamu. - Baiklah.
Hei, Sayang. Hei, sayang.
Itu gedung apartemennya.
Dia tinggal di lantai tujuh.
Ayolah.
Jadi ... apa yang akan kau lakukan sekarang setelah kau sampai di rumah?
Membantu ayahku di toko.
Aku bisa bebas pada saat-saat tertentu, itu baiknya.
Aku tahu seorang anak yang tinggal di sana.
Yang punya lidah terbesar di dunia.
Apa yang terjadi padanya?
Aku tidak tahu. Dia sudah pindah.
Sudah lama semua teman-temanku pergi.
- Kau tahu bagaimana ayam berjalan? - Bagaimana pula itu?
Itu sesuatu yang menarik.
Saatnya minum kopi
Hei, Double Ed, bagaimana hasilnya?
Mereka di rak bawah, digulung, di mana mereka selalu berada.
Hei, Ed, berapa banyak jarinya?
Empat.
Aku masih tidak tahu bagaimana kau bisa tahu.
Sekarang dengarkan. Kau yakin tidak membutuhkanku di tempat ini barang sebentar?
Jika kau ingin penyemprot serangga, Jeffrey, itu tidak menimbulkan sakit pada kita.
Baiklah kalau begitu, Double Ed.
- Oh, senangnya kau kembali. - Ya, tentu.
Kau lapar atau haus, atau keduanya?
- Aku tidak tahu. - Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.
Tunggu sebentar.
Dengar. Jangan kalian berani-beraninya mengatakan sesuatu pada Mike, ya.
- Tentu. - Ini bukan seperti yang kalian sangka, ya?
- Janji? - Apapun yang kau mau.
- Aku tidak ingin menimbulkan masalah. - Aku sudah di sini, bukan?
- Dia tampan juga. - Ya.
Kau pernah ke Arlene?
Tentu saja.
Sekarang kau akan beritahu aku mengapa kita di sini?
Ada peluang dalam kehidupan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman.
Kadang-kadang itu dilakukan dengan mengambil suatu risiko.
Aku rasa seseorang bisa tahu banyak kalau masuk ke apartemen wanita itu.
Kau tahu, menyelinap masuk, bersembunyi, dan mengamati.
- Menyelinap ke apartemennya? - Ya.
Apakah kau gila?
Jeffrey, dia mungkin saja terlibat dalam pembunuhan. Ini membuatku takut.
Sekarang tenang saja. Aku punya rencana yang bagus.
Perlu sedikit bantuanmu.
Tidakkah kau ingin mendengar rencananya?
Katakan rencanamu, tetapi itu tidak akan lebih jauh dari makan-makan ini.
Sandy,
jangan bersikap seperti itu.
Memang benar. Hal pertama yang aku butuhkan adalah masuk ke apartemennya
- Dan membuka jendela untuk merangkak ke dalam. - Bagaimana kau melakukannya?
Di mobil aku punya segala yang dibutuhkan dan penyemprot serangga.
Aku akan pergi ke apartemennya sebagai pembasmi hama. Aku akan semprot apartemennya.
Kau ketuk pintunya, mengalihakan perhatiannya dariku, dan aku akan akali jendelanya.
- Dan apa yang harus aku katakan padanya di pintu? - Kau menjadi penganut aliran Yehova.
Aku punya beberapa hal untuk membuat itu kelihatan meyakinkan! Sebuah majalah buatmu.
Aku hanya perlu waktu sedikit, hanya beberapa detik. Bagaimana menurutmu?
Aku tidak tahu.
Maksudku, kedengarannya seperti mimpi di siang hari bolong, tapi ... benar-benar melakukannya terlalu aneh.
- Ini terlalu berbahaya. - Sandy, mari kita coba bagian pertama.
Tak seorangpun akan mencurigai kita.
Tidak ada yang akan berpikir dua orang seperti kita bisa melakukan hal ini.
Kau memang begitu.
Berikan aku setidaknya tiga menit.
Aku bisa lebih baik jika lebih, untuk menemukan jendelanya. Benar 'kan?
Ya.
Ayo.
Nah ini saatnya.
Tunggu sebentar. Siapa nama wanita itu?
Oh, astaga, Jeffrey.
Dorothy Vallens, lantai tujuh.
Lihat di kota untuk tahu nomornya, anak pintar.
Terima kasih.
Dorothy Vallens, lantai tujuh.
Baiklah. Semoga berhasil.
Doakan dirimu sendiri.
Tiga menit. Jangan terlalu cepat.
Ya? Ada apa?
Pengendalian hama. Aku harus lakukan di apartemen Anda.
- Itu berbau tak enak. - Ini baru. Tidak berbau.
Bagus.
Dapurnya dulu.
Stasiun Grand Central.
Hanya pembasmi serangga.
- Ini harus dilakukan. - Ya?
- Apakah kau baik-baik saja? - Ya. Apa yang terjadi?
Aku baru hendak membuka pintu ketika seorang pria melakukannya untuk saya.
- Apakah itu tidak apa-apa? - Ya dan tidak. Apakah kau mengenalinya?
Aku hanya melihat belakangnya. Aku pikir ia pergi keluar dari pintu di ujung lorong.
Aku tidak bisa melihatnya dengan jelas juga, tapi dia jelas menatapku.
Aku tidak punya waktu untuk mencari jendelanya, tapi aku menemukan kunci-kunci ini. Bagus, ya?
Ya, jika itu bisa untuk membuka pintu.
Ya.
Jadi, bagaimana selanjutnya?
- Apakah kau punya permainan yang lain? - Aku berutang padamu karena aku mengacaukan yang satu ini.
Kau tidak mengacaukannya. Tapi ... kau masih berutang satu.
Aku akan mencoba lagi dan menyelinap di malam ini.
Ini Jumat. Apakah kau ada kencan?
Ya. Memang ada.
No comments yet. Be the first to leave one.